<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886</id><updated>2011-11-16T17:54:02.596-08:00</updated><title type='text'>It's simple.</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>128</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-7871752477098688732</id><published>2011-06-18T06:34:00.000-07:00</published><updated>2011-06-18T06:36:37.734-07:00</updated><title type='text'>Mohon ampun jika hamba masih teramat sering lalai</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span jsid="text"&gt;Setiap gerak langkah hidupku adalah Tuhan...desah nafasku...denyut nadiku...detak jantungku...semua adalah milikMu...Tuhan...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span jsid="text"&gt;Mohon ampun jika hamba masih teramat sering lalai menjagaNya...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span jsid="text"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span jsid="text"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h6 style="text-align: center;" class="uiStreamMessage" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1}"&gt;&lt;span class="messageBody" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;Betapa  indahnya mengetahui bahwa nasihat Tuhan itu tersedia bagi kita! Apabila  anda sudah kehabisan tenaga dan kehabisan akal, apabila anda sudah  benar-benar memutar otak namun tidak juga menemukan jalan keluar,  apabila anda mengalami jalan buntu dalam kehidupan ini dan tidak tahu  kemana lagi anda harus pergi, ingatlah bahwa Tuhan adalah Penasihat  Ajaib! Datanglah kepada-Nya. Serahkan masalah anda kepada-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span jsid="text"&gt;Dalam ruang kalbu kugapai diri-MU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span jsid="text"&gt;Kini tumbuh cinta suci dari-MU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span jsid="text"&gt;Semenjak hadir-Mu di hari' ku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span jsid="text"&gt;Dari janji terpatri dalam kesetiaan-MU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span jsid="text"&gt;Ku tak mampu menepis semua rasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span jsid="text"&gt;&lt;span class="text_exposed_hide"&gt;...&lt;/span&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Semua menjadi sebuah keindahan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span jsid="text"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Dalam rasa yang KAU berikan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span jsid="text"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Terima rasaku dalam relung hati-MU&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span jsid="text"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span jsid="text"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span jsid="text"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt; *¨*•.¸¸❤¸¸.•*¨......&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-7871752477098688732?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/7871752477098688732/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2011/06/mohon-ampun-jika-hamba-masih-teramat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/7871752477098688732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/7871752477098688732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2011/06/mohon-ampun-jika-hamba-masih-teramat.html' title='Mohon ampun jika hamba masih teramat sering lalai'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-6434478651596778720</id><published>2011-06-18T06:20:00.000-07:00</published><updated>2011-06-18T06:33:27.318-07:00</updated><title type='text'>Manunggaling Kawula Gusti ......</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/250548_180037642052883_100001399444697_475892_3523837_n.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 488px; height: 720px;" src="http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/250548_180037642052883_100001399444697_475892_3523837_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manunggaling Kawula Gusti bukan metafisik ataupun ritualistik.&lt;br /&gt;Manunggaling Kawula Gusti bukan skeptik ataupun dogmatik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upacara  dan ritual hanya sekadar perayaan yang membantu mengilhami kita, namun  tidak bisa memberi kita Kebijaksanaan dan kebahagiaan sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manunggaling  Kawula Gusti adalah ajaran  sejati bagi semua makhluk dan dapat  dipraktekkan dalam masyarakat luas, sama sekali tidak memihak dan  benar-benar bersifat universal..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Guru Sejati yang mendorong kecerdasan kita untuk bertanya dan meyakini adanya potensi tertinggi dari setiap individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru  Sejati tidak hanya menganjurkan untuk menghentikan semua kejahatan dan  melakukan semua kebaikan, tetapi juga mengajarkan pemurnian pikiran yang  merupakan akar dari segala kebaikan dan kejahatan, serta sebab dari  penderitaan maupun kebahagiaan sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi intelektual dan  filsafat Manunggaling Kawula Gusti tumbuh dalam kebebasan berpikir dan  bertanya yang tidak ada bandingannya dengan filsafat besar dunia  lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Guru Sejati begitu penuh toleransi, Guru Sejati tidak memerintah, tapi menasihati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manunggaling Kawula Gusti dipenuhi semangat kebebasan bertanya dan toleransi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manunggaling  Kawula Gusti adalah ajaran tentang keterbukaan pikiran dan hati yang  simpatik, yang menerangi dan menghangatkan segenap semesta dengan sinar  ganda Kebijaksanaan dan Welas Asih, memancarkan sinar keramahan pada  setiap makhluk dalam perjuangan mengarungi samudera kelahiran dan  kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran adalah sesuatu yang terbuka bebas untuk  ditemukan oleh semua makhluk. Jika kita mempelajari kehidupan kita bisa  melihat bahwa segala sesuatu terbuka untuk setiap orang.&lt;br /&gt;Tidak ada rahasia dalam Manunggaling Kawula Gusti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru  Sejati adalah guru kebenaran terbesar. Manunggaling Kawula Gusti adalah  pendidikan yang sempurna tentang kita dan semesta tempat kita tinggal.  Manunggaling Kawula Gusti adalah ajaran yang melampaui pengetahuan  duniawi, mengenai Kebijaksanaan tertinggi menuju perwujudan kebahagiaan  sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manunggaling Kawula Gusti adalah satu-satunya ajaran yang  dibabarkan bagi umat manusia melalui pengalaman, pencapaian,  Kebijaksanaan, dan Pencerahan. Ajaran ini berakar dari pengalaman, bukan  kepercayaan yang membabi buta. Masalah manusia harus dipahami melalui  pengalaman manusia dan diatasi dengan pengembangan nilai-nilai manusia  yang luhur. Manusia harus menemukan pemecahan melalui pemurnian dan  pengembangan pikiran manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru Sejati adalah perwujudan  segala kebajikan yang diajarkan-Nya. Ia mewujudkan seluruh ucapan-Nya  dalam tindakan. Tanpa kenal lelah Ia membabarkan kebenaran dan menjadi  teladan yang sempurna. Tak pernah Ia menampakkan kelemahan atau nafsu  dasar manusia. Kualitas Moralitas, Kebijaksanaan, dan Welas Asih-Nya  adalah yang paling sempurna sepanjang sejarah pengetahuan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manunggaling  Kawula Gusti mewakili puncak tertinggi dari pengembangan spiritual yang  dicapai, mengajarkan bahwa semua orang bisa mencapai kesempurnaan  sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manunggaling Kawula Gusti adalah ajaran yang menggunakan  nalar dan tidak memakai unsur ketakutan untuk mendesak orang lain dalam  segala cara supaya percaya. Guru Sejati mengajarkan kita untuk menjadi  baik bukan karena takut akan ancaman api neraka atau karena imbalan  surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru Sejati tidak menjanjikan kebahagiaan surga, imbalan,  atau keselamatan bagi orang yang percaya kepada-Nya. Bagi-Nya, agama  bukanlah suatu tawar-menawar tapi suatu jalan hidup mulia untuk mencapai  Pencerahan dan keselamatan untuk diri sendiri dan orang lain.  Manunggaling Kawula Gusti tidak menginginkan pengikut-Nya untuk percaya  secara membuta. Manunggaling Kawula Gusti menginginkan kita untuk  berpikir dan paham oleh diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penemuan ilmiah  belakangan ini tidak pernah bertentangan dengan Guru Sejati karena  metode dan ajaran Manunggaling Kawula Gusti bersifat ilmiah.  Asas-asasnya dapat dipertahankan dalam keadaan apa pun tanpa mengubah  gagasan-gagasan dasarnya. Ajaran Manunggaling Kawula Gusti dihargai oleh  para cendekiawan, ilmuwan, pemikir hebat, ahli filsafat, kaum  rasionalis, bahkan pemikir bebas, sepanjang masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan melihat  kesalahan orang lain, apa yang sudah atau belum dikerjakan oleh orang  lain. Sadari apa yang sudah diselesaikan atau yang belum dilakukan oleh  diri sendiri. Berbicara lah selalu dengan nada yang lembut, baik, sopan  dan bijaksana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-6434478651596778720?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/6434478651596778720/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2011/06/manunggaling-kawula-gusti.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/6434478651596778720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/6434478651596778720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2011/06/manunggaling-kawula-gusti.html' title='Manunggaling Kawula Gusti ......'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-415556068363939656</id><published>2011-06-10T21:43:00.000-07:00</published><updated>2011-06-10T21:47:38.283-07:00</updated><title type='text'>"Tuhan, apa yang Engkau lakukan?"</title><content type='html'>&lt;span class="fbPhotoCaptionText"&gt;Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku  sedang menyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain di atas lantai  melihat ke atas dan bertanya apa yang sedang ibu lakukan.  Dia  memberitahu bahawa dia sedang menyulam sesuatu di atas sehelai kain.  Tetapi aku katakan kepada ibu bahawa apa yang aku lihat dari bawah  adalah benang-benang yang berserabut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu hanya tersenyum memandang aku dan berkata dengan lembut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anakku,  teruskanlah permainanmu dulu sementara ibu menyelesaikan sulaman ini.  Setelah selesai nanti, ibu akan panggil kamu dan ibu dudukkan di atas  pangkuan ibu dan kamu akan dapat melihat sulaman ini dari atas."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku  hairan mengapa ibu menggunakan benang hitam, putih dan bermacam warna  lainnya, begitu berserabut pada pandanganku. Beberapa saat kemudian, aku  terdengar suara ibu memanggil:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anakku, mari ke sini dan duduklah di pangkuan ibu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu  itu aku hairan dan kagum melihat corak bunga-bunga yang indah yang  berlatar belakangkan pemandangan matahari yang sedang terbit, kelihatan  sungguh indah sekali. Aku hampir tidak percaya melihatnya kerana apa  yang aku lihat dari bawah tadi hanyalah benang-benang yang berserabut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ibu berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anakku,  dari bawah memang nampak berserabut dan tidak ketentuan tapi kamu tidak  menyedari bahawa di atas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan,  suatu pola bercorak, ibu hanya mengikutinya. Sekarang, dengan melihatnya  dari atas kamu dapat melihat keindahan apa yang ibu lakukan  sebenarnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali selama bertahun-tahun, aku melihat ke atas dan bertanya kepada Tuhan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tuhan, apa yang Engkau lakukan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menjawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku sedang menyulam kehidupanmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku sering membantah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tetapi nampaknya kehidupan ini berserabut, benang-benangnya banyak yang hitam, kenapa tidak semuanya memakai warna yang cerah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Tuhan menjawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"AnakKu,  kamu teruskan pekerjaanmu dan Aku juga menyelesaikan pekerjaan-Ku di  bumi ini. Satu saat nanti Aku akan memanggilmu ke sorga untuk   mendudukkan kamu di pangkuan-Ku dan kamu akan melihat rencana yang indah  dari sisi-Ku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita seringkali melihat rangkaian peristiwa dalam  kehidupan kita seperti benang sulaman yang tidak teratur, berserabut  dan kusut. Serangkaian persoalan pelbagai yang datang bertubi-tubi;  kesedihan, kemalangan, bencana, kesusahan dan pertentangan. Seringkali  kita melihat kehidupan kita begitu rumit dan tidak ketentuan. Tetapi  semua itu kerana kita melihat "bahagian bawah suatu sulaman".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapapun  rumit dan sulitnya keadaan hidup kita selama ini, yakinlah bahawa itu  semua akan membentuk "gambar indah" bagi diri dan kehidupan kita,  jika  kita dapat melihat dari "bahagian atas sulaman".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan  merencanakan dan "menyulam" sesuatu yang indah dan terbaik kerana Tuhan  itu baik. Oleh kerana itu, jalanilah kehidupan kita dengan penuh  keyakinan atas karya dan kebaikan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang kau alami kini mungkin tak dapat engkau mengerti&lt;br /&gt;Satu hal tanamkan di hati, indah semua yang Tuhan beri..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan tak akan memberi ular beracun pada yang meminta roti&lt;br /&gt;Cobaan yang engkau alami tak akan melebihi kekuatanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan Tuhan sedang merenda suatu karya yang agung mulia&lt;br /&gt;Saatnya kan tiba nanti, kau lihat pelangi kasih-NYA ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahayu ~ Kp Karyonagoro&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-415556068363939656?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/415556068363939656/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2011/06/tuhan-apa-yang-engkau-lakukan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/415556068363939656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/415556068363939656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2011/06/tuhan-apa-yang-engkau-lakukan.html' title='&quot;Tuhan, apa yang Engkau lakukan?&quot;'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-6124051719464181605</id><published>2011-06-10T21:27:00.000-07:00</published><updated>2011-06-10T21:43:32.195-07:00</updated><title type='text'>--Syari'at--Thariqah--Hakekat--Ma'rifat--</title><content type='html'>Syari'at = Syar'i = Aturan maksudnya adalah hukum-hukum yang mengikat  termasuk didalamnya doktrin keagamaan, sebagai jalan awal pelaku  spiritual.&lt;p&gt;Thariqah = Thariq = Jalan maksudnya adalah menjalani  syari'at dengan penuh kesada...ran dan ketaatan total, bukan karena  terpaksa atau dipaksa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hakekat = Haq = Kebenaran maksudnya seiring  laku spiritual yang terus dijalani, maka kesadaran mulai terbangun,  hijab-hijab mulai terbuka, dan makna sejati dari aturan-aturan syari'at  yang mengikat mulai diketahui.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ma'rifat = 'Arif = Paham maksudnya  Menyadari kebenaran Sejati, Bangunnya Kesadaran Sejati, dan semua jalan  sudah ditinggalkan karena Yang Menyembah dan yang DIsembah, sudah  berpadu dalam keillahian.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;proses...proses...&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Upakara adalah istilah ajaran Hindhu Bali yang bisa disamakan  dengan Syari'at. Susila adalah istilah ajaran Hindhu Bali yang bisa  disamakan dengan Thariqah,&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tattwa adalah istilah ajaran Hindhu Bali yang bisa disamakan dengan Hakekat.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;strong&gt;  Diatas itu semua, jika mutiara sudah ditemukan, tak ada istilah yang  tepat. Namun lazimnya dalam tassawuf disebut Ma'rifat. Tahapan dari hal  yang paling dasar menuju puncak spiritualitas ini mau tidak mau harus  dijalani oleh setiap manusia. Diatas puncak sana, maka lepas, lepaslah  semua jalan itu dari diri yang sudah illahi.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummat Hindhu sudah memahami, bahwa dipuncak sana, diseberang pulau  kebahagiaan sana, semua perahu harus ditinggalkan. Ummat Buddhis juga  memahami, di tanah seberang yang abadi sana, maka dharma-pun harus  dilepaskan. Namun sayangnya, hanya s...edikit ummat Islam dan Kristen  yang memahami ini. Mau disini atau disana, perahu agama tetap saja  mereka akan bawa. Inilah yang menyebabkan Syeh Siti Jenar di cap sesat  manakala beliau sudah melepaskan semuanya, bahkan agama sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h6 class="uiStreamMessage" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1}"&gt;&lt;span class="messageBody" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;Tanpa  dikurung BAJU AGAMA pun orang bisa dan boleh berkomunikasi dengan Tuhan.  Dan jika kita sudah BERBAJU AGAMA, pada titik akhir keimanan, kitapun mesti  belajar untuk bisa membebaskan dari semua itu. Kembali TELANJANG.  Barangkali kt memang butuh LABEL asketik. Tapi sayang.. mereka mencari  patokan² identitas lahiriah , ingin eksistensinya diakui paling BENAR,&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nanti disuatu saat, seiring kesadaran yang meningkat, maka mereka akan tahu, siapa dan apa TUHAN itu sebenarnya...&lt;br /&gt;Orang  Jawa tuh kadang ungkapannya ces pleng, lho. Kita seringkali  mendengar  atau mengucapkannya, namun yah hanya sekedar mendengar atau   mengucapkan. Dalam hal pelepasan ini, sering sekali orang tua Jawa dulu   bilang " Lahir neng donya wuda o...ra nggawa apa-apa, mbesuk yen mati  yo  kudu mangkono." (Lahir didunia telanjang bulat tidak membawa apapun,   kelak jika meninggal yah harus seperti itu juga.) Keterikatan pada   istri/suami, pada anak, pada orang tua, pada kesenangan duniawi bahkan   pada agama itu sendiri, suatu saat harus dikikis. Hanya satu hal yang   musti menjadi fokus kita, KEBENARAN SEJATI, PENCERAHAN SEJATI, ALLAH ITU   SENDIRI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;-----------&lt;strong&gt;-Point Penting&lt;/strong&gt;---------------&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Sayangnya,  ummat Islam dan Kristen tidak bisa memahami kondisi  PELEPASAN ini.  Ibarat sakit, selamanya mereka mau memakan obat. Ibarat  menyeberangi  sungai, walau sudah sampai diseberang sana, perahunya masih  tetap  hendak dibawa dan dipegang.... Ibarat makan kacang kulit, walau  sudah  menemukan isinya, kulitnya hendak ditelan sekalian...Hanya sedikit  dari  kaum muslim dan Kristen yang memahami hal ini, termasuk Syeh Siti   Jenar dan Bunda Theresa. (Banyak orang Islam kebingungan melihat figur  Syeh Siti Jenar. Dikarenakan mereka tidak paham kondisi PELEPASAN ini&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-6124051719464181605?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/6124051719464181605/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2011/06/syariat-thariqah-hakekat-marifat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/6124051719464181605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/6124051719464181605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2011/06/syariat-thariqah-hakekat-marifat.html' title='--Syari&apos;at--Thariqah--Hakekat--Ma&apos;rifat--'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-4948595450651509992</id><published>2011-06-10T21:03:00.000-07:00</published><updated>2011-06-10T21:25:17.465-07:00</updated><title type='text'>Analogi tingkat kesadaran manusia dlm JAWA</title><content type='html'>&lt;p&gt;Ada sebelas susunan tembang Macapat di Jawa. Sebelas tembang tersebut  adalah analogi tingkat kesadaran manusia. Urutannya adalah sbb :&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;1. Mijil : Keluar, yaitu Lahir didunia dengan kesadaran sesuai hasil kehidupan masa lalu kita.