~ It's simple. Just say what you want (Don't say what you don't want)... ~

Sunday, November 21, 2010

Kehidupan yang tercinta





Kehidupan yang tercinta

Bukan Kristen, Islam, atau Judaisme
Bukan Hindu, Buddha, Sufi, atau Zen.
Bukan agama apapun dan tradisi budaya manapun,
Aku bukanlah dari Timur ataupun Barat,
Bukan dari samudra ataupun berasal dari tanah
Bukan yang alami ataupun yang eterik
Bukan tersusun dari unsur2 sama sekali..

Aku tidaklah ada, bukan sesuatu yang sungguh berada
Di dunia ini, atau dunia berikutnya,
bukan keturunan adam dan hawa,
atau cerita asal muasal yang lain.
Tempatku tidaklah bertempat
Suatu jejak yang tidak berjejak.
Bukan pula tubuh ini ataupun sang jiwa.

Aku kepunyaan yang tercinta,
Telah kulihat kedua dunia adalah satu
dan yang tersebut dan terketahui,
yang awal, yang akhir, yang diluar, yang didalam
hanya nafas itu yang bernafas
Kemanusiaan... [Rumi]


Life of beloved

Not Christian, Muslim, or Jew,
not Hindu, Buddhist, Sufi, or Zen.
Not any religion or cultural system.
I am not from the East or the West,
not out of the ocean or up from the ground,
not natural or ethereal,
not composed of elements at all.

I do not exist, am not an entity
in this world or the next,
did not descend from adam and eve
or any origin story.
My place is the placeless,
a trace of the traceless.
Neither body nor soul.

I belong to the beloved,
I have seen the two worlds as one
and that one call to and know,
First, Last, Outer, Inner -
only that breath breathing
HUMAN BEING...

[Rumi]





Beloved

Jika hanya sekali saja kamu bisa luput dari dirimu sendiri,
Rahasia dari semua rahasia akan terbuka bagimu.
Wajah yang tak dikenal, yang tersembunyi melampaui alam semesta
Akan tampak pada cermin persepsimu.

If you could get rid of yourself just once,
the secret of secrets would open to you.
The face of the unknown, hidden beyond the universe
would appear on the mirror of your perception.

[Rumi]




»»  READMORE...
READ MORE - Kehidupan yang tercinta

Saturday, November 20, 2010

Rumah Singgah



Rumah Singgah

Keberadaan manusia ibarat rumah singgah
Setiap pagi pendatang baru tiba

Kegembiraan, kemurungan, kehinaan,
beberapa kesadaran sesaat hadir
sebagai tamu yang tak diundang.

Sambut dan jamulah mereka semua!
Bahkan jika mereka adalah segerombolan nestapa,
yang dengan kejam menyapu-bersih rumahmu,
mengosongkan semua perabotannya,
Tetaplah, perlakukan setiap tamu dgn penghormatan.
Ia mungkin mengosongkan diri anda
Untuk suatu sukacita baru.

Pikiran suram, aib, kebencian itu.
Temuilah mereka di pintu dgn tawa dan persilakanlah mereka masuk.

Bersyukurlah untuk apapun yang datang,
Karena masing-masing telah dikirim
Sebagai penuntun dari jauh.

[Penyair Sufi Jalaluddin Rumi]



»»  READMORE...
READ MORE - Rumah Singgah

Nubuwah Cinta [Penyair Sufi, J.Rumi]



Nubuwah Cinta [Penyair Sufi, J.Rumi]

Aku mati sebagai mineral
dan menjelma sebagai tumbuhan,
aku mati sebagai tumbuhan
dan lahir kembali sebagai binatang.
Aku mati sebagai binatang dan kini manusia.
Kenapa aku harus takut?
Maut tidak pernah mengurangi sesuatu dari diriku.

Sekali lagi,
aku masih harus mati sebagai manusia,
dan lahir di alam para malaikat.
Bahkan setelah menjelma sebagai malaikat,
aku masih harus mati lagi;
Karena, kecuali Tuhan,
tidak ada sesuatu yang kekal abadi.

Setelah kelahiranku sebagai malaikat,
aku masih akan menjelma lagi
dalam bentuk yang tak kupahami.
Ah, biarkan diriku lenyap,
memasuki kekosongan, kasunyataan
Karena hanya dalam kasunyataan itu
terdengar nyanyian mulia:

"Kepada Nya, kita semua akan kembali"




»»  READMORE...
READ MORE - Nubuwah Cinta [Penyair Sufi, J.Rumi]

PAKAIAN KEIMANAN.


(foto Mesjid Kudus dengan menaranya yg bergaya arsitektur Hindu)


Kata agama, menurut Kamus Jawa Kuno-Indonesia, berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti doktrin atau aturan tradisional yang suci. Dalam bahasa Jawa halus atau krama inggil, agama diucapkan menjadi agami, yang juga mempunyai arti bermaksud pergi atau jalan. Agami juga merupakan akronim dari agemaning iman, yang berarti pakaian iman.

