~ It's simple. Just say what you want (Don't say what you don't want)... ~

Friday, June 10, 2011

Cerita FIKSI Tuhan, Iblis dan Buddha.

Allah dan Iblis tengah gontok-gontokan. Untung ada Buddha yang menengahi
(Cekidot)


Suatu senja, di jam jam padat pengunjung Blogernas dan Blogernas Forum. Entah ada angin apa, Buddha pingin kongko kongko dengan Tuhan dan Iblis.
...
Buddha:

(sambil melipat jubahnya, karna takut jatuh kalau jalan bisa kesandung jubahnya sendiri)
Selamat senja pak Tuhan…. Iblis ada?

Tuhan:

Selamat senja juga Buddha, manusia aneh kau ini. Mengapa kau bermaksud mencari Iblis tapi berkunjung ke kerajaanku…?

Buddha:

Oh maaf pak Tuhan, saya sengaja lewat kerajaan Anda, karena walau bagaimanapun anda kan masih saudaraan dengan Iblis. Bahkan katanya dulu pak Tuhan yang menciptakan Iblis.

Tuhan:

Tapi Iblis sudah kucampakkan ke neraka. Biar dia membangun kerajaan gelap penuh dosanya di sana. Anak itu, dari dulu tak pernah mau tobat. Semakin hari kelakuannya semakin menjadi jadi. Semua nabi nabiku dicobainnya. [disensor] yang penuh cinta kasih itu juga. Muhammad juga… Entah apa maunya anak itu. Sekarang dia sedang mencetak Dajjal… ah… Aku sudah habis pikir entah bagaimana harusnya menghadapi Iblis celaka itu.

Buddha:

Sabar sabar….Amitabha…. Seperti orang tua yang menghadapi anaknya yang bandel. Tidakkah pak Tuhan bisa maklum bahwa sudah memang begitu kelakuan para remaja itu. Manusia seperti saya menyebutnya masa akil balik. Jadi semua serba dicurigai, melawan, memberontak, bikin onar… tak jarang manusia manusia seperti saya yang jadi korban.


Dari kejauhan, seperti kelelawar yang sayapnya bolong bolong Iblis terbang mendekati kerajaan Tuhan.

Iblis:

Sembah sujud ananda pada Mu Tuhanku…. Eh, siapa ini laki-laki yang wajahnya kaya perempuan?

Buddha:

Ah, kau menggodaku pak Iblis. Aku rindu senda guraumu…. Wajahku memang begini, lemah lembut dan gemulai. Tapi aku laki-laki tulen kok… paling tidak aku sudah pernah punya anak, namanya Rahula.

Iblis:

Hahahahaha tapi kau benar benar laki-laki tak tahu diuntung pak Buddha. Binimu cakep, bahenol, putri raja, yang kau pinang setelah menang sayembara. Kasihan si Yasodhara itu. Sudah kau genjot enak enak, mengandung benih lendirmu 9 bulan, setelah kau bosan kau tinggalkan….

Buddha:

Iya benar, aku mengaku salah. Aku memang laki-laki tak bertanggung jawab. Ayahku Suddhodana akhirnya yang kena getahnya. Dia capek deh… ngurusin anak istriku.

Iblis:

Nah… Tuhanku. Anda lihat sendiri. Aku yang kau musuhi kau buang ke neraka tak sekalipun meninggalkan anak istriku. Aku menyembahmu siang dan malam. Tapi mengapa kau sebagai ayah penciptaku, kakanda Tuhanku… begitu kejam menjolimiku?

Tuhan:

Jangan kau dengan kata-katanya wahai Buddha, manusia yang mengajak orang menyembah berhala dirimu! Begitulah kau lihat!!! Bagaimana Iblis ini mau kumaafkan? Berbeda denganmu yang setelah menjadi Buddha dan baru saja kau mengaku salah. Kau membuat peraturan untuk melarang manusia mana saja yang mau menjadi pengikutmu menjadi bhiksu, tak boleh kalau tak ada izin dari keluarga. Tapi kalu lihat Iblis ini. Dia tidak pernah sadar! Kesalahannya melawan perintahku. Perintah yang sangat gampang sebenarnya. Hanya sujud pada Adam. Bukannya mau sujud, dia malah bersumpah akan mencobai semua keturunan Adam.


Tuhan mencak mencak.... kakinya dihentak hentakkan. Di Bumi terjadi gempa bumi... banyak yang mati.