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;2. Maskumambang : Bagai emas yang muncul yaitu Kesadaran balita, dimana dunia terlihat penuh kegembiraan semata.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;3.  Sinom : Kesadaran masa remaja/NOM. Dimana dunia dianggap tantangan.  Kesadarannya ada pada tataran ingin mencoba segala sesuatu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;4. Asmaradana : Terpikat cinta yaitu Kesadaran membutuhkan sosok yang bisa dijadikan teman seperjalanan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;5.  Kinanthi : Mencari pendamping - Kanthi artinya bergandengan) :  Kesadaran membutuhkan untuk bersandar pada sesuatu, baik itu sokongan  derajat, pangkat, istri dan sosok Tuhan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;6. Durma : Kesadaran untuk mulai mencari kebahagiaan ruhaniah – munDUR&lt;/p&gt;&lt;p&gt;7.  Dhandhanggula : Kesadaran bahwa dunia ini ternyata illusi yang manis,  bagai burung gagak hitam /Manuk Dhandhang yang menjemukan namun sangat  melenakan/manis)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;8. Pangkur : Kesadaran mulai mengejar kebahagiaan sejati dan mungkur/membalikkan diri dari segala keterikatan duniawi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;9.  Gambuh : Kesadaran ‘Mbuh’ atau ‘Tidak peduli’, suatu kesadaran yang  sudah bisa lepas dari semua keterikatan duniawi, bahkan agama itu  sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;10. Megatruh : Saat-saat akhir hidup manusia/ Megat Roh  alias berpisah dengan Roh, dimana diharapkan Kesadaran sudah mampu lepas  dari semua keterikatan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;11. Pocung : atau Pocong atau Mati. Yaitu  Kesadaran bahwa dirinya sudah selesai menjalani satu siklus kehidupan,  dan masih ada siklus kehidupan selanjutnya demi kembali meningkatkan  Kesadarannya lebih tinggi lagi.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-style: italic;"&gt;di dalam fengshui itu disebut 12 sikulus mas - lahir - bayi - kanak  kanak - dewasa - soak - sakit - mati - kubur - musnah - janin - dalam  kandungan... proses nya sama dan pengertian sama ., cuma beda  terminologi....&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-4948595450651509992?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/4948595450651509992/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2011/06/analogi-tingkat-kesadaran-manusia-dlm.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/4948595450651509992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/4948595450651509992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2011/06/analogi-tingkat-kesadaran-manusia-dlm.html' title='Analogi tingkat kesadaran manusia dlm JAWA'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-2843098637228229943</id><published>2011-06-10T21:02:00.000-07:00</published><updated>2011-06-10T21:03:33.513-07:00</updated><title type='text'>Cerita FIKSI Tuhan, Iblis dan Buddha.</title><content type='html'>&lt;h6 class="uiStreamMessage" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1}"&gt;&lt;span class="messageBody" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;Allah dan Iblis tengah gontok-gontokan. Untung ada Buddha yang menengahi&lt;br /&gt;(Cekidot)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu  senja, di jam jam padat pengunjung Blogernas dan Blogernas Forum. Entah  ada angin apa, Buddha pingin kongko kongko dengan Tuhan dan Iblis.&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_hide"&gt;...&lt;/span&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;br /&gt;Buddha:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sambil melipat jubahnya, karna takut jatuh kalau jalan bisa kesandung jubahnya sendiri)&lt;br /&gt;Selamat senja pak Tuhan…. Iblis ada?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat senja juga Buddha, manusia aneh kau ini. Mengapa kau bermaksud mencari Iblis tapi berkunjung ke kerajaanku…?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buddha:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh  maaf pak Tuhan, saya sengaja lewat kerajaan Anda, karena walau  bagaimanapun anda kan masih saudaraan dengan Iblis. Bahkan katanya dulu  pak Tuhan yang menciptakan Iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Iblis sudah  kucampakkan ke neraka. Biar dia membangun kerajaan gelap penuh dosanya  di sana. Anak itu, dari dulu tak pernah mau tobat. Semakin hari  kelakuannya semakin menjadi jadi. Semua nabi nabiku dicobainnya.  [disensor] yang penuh cinta kasih itu juga. Muhammad juga… Entah apa  maunya anak itu. Sekarang dia sedang mencetak Dajjal… ah… Aku sudah  habis pikir entah bagaimana harusnya menghadapi Iblis celaka itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buddha:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar  sabar….Amitabha…. Seperti orang tua yang menghadapi anaknya yang  bandel. Tidakkah pak Tuhan bisa maklum bahwa sudah memang begitu  kelakuan para remaja itu. Manusia seperti saya menyebutnya masa akil  balik. Jadi semua serba dicurigai, melawan, memberontak, bikin onar… tak  jarang manusia manusia seperti saya yang jadi korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kejauhan, seperti kelelawar yang sayapnya bolong bolong Iblis terbang mendekati kerajaan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembah sujud ananda pada Mu Tuhanku…. Eh, siapa ini laki-laki yang wajahnya kaya perempuan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buddha:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah,  kau menggodaku pak Iblis. Aku rindu senda guraumu…. Wajahku memang  begini, lemah lembut dan gemulai. Tapi aku laki-laki tulen kok… paling  tidak aku sudah pernah punya anak, namanya Rahula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hahahahaha  tapi kau benar benar laki-laki tak tahu diuntung pak Buddha. Binimu  cakep, bahenol, putri raja, yang kau pinang setelah menang sayembara.  Kasihan si Yasodhara itu. Sudah kau genjot enak enak, mengandung benih  lendirmu 9 bulan, setelah kau bosan kau tinggalkan….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buddha:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya  benar, aku mengaku salah. Aku memang laki-laki tak bertanggung jawab.  Ayahku Suddhodana akhirnya yang kena getahnya. Dia capek deh… ngurusin  anak istriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah… Tuhanku. Anda lihat sendiri. Aku  yang kau musuhi kau buang ke neraka tak sekalipun meninggalkan anak  istriku. Aku menyembahmu siang dan malam. Tapi mengapa kau sebagai ayah  penciptaku, kakanda Tuhanku… begitu kejam menjolimiku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan  kau dengan kata-katanya wahai Buddha, manusia yang mengajak orang  menyembah berhala dirimu! Begitulah kau lihat!!! Bagaimana Iblis ini mau  kumaafkan? Berbeda denganmu yang setelah menjadi Buddha dan baru saja  kau mengaku salah. Kau membuat peraturan untuk melarang manusia mana  saja yang mau menjadi pengikutmu menjadi bhiksu, tak boleh kalau tak ada  izin dari keluarga. Tapi kalu lihat Iblis ini. Dia tidak pernah sadar!  Kesalahannya melawan perintahku. Perintah yang sangat gampang  sebenarnya. Hanya sujud pada Adam. Bukannya mau sujud, dia malah  bersumpah akan mencobai semua keturunan Adam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan mencak mencak.... kakinya dihentak hentakkan.  Di Bumi terjadi gempa bumi... banyak yang mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan  sembarang tuduh kau Tuhan! Kau ini memang benar benar tidak konsisten.  Bukannya Kau yang mengikat kami semua ciptaaMu dengan kalimat ‘Tiada  Tuhan selain diriMu… jangan sembah illah lain selain Aku….” Lalu mengapa  kau mencobaiku dengan perintah menjebak untuk memberhalakan Adam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau dengar sendiri pak Buddha. Bagaimana aku bisa memaafkan mahluk yang satu ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah  sifatMu yang jelek Tuhan. Entah berapa ribu kata sudah kau hasut  manusia untuk memusuhiku. Kau gosipin aku sebagai pembawa mereka ke  jurang kemungkaran. Taurat, Zabur, Injil, Quran….. Semuanya berisi gosip  dan fitnah yang Kau teriakkan untuk menjelek jelekkanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba  kau pikir, adakah aku pernah menghasut, menyebar fitnah, menggosipi  diriMu pada manusia? Aku mau bukti tertulis. Kitab! Bukan omong kosong  yang kau sebarkan untuk membuat manusia membenciku. Itu semua versiMu…  aku tidak separah Kau dalam membuat bingung manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buddha:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halah….  Sudah sudah…. Saya datang kemari hanya mau silahturahmi kok… Hanya mau  sebar undangan ke pesta ulangtahun, peringatan saya menjadi Buddha dan  waktu matinya saya, yang oleeh kebanyakan umat umat saya dirayakan  sekaligus dalam hari raya Waisak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggung pak Buddha. Aku mau menyonyos mulut berbisa si Iblis ini pakai solder listrik… tunggu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan  bodoh Tuhanku! Tak ada panas yang melebihi neraka yang Kau berikan  padaku. Solder listrik hanya geli geli lah… aku sudah berlatih jutaan  tahun di neraka untuk menghadapi panas. “kau kedinginan di sini manis?”  (Iblis bertanya penuh kasih pada Dajjal yang menyusu di pelukannya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dajjal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ho oh… tapi badan papa anget kok….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkutuklah kau Iblis. Kutambah LPG untuk menggosongkan kau di neraka jahanam. Yang 3 kilo biar menjadi BOM di sana!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku  tak takut padamu hei Tuhan. NgomongMu dari dulu tak konsisten. Tukang  gosip terbesar sepanjang sejarah! Yang kau gosipi hanya aku lagi…. Apa  kau terobsesi pada diriku? Anakku yang cakep si Dajjal ini punya  tanduk…. Anakmu?.... cuman pakai cawat! Kekasihmu itu…. Hahahahaha  dimana kau sembunyikan dia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buddha:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sudah….. Yang  tua sayangilah yang muda. Didik mereka dengan cinta kasih agar bisa  seiring kedewasaannya nanti menjadi seperti diriMu. Jadikan diriMu  teladan bagi siapa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kau Iblis yang muda. Sesekali ikut  kursus kepribadian. Belajar bagaimana cara berkomunikasi dengan yang  tua! Jangan asal nyerocos saja. Apa sih susahnya sujud pada Adam? Yang  aku tangkap kau termasuk yang paling terdogma! Sujud saja tak mau. Kau  pikir kalau kau ngotot hanya menyembah Tuhan saja, Dia akan suka? Dia  melemparkanmu ke Neraka…. Setelah itu dilemparkannya lagi bom LPG 3 kilo  ke neraka. Biar kau gosong!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan sesembahanmu yang penting!  Tapi apa yang kau sembah! Apakah kau menyembah keegoisanMu dalam  fanatikmu atas Tuhanmu? Jangan bodoh! Kau perlu dari itu untuk bisa  menjadi kesayanganNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Kau juga pak Tuhan. Caramu licik juga  menggaet penggemar. Kasih janji janji nikmat di sorga bagi yang mau  menyembahMu. Ancam neraka jahanam bagi yang demen sama Iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kalian tidak bisa damai? Akur? Bersaing secara sehat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian  berdua membuat manusia menjadi bingung! Padahal untuk hidup saja,  manusia tiap menit tiap detik menghadapi sejuta masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan dan Iblis: (tumben kompak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://forum.tempointeraktif.com/node/926" rel="nofollow" target="_blank"&gt;&lt;span&gt;http://forum.tempointeraktif.c&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;om/node/926&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-2843098637228229943?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/2843098637228229943/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2011/06/cerita-fiksi-tuhan-iblis-dan-buddha.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/2843098637228229943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/2843098637228229943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2011/06/cerita-fiksi-tuhan-iblis-dan-buddha.html' title='Cerita FIKSI Tuhan, Iblis dan Buddha.'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-4908209293503486119</id><published>2010-12-03T10:47:00.000-08:00</published><updated>2010-12-03T10:49:44.831-08:00</updated><title type='text'>PENGARUH TASAWUF AL-GHAZALI DALAM ISLAM KEJAWEN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs614.ash2/156695_127367233989643_100001491015708_172392_4023504_n.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 640px; height: 414px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs614.ash2/156695_127367233989643_100001491015708_172392_4023504_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div class="UIImageBlock_Content UIImageBlock_ICON_Content"&gt;&lt;div class="photocaption"&gt;&lt;div class="photocaption_text"&gt;Tentang  agami sebagai akronim agemaning (pakaian) iman, Islam Kejawen  mengajarkan bahwa keimanan tidak akan berarti apa-apa jika tidak dijahit  dengan amal saleh  atau amal perbuatan yang baik, yang mulia. Seseorang  akan dapat mengerjakan amal perbuatan yang baik jika memiliki budi  pekerti luhur, memiliki akhlak mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran mengenai akhlak  mulia Islam Kejawen, menurut sahabat sekaligus salah seorang guru saya  almarhum ustadz Tijani Jauhari dari pesantren Al-Amien, Prenduan Madura,  pada umumnya bersumber dari ajaran Al Ghazali, yang dikenal sebagai  salah satu kitab kuning. Kitab-kitab klasik yang lebih dikenal sebagai  kitab kuning karena kertasnya berwarna kekuningan, yang merupakan  kitab-kitab rujukan utama di pesantren-pesantren Nusantara terutama di  Jawa dan Madura antara lain adalah kitab Ta’limul Muta’alim (etika  santri), Nashoihul Ibad (Nasihat Penghuni Dunia karya Imam Nawawi  Al-Banteniy) serta tiga karya Al Ghazali yaitu Bidayah al Hidayah, Ihya  Ulumuddin dan Minhajul Abidin (Menuju Mukmin Sejati).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran  tasawuf Al Ghazali itu pulalah yang kemudian membentuk budi pekerti  orang Jawa yang lebih mengutamakan kesalehan pribadi dibanding kesalehan  sosial, serta pola hidup sederhana dan nrimo atau qanaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalehan  sosial yang lebih merupakan tanggungjawab para guru dan pemimpin negara  (ulama dan umaroh) akan mudah terwujud apabila kesalehan pribadi, pola  hidup sederhana dan qanaah menjadi inti dari pakaian keimanan orang  perorang. Sayangnya, kesalehan pribadi itupun kini memudar tatkala pola  hidup sederhana dan nrimo atau qanaah telah diluluhlantakkan oleh budaya  modern yang mengutamakan materialisme. Prestasi kehidupan tidak lagi  diukur dari pencapaian idiil, tetapi dari harta benda atau materi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat  selanjutnya adalah rancunya, untuk tidak mengatakan rusak, budi pekerti  luhur atau pun akhlak mulia. Orang tidak lagi peduli pada etika dan  tata cara, melainkan hanya mengutamakan hasil. Orang tidak lagi peduli  baik dan buruk sampai-sampai timbul ungkapan “Biar dari setan belang pun  nggak peduli” atau “Cari yang haram saja susah apalagi yang halal”.  Naudzubillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Pengembaraan Batin Orang Jawa di Lorong Kehidupan : Hal 82-84&lt;br /&gt;Foto kiri : Ustadz K.H. Tidjani Jauhari MA, kanan : Al-Ghazali)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photocaption_nocaption" style="display: none;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/album.php?aid=18781&amp;amp;id=100001491015708&amp;amp;ref=mf#" class="photocaption_nocaption_edit"&gt;Add a caption&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photocaption_edit" style="display: none;"&gt;&lt;textarea cols="66" rows="2" style="overflow: hidden;" class="photocaption_edit_text" id="" name=""&gt;Tentang  agami sebagai akronim agemaning (pakaian) iman, Islam Kejawen  mengajarkan bahwa keimanan tidak akan berarti apa-apa jika tidak dijahit  dengan amal saleh  atau amal perbuatan yang baik, yang mulia. Seseorang  akan dapat mengerjakan amal perbuatan yang baik jika memiliki budi  pekerti luhur, memiliki akhlak mulia.  Ajaran mengenai akhlak mulia Islam Kejawen, menurut sahabat sekaligus  salah seorang guru saya almarhum ustadz Tijani Jauhari dari pesantren  Al-Amien, Prenduan Madura, pada umumnya bersumber dari ajaran Al  Ghazali, yang dikenal sebagai salah satu kitab kuning. Kitab-kitab  klasik yang lebih dikenal sebagai kitab kuning karena kertasnya berwarna  kekuningan, yang merupakan kitab-kitab rujukan utama di  pesantren-pesantren Nusantara terutama di Jawa dan Madura antara lain  adalah kitab Ta’limul Muta’alim (etika santri), Nashoihul Ibad (Nasihat  Penghuni Dunia karya Imam Nawawi Al-Banteniy) serta tiga karya Al  Ghazali yaitu Bidayah al Hidayah, Ihya Ulumuddin dan Minhajul Abidin  (Menuju Mukmin Sejati).  Ajaran tasawuf Al Ghazali itu pulalah yang kemudian membentuk budi  pekerti orang Jawa yang lebih mengutamakan kesalehan pribadi dibanding  kesalehan sosial, serta pola hidup sederhana dan nrimo atau qanaah.  Kesalehan sosial yang lebih merupakan tanggungjawab para guru dan  pemimpin negara (ulama dan umaroh) akan mudah terwujud apabila kesalehan  pribadi, pola hidup sederhana dan qanaah menjadi inti dari pakaian  keimanan orang perorang. Sayangnya, kesalehan pribadi itupun kini  memudar tatkala pola hidup sederhana dan nrimo atau qanaah telah  diluluhlantakkan oleh budaya modern yang mengutamakan materialisme.  Prestasi kehidupan tidak lagi diukur dari pencapaian idiil, tetapi dari  harta benda atau materi.  Akibat selanjutnya adalah rancunya, untuk tidak mengatakan rusak, budi  pekerti luhur atau pun akhlak mulia. Orang tidak lagi peduli pada etika  dan tata cara, melainkan hanya mengutamakan hasil. Orang tidak lagi  peduli baik dan buruk sampai-sampai timbul ungkapan “Biar dari setan  belang pun nggak peduli” atau “Cari yang haram saja susah apalagi yang  halal”. Naudzubillah.  (Pengembaraan Batin Orang Jawa di Lorong Kehidupan : Hal 82-84  Foto kiri : Ustadz K.H. Tidjani Jauhari MA, kanan : Al-Ghazali)&lt;/textarea&gt;&lt;div class="button_container"&gt;&lt;label class="caption_save uiButton uiButtonConfirm"&gt;&lt;input value="Save" type="submit"&gt;&lt;/label&gt;&lt;label class="caption_cancel uiButton"&gt;&lt;input value="Cancel" type="submit"&gt;&lt;/label&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-4908209293503486119?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/4908209293503486119/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/12/pengaruh-tasawuf-al-ghazali-dalam-islam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/4908209293503486119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/4908209293503486119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/12/pengaruh-tasawuf-al-ghazali-dalam-islam.html' title='PENGARUH TASAWUF AL-GHAZALI DALAM ISLAM KEJAWEN'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-4871438954782945643</id><published>2010-11-21T12:23:00.000-08:00</published><updated>2010-11-21T12:28:11.058-08:00</updated><title type='text'>Kehidupan yang tercinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs591.ash2/154303_1691583617094_1462885506_31728094_5233219_n.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1126.snc4/148826_1691677179433_1462885506_31728306_3569764_n.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 640px; height: 480px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1126.snc4/148826_1691677179433_1462885506_31728306_3569764_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div class="UIImageBlock_Content UIImageBlock_ICON_Content"&gt;&lt;div class="photocaption"&gt;&lt;div class="photocaption_text"&gt;Kehidupan yang tercinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan Kristen, Islam, atau Judaisme&lt;br /&gt;Bukan Hindu, Buddha, Sufi, atau Zen.&lt;br /&gt;Bukan agama apapun dan tradisi budaya manapun,&lt;br /&gt;Aku bukanlah dari Timur ataupun Barat,&lt;br /&gt;Bukan dari samudra ataupun berasal dari tanah&lt;br /&gt;Bukan yang alami ataupun yang eterik&lt;br /&gt;Bukan tersusun dari unsur2 sama sekali..