Orang hidup, menurut kedua orangtua saya, wajib memeluk agama, yaitu jalan dan sekaligus pakaian keimanan menuju Gusti Allah, Tuhan Yang Maha Tunggal (Esa) lagi Maha Kuasa (Wenang). Sebagaimana lazimnya priyayi Jawa yang Islam abangan, kedua orangtua saya percaya, Tuhan dari semua umat manusia itu sama dan satu jua adanya. Agamalah yang kemudian membuat kita berbeda jalan. Ada jalan yang lurus dan dapat langsung ke tujuan, ada yang berbelok-belok, ada yang berputar-putar, keluar masuk jalan besar, jalan kecil, terjal, salah jalan dan sebagainya. Kewajiban kita hanya memberitahu dan mengingatkan, tapi tidak boleh memaksa meskipun terhadap anak kandung sendiri. Karena setiap orang, telah memperoleh peran kehidupannya masing-masing, dan anak hanyalah titipan Allah kepada kedua orangtuanya. Bukan miliknya. Lagi pula tiada paksaan dalam agama. Gusti Allah yang maha Kuasa saja tidak menetapkan semua umatnya memeluk satu agama yang sama. Apalagi kita umatnya yang lemah. Justru perbedaan itulah yang akan menguji manusia, siapa yang taat kepada Gusti Allah dan siapa yang tidak. Bukankah Tuhan sudah menciptakan surga dan neraka? Baik dan buruk, lapar dan kenyang, panas dan dingin? Semuanya berpasangan. Surga dan neraka diciptakan untuk diisi.
Marilah kita berupaya untuk menjadi penghuni surga tanpa mengklaim diri sebagai pemegang kunci surga.

Demikianlah agama atau agami yang berarti jalan menuju Tuhan menurut keyakinan Islam Kejawen. Secara historis kultural, pemahaman tentang jalan menuju Tuhan ini bisa dimaklumi karena orang Jawa mempelajari Islam dari literatur dan praktek-praktek kehidupan sufistik terlebih dahulu, baru menyusul kemudian mempelajari syariat dengan fikihnya.
PENGEMBARAAN BATIN ORANG JAWA DI LORONG KEHIDUPAN : hal 80.


»»  READMORE...
READ MORE - PAKAIAN KEIMANAN.

Wednesday, November 17, 2010

Nasehat IBLIS kepada anak²nya



''Anakku.. Janganlah engkau mendekati makhluk yang bernama manusia.. Mereka sangat berbahaya dan tidak layak dijadikan teman.. Lebih baik dan aman dijauhi saja.. Sama sekali tidak ada manfaatnya bergaul dengan mereka.. Gerombolan munafik yang suka menipu saudaranya sendiri.. Jangan dengarkan ocehan mereka yang menjelek jelekkan kaum kita.. Padahal mereka lebih jahat dan tidak punya kasih sayang dihatinya.. Jangan berdebat dengan manusia.. Mereka sudah dididik membenci kita dari sejak belum dewasa.. Anakku.. Jangan kau tiru watak pecundang manusia.. Yang karena kemalasan mendidik diri sendiri, tetapi kita yang disalahkan.. Anakku.. Cintailah saudara saudaramu seperti engkau mencintai dirimu sendiri.. Jangan mencontoh manusia yang saling benci sesama mereka .. Janganlah menghina sesama iblis.. Biarkan manusia saling menghina dan merendahkan.. Engkau bukan manusia.. Tidak perlu mencontoh mereka.. Jadilah makhluk yang mulia dan bermanfaat bagi sesama''



























»»  READMORE...
READ MORE - Nasehat IBLIS kepada anak²nya

KERAJAAN IBLIS : sebuah kritik ke dalam





Kerajaan iblis adalah sebuah kerajaan, yang digambarkan dalam peribahasa jawa sebagai: ''gemah ripah loh jinawi, opo kang sarwo tinandur dadi'' (subur tanahnya, sehingga apa saja yang ditanam pasti berbuah), dan setiap iblis berpegang pada prinsip ''ingarso sung tulodho, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani'' (semua elemen masyarakat menjalankan fungsinya, dari atasan sampai bawahan), karena itu kerajaanya ''toto titi tentrem kerto raharjo'' (kecukupan dalam segala bidang), padahal, seperti yang kita ketahui bersama, para iblis adalah pribadi pribadi yang tidak mengenal tuhan ataupun ajaran moral agama apapun. Tetapi, sejak masih anak anak, para iblis sudah didoktrin dengan pemahaman, bahwa: jika kamu mencuri, maka hartamu juga akan dicuri, jika kamu memukul, kamupun akan dipukul, jika mamu mencopet, kamupun akan dicopet, jika kamu membunuh, kamupun akan dibunuh, jika kamu mengganggu istri iblis lain, maka istrimupun akan diganggu, sampai pada: jika kamu muter musik kenceng kenceng yang membuat tetanggamu tidak bisa tidur, maka tidur kamu juga akan diganggu dengan suara musik yang mungkin lebih kenceng. Dengan pemahaman seperti demikian ini, yang sudah didoktrinkan semenjak para iblis itu masih balita, maka pemahaman ini sudah tertanam, larut dalam aliran darah, dan menyatu dalam dna mereka. Dan tiba tiba kerajaan iblis menjelma menjadi sebuah kerajaan yang paling aman di alam semesta ini. Ini bisa dibuktikan dengan tidak adanya kejahatan apapun di kerajaan iblis. Tidak ada pembunuhan, tidak ada perampokan, pencurian, tidak ada copet, garong, pemalsuan uang, oli atau merk dagang apapun, tidak ada vcd bajakan, apalagi korupsi. Ini adalah sebuah kerajaan yang aman sempurna. Bahkan kerajaan iblis tidak mempunyai polisi, hakim, jaksa, pengacara, tentara, bahkan mereka tidak punya hansip atau tukang ronda. Tidak punya gedung pengadilan, kuhp, atau penjara. Mereka tidak butuh itu semua. Hanya dengan akal sehat yang sederhana, mereka berhasil membentuk sebuah sistem masyarakat yang ternyata terbukti lebih bermoral daripada kita, manusia. saya tidak tahu menahu soal iblis sebenarnya, tapi cuma meminjam namanya untuk 'menyentil' hancurnya moral dinegara tercinta ini
»»  READMORE...
READ MORE - KERAJAAN IBLIS : sebuah kritik ke dalam