Iblis:

Jangan sembarang tuduh kau Tuhan! Kau ini memang benar benar tidak konsisten. Bukannya Kau yang mengikat kami semua ciptaaMu dengan kalimat ‘Tiada Tuhan selain diriMu… jangan sembah illah lain selain Aku….” Lalu mengapa kau mencobaiku dengan perintah menjebak untuk memberhalakan Adam?

Tuhan:

Kau dengar sendiri pak Buddha. Bagaimana aku bisa memaafkan mahluk yang satu ini?

Iblis:

Itulah sifatMu yang jelek Tuhan. Entah berapa ribu kata sudah kau hasut manusia untuk memusuhiku. Kau gosipin aku sebagai pembawa mereka ke jurang kemungkaran. Taurat, Zabur, Injil, Quran….. Semuanya berisi gosip dan fitnah yang Kau teriakkan untuk menjelek jelekkanku.

Coba kau pikir, adakah aku pernah menghasut, menyebar fitnah, menggosipi diriMu pada manusia? Aku mau bukti tertulis. Kitab! Bukan omong kosong yang kau sebarkan untuk membuat manusia membenciku. Itu semua versiMu… aku tidak separah Kau dalam membuat bingung manusia.

Buddha:

Halah…. Sudah sudah…. Saya datang kemari hanya mau silahturahmi kok… Hanya mau sebar undangan ke pesta ulangtahun, peringatan saya menjadi Buddha dan waktu matinya saya, yang oleeh kebanyakan umat umat saya dirayakan sekaligus dalam hari raya Waisak.

Tuhan:

Tanggung pak Buddha. Aku mau menyonyos mulut berbisa si Iblis ini pakai solder listrik… tunggu!

Iblis:

Jangan bodoh Tuhanku! Tak ada panas yang melebihi neraka yang Kau berikan padaku. Solder listrik hanya geli geli lah… aku sudah berlatih jutaan tahun di neraka untuk menghadapi panas. “kau kedinginan di sini manis?” (Iblis bertanya penuh kasih pada Dajjal yang menyusu di pelukannya)

Dajjal:

Ho oh… tapi badan papa anget kok….

Tuhan:

Terkutuklah kau Iblis. Kutambah LPG untuk menggosongkan kau di neraka jahanam. Yang 3 kilo biar menjadi BOM di sana!

Iblis:

Aku tak takut padamu hei Tuhan. NgomongMu dari dulu tak konsisten. Tukang gosip terbesar sepanjang sejarah! Yang kau gosipi hanya aku lagi…. Apa kau terobsesi pada diriku? Anakku yang cakep si Dajjal ini punya tanduk…. Anakmu?.... cuman pakai cawat! Kekasihmu itu…. Hahahahaha dimana kau sembunyikan dia?

Buddha:

Sudah sudah….. Yang tua sayangilah yang muda. Didik mereka dengan cinta kasih agar bisa seiring kedewasaannya nanti menjadi seperti diriMu. Jadikan diriMu teladan bagi siapa saja.

Dan kau Iblis yang muda. Sesekali ikut kursus kepribadian. Belajar bagaimana cara berkomunikasi dengan yang tua! Jangan asal nyerocos saja. Apa sih susahnya sujud pada Adam? Yang aku tangkap kau termasuk yang paling terdogma! Sujud saja tak mau. Kau pikir kalau kau ngotot hanya menyembah Tuhan saja, Dia akan suka? Dia melemparkanmu ke Neraka…. Setelah itu dilemparkannya lagi bom LPG 3 kilo ke neraka. Biar kau gosong!

Bukan sesembahanmu yang penting! Tapi apa yang kau sembah! Apakah kau menyembah keegoisanMu dalam fanatikmu atas Tuhanmu? Jangan bodoh! Kau perlu dari itu untuk bisa menjadi kesayanganNya.

Dan Kau juga pak Tuhan. Caramu licik juga menggaet penggemar. Kasih janji janji nikmat di sorga bagi yang mau menyembahMu. Ancam neraka jahanam bagi yang demen sama Iblis.

Mengapa kalian tidak bisa damai? Akur? Bersaing secara sehat?

Kalian berdua membuat manusia menjadi bingung! Padahal untuk hidup saja, manusia tiap menit tiap detik menghadapi sejuta masalah.

Tuhan dan Iblis: (tumben kompak)

http://forum.tempointeraktif.com/node/926

No comments:

Post a Comment