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidaklah ada, bukan sesuatu yang sungguh berada&lt;br /&gt;Di dunia ini, atau dunia berikutnya,&lt;br /&gt;bukan keturunan adam dan hawa,&lt;br /&gt;atau cerita asal muasal yang lain.&lt;br /&gt;Tempatku tidaklah bertempat&lt;br /&gt;Suatu jejak yang tidak berjejak.&lt;br /&gt;Bukan pula tubuh ini ataupun sang jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kepunyaan yang tercinta,&lt;br /&gt;Telah kulihat kedua dunia adalah satu&lt;br /&gt;dan yang tersebut dan terketahui,&lt;br /&gt;yang awal, yang akhir, yang diluar, yang didalam&lt;br /&gt;hanya nafas itu yang bernafas&lt;br /&gt;Kemanusiaan... [Rumi]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Life of beloved&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Not Christian, Muslim, or Jew,&lt;br /&gt;not Hindu, Buddhist, Sufi, or Zen.&lt;br /&gt;Not any religion or cultural system.&lt;br /&gt;I am not from the East or the West,&lt;br /&gt;not out of the ocean or up from the ground,&lt;br /&gt;not natural or ethereal,&lt;br /&gt;not composed of elements at all.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I do not exist, am not an entity&lt;br /&gt;in this world or the next,&lt;br /&gt;did not descend from adam and eve&lt;br /&gt;or any origin story.&lt;br /&gt;My place is the placeless,&lt;br /&gt;a trace of the traceless.&lt;br /&gt;Neither body nor soul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I belong to the beloved,&lt;br /&gt;I have seen the two worlds as one&lt;br /&gt;and that one call to and know,&lt;br /&gt;First, Last, Outer, Inner -&lt;br /&gt;only that breath breathing&lt;br /&gt;HUMAN BEING...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Rumi]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs591.ash2/154303_1691583617094_1462885506_31728094_5233219_n.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 640px; height: 480px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs591.ash2/154303_1691583617094_1462885506_31728094_5233219_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Beloved&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hanya sekali saja kamu bisa luput dari dirimu sendiri,&lt;br /&gt;Rahasia dari semua rahasia akan terbuka bagimu.&lt;br /&gt;Wajah yang tak dikenal, yang tersembunyi melampaui alam semesta&lt;br /&gt;Akan tampak pada cermin persepsimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you could get rid of yourself just once,&lt;br /&gt;the secret of secrets would open to you.&lt;br /&gt;The face of the unknown, hidden beyond the universe&lt;br /&gt;would appear on the mirror of your perception.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Rumi]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photocaption_nocaption" style="display: none;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1691677179433&amp;amp;set=a.1522262504172.2067276.1462885506#" class="photocaption_nocaption_edit"&gt;Add a caption&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photocaption_edit" style="display: none;"&gt;&lt;textarea cols="66" rows="2" style="overflow: hidden;" class="photocaption_edit_text" id="" name=""&gt;Kehidupan yang tercinta  Bukan Kristen, Islam, atau Judaisme Bukan Hindu, Buddha, Sufi, atau Zen. Bukan agama apapun dan tradisi budaya manapun, Aku bukanlah dari Timur ataupun Barat, Bukan dari samudra ataupun berasal dari tanah Bukan yang alami ataupun yang eterik Bukan tersusun dari unsur2 sama sekali..  Aku tidaklah ada, bukan sesuatu yang sungguh berada Di dunia ini, atau dunia berikutnya, bukan keturunan adam dan hawa, atau cerita asal muasal yang lain. Tempatku tidaklah bertempat Suatu jejak yang tidak berjejak. Bukan pula tubuh ini ataupun sang jiwa.  Aku kepunyaan yang tercinta, Telah kulihat kedua dunia adalah satu dan yang tersebut dan terketahui, yang awal, yang akhir, yang diluar, yang didalam hanya nafas itu yang bernafas Kemanusiaan... [Rumi]   Life of beloved  Not Christian, Muslim, or Jew, not Hindu, Buddhist, Sufi, or Zen. Not any religion or cultural system. I am not from the East or the West, not out of the ocean or up from the ground, not natural or ethereal, not composed of elements at all.  I do not exist, am not an entity in this world or the next, did not descend from adam and eve or any origin story. My place is the placeless, a trace of the traceless. Neither body nor soul.  I belong to the beloved, I have seen the two worlds as one and that one call to and know, First, Last, Outer, Inner -  only that breath breathing HUMAN BEING... [Rumi]&lt;/textarea&gt;&lt;div class="button_container"&gt;&lt;label class="caption_save uiButton uiButtonConfirm uiButtonMedium"&gt;&lt;input value="Save" type="submit"&gt;&lt;/label&gt;&lt;label class="caption_cancel uiButton uiButtonDefault uiButtonMedium"&gt;&lt;input value="Cancel" type="submit"&gt;&lt;/label&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="phototags_row"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;input name="charset_test" value="€,´,€,´,水,Д,Є" type="hidden"&gt;&lt;input name="fb_dtsg" value="g9bEn" autocomplete="off" type="hidden"&gt;&lt;input id="feedback_params" name="feedback_params" value="{&amp;quot;actor&amp;quot;:&amp;quot;1462885506&amp;quot;,&amp;quot;target_fbid&amp;quot;:&amp;quot;1691677179433&amp;quot;,&amp;quot;target_profile_id&amp;quot;:&amp;quot;&amp;quot;,&amp;quot;type_id&amp;quot;:&amp;quot;7&amp;quot;,&amp;quot;source&amp;quot;:&amp;quot;2&amp;quot;,&amp;quot;assoc_obj_id&amp;quot;:&amp;quot;&amp;quot;,&amp;quot;source_app_id&amp;quot;:&amp;quot;0&amp;quot;,&amp;quot;extra_story_params&amp;quot;:[],&amp;quot;check_hash&amp;quot;:&amp;quot;621e4a9488dc567f&amp;quot;}" autocomplete="off" type="hidden"&gt;&lt;input id="post_form_id" name="post_form_id" value="cf3efd54b06608186a6a8aa9499706a8" autocomplete="off" type="hidden"&gt;&lt;span class="UIActionLinks UIActionLinks_bottom" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;action&amp;quot;}"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-4871438954782945643?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/4871438954782945643/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/11/kehidupan-yang-tercinta.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/4871438954782945643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/4871438954782945643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/11/kehidupan-yang-tercinta.html' title='Kehidupan yang tercinta'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-8479572404618331051</id><published>2010-11-20T14:38:00.000-08:00</published><updated>2010-11-20T14:41:49.344-08:00</updated><title type='text'>Rumah Singgah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs308.snc4/40747_1679462594076_1462885506_31704341_3843803_n.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 640px; height: 480px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs308.snc4/40747_1679462594076_1462885506_31704341_3843803_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Rumah Singgah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan manusia ibarat rumah singgah&lt;br /&gt;Setiap pagi pendatang baru tiba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegembiraan, kemurungan, kehinaan,&lt;br /&gt;beberapa kesadaran sesaat hadir&lt;br /&gt;sebagai tamu yang tak diundang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambut dan jamulah mereka semua!&lt;br /&gt;Bahkan jika mereka adalah segerombolan nestapa,&lt;br /&gt;yang dengan kejam menyapu-bersih rumahmu,&lt;br /&gt;mengosongkan semua perabotannya,&lt;br /&gt;Tetaplah, perlakukan setiap tamu dgn penghormatan.&lt;br /&gt;Ia mungkin mengosongkan diri anda&lt;br /&gt;Untuk suatu sukacita baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran suram, aib, kebencian itu.&lt;br /&gt;Temuilah mereka di pintu dgn tawa dan persilakanlah mereka masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukurlah untuk apapun yang datang,&lt;br /&gt;Karena masing-masing telah dikirim&lt;br /&gt;Sebagai penuntun dari jauh.﻿&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Penyair Sufi Jalaluddin Rumi]&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-8479572404618331051?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/8479572404618331051/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/11/rumah-singgah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/8479572404618331051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/8479572404618331051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/11/rumah-singgah.html' title='Rumah Singgah'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-4281050754942748928</id><published>2010-11-20T14:24:00.000-08:00</published><updated>2010-11-20T14:35:29.257-08:00</updated><title type='text'>Nubuwah Cinta [Penyair Sufi, J.Rumi]</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs967.snc4/76078_1687865764150_1462885506_31721255_7729684_n.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 640px; height: 480px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs967.snc4/76078_1687865764150_1462885506_31721255_7729684_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Nubuwah Cinta [Penyair Sufi, J.Rumi]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mati sebagai mineral&lt;br /&gt;dan menjelma sebagai tumbuhan,&lt;br /&gt;aku mati sebagai tumbuhan&lt;br /&gt;dan lahir kembali sebagai binatang.&lt;br /&gt;Aku mati sebagai binatang dan kini manusia.&lt;br /&gt;Kenapa aku harus takut?&lt;br /&gt;Maut tidak pernah mengurangi sesuatu dari diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi,&lt;br /&gt;aku masih harus mati sebagai manusia,&lt;br /&gt;dan lahir di alam para malaikat.&lt;br /&gt;Bahkan setelah menjelma sebagai malaikat,&lt;br /&gt;aku masih harus mati lagi;&lt;br /&gt;Karena, kecuali Tuhan,&lt;br /&gt;tidak ada sesuatu yang kekal abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kelahiranku sebagai malaikat,&lt;br /&gt;aku masih akan menjelma lagi&lt;br /&gt;dalam bentuk yang tak kupahami.&lt;br /&gt;Ah, biarkan diriku lenyap,&lt;br /&gt;memasuki kekosongan, kasunyataan&lt;br /&gt;Karena hanya dalam kasunyataan itu&lt;br /&gt;terdengar nyanyian mulia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kepada Nya, kita semua akan kembali"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-4281050754942748928?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/4281050754942748928/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/11/nubuwah-cinta-penyair-sufi-jrumi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/4281050754942748928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/4281050754942748928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/11/nubuwah-cinta-penyair-sufi-jrumi.html' title='Nubuwah Cinta [Penyair Sufi, J.Rumi]'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-7908576257579208678</id><published>2010-11-20T14:19:00.000-08:00</published><updated>2010-11-20T14:23:41.628-08:00</updated><title type='text'>PAKAIAN KEIMANAN.</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1194.snc4/154610_124222427637457_100001491015708_156684_8343218_n.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1194.snc4/154610_124222427637457_100001491015708_156684_8343218_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(foto Mesjid Kudus dengan menaranya yg bergaya arsitektur Hindu)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata agama, menurut Kamus Jawa Kuno-Indonesia,  berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti doktrin atau aturan  tradisional yang suci. Dalam bahasa Jawa halus atau krama inggil, agama  diucapkan menjadi agami, yang juga mempunyai arti bermaksud pergi atau  jalan. Agami juga merupakan akronim dari agemaning iman, yang berarti  pakaian iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang hidup, menurut kedua orangtua saya, wajib  memeluk agama, yaitu jalan dan sekaligus pakaian keimanan menuju Gusti  Allah, Tuhan Yang Maha Tunggal (Esa) lagi Maha Kuasa (Wenang).  Sebagaimana lazimnya priyayi Jawa yang Islam abangan, kedua orangtua  saya percaya, Tuhan dari semua umat manusia itu sama dan satu jua  adanya. Agamalah yang kemudian membuat kita berbeda jalan. Ada jalan  yang lurus dan dapat langsung ke tujuan, ada yang berbelok-belok, ada  yang berputar-putar, keluar masuk jalan besar, jalan kecil, terjal,  salah jalan dan sebagainya. Kewajiban kita hanya memberitahu dan  mengingatkan, tapi tidak boleh memaksa meskipun terhadap anak kandung  sendiri. Karena setiap orang, telah memperoleh peran kehidupannya  masing-masing, dan anak hanyalah titipan Allah kepada kedua orangtuanya.  Bukan miliknya. Lagi pula tiada paksaan dalam agama. Gusti Allah yang  maha Kuasa saja tidak menetapkan semua umatnya memeluk satu agama yang  sama. Apalagi kita umatnya yang lemah. Justru perbedaan itulah yang akan  menguji manusia, siapa yang taat kepada Gusti Allah dan siapa yang  tidak. Bukankah Tuhan sudah menciptakan surga dan neraka? Baik dan  buruk, lapar dan kenyang, panas dan dingin? Semuanya berpasangan. Surga  dan neraka diciptakan untuk diisi.&lt;br /&gt;Marilah kita berupaya untuk menjadi penghuni surga tanpa mengklaim diri sebagai pemegang kunci surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah  agama atau agami yang berarti jalan menuju Tuhan menurut keyakinan  Islam Kejawen. Secara historis kultural, pemahaman tentang jalan menuju  Tuhan ini bisa dimaklumi karena orang Jawa mempelajari Islam dari  literatur dan praktek-praktek kehidupan sufistik terlebih dahulu, baru  menyusul kemudian mempelajari syariat dengan fikihnya.&lt;br /&gt;PENGEMBARAAN BATIN ORANG JAWA DI LORONG KEHIDUPAN : hal 80.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-7908576257579208678?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/7908576257579208678/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/11/pakaian-keimanan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/7908576257579208678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/7908576257579208678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/11/pakaian-keimanan.html' title='PAKAIAN KEIMANAN.'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-5120387618275626714</id><published>2010-11-17T12:31:00.001-08:00</published><updated>2010-11-17T12:40:22.519-08:00</updated><title type='text'>Nasehat IBLIS kepada anak²nya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.posmetro-medan.com/photo/1270608831uuuuuuuuuuuuuuuu1.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 500px; height: 349px;" src="http://www.posmetro-medan.com/photo/1270608831uuuuuuuuuuuuuuuu1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;''Anakku.. Janganlah engkau mendekati makhluk yang bernama manusia..  Mereka sangat berbahaya dan tidak layak dijadikan teman.. Lebih baik dan  aman dijauhi saja.. Sama sekali tidak ada manfaatnya bergaul dengan  mereka.. Gerombolan munafik yang suka menipu saudaranya sendiri.. Jangan  dengarkan ocehan mereka yang menjelek jelekkan kaum kita.. Padahal  mereka lebih jahat dan tidak punya kasih sayang dihatinya.. Jangan  berdebat dengan manusia.. Mereka sudah dididik membenci kita dari sejak  belum dewasa.. Anakku.. Jangan kau tiru watak pecundang manusia.. Yang  karena kemalasan mendidik diri sendiri, tetapi kita yang disalahkan..  Anakku.. Cintailah saudara saudaramu seperti engkau mencintai dirimu  sendiri.. Jangan mencontoh manusia yang saling benci sesama mereka ..  Janganlah menghina sesama iblis.. Biarkan manusia saling menghina dan  merendahkan.. Engkau bukan manusia.. Tidak perlu mencontoh mereka..  Jadilah makhluk yang mulia dan bermanfaat bagi sesama''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-5120387618275626714?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/5120387618275626714/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/11/nasehat-iblis-kepada-anaknya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/5120387618275626714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/5120387618275626714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/11/nasehat-iblis-kepada-anaknya.html' title='Nasehat IBLIS kepada anak²nya'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-2167924084655392753</id><published>2010-11-17T12:24:00.000-08:00</published><updated>2010-11-17T12:30:22.908-08:00</updated><title type='text'>KERAJAAN IBLIS : sebuah kritik ke dalam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://n2.nabble.com/file/n582629/lucifer.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 388px; height: 442px;" src="http://n2.nabble.com/file/n582629/lucifer.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerajaan iblis adalah sebuah kerajaan, yang digambarkan dalam peribahasa  jawa sebagai: ''gemah ripah loh jinawi, opo kang sarwo tinandur dadi''  (subur tanahnya, sehingga apa saja yang ditanam pasti berbuah), dan  setiap iblis berpegang pada prinsip ''ingarso sung tulodho, ing madyo  mangun karso, tut wuri handayani'' (semua elemen masyarakat menjalankan  fungsinya, dari atasan sampai bawahan), karena itu kerajaanya ''toto  titi tentrem kerto raharjo'' (kecukupan dalam segala bidang), padahal,  seperti yang kita ketahui bersama, para iblis adalah pribadi pribadi  yang tidak mengenal tuhan ataupun ajaran moral agama apapun. Tetapi,  sejak masih anak anak, para iblis sudah didoktrin dengan pemahaman,  bahwa: jika kamu mencuri, maka hartamu juga akan dicuri, jika kamu  memukul, kamupun akan dipukul, jika mamu mencopet, kamupun akan dicopet,  jika kamu membunuh, kamupun akan dibunuh, jika kamu mengganggu istri  iblis lain, maka istrimupun akan diganggu, sampai pada: jika kamu muter  musik kenceng kenceng yang membuat tetanggamu tidak bisa tidur, maka  tidur kamu juga akan diganggu dengan suara musik yang mungkin lebih  kenceng. Dengan pemahaman seperti demikian ini, yang sudah didoktrinkan  semenjak para iblis itu masih balita, maka pemahaman ini sudah tertanam,  larut dalam aliran darah, dan menyatu dalam dna mereka. Dan tiba tiba  kerajaan iblis menjelma menjadi sebuah kerajaan yang paling aman di alam  semesta ini. Ini bisa dibuktikan dengan tidak adanya kejahatan apapun  di kerajaan iblis. Tidak ada pembunuhan, tidak ada perampokan,  pencurian, tidak ada copet, garong, pemalsuan uang, oli atau merk dagang  apapun, tidak ada vcd bajakan, apalagi korupsi. Ini adalah sebuah  kerajaan yang aman sempurna. Bahkan kerajaan iblis tidak mempunyai  polisi, hakim, jaksa, pengacara, tentara, bahkan mereka tidak punya  hansip atau tukang ronda. Tidak punya gedung pengadilan, kuhp, atau  penjara. Mereka tidak butuh itu semua. Hanya dengan akal sehat yang  sederhana, mereka berhasil membentuk sebuah sistem masyarakat yang  ternyata terbukti lebih bermoral daripada kita, manusia.    &lt;span style="font-style: italic;" jsid="text"&gt; saya tidak tahu menahu soal iblis sebenarnya,  tapi cuma meminjam namanya untuk 'menyentil' hancurnya moral dinegara  tercinta ini&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-2167924084655392753?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/2167924084655392753/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/11/kerajaan-iblis-sebuah-kritik-ke-dalam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/2167924084655392753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/2167924084655392753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/11/kerajaan-iblis-sebuah-kritik-ke-dalam.html' title='KERAJAAN IBLIS : sebuah kritik ke dalam'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-5080826359379404408</id><published>2010-11-13T09:59:00.000-08:00</published><updated>2010-11-13T10:02:53.031-08:00</updated><title type='text'>APA YANG SUDAH ANDA PERBUAT DALAM USIA SEKARANG  ?</title><content type='html'>Berapa usia anda sekarang? 25 tahun? 50 tahun? 60 tahun? 