Saturday, November 13, 2010

APA YANG SUDAH ANDA PERBUAT DALAM USIA SEKARANG ?

Berapa usia anda sekarang? 25 tahun? 50 tahun? 60 tahun? 70 tahun? Masih ingatkah anda perilaku dan kebiasaan sewaktu balita? Semua orang menyenangi anda, mencoba menggendong, menciumi. Semua menyayangi anda. Bahkan tetap tertawa gembira meskipun anda mengompol dan mengencinginya. Tapi cobalah kencingi kembali orang yang sama itu 20 tahun kemudian. Maka yang keluar dari mulutnya adalah “kurang ajar” atau “gila”. Dan coba kembali anda mengompol di atas usia 60-an. Komentarnya “sudah pikun”.

Usia ternyata mengubah persepsi orang, dan juga perilaku. Contoh yang paling sederhana adalah kegiatan fisik, psikis dan makanan. Saya misalkan, sewaktu SD sampai dengan mahasiswa senang olah raga keras. Senam palang dan ring, bela diri serta naik gunung. Semuanya dilakukan dengan senang hati, tak kenal waktu, tak kenal takut. Tanpa beban perasaan, dan makan apa saja tanpa pantangan. Di usia 40-an, olah raga saya beralih ke pusat-pusat kebugaran dan selanjutnya senam ringan, jogging dan sesekali cross country di perbukitan. Makan pun sudah mulai pilih-pilih. Menghindari makanan yang banyak mengandung gula, kolesterol dan asam urat. Sejalan dengan bertambahnya usia, beban psikis pun berubah. Perilaku dan pergaulan juga berubah. Jika dulu senang ke diskotik dan pesta pora, sekarang bahkan bisa pusing mendengar musik yang hiruk pikuk. Saya yakin anda dan kita semua, dalam kadar yang berbeda mengalami hal seperti itu.

Oleh sebab itu, sungguh tepat yang mengajarkan kita semua untuk mencermati 5 hal yang dapat dengan cepat mengubah perilaku manusia, yaitu kekuasaan, harta benda, teman pergaulan, penyakit dan usia. Dengan mengutip ajaran Kanjeng Nabi Muhammad dan gurunya, Al-Ghazali menyimpulkan bahwa kehidupan dunia ini sesungguhnya hanya terdiri dari tiga nafas saja. Satu nafas telah lewat membawa amal perbuatan yang dikerjakan tatkala menarik nafas itu. Satu nafas sedang dijalankan, dan satu nafas lagi belum tahu apakah kita bisa melaksanakan karena kemungkinan datangnya ajal saat sedang bernafas yang kedua tadi. Jika demikian halnya, maka secara hakikat, sesungguhnya hanya satu tarikan nafas saja yang kita miliki, bukan jam, bukan hari. Umur kita sesungguhnya hanyalah satu tarikan nafas.

Sehubungan dengan itu, orang tua Jawa sering bilang, kita harus senantiasa eling, tobat dan nyebut. Maknanya ialah selalu ingat kepada Gusti Allah {TUHAN}. Bertobat terus menerus, dan meski hanya dalam hati, menyebut asma Allah dalam setiap tarikan nafas, dalam setiap gerak dan langkah. Inilah cara kita dalam berlatih untuk selalu menghadirkan Allah{TUHAN} pada diri kita, di sepanjang usia kita. Berlatih “manunggaling kawula gusti”, berlatih menyatukan diri dengan kehendak dan ketentuan-ketentuan Illahi. Berlatih dalam menyelaraskan diri dengan sifat-sifat mulia Allah{TUHAN}. Dengan demikian, kita dapat memperoleh anugerah umur yang berkah, kesehatan yang berkah, teman pergaulan yang berkah, harta benda dan kekuasaan yang berkah. Memperoleh kebahagian dan kemuliaan hidup di dunia maupun di akhirat. Amiin.
»»  READMORE...
READ MORE - APA YANG SUDAH ANDA PERBUAT DALAM USIA SEKARANG ?