70 tahun? Masih ingatkah anda perilaku dan kebiasaan sewaktu balita? Semua orang menyenangi anda, mencoba menggendong, menciumi. Semua menyayangi anda. Bahkan tetap tertawa gembira meskipun anda mengompol dan mengencinginya. Tapi cobalah kencingi kembali orang yang sama itu 20 tahun kemudian. Maka yang keluar dari mulutnya adalah “kurang ajar” atau “gila”. Dan coba kembali anda mengompol di atas usia 60-an. Komentarnya “sudah pikun”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia ternyata mengubah persepsi orang, dan juga perilaku. Contoh yang paling sederhana adalah kegiatan fisik, psikis dan makanan. Saya misalkan, sewaktu SD sampai dengan mahasiswa senang olah raga keras. Senam palang dan ring, bela diri serta naik gunung. Semuanya dilakukan dengan senang hati, tak kenal waktu, tak kenal takut. Tanpa beban perasaan, dan makan apa saja tanpa pantangan. Di usia 40-an, olah raga saya beralih ke pusat-pusat kebugaran dan selanjutnya senam ringan, jogging dan sesekali cross country di perbukitan. Makan pun sudah mulai pilih-pilih. Menghindari makanan yang banyak mengandung gula, kolesterol dan asam urat. Sejalan dengan bertambahnya usia, beban psikis pun berubah. Perilaku dan pergaulan juga berubah. Jika dulu senang ke diskotik dan pesta pora, sekarang bahkan bisa pusing mendengar musik yang hiruk pikuk. Saya yakin anda dan kita semua, dalam kadar yang berbeda mengalami hal seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, sungguh tepat yang mengajarkan kita semua untuk mencermati 5 hal yang dapat dengan cepat mengubah perilaku manusia, yaitu kekuasaan, harta benda, teman pergaulan, penyakit dan usia. Dengan mengutip ajaran Kanjeng Nabi Muhammad dan gurunya, Al-Ghazali menyimpulkan bahwa kehidupan dunia ini sesungguhnya hanya terdiri dari tiga nafas saja. Satu nafas telah lewat membawa amal perbuatan yang dikerjakan tatkala menarik nafas itu. Satu nafas sedang dijalankan, dan satu nafas lagi belum tahu apakah kita bisa melaksanakan karena kemungkinan datangnya ajal saat sedang bernafas yang kedua tadi. Jika demikian halnya, maka secara hakikat, sesungguhnya hanya satu tarikan nafas saja yang kita miliki, bukan jam, bukan hari. Umur kita sesungguhnya hanyalah satu tarikan nafas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehubungan dengan itu, orang tua Jawa sering bilang, kita harus senantiasa eling, tobat dan nyebut. Maknanya ialah selalu ingat kepada Gusti Allah {TUHAN}. Bertobat terus menerus, dan meski hanya dalam hati, menyebut asma Allah dalam setiap tarikan nafas, dalam setiap gerak dan langkah. Inilah cara kita dalam berlatih untuk selalu menghadirkan Allah{TUHAN} pada diri kita, di sepanjang usia kita. Berlatih “manunggaling kawula gusti”, berlatih menyatukan diri dengan kehendak dan ketentuan-ketentuan Illahi. Berlatih dalam menyelaraskan diri dengan sifat-sifat mulia Allah{TUHAN}. Dengan demikian,  kita dapat memperoleh anugerah umur yang berkah, kesehatan yang berkah, teman pergaulan yang berkah, harta benda dan kekuasaan yang berkah. Memperoleh kebahagian dan kemuliaan hidup di dunia maupun di akhirat. Amiin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-5080826359379404408?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/5080826359379404408/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/11/apa-yang-sudah-anda-perbuat-dalam-usia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/5080826359379404408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/5080826359379404408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/11/apa-yang-sudah-anda-perbuat-dalam-usia.html' title='APA YANG SUDAH ANDA PERBUAT DALAM USIA SEKARANG  ?'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-279525095891987493</id><published>2010-11-12T20:39:00.000-08:00</published><updated>2010-11-12T20:45:57.518-08:00</updated><title type='text'>untuk mengerti dan memaklumi sekitar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://images.natazya.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SDT31woKCCMAAGAfn8E1/affair.jpg?et=sR8%2Btr29iW37GejMim9xEg&amp;amp;nmid=0"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 288px; height: 284px;" src="http://images.natazya.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SDT31woKCCMAAGAfn8E1/affair.jpg?et=sR8%2Btr29iW37GejMim9xEg&amp;amp;nmid=0" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bahwa tidak semua yang kau inginkan bisa kau dapat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua harapan &amp;amp; mimpimu bisa kau raih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengedepankan  keinginan semata karena ketidakmampuan bertahan pada satu keadaan, dan  bertindak seperti yang kau mau, hanya akan menghasilkan sebuah amarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya...&lt;br /&gt;bukanlah masalah mampu atau tidak mampu... tapi MAU atau TIDAK MAU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau melihat dan bertoleransi pada hati orang lain..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau mengerti bahwa apa yang kau anggap baik,&lt;br /&gt;belum menjadi jaminan kebaikan untuk orang lain..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memahami dan mau membuka hati...&lt;br /&gt;bahwa apa yang dia butuhkan bukanlah apa yang kau ingin suguhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersikukuh pada kekerasan hatimu, hanya melahirkan sebuah kehampaan.. sebuah ketiadaan.&lt;br /&gt;amarah dan EGO lah yang kan tampak nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar untuk mengerti dan memaklumi sekitarmu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar untuk mengerti bahwa isi kepalamu tidak dapat kau paksakan pada siapapun..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap manusia punya rasa, keinginan &amp;amp; harapan masing-masing...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indah jika semua itu dapat berjalan seiring..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun hanya pengertian yang dapat menyelesaikan sebuah perbedaan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengerti bahwa dirinya.... bukanlah dirimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa keinginannya... bukanlah keinginanmu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan tidak menciptakan manusia sama dan seragam..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan tidak selalu menghasilkan perselisihan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan kadang membuat kita sadar bahwa hidup ini... berwarna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari perbedaan dapat muncul sebuah pertikaian, namun dari perbedaan juga muncul sebuah kekuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pahamilah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajarlah akan sebuah perbedaan..&lt;br /&gt;Segala perbedaan itu kan membuat jauh &amp;amp; dekat, perbedaan akan menyesuaikan keadaan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-279525095891987493?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/279525095891987493/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/11/untuk-mengerti-dan-memaklumi-sekitar.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/279525095891987493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/279525095891987493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/11/untuk-mengerti-dan-memaklumi-sekitar.html' title='untuk mengerti dan memaklumi sekitar'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-1983286140051750130</id><published>2010-11-12T20:17:00.000-08:00</published><updated>2010-11-12T20:39:04.637-08:00</updated><title type='text'>" KETIKA TUHAN YANG MAHA PENCIPTA MELAKUKAN REBOISASI ALAM SEMESTA RAYA"</title><content type='html'>&lt;p&gt;Ketika Merapi menunjukkan kekuatannya.....hmmm...byyyaaaaaarrr......&lt;/p&gt;&lt;p&gt;percikan api dan magma vulkanik yang mencari jalan tuk keluar perlahan² memancar bagai tak terbendungkan ....&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Disetiap debu yg bertebaran diudara...membalut desa2 dan kota yg dilaluinya..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;hewan,pepohonan dan maunusia bertebaran menyelamatkan diri...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dan masih juga ada yang tak berdaya menghindar dari maut panas yang tak tertahankan ,memporak porandakan apa yang dilaluinya ...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun TUHAN MahaBijak &amp;amp; Maha mengerti ...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dibalik Penderitaan pasti ada Kebahagiaan...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dibalik Duka pasti ada Keindahan..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada hikmah dan hikmat dibalik semua itu..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dibalik Semuanya, TUHAN sungguh merencanakan suatu REBOISASI ALAM SEMESTA...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;"SANG MAHA PENCIPTA"&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Oleh: R. Ay.Tri Wahyuniati Subali Andi Firman,Sh,PhD&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;Arr. Musik: DANI YUDHANI GAMBIRO.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Vokal: SHELOMITA&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Disetiap butir darah yang mengalir&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Disetiap hentakan jantung yang berdetak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terpampang tanda-tanda kebesaranMu Tuhan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Abdimu mengerti keagunganMu....&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Disetiap hembusan nafasku yg mengalir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Disetiap debu yang bertebaran diudara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bila gunung dan alam semestaKau hancurkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tuhan berikanlah kekuatan....&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Reff. Demi keajaiban penciptaanMu Tuhan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;        Izinkanlah abdiMu bersujud di prantara waktu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;        Agar jauh jiwa dari dosa masa silam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;        Dekat hidayah dimasa depan......&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pabila kubersujud karna takut neraka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tuhan masukkan aku ke neraka yang kelam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pabila kubersujud mengharapkan surgaMu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tuhan jauhkan hamba dari surga....&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Reff. Hanya padaMu TuhanYang Maha Pencipta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;        Kupersembahkan seluruh jiwa ragaku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;        Izinkanlah hamba bersujud sampai akhir hayatku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;        Agar dapat berjumpa denganMu..............,﻿&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Photo&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img style="width: 284px; height: 284px;" class="img" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs200.ash2/46321_164052820278029_100000199354575_576970_6793098_n.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-1983286140051750130?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/1983286140051750130/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/11/ketika-tuhan-yang-maha-pencipta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/1983286140051750130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/1983286140051750130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/11/ketika-tuhan-yang-maha-pencipta.html' title='&quot; KETIKA TUHAN YANG MAHA PENCIPTA MELAKUKAN REBOISASI ALAM SEMESTA RAYA&quot;'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-1867770970459892265</id><published>2010-11-12T20:13:00.000-08:00</published><updated>2010-11-12T20:16:44.711-08:00</updated><title type='text'>( ajaran Budi Pekerti Luhur )</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( ajaran/kawruh yang berlandaskan atau mengedepankan keindahan BUDI PEKERTI )&lt;br /&gt;Spiritualitas LOKAL telah waktunya kembali menjadi mercusuar penerang bagi para pencari kebenaran yang tulus.&lt;br /&gt;Agama-agama Besar yang sekarang ada, akan mengalami seleksi alam yang  akan lestari hanyalah agama yang substantif, hakiki, yang kental dengan  KEBENARAN BATINIAH dan mengedepankan " BUDI PEKERTI LUHUR ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks Islam bukan dlm pengertian sebuah label, atribut atau nama  AGAMA mayoritas di negeri ini... “mazhab” yang akan bertahan di  Nusantara hanyalah “mazhab” yang benar-benar mencerminkan makna dasar  Islam, yaitu “ajaran KESELAMATAN, ajaran KEDAMAIAN” yang landasannya  adalah KEWELAS ASIHAN.&lt;br /&gt;Tanpa berpijak pada tindakan dan perbuatan kewelasasihan...hohohoho....siap siap saja dibendhu BETHORO KOLO....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object style="background-image: url(&amp;quot;http://i1.ytimg.com/vi/XFB6NaxYW40/hqdefault.jpg&amp;quot;);" height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/XFB6NaxYW40?fs=1&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/XFB6NaxYW40?fs=1&amp;amp;hl=en_US" allowscriptaccess="never" allowfullscreen="true" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash" height="344" width="425"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-1867770970459892265?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/1867770970459892265/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/11/tumindak-budimp4.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/1867770970459892265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/1867770970459892265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/11/tumindak-budimp4.html' title='( ajaran Budi Pekerti Luhur )'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-958218267810993039</id><published>2010-11-05T00:21:00.000-07:00</published><updated>2010-11-05T00:26:25.183-07:00</updated><title type='text'>MEMAHAMI EKSISTENSI TUHAN DI DALAM WEWARAH SYEKH SITI JENAR</title><content type='html'>&lt;p&gt;Tulisan ini saya dasarkan pada Buku KISAH DAN AJARAN SYEKH SITI JENAR, karya MB RAHIMSYAH, Penerbit KARYA AGUNG Surabaya&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika semuanya belum ada yang ada hanyalah TUHAN saja....maka tidak ada apa pun juga......yang ada hanyalah, menurut istilah Albert Einstein, KEHAMPAAN YANG TIDAK TERBATAS YANG MERUPAKAN ENERGY YANG TIDAK TERBATAS YANG MERUPAKAN MAHACAHAYA YANG TIDAK TERBATAS YANG MERUPAKAN MAHAKASIH YANG TIDAK TERBATAS&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketika SANG MAHA ENERGY TIDAK TERBATAS MAHA CAHAYA TIDAK TERBATAS MAHA KEHAMPAAN TIDAK TERBATAS menciptakan sesuatu, maka DIA mengambil bahan dari DIRINYA SENDIRI.&lt;/span&gt;...... karena tak ada apa-apa selain DIRINYA SENDIRI .......&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika tercipta sudah segala sesuatu ini...seluruh alam semesta dengan seluruh isinya ini...termasuk manusia...dan di dalam hukum fana.......maka DIA MENJADI SANGKAN DARI SEGALA SESUATU INI YAITU ASAL MUASAL DARI SEGALA SESUATU INI JUGA MERUPAKAN PARAN DARI SEGALA SESUATU INI KE MANA SEGALA SESUATU INI AKAN BERAKHIR&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari sebab itulah DIA diterima oleh ILMU KASAMPURNAN LUHUR KEJAWEN yang merupakan penerus Wewarah Syekh Siti Jenar sebagai SANGKAN PARANING DUMADI...ASAL MUASALTUJUAN SEGALA YANG TERCIPTA INI.....DIA BERADA DI DALAM SEGALA SESUATU INI...DIA BERADA MELIPUTI SEGALA SESUATU INI...DIA BERADA BERSAMA DENGAN SEGALA SESUATU INI........SEHINGGA EKSISTENSI TUHAN BERADA PADA SEGALA SESUATU INI JUGA.........TERMASUK DI DALAM DIRI MANUSIA.......&lt;/p&gt;&lt;p&gt;di dalam kesadaran tinggi bahwa segala sesuatu ini ada karena diadakan oleh TUHAN maka satu-satunya pikiran yang paling logis adalah mengakui DIA SEBAGAI PEMILIK DAN PENGUASA SELURUH ALAM SEMESTA DAN SELURUH ISINYA INI TERMASUK SELURUH JIWA RAGA MANUSIA INI.....SEHINGGA TIDAK ADA PIKIRAN LOGIS SEDIKIT PUN YANG MENDUKUNG EKSISTENSI EGO DAN EGOISME MANUSIA YANG MENGANGGAP DIRINYA SEBAGAI PUSAT SEGALA SESUATU INI......SIFAT EGOSENTRIS MANUSIA...........&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;Kenyataan yang paling logis ini apabila diterima oleh Sultan Demak....jatuhlah pamor Kesultanan Demak sebagai Negara Agama....dari sebab itu Beliau berkonspirasi untuk menumpas habis Syekh Siti Jenar dengan seluruh pengikut serta Wewarahnya secara politis.......&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Syekh Siti Jenar pun menanggapinya secara politis juga...dan terucaplah ucapan yang sangat legendaris ini, "SYEKH SITI JENAR TIDAK ADA YANG ADA HANYALAH ALLAH SWT" ini adalah jawaban politis bukan jawaban yang keluar dari ROH dan IMAN SYEKH SITI JENAR ........&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semoga tulisan sederhana ini dapat menjadi bahan perenungan dan khalwat bagi siapa pun juga yang berjalan lurus menuju kepada SANGKAN PARANING DUMADI .....&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dengan berserah diri total sumarah kepada TUHAN setiap detik setiap saat, komputer diri selalu stand by on line dengan MAHAKOMPUTERSEMESTA-NYA...&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-958218267810993039?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/958218267810993039/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/11/memahami-eksistensi-tuhan-di-dalam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/958218267810993039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/958218267810993039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/11/memahami-eksistensi-tuhan-di-dalam.html' title='MEMAHAMI EKSISTENSI TUHAN DI DALAM WEWARAH SYEKH SITI JENAR'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-7091223499399571257</id><published>2010-11-05T00:18:00.000-07:00</published><updated>2010-11-05T00:21:21.874-07:00</updated><title type='text'>MEMAHAMI EKSISTENSI HIDUP MANUSIA DI DUNIA DALAM WEWARAH SYEKH SITI JENAR</title><content type='html'>&lt;p&gt;Tulisan ini saya tulis berdasarkan Buku KISAH DAN AJARAN SYEKH SITI JENAR,&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karya MB RAHIMSYAH, Penerbit KARYA AGUNG Surabaya ......&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di dalam Babad Tanah Jawa gancaran Poerwaredja yang dikutip disebutkan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;kang cinipta donya ngaran laya   &lt;/strong&gt;terciptanya dunia disebutkan sebagai kematian&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;jroning pati swarga nraka  &lt;/strong&gt;di dalam kematian inilah terdapat surga dan neraka&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;bagya cilaka pinanggih  &lt;/strong&gt;juga pertemuan dengan bahagia dan celaka&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;yeku gumelaring donya  &lt;/strong&gt;iya demikian itulah adanya hidup di dunia&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;cocok dalil Smarakandi  &lt;/strong&gt;cocok dengan paparan Smarakandi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;analmayit pikutri (fikobri)  &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;wa yajidu kalibahu&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;satuhune wong pejah  &lt;/strong&gt;sebenar-benarnya orang mati&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;rumaket jiwangga manggih  &lt;/strong&gt;jiwanya menemukan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;geganjaran swarga lawan neraka  &lt;/strong&gt;ganjaran surga atau neraka&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hidup di dunia tidak lain dan tidak bukan adalah kematian...semua manusia yang hidup di dunia tidak lain dan tidak bukan adalah mayat-mayat yang bergentayangan, "&lt;strong&gt;ZOMBIE"&lt;/strong&gt;, yang berada di dalam surga atau neraka....surga adalah kebahagiaan, kesengsaraan adalah neraka.........orang kaya yang sengsara sesungguhnya berada di dalam neraka...orang miskin yang penuh kebahagiaan sesungguh-sungguhnya berada di dalam surga.......&lt;/p&gt;&lt;p&gt; ILMU KASAMPURNAN KEJAWEN "MATI SAJRONING URIP" ...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;YAITU EGO, EGOISME, EGOSENTRIS KITA, KITA NONAKTIFKAN SAMPAI TITIK O ATAU ZERO ATAU KOSONG ATAU SUWUNG ......&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Banyak orang bertanya bagaimana caranya? .......&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;CARANYA HANYA DENGAN :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;SABAR DARANA ARTINYA SABAR SESABAR-SABARNYA TANPA BATAS, WALAUPUN HARUS MENGHADAPI APA PUN JUA, WALAUPUN HARUS MENERIMA PERLAKUAN YANG BAGAIMANA PUN JUA, WALAUPUN HARUS MENERIMA KATA-KATA YANG BAGAIMANA PUN JUA&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;RILA ATAU RELA APABILA KEHILANGAN APA PUN JUGA, KEHILANGAN HARTA BENDA, KEHILANGAN HARGA DIRI, KEHILANGAN NAMA BAIK, KEHILANGAN PEKERJAAN, KEHILANGAN KEPERCAYAAN, KEHILANAGN SEMUA YANG KITA CINTAI YANG KITA SAYANGI, KEHILANGAN DIRI KITA SENDIRI, KEHILANGAN NYAWA KITA SENDIRI SEPERTI SOCRATES...SEPERTI YESUS KRISTUS DARI NAZARETH...SEPERTI AL HALLAJJ...SEPERTI SYEKH SITI JENAR....dan juga mungkin seperti mBah Marijan Juru Kunci Gunung Merapi ......&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;NARIMA ING PANDUMING URIP ATAU MENSYUKURI SEMUA ANUGERAH TUHAN YANG DIBERIKAN KEPADA KITA DALAM BENTUK APA PUN JUGA, DALAM BENTUK RAGA, ORANGTUA, STATUS SOSIAL, KEKAYAAN, REJEKI, JODOH, PEKERJAAN, KEPANDAIAN, KECERDASAN, WARNA KULIT, BANGSA, NEGARA, KETAMPANAN, KECANTIKAN, ANAK, LINGKUNGAN HIDUP, LINGKUNGAN PERGAULAN, KELEMAHAN, KEKURANGAN, CACAT, CELA, SIFAT-SIFAT BURUK, SIFAT-SIFAT BAIK PEMBAWAAN SEJAK LAHIR ........&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;IKHLAS ARTINYA MELAKUKAN SEMUA YANG TERSEBUT DI ATAS ITU TANPA PAMRIH SEDIKIT PUN UNTUK KEPENTINGAN DIRI SENDIRI YAITU KEPENTINGAN UNTUK MASUK SURGA ATAU KEPENTINGAN UNTUK DAPAT TERHINDAR DARI SIKSAAN API NERAKA .......&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Demikianlah, semoga uraian yang sangat sederhana ini dapat berguna&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-7091223499399571257?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/7091223499399571257/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/11/memahami-eksistensi-hidup-manusia-di.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/7091223499399571257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/7091223499399571257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/11/memahami-eksistensi-hidup-manusia-di.html' title='MEMAHAMI EKSISTENSI HIDUP MANUSIA DI DUNIA DALAM WEWARAH SYEKH SITI JENAR'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-58038850120001588</id><published>2010-11-05T00:04:00.000-07:00</published><updated>2010-11-05T00:18:11.403-07:00</updated><title type='text'>MAKNA SPIRITUAL TEMBANG DOLANAN ILIR-ILIR</title><content type='html'>&lt;p&gt;Kata-katanya demikian :&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;LIR ILIR, LIR ILIR, TANDURE WIS SUMILIR    &lt;strong&gt;lir ilir, lir ilir, tanamannya sudah tumbuh subur &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;TAK IJO ROYO-ROYO, TAKSENGGUH PENGANTEN ANYAR    &lt;strong&gt;sungguh sangat indah terhampar menghijau, seperti temantin baru&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;CAH ANGON, CAH ANGON, PENEKNA BLIMBING KUWI    &lt;strong&gt;wahai, anak gembala, panjatkanlah buah belimbing itu&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;LUNYU LUNYU YA PENEKNA, TAKNGGO MASUH DODOTIRA   &lt;strong&gt;panjatkanlah, biar licin sekali pun, untuk mencuci jarikmu&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;DODOTIRA DODOTIRA KUMITIR BEDHAH ING PINGGIR   &lt;strong&gt;jarikmu robek di pinggir&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;DONDOMANA JLUMATANA, TAKNGGO SEBA MENGKO SORE  &lt;strong&gt;jahitlah untuk saya pergunakan menghadap raja nanti sore&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;MUMPUNG JEMBAR KALANGANE  &lt;strong&gt;selagi masih luas arenanya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;MUMPUNG PADHANG REMBULANE  &lt;strong&gt;selagi bulan masih bersinar terang&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;SUN SURAKA SURAK HORE  &lt;strong&gt;aku pun bersorak gembira, bersorak horeee&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Lagu tersebut di atas adalah lagu dolanan anak-anak yang dahulu setiap hari ditembangkan oleh anak-anak kecil dan anak-anak besar pada waktu sore hari menjelang malam. Mereka bermain di halaman rumah yang pada umumnya luas. Bergembira sampai kurang lebih jam makan malam.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Di sinilah letak kebijaksanaan para Leluhur Jawa. Mereka sungguh sangat mengerti mengenai laku hidup rohani dan tuntunan hidup rohani dari TUHAN yang selalu saja dibungkus di dalam SANEPA-SANEPA yang sangat halus sekali seperti halnya YESUS pun mengajar dengan mempergunakan CERITERA-CERITERA PERUMPAMAAN. Diturunkan di dalam bentuk tembang dolanan yang sederhana supaya mudah dihafal dan mudah diingat dari anak-anak kecil sampai orang-orang dewasa.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ada pun makna spiritual Tembang ILIR ILIR adalah:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;ILIR adalah tepas besar yang dipergunakan untuk mendinginkan nasi yang baru saja diangkat dari tempat menanak nasi. Hal ini mengajarkan bahwa kita harus selalu mendinginkan atau angleremake pakarti hawa nafsu yang panas, supaya semua pola berpikir, pola bertutur kata, serta pola peri laku hidup kita sehari-hari tidak ditunggangi hawa nafsu, yang akan selalu menjerumuskan kita di dalam hidup tidak beriman kepada TUHAN.&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;TANAMAN YANG TAMPAK TERHAMPAR MENGHIJAU mengajarkan apabila Iman sudah mulai tumbuh subur akan terwujudlah hidup manunggal utuh antara Roh Jiwa dan Raga, antara Raga Jiwa dan Roh. Roh memimpin seluruh pribadi, sehingga sungguh-sungguh terwujudlah hidup "LAHIR UTUSANING BATIN" kelahiran yang nampak adalah utusan batin satunya kata dan perbuatan satunya jiwa dan raga satunya Roh dan raga satunya dalam dan luar yang menumbuhkan PENGHARAPAN YANG TERANG BENDERANG AKAN HIDUP MENDATANG seperti halnya pengantin baru yang penuh harapan.&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;CAH ANGON CAH ANGON PENEKNA BLIMBING KUWI ..... WAHAI, ANAK GEMBALA, PANJATKANLAH BUAH BELIMBING ITU menunjukkan dialog antara Roh dan Raga ... LUNYU LUNYU YA PENEKNA TAKNGGO MASUH DODOTIRA ... PANJATKANLAH, WALAU PUN LICIN SEKALI PUN UNTUK MENCUCI JARIK ATAU AGEMAN .... Roh membimbing Raga untuk mau bersusah payah menjalani laku spiritual untuk memetik sarana untuk membersihkan seluruh diri dari segala kekotoran dosa..... DODOTIRA DODOTIRA KUMITIR BEDHAH ING PINGGIR DONDOMANA JLUMATANA TAKNGGO SEBA MENGKO SORE.....ageman itu robek di pinggir jahitlah untuk saya pergunakan menghadap Raja nanti sore .... Roh membimbing raga untuk menjalani laku spiritual untuk mempersatukan untuk membuat utuh kembali bagian-bagian yang terpisah yang tidak menyatu sehingga manunggal menyatu untuk menghadap TUHAN DI DALAM LAKU SAMADI ... PADA WAKTU SEBA MENGHADAP RAJA SEMUA KAWULA HANYA DIAM SIAP APABILA SEWAKTU-WAKTU RAJA BERTITAH ATAU BERTANYA SESUATU KEPADANYA .... YANG DIMAKSUDKAN ADALAH MENJALANI LAKU SAMADI ... ATAU SEMEDI SEMELEH ING GUSTI ....&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;MUMPUNG JEMBAR KALANGANE MUMPUNG PADHANG REMBULANE .... artinya selagi diberi kesempatan hidup yang luas dan bebas dan diberi Anugerah Limpahan Rahmat dan Berkat yang tak terbatas oleh TUHAN&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;SUN SURAKA SURAK HOREE ........ Roh bersuka cita selalu bersyukur menyembah memuji memuliakan TUHAN atas semua Anugerah yang selalu dilimpahkan TUHAN kepada seluruh diri ini ...........&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;TUHAN SELALU MENYERTAI DAN MEMBIMBING KITA SEMUA.amin.....&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-58038850120001588?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/58038850120001588/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/11/makna-spiritual-tembang-dolanan-ilir.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/58038850120001588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/58038850120001588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/11/makna-spiritual-tembang-dolanan-ilir.html' title='MAKNA SPIRITUAL TEMBANG DOLANAN ILIR-ILIR'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-5946007102472300124</id><published>2010-11-04T23:56:00.000-07:00</published><updated>2010-11-05T00:04:35.624-07:00</updated><title type='text'>TAPA BRATA DI DALAM KEHIDUPAN SEHARI²</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Referensi ini saya persembahkan dari KITAB PRIMBON ATASSADHUR ADAMMAKNA, Cap-Capan Kaping 9, Wulan September 2005, Seri Adammakna, Jilidan Angka Sanga, Kawedalaken dening Ny. Siti Woeryan Soemodiyah Noeradya, Penerbit Soemodidjojo Maha Dewa, ing Praja Dalem Ngayogyakarta Hadiningrat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sebaiknya orang hidup haruslah menjalani TAPA BRATA seperti di bawah ini:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;TAPANING BADAN, haruslah rendah hati, dan haruslah rajin berbuat kebaikan serta kebajikan&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;TAPANING MANAH, "narima", tidakmenginginkan melakukan yang jahat-jahat&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;TAPANING NAPSU, "rila" dan sabar di dalam menghadapi segala macam pencobaan dan penderitaan, mengampuni kesalahan orang lain&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;TAPANING SUKMA, jujur, bersungguh hati, tidak jahil, tidak iri, tidak dengki, tidak suka mudah mencela orang lain&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;TAPANING RASA, sabar di dalam segala kehendak dan sangat menyadari bahwa dirinya penuh dosa&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;TAPANING CAHYA, haruslah selalu berusaha banyak berdiam diri di dalam "eneng", haruslah selalu berusaha banyak di dalam kondisi tenang tenteram hatinya "lerem tentrem" hatinya di dalam kondisi "ening" hening selalu...&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;TAPANING GESANG, selalu waspada akan segala gerak hawa nafsu sendiri dan selalu "eling" bahwa kita adalah ciptaan yang sepantasnya taat patuh menyembah dan mengabdi kepada TUHAN......&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;strong&gt;Di samping itu kita juga harus melakukan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;TAPANING KARNA (TELINGA), tidak mengikuti dorongan hawa nafsu, tidak senang mendengarkan semua hal yang buruk-buruk&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;TAPANING GRANA (HIDUNG), tidak senang mencari-cari kesalahan dan keburukan orang lain&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;TAPANING LESAN (MULUT), mengurangi makan, tidak senang bergosip membicarakan kejelekan orang lain&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;TAPANING PURUSA (PENIS), mengurangi bersenggama, tidak senang selingkuh dengan siapa pun juga&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;TAPANING ASTA (TANGAN), tidak senang mengambil yang bukan miliknya, dan tidak senang memukul atau menampar orang lain&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;TAPANING SUKU (KAKI), tidak senang berjalan di jalan kejahatan, dan setiap saat senang berjalan di jalan laku samadi&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;TIDURLAH APABILA MAU MARAH (TURUA YEN AREP NESU)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;DARIPADA TIDUR LEBIH BAIK BERJAGA (KATIMBANG TURU BECIK TANGI)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;DARIPADA HANYA BERJAGA LEBIH BAIK MEMBUKA MATA (KATIMBANG TANGI BECIK MELEK)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;DARIPADA HANYA MEMBUKA MATA LEBIH BAIK DUDUK (KATIMBANG MELEK BECIK LUNGGUH)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;DARIPADA HANYA DUDUK LEBIH BAIK BERDIRI (KATIMBANG LUNGGUH BECIK NGADEG)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;DARIPADA HANYA BERDIRI LEBIH BAIK BERJALAN (KATIMBANG NGADEG BECIK LUMAKU)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Itulah cara melakukan TAPA BRATA di dalam kehidupan kita sehari-hari supaya hidup selalu rahayu damai sejahtera penuh kasih sayang kepada sesama....&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-5946007102472300124?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/5946007102472300124/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/11/tapa-brata-di-dalam-kehidupan-sehari.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/5946007102472300124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/5946007102472300124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/11/tapa-brata-di-dalam-kehidupan-sehari.html' title='TAPA BRATA DI DALAM KEHIDUPAN SEHARI²'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-4033304403226533013</id><published>2010-10-21T05:36:00.000-07:00</published><updated>2010-10-21T05:43:00.132-07:00</updated><title type='text'>Antara AKU dan DIA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px; text-align: left;"&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px; text-align: left;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px; text-align: left;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px; text-align: left;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px; text-align: left;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px; text-align: left;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px; text-align: left;"&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px; text-align: left;"&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px; text-align: left;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px; text-align: left;"&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;Bukanlah aku dan bukanlah DIA, siapa aku dan siapa DIA?,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;DIA bukanlah aku dan aku bukanlah DIA,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;Aku bukanlah aku dan DIA bukanlah DIA,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;Seandainya DIA adalah apa yang kita lihat dengan mata kita,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;tentu tidak ada di dalam kehidupan ini selain kami,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;yaitu aku dan DIA , dan DIA dan DIA'&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;Siapakah bagi kita,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;dengan kita dan untuk Kita,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;seperti siapakah bagi DIA, dengan DIA dan untuk DIA,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;Aku adalah orang yang aku cintai,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;dan orang yang mencintai adalah aku,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;tidak ada dalam bingkai kaca bayangan selain kita.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;Para penyanyi telah lupa kala ia menyanyi, kami adalah dua Ruh dalam satu jasad.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;Dengan terang-terangan DIA telah menetapkan sekutu bagiNYA,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;semua orang berusaha memisahkan kita,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;Aku tidak pernah berdo'a dan ingat padaNYA,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;sesungguhnya ingat dan do'aku hanyalah "Wahai Diriku".&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px; text-align: left;"&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;~Al Hallaj~&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kemuliaan tiada aku, atau  Engkau atau kita,&lt;br /&gt;Aku, Kita, Engkau dan Dia seluruhnya menyatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sufi  Agung Al-Hallaj)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 204, 204);font-size:78%;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 204, 204);font-size:78%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 204, 204);font-size:78%;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left;"&gt;by&lt;span class="Apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000815357931" style="cursor: pointer; text-decoration: none;"&gt;Harry Up&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;on Wednesday, October 20, 2010 at 11:46pm&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-4033304403226533013?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/4033304403226533013/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/10/antara-aku-dan-dia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/4033304403226533013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/4033304403226533013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/10/antara-aku-dan-dia.html' title='Antara AKU dan DIA'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-2114627720399815812</id><published>2010-10-21T05:16:00.000-07:00</published><updated>2010-10-21T05:33:17.120-07:00</updated><title type='text'>SEKILAS MA’RIFAT: KETIKA JAWA DAN PERSIA DEMIKIAN HARMONI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_4TrXNGzAZr4/SIKNjs5saWI/AAAAAAAAAGA/hKVLDmMTSFY/s320/sufi_semesta.bmp"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 249px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_4TrXNGzAZr4/SIKNjs5saWI/AAAAAAAAAGA/hKVLDmMTSFY/s320/sufi_semesta.bmp" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px; text-align: left;"&gt;Saya mengakui dengan jujur, bahwa saat ini, saya sedang meniti jalan setapak – sebuah titian ruhani, menuju puncak yang masih misteri. Jelas, saya masih belum berada di puncak itu, mungkin masih di lerengnya, kadang terperosok ke dalam lembah, lalu di kala lain, bersusah payah naik ke atas, mendaki mendekati puncak itu. Ada hasrat menggelegak untuk tahu, sebetulnya puncak itu seperti apa, dan ada apa di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px; text-align: left;"&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;Hari ini, saya buka hati ini, untuk mendapatkan seberkas cahaya, dan setumpuk informasi, dari orang-orang bijak yang telah mencapai puncak itu. Lalu, saya biarkan jemari ini mengalirkan apa yang semula memasuki hati. Semoga itu merupakan salah satu bukti, terkabulnya doa saya, agar saya menjadi penebar terang, penyampai kesejatian.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;KGPAA Mangkunegoro IV, menyampaikan pengalaman pribadinya, bahwa ketika telah sampai puncak, seseorang menjadi sadar sepenuhnya akan hakikat dan rahasia kehidupan. Beliau mendendangkan dalam Serat Wedhatama:&lt;span class="Apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;“ Dene awas tegesipun, weruh waranane urip, miwah wisesaning tunggal, kang atunggil rina wengi, kang mukitan ing sakarsa, gumelar alam sakalir.”&lt;span class="Apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;Mereka yang telah waspada , telah dengan jelas mengetahui rahasia kehidupan, tirai kegaiban telah terbuka. Ia menyaksikan Sang Maha Hidup di balik segenap gerak kehidupan, Wujud Yang Mahatunggal meliputi segalanya. Dia yang menggerakkan segalanya dan mewujudkan segenap kehendak, maka terhamparlah segala peristiwa alam semesta.”&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;Yang ghaib, bagi mereka yang telah menggapai puncak, disadari sebagai sesuatu yang nyata. Semuanya menjadi demikian jelas: apa yang misteri itu telah membuka wujudnya. Namun, ternyata, saat yang sama, mereka yang telah sampai ke puncak disadarkan pada sebuah kesadaran, bahwa:&lt;span class="Apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;“SEJATINE ORA ONO OPO-OPO, SING ONO KUWI DUDU”&lt;span class="Apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Sesungguhnya tidak ada apa2, yang ada itu bukan. Apa yang kita anggap ADA, tidak ada seperti lazimnya adanya yang lain, termasuk adanya kata ada itu. Apa yang kita sangka sebagai Dia, bukanlah Dia itu sendiri. Semua persangkaan kita, bukanlah Realitas itu sendiri. Dan tetaplah Dia sebagai Dzat “ingkang tan kena kinira, tan kena kinaya ngapa”.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;Mereka yang telah sampai dipuncak, akhirnya menyadari bahwa misteri itu, menjadi nyata sekaligus tetap menjadi misteri.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;Maka, sebagai ungkapan manusawi dari misteri itu, bersyairlah Mansyur Al-Hallaj:&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;em&gt;“Aku orang yang mencinta dan Dia yang mencinta adalah Aku&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;em&gt;Kami dua ruh yang melebur dalam satu tubuh&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;em&gt;Bila kau memandangku, kau memandang-Nya&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;em&gt;Bila kau memandang-Nya, kau memandang Kami.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;(Diwan 57)&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;em&gt;Ruh-Mu menyerap dalam ruhku&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;em&gt;Bagai anggur larut pada air bening&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;em&gt;Bila suatu menyentuh-Mu, ia menyentuhku&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;em&gt;Engkau adalah aku dalam seluruh&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;(Diwan 47)&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;Kata-kata Al-Hallaj yang terkesan paradoks, menjelaskan fakta bahwa dia bisa menyaksikan Yang Misteri itu dalam segala hal, termasuk dirinya sendiri, sehingga yang ada hanya Dia: bahkan dirinya, hakikinya adalah Dia juga. Dengan pernyataan seperti ini, sesungguhnya Al-Hallaj menegaskan satu hal: di balik yang kosong, sesungguhnya ada Dia, tetapi adanya Dia tak bisa sama dengan adanya wujud lain, yang terpisah dari yang mengatakan keberadaannya. Bagi al-Hallaj, yang mengatakan ada dan Yang Ada itu sebetulnya satu...tak terpisahkan...dan sebetulnya dengan demikian, tak bisa dilihat sebagai sesuatu yang ada secara obyektif.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;Walhasil......tetaplah yang misteri itu menjadi Misteri...&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;Syeikh Siti Jenar...menggapai kesadaran yang sama dengan Al-Hallaj, dan menyatakan dengan tegas:&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;em&gt;“&lt;/em&gt;&lt;em&gt;IYA INGSUN IKI ALLAH. (IYA AKU INI TUHAN).&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;em&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;em&gt;Nyatalah AKU yang Sejati,&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;Bergelar Prabhu Sadmata ( Raja bermata enam. Shiva adalah Avatara Brahman. Jika Shiva bermata tiga, maka Brahman bermata enam. Inilah maksud 'jargon' spiritual waktu itu).&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;Tidak ada lagi yang lain,&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;Apa yang disebut Allah itu.&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;Maulana Maghribi berkata,&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;Yang anda tunjuk itu adalah jasad,&lt;/em&gt;&lt;em&gt;Syeh Lemah Bang menjawab.&lt;/em&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;em&gt;Hamba membuka rahasia Ilmu Sejati,&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;Membahas tentang Kesatuan Wujud,&lt;/em&gt;&lt;em&gt;Tidak membahas Jasad (yang fana),&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;Jasad sudah terlampaui,&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;Yang saya ucapkan adalah Sejati-nya Ilmu,&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;Membuka Segala Rahasia.&lt;/em&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;em&gt;Dan lagi sesungguhnya semua Ilmu,&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;Tidak ada yang berbeda,&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;Sungguh tiada beda,&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;Sedikitpun tidak,&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;Menurut pendapat hamba,&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;Meyakini bahwasanya Ilmu itu,&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;Semuanya sama.&lt;/em&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;”&lt;/em&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;Dia ada yang karena ada yang mengatakan keberadaannya. Bagi yang mengatakan itu, di luar sana sebetulnya yang dilihat adalah Kekosongan Abadi.....Pernyataan ada itu sesungguhnya merujuk pada keberadan diri, pada keberadaan kesadaran...rahsa sejati....yang secara kekal akan tetap menjadi misteri.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;strong&gt;Jiwa Yang Tak Lagi Tersekat&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;Jalaluddin Rumi, salah satu pejalan ruhani yang telah menggapai puncak, berdendang indah, “Manusia Ilahi, berada di luar kekafiran dan agama...Aku telah melihat ke dalam sanubariku sendiri; di sanalah aku melihat-Nya; Dia tidak ada di tempat yang lainnya..Aku bukan orang Kristen, atau Yahudi, atau Penyembah Api, atau Muslim; aku bukan berasal dari Timur maupun Barat, bukan dari bumi maupun laut...Aku telah mengesampingkan kemenduaan, aku telah mengetahui bahwa kedua dunia itu satu adanya. Satu saja yang kucari, Satu saja yang kukenal, Satu saja yang kulihat, Satu saja yang kuseru.”&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;Rumi menyaksikan bahwa semuanya berasal dari yang Satu, bayangan dari yang Satu itu, yang hakikatnya adalah kekosongan, sehingga segenap nama dan atribut itu tak lagi memadai. Setiap nama dan atribut, sesungguhnya bukanlah yang Satu itu..melainkan sekedar gumpalan imajinasi di dalam benak, yang tak mewakili Realitas sesungguhnya... yang Satu itu. Dan makna dari yang Satu ini sesungguhnya adalah Yang Maha Meliputi...yang tak menyisakan setitikpun ruang kosong....yang tak memungkinkan adanya yang lain.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;Karena kesadaran itu pula, maka Rumi sekaligus terhubung dengan semua lokus di mana bayangan yang Satu itu terlihat: ia terhubung dengan semua jiwa. Rumi berkesadaran, bahwa dirinya, sebagaimana diri kita, sama dengan semua manusia, yang sering menyebut dan mengatributi dirinya dengan nama Muslim, Nasrani, Majusi, dan lainnya. Rumi dan juga kita sama dengan mereka pada tataran hakikat, tapi Rumi menolak disekat oleh nama dan atribut yang membuat ia bisa menyatu dengan sebagian dan berpisah dengan lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;Kesadaran tanpa sekat ini, juga yang membalut jiwa Husain Mansyur al Hallaj. Ia dengan jernih mengatakan: “Anakku, semua agama adalah milik Allah. Setiap golongan memeluknya bukan karena pilihannya, tetapi dipilihkan Tuhan. Orang yang mencaci orang lain dengan menyalahkan agamanya, dia telah memaksakan kehendaknya sendiri. Ingatlah, bahwa Yahudi, Nasrani, Islam dan lain-lain adalah sebutan-sebutan dan nama-nama yang berbeda. Tetapi tujuannya tidak berbeda dan tidak berubah”.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;Lebih jauh, Al-Hallaj juga mendendang sebagai berikut:&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;em&gt;“Sungguh, aku telah merenung panjang agama-agama&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;em&gt;Aku temukan satu akar dengan begitu banyak cabang&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;em&gt;Jangan kau paksa orang memeluk satu saja&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;em&gt;Karena akan memalingkannya dari akar yang menghunjam&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;em&gt;Seyogyanya biar dia mencari akar itu sendiri&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;em&gt;Akar itu akan menyingkap seluruh keanggunan dan sejuta makna&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;em&gt;Lalu dia akan mengerti"&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;(Diwan, 50)&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;Dan jangan dilupakan, seorang Mistikus lain, yang disebut Syaikh Al-Akbar: Muhyiddin Ibnu Arabi. Ialah sang mistikus yang terkenal dengan syairnya:&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;"Hatiku telah mampu menerima aneka bentuk dan rupa;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;ia merupakan padang rumput bagi menjangan,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;biara bagi para rahib, kuil anjungan berhala, ka`bah tempat orang bertawaf,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;batu tulis untuk Taurat, dan mushaf bagi al-Qur'an.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;Agamaku adalah agama cinta,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;yang senantiasa kuikuti kemana pun langkahnya;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;itulah agama dan keimananku."&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;Bagi mereka yang telah sampai di puncak....semuanya itu Manunggal...kita adalah sesama pancaran dari Yang Mahatunggal itu. Apa yang kita sebut sebagai kebenaran, adalah pancaran dari Kebenaran yang Tunggal. Agama-agama, adalah bentuk2 yang berbeda dan esensi yang sama.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;Selaras dengan itu, leluhur Nusantara, menyadari dengan jelas bahwa agama itu tak lebih dari sekadar jalan menuju Yang Mutlak, atau bahkan “pakaian” yang menjadi penting bukan pada aspek dan warnanya, tetapi pada aspek fungsinya. Salah satu leluhur itu adalah Empu Tantular, pengarang Kakawin Sutasoma, yang melahirkan falsafah Bhinneka Tunggal Ika:&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;em&gt;Rwāneka dhātu winuwus Buddha Wiswa, Bhinneki rakwa ring apan kêna parwanosên, Mangka ng Jinattwa kalawan Śiwatattwa tunggal, Bhinneka tunggal ika tan hana dharma mangrwa.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;Buddha &amp;amp; Syiwa merupakan dua hal yang berbeda. Memang berbeda &amp;amp;nkeduanya tak bisa dikenali, Akan tetapi kebenaran Jina (Buddha) dan Syiwa ... adalah tunggal, Sesungguhnya berbeda tetap satu juga tidak ada kebenaran yg mendua.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;strong&gt;Cara Menggapai Kesadaran Puncak&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;Sampai pada kesadaran sebagaimana terpapar di atas, susah-susag gampang. Menjadi susah, jika kita terbiasa dengan cara beragama yang doktriner, mengabaikan kecemerlangan akal budi dan keakuratan rahsa sejati. Maka, banyak orang yang dianggap ahli agama, tidak pernah bisa menyadari bahwa apa yang dinyatakan Rumi, Al-Hallaj, Ibnu Arabi dan para leluhur Jawa, sesungguhnya adalah kebenaran.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;Bahkan, sungguh menggelikan, ada cendekiawan, yang mengaku sudah membaca Futuhat Al Makiyyah dan berbagai karya Ibnu Arabi lainnya, tidak percaya bahwa Ibnu Arabi punya jiwa yang lapang dan meyakini bahwa jalan menuju Tuhan itu tak terbatas bentuknya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;Betapa tidak menggelikan, ketika ada seorang yang mengaku ahli agama dan memahami pandangan Ibnu Arabi, mengartikan agama cinta itu sebagai agama Islam (ajaran Muhammad)....yang punya makna agama-agama yang lain bukan agama cinta.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;Padahal, seorang petani lugu, atau bahkan remaja yang polos, dengan nuraninya yang terjaga, akan dengan mudah menyadari kebenaran yang disampaikan Ibnu Arabi. Tak usah dia membaca Futuhat Al-Makiyyah, cukup dengan menengok pada rahsa sejati...akan bisa didapatkan kesadaran bahwa kita sebetulnya adalah bentuk-bentuk yang berbeda tetapi diikat oleh sesuatu yang sama: Sang Hidup yang mengalir melalui nafas kita. Dan Sang Hidup itu membuat kita ada, hidup, dengan Cinta...maka agama cinta yang sesungguhnya adalah menghayati dan menebar cinta kepada semua makhluk yang dihidupi oleh Sang Hidup itu sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;Terakhir, yang menarik untuk disimak, adalah bahwa ternyata, para mistikus Islam yang disebutkan di atas: Rumi, Al-Hallaj, dan Ibnu Arabi, punya akar yang sama, yaitu Tradisi Persia. Sintesis antara Persia dan Islam, membuat Islam ala mereka sungguh mempesona. Kita bisa melihat, Islam yang demikian, selaras, harmoni dengan ajaran leluhur di Tanah Jawa. Maka, apapun agama Anda, mengapa Anda tak hidupkan tradisi leluhur Anda sendiri? Karena itu yang akan membuat pribadi dan pandangan Anda mempesona...laksana gemintang di langit yang cahayanya menembus segenap sekat gelap....&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;font-family:'Times New Roman';font-size:medium;"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); line-height: 16px; text-align: left;font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif;font-size:11px;"  &gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em; color: rgb(192, 192, 192);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left;"&gt;by&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);" class="Apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1492947272" style="cursor: pointer; text-decoration: none; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Satria Pengging&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;on Thursday, October 21, 2010 at 12:29pm&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-2114627720399815812?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/2114627720399815812/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/10/sekilas-marifat-ketika-jawa-dan-persia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/2114627720399815812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/2114627720399815812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/10/sekilas-marifat-ketika-jawa-dan-persia.html' title='SEKILAS MA’RIFAT: KETIKA JAWA DAN PERSIA DEMIKIAN HARMONI'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_4TrXNGzAZr4/SIKNjs5saWI/AAAAAAAAAGA/hKVLDmMTSFY/s72-c/sufi_semesta.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-2321370101170870733</id><published>2010-10-15T09:58:00.000-07:00</published><updated>2010-10-15T10:03:00.795-07:00</updated><title type='text'>KETIKA BERBAGAI RASA BERGEJOLAK DI DALAM DADA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQyC96FPYQtpuP5MTq5jN7Bbxphx1o0un_hLuWH4g0JT68x78o&amp;amp;t=1&amp;amp;h=177&amp;amp;w=209&amp;amp;usg=__fX85MxbYbBlA6lFeMv7GtYJFox0="&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 209px; height: 177px;" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQyC96FPYQtpuP5MTq5jN7Bbxphx1o0un_hLuWH4g0JT68x78o&amp;amp;t=1&amp;amp;h=177&amp;amp;w=209&amp;amp;usg=__fX85MxbYbBlA6lFeMv7GtYJFox0=" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;font-family:'Times New Roman';font-size:medium;"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); line-height: 16px; text-align: left;font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif;font-size:11px;"  &gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;Ketika suara-suara kasar menghardik masuk ke telinga.....terasa rasa sakit di dalam hati...di dalam dada...&lt;strong&gt;sadarilah di dalam keheningan hati....kendalikanlah diri....kuasailah diri.....tahanlah jangan sampai keluar reaksi negatif yang mulai bergolak di dalam hati...di dalam dada.....perlahan-lahan endapkanlah rasa tersebut di dalam keheningan hati........hening...hening...eling semua itu terjadi atas perkenan TUHAN untuk menyucikan jiwa raga kita.........&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;ketika suara-suara cemooh, hinaan, hujat, caci maki, fitnah, sindiran tajam, gosip negatif masuk telinga....terasa rasa sakit, kecewa, tersinggung, malu, marah, dendam di dalam hati...di dalam dada....mulai terasa getar panas naik ke atas...kemarahan, kekecewaan, sakit hati, malu, dendam mulai mendidih, menggelegak.........&lt;strong&gt;sadarilah di dalam keheningan hati.....kendalikanlah diri.....kuasailah diri.......tahanlah diri jangan sampai keluar reaksi negatif yang mulai bergolak di dalam hati....di dalam dada.....perlahan-lahan endapkanlah rasa tersebut di dalam keheningan hati.........hening...hening...eling bahwa semua itu terjadi atas perkenan TUHAN untuk menyucikan jiwa raga kita............&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;ketika kata-kata pujian, sanjungan masuk telinga.......terasa rasa senang, gembira, terharu, bangga, puas, sombong, merasa lebih dari orang lain mulai bergetar menggelembung di dalam hati...di dalam dada.....&lt;strong&gt;sadarilah di dalam keheningan hati....kendalikanlah diri....kuasailah diri.....tahanlah diri jangan sampai rasa itu membesar, menggelembung sangat besar dan menguasai seluruh kepribadian........perlahan-lahan endapkanlah semua rasa tersebut di dalam keheningan hati...hening...hening...eling bahwa semua itu terjadi atas perkenan TUHAN untuk menguji seberapa besar Iman kita, seberapa besar kerendahhatian kita, seberapa tajam kepekaan hati kita akan semua gerak hawa nafsu kita............&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;ketika rasa iri, dengki, rakus. tamak mulai bergetar di dalam hati...di dalam dada.....terasa semakin membesar dan membesar di dalam hati...di dalam dada....&lt;strong&gt;sadarilah di dalam keheningan hati.......di dalam keheningan dada......perlahan-lahan endapkanlah semua rasa tersebut di dalam keheningan hati....di dalam keheningan dada......hening...hening....eling bahwa semua rasa itu adalah ujian TUHAN untuk menguji seberapa tajamkah rasa kita akan semua gerak hawa nafsu yang bergolak di dalam hati kita.......&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;ketika rasa gairah seksual, syahwat, libido seksualis mulai terasa bergetar di dalam hati...di dalam dada....mulai bergetar menyebar ke seluruh tubuh.......&lt;strong&gt;sadarilah di dalam keheningan hati...di dalam keheningan dada....kuasailah diri....tahanlah diri jangan sampai rasa itu menguasai seluruh kepribadian kita........perlahan-lahan endapkanlah di dalam keheningan hati...di dalam keheningan dada.......hening...hening....eling bahwa rasa itu hanya diperkenankan TUHAN kita salurkan dengan penuh kasih hanya kepada istri atau suami kita saja..........&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;strong&gt;JAGALAH SELALU KEHENINGAN HATI...KEHENINGAN JIWA...KEHENINGAN SANUBARI....KEHENINGAN KALBU......KEHENINGAN DADA.......DENGAN SELALU SETIAP DETIK SETIAP SAAT SETIAP WAKTU BERSERAH DIRI TOTAL SUMARAH HANYA KEPADA TUHAN SAJA....&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-2321370101170870733?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/2321370101170870733/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/10/ketika-berbagai-rasa-bergejolak-di.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/2321370101170870733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/2321370101170870733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/10/ketika-berbagai-rasa-bergejolak-di.html' title='KETIKA BERBAGAI RASA BERGEJOLAK DI DALAM DADA'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-876338077134721067</id><published>2010-10-15T08:52:00.000-07:00</published><updated>2010-10-15T09:03:06.819-07:00</updated><title type='text'>TUHAN DI MATA ORANG JAWA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://opunx.blogdetik.com/files/2009/02/wayang_018-4.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 150px; height: 150px;" src="http://opunx.blogdetik.com/files/2009/02/wayang_018-4.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Secara filosofis,  faham Jawa mengakui adanya kepercayaan kepada  Gusti Allah atau Sang Hyang Tunggal, yaitu Tuhan Yang Maha Esa,  atau  juga Sang Hyang Wenang, yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa. Tuhan Yang Satu  lagi Maha Kuasa bagi dan atas seluruh alam semesta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tuhan  itu hanya satu, maka Tuhan dari para pemeluk berbagai agama, pada  hakikatnya adalah Tuhan yang sama. &lt;/span&gt;Persoalannya kemudian pada bagaimana   jalan serta cara menuju Tuhan yang sama tadi.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meskipun demikian,  semua itu tetap terserah  masing-masing, “bagimu agamu, bagiku agamaku”.  Faham Jawa  menghormati  pemeluk kepercayaan dan agama lain seraya teguh memegang kepercayaan dan  agamanya sendiri. Masing-masing orang mengukir nasibnya  sendiri-sendiri. Manusia itu bagaikan wayang, yang dimainkan oleh dan  terserah Sang Dalang, yaitu Sang Maha Sutradara, Tuhan Yang Maha kuasa.  Sebagaimana halnya wayang, setiap peran sudah memiliki skenarionya  masing-masing. Orang lain hanya sekedar, sakdermo, memberitahu serta   mengingatkan mana yang baik dan mana yang buruk.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Oleh  karena itu juga tidak mengherankan jika dalam satu keluarga Jawa,  termasuk keluarga ibu dan bapak saya, dijumpai beberapa pemeluk agama  yang berbeda. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;span&gt;"Tuhan itu hanya satu, maka Tuhan dari para  pemeluk berbagai agama, pada hakikatnya adalah Tuhan yang sama.  Persoalannya kemudian pada &lt;span class="text_exposed_show"&gt;bagaimana  jalan serta cara menuju Tuhan yang sama."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(Pengembaraan Batin Orang Jawa di Lorong Kehidupan :  halaman 14).&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-876338077134721067?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/876338077134721067/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/10/tuhan-di-mata-orang-jawa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/876338077134721067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/876338077134721067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/10/tuhan-di-mata-orang-jawa.html' title='TUHAN DI MATA ORANG JAWA'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-395491253573057151</id><published>2010-09-28T04:06:00.000-07:00</published><updated>2010-09-28T04:07:37.353-07:00</updated><title type='text'>Berani Menelanjangi-diri?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs008.ash2/33755_153890397975056_118008318229931_308084_6958209_a.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 167px; height: 221px;" src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs008.ash2/33755_153890397975056_118008318229931_308084_6958209_a.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Sungguh tidak mengenakkan rasanya bila ‘ditelanjangi’ orang lain,  apalagi itu dilakukan di hadapan banyak orang. Oleh karenanya, jauh  lebih baik bila kita berani dan mampu menelanjangi-diri sendiri, sebelum  ditelanjangi orang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, kendati berani, tidaklah mungkin bisa menelanjangi diri sendiri bila kita senantiasa &lt;em&gt;mengarahkan perhatian ke luar&lt;/em&gt;. Untuk bisa menelanjangi diri sendiri, kita mesti &lt;em&gt;mengarahkan perhatian ke dalam&lt;/em&gt;,  ke dalam diri sendiri. Apa yang kita peroleh dari hanya mengarahkan  perhatian ke luar selama ini bisa saja dijadikan sebagai pembanding;  namun itu bukanlah hal sedemikian pentingnya. Yang lebih penting adalah  bagaimana melihat diri sendiri secara cermat, secara mendalam, dengan  jujur dan benar-benar objektif, tanpa penolakan, tanpa berusaha  mencari-cari pembenaran atasnya dan &lt;em&gt;berani mengakuinya&lt;/em&gt; kalau memang demikianlah adanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mengakui  diri sebagai serakah, penuh iri dan dengki, penuh kebencian, tidak  jujur, suka berpura-pura, angkuh, egois, suka meninggikan diri,  mementingkan diri sendiri, mau menang sendiri dan sebagainya,  benar-benar &lt;em&gt;butuh seporsi besar kejujuran dan keberanian&lt;/em&gt;. Makanya, tidak mudah dilakukan; tak banyak orang yang berani melakukannya. Disini, &lt;em&gt;rasa iba-diri&lt;/em&gt;  seakan-akan mengharuskan seseorang untuk mengadakan pembelaan-diri,  mencari-cari dalih, alasan, kambing-hitam, bahkan pembenaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, bilamana &lt;em&gt;keberanian dan kejujuran&lt;/em&gt;  Anda punyai, menelanjangi-diri bukan lagi sesuatu yang sedemikian  sulitnya; daripadanyalah roda revolusi mental dan spiritualpun akan  berputar ke depan dengan sendirinya.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-395491253573057151?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/395491253573057151/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/berani-menelanjangi-diri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/395491253573057151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/395491253573057151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/berani-menelanjangi-diri.html' title='Berani Menelanjangi-diri?'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-2452550273960050555</id><published>2010-09-28T04:03:00.000-07:00</published><updated>2010-09-28T04:06:22.947-07:00</updated><title type='text'>Berani benar-benar Telanjang?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs642.snc4/60277_1601274480442_1493464811_1529714_6815432_a.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 180px; height: 134px;" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs642.snc4/60277_1601274480442_1493464811_1529714_6815432_a.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu yang ‘spesial’ bagi kita umumnya tampak menarik, membangkitkan selera dan rasa kagum. Apa yang spesial bagi Anda? Anda tahu itu bukan? Kitapun tahu kalau, apa yang spesial bagi kita, belum tentu spesial juga bagi orang lain. Ini erat kaitannya dengan pengalaman, ingatan, dan tentunya selera masing-masing. Sesuatu yang spesial bagi saya boleh jadi harus buatan luar-negri, berharga mahal, sangat langka dimana hanya beberapa orang saja yang memilikinya di dunia ini; akan tetapi bagi Anda boleh jadi itu malah tidak spesial sama-sekali.   ‘Memahami diri sendiri’ mungkin sesuatu yang tidak spesial, atau bahkan remeh bagi Anda atau banyak orang, karena Anda telah merasa memahami diri Anda. Tapi tunggu dulu; benarkah Anda memahami diri Anda? Benarkah? Atau malah jangan-jangan apa yang Anda sangka sebagai diri kalian itu hanyalah ‘apa yang dikatakan orang tentang Anda’ dimana itu kalian rasakan sebagai menyenangkan, sesuai dengan apa yang kalian harapkan, cita-citakan, sehingga Anda menerimanya dengan senang-hati. Tidakkah begitu? Periksalah kawan!   Anda adalah sesosok pribadi yang sangat spesifik, unik, sangat spesial, tiada duanya. Bahkan kembaran Andapun tidak persis sama dengan Anda. Makanya, bukankah sesuatu yang amat sangat menarik untuk memahami diri Anda sendiri? Anehkah kalau saya malah merasa heran kalau Anda tidak melihat bahwasanya memahami diri sendiri adalah sesuatu yang amat sangat spesial?   Agaknya sudah berkali-kali disampaikan sebelumnya kalau, guna memahami diri sendiri kita mesti menyelam jauh ke dalam si diri, ke dalam —apa yang selama ini kita sangka sebagai— diri kita ini. Dan itu, juga bisa berarti ‘penelanjangan-diri’ sepenuhnya. Kita telanjang kalau hendak mandi, hendak membersihkan tubuh ini dari semua kekotoran-kekotorannya. Demikian  juga halnya bila kita hendak ‘membersihkan-diri’, ‘memurnikan-diri’ kita. Kita mesti melucutinya dari semua atribut, dari semua polesan, dari semua embel-embel yang dikenakannya selama ini —baik yang menyenangkan pun tak menyenangkan. Beranikah Anda benar-benar telanjang?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-2452550273960050555?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/2452550273960050555/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/berani-benar-benar-telanjang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/2452550273960050555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/2452550273960050555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/berani-benar-benar-telanjang.html' title='Berani benar-benar Telanjang?'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-5255653009519582681</id><published>2010-09-23T14:14:00.000-07:00</published><updated>2010-09-23T14:15:41.588-07:00</updated><title type='text'>Filsafat dan Tasawuf</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs703.snc4/62378_163876456959109_120264224653666_584091_409497_a.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 150px; height: 150px;" src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs703.snc4/62378_163876456959109_120264224653666_584091_409497_a.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Para Pemikir&lt;/strong&gt; -- Tasawuf dipahami sebagai mistisisme Islam -kadang disebut juga &lt;em&gt;Sufisme&lt;/em&gt;- (karena dinisbatkan kepada ahli tasawwuf yang disebut sufi). Tasawuf dimasukkan oleh Ibn Khaldun ke dalam kelompok ilmu-ilmu &lt;em&gt;naqliyyah&lt;/em&gt; (agama). Sebagai salah satu ilmu &lt;em&gt;naqliyyah&lt;/em&gt;, maka tasawuf, didasarkan pada otoritas, yaitu Al-Qur’an dan Hadits, dan  bukan pada nalar rasional seperti filsafat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tasawuf dan &lt;strong&gt;Filsafat&lt;/strong&gt;  memang bisa kita bedakan, karena sementara yang pertama  bertumpu pada   wahyu dan penafsiran esoterik (batini) sedangkan yang kedua bertumpu   pada akal.&lt;/p&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=584091&amp;amp;fbid=163876456959109&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=161183940559876&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=161183940559876&amp;amp;id=120264224653666"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs703.snc4/62378_163876456959109_120264224653666_584091_409497_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; Meskipun begitu, tidak selalu berarti bahwa kedua disiplin ini bertentangan satu sama lainnya. Walapun untuk kebanyakan orang, &lt;strong&gt;filsafat&lt;/strong&gt; akan terasa aneh karena mereka hanya menafsirkan agama secara harfiah atau eksoterik.&lt;p&gt;Menurut Ibn Rusyd, kalau terkesan bahwa filsafat seolah-olah bertentangan dengan agama, maka kita harus melakukan &lt;em&gt;ta’wil&lt;/em&gt; kepada naskah-naskah agama. Alasannya adalah karena naskah-naskah agama bersifat simbolis dan kadang memiliki banyak makna.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari  sudut boleh tidaknya penafsiran eksoterik atau ta’wil, maka filsafat  dan tasawuf, seiya-sekata. Tetapi dilihat dari metode penelitiannya maka  keduanya berbeda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Filsafat memanfaatkan dimensi rasional  pengetahuan, sementara tasawuf dimensi spiritual.  Namun, karena  keduanya (dimensi rasional dan spiritual) adalah dimensi  sejati dari  kebenaran sejati yang sama, maka keduanya berpotensi untuk  saling  melengkapi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Al-Farabi dan Ibn Sina, sumber pengetahuan  para filosof dan para nabi (termasuk para sufi), adalah sama dan satu,  yaitu akal aktif &lt;em&gt;(al-’aql al-fa’al)&lt;/em&gt;, atau malaikat Jibril dalam  istilah agamanya. Hanya saja sementara para filosof mencapai  pengetahuan darinya (akal aktif) melalui penalaran akal-beserta latihan  yang intensif, sementara para Nabi (sufi) memperolehnya secara langsung  tanpa perantara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, untuk memperoleh pengetahuan para  filosof menggunakan penalaran  diskursif, para Nabi (sufi) menangkapnya  lewat daya mimitik imajinasi  (menurut Al-Farabi) atau akal suci atau  intuisi (menurut Ibn Sina).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sehingga bisa kita saksikan bahwa,  bahasa filsafat bersifat rasional, sementara bahasa profetik/mistik  bersifat simbolis dan mistis. Namun menurut kedua filosof muslim  tersebut, baik filsafat maupun tasawuf berbicara tentang kebenaran yang  sama. Hanya saja mereka menggunakan cara dan bahasa yang berbeda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perbedaan  yang mencolok antara modus pengenalan rasional dan pengenalan intuitif  atau mistik adalah, bahwa pengetahuan akal membutuhkan “perantara”,  berupa konsep atau representasi-semisal kata-kata atau simbol-untuk  mengetahui objek yang ditelitinya. Dan mungkin karena itu, maka modus  pengenalan rasional (falsafi) disebut ilmu &lt;em&gt;hushuli (acquired knowledge)&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk  mengetahui pikiran seorang misalnya, kita harus mempelajari  pikiran-pikirannya  dengan membaca tulisan-tulisan atau mendengarkan  ceramah-ceramahnya.  Berbeda, tentunya, dengan orang itu sendiri, ketika  ia ingin memahami pemikiran-pemikirannya sendiri, ia tidak perlu atau  tergantung pada kata-katanya, karena orang itu dapat memahaminya dengan  begitu saja, tanpa representasi apapun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Oleh karena sifatnya yang  tidak langsung itulah, maka pengetahuan rasional tidak bisa betul-betul  menangkap objeknya secara langsung. Modus pengetahuan seperti itu,  menurut Rumi, akan sama dengan orang yang berusaha memetik setangkai  bunga mawar dari “M.A.W.A.R.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anda, kata Rumi, “tidak akan mampu memetik mawar dari M.A.W.A.R., karena anda baru menyebut namanya. Cari yang empunya nama!”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berbeda  dengan modus pengenalan rasional, pengenalan intuitif atau mistik  (seperti yang dialami oleh para Sufi atau nabi) bersifat langsung, dalam  arti tidak butuh pada simbol atau representasi  apapun. Ia tidak butuh  pada bacaan, huruf atau bahkan konsep dan sebangsanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Contoh yang  mudah dari pengenalan seperti ini adalah, misalnya, pengetahuan kita  tentang diri kita sendiri, atau yang biasa disebut &lt;em&gt;self-knowledge.&lt;/em&gt;  Untuk mengetahui diri kita sendiri, apakah kita perlu perantara,   seperti halnya ketika kita hendak mengerti orang lain? Tentu saja tidak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita  tahu tentang diri kita-dengan begitu saja, karena keinginan kita dengan  diri kita adalah satu dan sama. Pikiran  kita misalnya, bahkan bisa  dikatakan telah menyatu dengan diri kita. Ia  hadir dan dan tidak bisa  dipisahkan lagi dari diri kita. Itulah  sebabnya, mengapa modus  pengenalan ini disebut ilmu &lt;em&gt;hudhuri&lt;/em&gt; (&lt;em&gt;knowledge by presence / presential knowledge&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena  objek yang diteliti (misalnya pikiran  atau keinginan) telah hadir  dalam diri kita, bahkan telah menyatu dalam  diri kita, maka terjadi  kesatuan (identitas) antara subjek dan objek,  antara yang berpikir  dengan yang dipikirkan, antara alim dan maklum. Akibatnya, maka  pengetahuan  kita tentang objek tersebut (yang tidak lain dari pada diri  kita  sendiri) adalah sama dan satu. Di sini kita mengalami bahwa  “mengetahui”  (to know) adalah sama dengan “ada” itu sendiri (to be).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meskipun tasawuf dikategorikan oleh Ibn Khaldun sebagai ilmu &lt;em&gt;naqliyyah &lt;/em&gt;(agama)  dan karena itu berdasarkan pada otoritas, namun menurut kesaksian  Ibn  Khaldun sendiri dalam Al Muqaddimah-nya, Tasawuf, pada perkembangan  berikutnya, telah banyak memasuki dunia filsafat , sehingga sulit bagi  keduanya untuk dipisahkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kasus filsafat suhrawardi,  misalnya, kita bisa melihat bahwa tasawuf bahkan telah dijadikan dasar  bagi filsafatnya, sehingga orang menyebutnya filosof mistik &lt;em&gt;(muta’allih)&lt;/em&gt;.  Sementara pada diri Ibn “Arabi, kita melihat analisis yang sangat  filosofis merasuki hampir setiap lembar karya-karyanya. Sehingga  tasawufnya sering disebut tasawuf falsafasi. Pada masa berikutnya, kita  tahu bahwa Mulla Shadra, pada akhirnya telah dapat mensintesiskan  keduanya, dalam apa yang kita sebut filsafat Hikmah Muta’aliyyah, atau  teosofi transenden. Disini, unsur-unsur filosofis dan mistik berpadu  erat dan saling melengkapi satu sama lain.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-5255653009519582681?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/5255653009519582681/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/filsafat-dan-tasawuf.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/5255653009519582681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/5255653009519582681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/filsafat-dan-tasawuf.html' title='Filsafat dan Tasawuf'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-2717443089002891354</id><published>2010-09-23T02:15:00.000-07:00</published><updated>2010-09-23T02:21:25.941-07:00</updated><title type='text'>" ngundhuh wohing pakarti "</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://andy.web.id/wp-content/uploads/2010/06/ngunduh-wohing-pakarti.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 215px; height: 250px;" src="http://andy.web.id/wp-content/uploads/2010/06/ngunduh-wohing-pakarti.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; color: rgb(0, 0, 0); font-family: helvetica; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;Inilah salah satu konsep dasar untuk mengendalikan kelangsungan peradaban kehidupan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngundhuh Wohing Pakarti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngundhuh = memanen, menuai, memetik hasil&lt;br /&gt;Woh = buah&lt;br /&gt;Ing = pada, dalam hal&lt;br /&gt;Pakarti = perbuatan, tindak tanduk, tingkah laku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Ngundhuh Wohing Pakarti maknanya kurang lebih adalah Menuai hasil perbuatan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep ini diadopsi oleh berbagai peradaban, agama dan kepercayaan untuk menjaga agar proses kehidupan tetap berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa agama diperkenalkan konsep adanya perbuatan baik yang berujung ke sorga dan perbuatan jelek yang berujung ke neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam agama atau kepercayaan yang lain dikenal juga adanya Karma terhadap seluruh perbuatan yang sudah dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan semua ini adalah untuk medorong manusia untuk selalu berbuat baik dengan harapan akan memperoleh kebaikan.&lt;br /&gt;Dan secara general konsep "kebaikan" sifatnya universal di seluruh peradaban tanpa pernah ada konsensus bersama, tapi muncul dari kesadaran diri sebagai manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(102, 102, 102); font-family: Verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 21px; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;p style="text-align: justify; padding: 0px; vertical-align: baseline; outline-style: none; font-size: 100%; background-color: transparent; border-style: none; text-decoration: none; margin: 0px 0px 21px;"&gt;Sederhananya, peribahasa Jawa itu setara lah dengan&lt;em style="margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline; outline-style: none; font-size: 100%; background-color: transparent; border-style: none; text-decoration: none; font-style: italic;"&gt;Hukum Karma&lt;/em&gt;. Tepatnya, dapat diartikan sebagai&lt;span class="Apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em style="margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline; outline-style: none; font-size: 100%; background-color: transparent; border-style: none; text-decoration: none; font-style: italic;"&gt;menuai atau memetik hasil perbuatan&lt;/em&gt;. Dalam bahasa Indonesia, ada peribahasa yang senada;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em style="margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline; outline-style: none; font-size: 100%; background-color: transparent; border-style: none; text-decoration: none; font-style: italic;"&gt;tak ada asap maka tak ada api&lt;/em&gt;. Dalam Fisika, ada&lt;span class="Apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em style="margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline; outline-style: none; font-size: 100%; background-color: transparent; border-style: none; text-decoration: none; font-style: italic;"&gt;Hukum Aksi-Reaksi&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; padding: 0px; vertical-align: baseline; outline-style: none; font-size: 100%; background-color: transparent; border-style: none; text-decoration: none; margin: 0px 0px 21px;"&gt;Sebagai orang Jawa –&lt;em style="margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline; outline-style: none; font-size: 100%; background-color: transparent; border-style: none; text-decoration: none; font-style: italic;"&gt;walaupun asal-turunnya entah dari mana&lt;/em&gt;–, juga sesuai agama yang saya anut, saya sangat percaya pada&lt;span class="Apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;strong style="margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline; outline-style: none; font-size: 100%; background-color: transparent; border-style: none; text-decoration: none; font-weight: bold;"&gt;&lt;em style="margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline; outline-style: none; font-size: 100%; background-color: transparent; border-style: none; text-decoration: none; font-style: italic;"&gt;ngundhuh wohing pakarti&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; padding: 0px; vertical-align: baseline; outline-style: none; font-size: 100%; background-color: transparent; border-style: none; text-decoration: none; margin: 0px 0px 21px;"&gt;Orang bijak selalu bertindak hati-hati, berfikir jauh ke depan jika akan melakukan suatu pekerti, karena mereka yakin, apa yang mereka lakukan akan kembali pada diri sendiri. Jika melakukan pekerti yang baik maka akan mendatangkan kebaikan, dan sebaliknya jika melakukan pekerti yang buruk juga akan kembali pada diri sendiri. Jika melakukan pekerti yang merugikan orang lain pun suatu saat diri sendiri yang akan merugi.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; padding: 0px; vertical-align: baseline; outline-style: none; font-size: 100%; background-color: transparent; border-style: none; text-decoration: none; margin: 0px 0px 21px;"&gt;Menurut petuah religi, hanya pada umat terdahulu&lt;span class="Apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em style="margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline; outline-style: none; font-size: 100%; background-color: transparent; border-style: none; text-decoration: none; font-style: italic;"&gt;wohing pakarti&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;akan diberikan serta-merta. Pada umat terkini, akan hanya sebagian kecil diserta-mertakan dan sebagian besar ditunda hingga akhir zaman.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; padding: 0px; vertical-align: baseline; outline-style: none; font-size: 100%; background-color: transparent; border-style: none; text-decoration: none; margin: 0px 0px 21px;"&gt;Barangkali karena itulah umat terkini semakin tidak semena-mena. Berbuat apa saja sekehendak hatinya tanpa sadar bahwa&lt;span class="Apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em style="margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline; outline-style: none; font-size: 100%; background-color: transparent; border-style: none; text-decoration: none; font-style: italic;"&gt;wohing pakarti&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;pasti akan dituai nantinya.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-2717443089002891354?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/2717443089002891354/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/ngundhuh-wohing-pakarti.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/2717443089002891354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/2717443089002891354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/ngundhuh-wohing-pakarti.html' title='&quot; ngundhuh wohing pakarti &quot;'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-1863214441877039667</id><published>2010-09-22T04:39:00.000-07:00</published><updated>2010-09-22T04:44:09.520-07:00</updated><title type='text'>Menemui TUHAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs700.snc4/62062_148558648514646_100000815357931_203967_5689918_a.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 180px; height: 135px;" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs700.snc4/62062_148558648514646_100000815357931_203967_5689918_a.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;p&gt;“Kamu tahu, Kawan? Siapa yang paling ingin aku temui saat ini?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Siapa?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tebak dong!”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Doraemon?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Bukan.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Bakabon?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Bukan.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tak tahu lah. Setahu aku cuma mereka yang kau suka.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tuhan...”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Haah...?“&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Iya, aku ingin bertemu Tuhan.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Gila kamu!”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kenapa gila? Kamu tahu siapa yang menciptakan dunia?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tuhan.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kamu tahu siapa yang menciptakan manusia?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tuhan.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kamu tahu siapa yang menciptakan Doraemon dan Bakabon?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Itu manusia, tolol!”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Oh ya? Jadi bukan Tuhan?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tolol!”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tapi kamu tahu betapa hebatnya Tuhan?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tolol! Tanpa kau bilang, aku juga tahu Tuhan itu hebat. Lagi pula bisa masuk neraka aku kalau menyangkalnya.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Jadi kamu setuju sama aku, kan?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tolol! Kamu tahu bisa masuk neraka aku kalau tak setuju.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Bagus, berarti aku benar‐benar harus bertemu Tuhan...”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Shalat lah kau!”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Apa kau bilang?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kau bilang ingin bertemu Tuhan. Shalat lah, berdoa pada‐Nya. Minta semua yang kau inginkan, Kawan...”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Benarkah? Apa kau yakin Tuhan akan memberikannya?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tuhan pasti mendengarkan doa orang baik.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Apa aku cukup baik?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Entahlah, kau coba saja sendiri.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tapi apa itu shalat?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tolol!!!”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aku sudah mengerti gerakan shalat, Kawan.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Baguslah...”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aku juga sudah berdoa pada Tuhan.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Baguslah.”&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;“Tapi kau bohong.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kenapa?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kau bilang jika aku shalat aku bisa bertemu Tuhan.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Haha... Tolol!”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kenapa?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Mati dulu sana kalau kau benar‐benar ingin bertemu Tuhan.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Benarkah?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tolol, sedang apa kamu di situ?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aku mau bertemu Tuhan, Kawan...”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tolol, bisa mati kamu!”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Memang. Bukankah kemarin kau yang bilang, kalau aku mati aku bisa bertemu Tuhan. Oh ya, ada pesan yang ingin kau titipkan?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Gila kamu!”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Sampai juga lagi, Kawan...”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Hei tunggu...”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ada apa lagi, Kawan?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kamu pikir aku serius, hah?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Apa maksudmu?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Sudah kau turun dulu. Nanti aku beritahu cara bertemu Tuhan.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Apa? Jadi ada cara lain?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Iya. Turunlah...”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Apa kau serius?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Iya. Turunlah...”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Oke...”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kenapa kamu begitu tolol, Kawan?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Sudah berapa kali kau bilang aku tolol, hah?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kau tahu kalau sampai kau mati, Tuhan takkan sudi menemuimu.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Benarkah?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ya, mayatmu akan gentayangan. Kau akan jadi hantu!”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tapi kemarin kau yang bilang begitu.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ya,  memang kalau kau mati kau bisa bertemu Tuhan. Tapi bukan dengan cara  begitu. Itu sama saja kau bunuh diri. Kau tahu, Tuhan paling murka  dengan mati bunuh diri.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Begitukah?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ya...”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aku punya ide, Kawan!”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aku yakin ide tolol.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kau bunuh saja aku, Kawan!”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Gila!”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kenapa? Aku kan tidak bunuh diri...”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Iya, tapi aku yang rugi.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Hmmm.. aku ada ide lain.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aku tak mau dengar ide tololmu...”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Lihat.  Kau lihat si Gendut itu, Kawan. Aku akan mengejek dan memukulnya hingga  ia kesal. Lalu aku terus mengejek dia hingga ia tak tahan. Ia pukul  aku. Tapi tak aku lawan. Aku akan menyerahkan kematianku di tangannya.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kau sudah benar‐benar gila, ya?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tapi kau kan tak rugi kawan. Lagi pula, si Gendut itu pantaslah rugi  sedikit agar pikirannya tak terlalu senang, dan perutnya bisa  kurusan...”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kau pikir Tuhan tidak melihat, hah? Asal kau tahu, Tuhan sedang memata‐matai kita. Ia sedang mengikuti dan melihat kita.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Apa? Benarkah? Jadi dari tadi Tuhan melihat kita?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Bukan dari tadi, tapi dari dulu, tolol!”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Lalu di mana Dia? Kenapa Dia bersembunyi? Ah kau pasti menipuku lagi...”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aku serius, Kawan.”“Benarkah? Kau tahu di mana Dia? Kau yang menyembunyikannya?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ya Tuhan, ampunilah kawanku yang tolol ini...”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Hei, sekarang kau bicara pada‐Nya! Ayo katakan di mana kau menyembunyikan‐Nya?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Dia  ada di sini, tolol. Dia ada di depan kita. Dia ada di belakang kita.  Dia ada di bawah kita. Dia ada di atas kita. Dia ada di kanan kita. Dia  ada di kiri kita. Dia ada di mana‐mana...”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Hah, jangan kau pikir aku tolol!”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Memang kau tolol!”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Oke, aku percaya. Jadi apa cara lainmu itu agar aku bisa bertemu Tuhan?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Mana aku tahu?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Jadi kau membohongi aku?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aku  menyelamatkanmu, tolol! Aku kan sudah bilang kau tak akan bisa bertemu  Tuhan kalau kau mati bunuh diri. Kau tak perlu buru‐buru, Tuhan sudah  punya jadwal kapan akan menemuimu. Ia sudah menentukan itu.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Jadi maksudmu, aku harus bersabar?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Bukan cuma bersabar, kau harus beriman. Kau harus beribadah. Terutama shalat...”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tapi aku tidak yakin, Kawan...”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kenapa? Kau meragukan Tuhan?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Aku  cuma tahu gerakan shalat. Aku tidak tahu bacaan shalat. Kamu tahu, aku  seperti sedang senam. Mana mungkin dengan hanya senam doaku dikabulkan?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ya, belajarlah. Tuhan suka orang yang mau belajar. Jangan lupa kau berdoa.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aku juga tidak yakin, Kawan...”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kenapa?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aku tidak bisa bahasa Arab...”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kau pikir Tuhan orang Arab?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tapi bagaimana kalau sampai lusa ia tidak datang? Bagaimana kalau doaku tak dikabulkan? Apa jadinya aku, Kawan?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Lusa? Memangnya kau minta apa sama Tuhan?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aku terancam tidak naik kelas empat, Kawan. Aku ingin Tuhan menambahkan  sedikit garis di angka empat di raporku agar berubah jadi  sembilan.”“TOLOL!!!”﻿&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-1863214441877039667?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/1863214441877039667/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/menemui-tuhan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/1863214441877039667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/1863214441877039667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/menemui-tuhan.html' title='Menemui TUHAN'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-2898283185268939006</id><published>2010-09-22T04:34:00.000-07:00</published><updated>2010-09-22T04:39:11.681-07:00</updated><title type='text'>Siapakah  Anda?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs614.snc4/59436_1594316506497_1493464811_1514601_2709437_a.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 180px; height: 232px;" src="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs614.snc4/59436_1594316506497_1493464811_1514601_2709437_a.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa Anda? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Anda siapa?”, tanya Guru kepada seorang tamu yang hendak meminta petunjuk beliau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Saya Basri”, jawabnya. &lt;br /&gt; “Saya tidak menanyakan nama Anda” &lt;br /&gt; “Oh ...saya seorang penulis tetap di sebuah harian dan sejumlah tabloid Ibukota”&lt;br /&gt;  “Saya tidak menanyakan apa profesi Anda. Tapi siapa Anda?” &lt;br /&gt; “Oh ya ...saya lupa memperkenalkan diri kalau saya orang Sumatra, lahir dari ibu Padang dan     ayah Batak Pak ...” &lt;br /&gt; “Saya tidak menanyakan dari etnis mana Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sekali lagi, yang saya tanyakan: Siapa Anda?”, seraya menunjuk si penulis.   “? ? ?” [‘Mesti jawab apa ya?’ Begitu pikir si penulis itu]&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 0);"&gt; inilah pertanyaan spiritual terpenting, yang tentu tak bisa --dan meemng tak perlu-- dijawab secara intelek.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-2898283185268939006?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/2898283185268939006/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/siapakah-anda.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/2898283185268939006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/2898283185268939006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/siapakah-anda.html' title='Siapakah  Anda?'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-8499377234355511037</id><published>2010-09-22T00:41:00.000-07:00</published><updated>2010-09-22T00:48:58.667-07:00</updated><title type='text'>Memperbaiki Diri Sendiri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs314.ash2/59455_1622445606932_1410224287_31681923_6415135_n.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 540px; height: 720px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs314.ash2/59455_1622445606932_1410224287_31681923_6415135_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sibuklah untuk memperbaiki dirimu dan kebaikanmu. Tinggalkan bicara ini  dan itu, tinggalkan kerumitan duniawi, maka anda akan lepas dari  problemamu menurut kemampuanmu.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Waspadalah! Anda bisa mengambil pejaran dari kehidupan manusia  terdahulu seputar dunia ini. Karenanya, bersihkan hatimu dari dunia,  maka anda bisa melepaskan segala hal selain Allah Azza wa-Jalla dari  jiwamu. Bila selain Dia Azza wa-Jalla masih mengikuti  nafsu, maka  tundukkan nafsumu, pada saat itulah anda melihat Tuhanmu Azza wa-Jalla.  Pasrahkan semua kepadaNya, maka anda selamat. Mujahadahlah menuju  DiriNya, maka anda meraih hidayah. Syukurlah padaNya, Dia akan menambah  nikmatNya padamu, serahkan dirimu dan makhluk lain padaNya. Jangan  sampai anda kontra padaNya dalam dirimu, juga jangan kontra pada  selainmu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kaum Sufi tidak akan pernah berhasrat, ketika  bersama Allah Azza wa-Jalla,  dan tidak punya pilihan ketika bersama  pilihanNya. Jangan sampai mereka berambisi mencari atau berebut bagian  dariNya, begitu pula tidak mencari nikmat yang diberikan pada orang  lain. Bila anda ingin bergabung dengan kaum sufi dunia dan akhirat, maka  berserasilah dengan firmanNya, tindakan dan kehendakNya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya  melihat anda malah berbalik, dan berbuah kontra dan berbeda denganNya,  malam dan siang. Ketika Allah Azza wa-Jalla berkata, “Kerjakan!” dan  anda malah tidak mengerjakan. Seakan akan malah Allah Azza wa-Jalla jadi  hamba dan anda menjadi yang dihamba.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maha Suci Dia Azza wa-Jalla  yang penuh dengan welas asihNya. Seandainya bukan karena rasa asihNya,  pasti aku melihat semuanya yang kontra dalam dirimu. Bila anda ingin  bahagia, diamlah di hadapanNya. Diam lahir dan batin pun sungguh  merupakan su’ul adab bagiku, bahwa Dia menyilakannya karena sebagai  bentuk keringanan belaka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu lakukanlah perintahNya dan  jauhi laranganNya, berserasilah dengan takdirNya, diamlah lahir dan  batinmu di hadapanNya, maka anda akan melihat kebajikan dunia dan  akhirat. Jangan minta pada makhluk, karena makhluk itu sangat lemah,  sangat butuh, tidak memiliki apa pun, apalagi untuk lainnya, baik itu  bahaya maupun manfaat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bersabarlah bersama Allah Azza wa-Jalla,  jangan tergesa-gesa, dan jangan pula bakhil padaNya, jangan pula  mencurigaiNya. Itu akan lebih bagus bagimu, darimu, untukmu. Maka  sebagian sufi mengatakan, “Hai! Hati-hati padaku dan dariku! Kalian  berserasi saja dengan Allah Azza wa-Jalla, karena Dialah Yang Maha Tahu  pada kalian, bersama kalian. Karena tridak semua yang baik menurutmu,  itu direkomendasi olehNya. Allah Azza wa-Jalla berfirman:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Siapa  tahu bila kalian tidak suka terhadap sesuatu, padahal itu lebih baik  bagi kalian. Dan siapa tahu kalian mencintai sesuatu, sedangan  hal itu  lebih buruk bagi kalian. Allah Maha Tahu dan kalian tidak tahu.”  (Al-Baqarah : 216)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;]“Dan Allah menciptakan hal-hal yang kalian tidak tahu.” (An-Nahl :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Dan kalian tidak diberi ilmu, kecuali hanya sedikit.” (Al-Isra’ :  85)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Siapa  pun yang hendak menempuh Jalan Allah Azza wa-Jalla, hendaknya ia  membersihkan dirinya sebelum ia suluk. Sebab nafsu selalu su’ul adab,  karena ia terus mendorong untuk keburukan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hati-hati, anda sedang  beramal di sisi Allah Azza wa-Jalla, lalau  bagaimana anda berjalan  menuju kepadaNya? Maka perangilah nafsumu, hingga ia tenang. Jika ia  tenang maka ia akan mengikutimu menuju pintuNya. Jangan sampai  berselaras dengan nafsu kecuali setelah anda membersihkannya, setelah  mengajarinya, dan beradab yang bagus serta tenang pada janji Allah Azza  wa-Jalla dan ancamanNya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nafsu itu buta, pekak, bisu, kotor dan  lumpuh serta bodoh terhadap Tuhannya Azza wa-Jalla. Dan itu butuh  kendali, butuh pembimbing dan waktu yang panjang, waktu demi waktu, hari  demi hari, bahkan tahun demi tahun. Maka, beranikan dirimu dan jangan  takut dengan pedang nafsu, tajamnya mata pedangnya dari besi yang keras  kasar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nafsu hanya bicara tak pernah bertindak, dusta tanpa  kejujuran, janji tanpa menepati. Tak ada cinta, dan ia mengembara tanpa  negeri. Iblis adalah pemimpinnya. Dan nafsu tidak memiliki kekuatan   untuk memusuhi dan kontra di hadapan orang beriman yang benar-benar  dekat pada Allah Azza wa-Jalla.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagaimana mungkin? Karenanya  jangan menduga bila Iblis masuk syurga dan mampu mengeluarkan Adam as,  dari syurga itu semata karena kekuatannya. Namun karena Allah Azza  wa-Jalla  memberikan kekuatan, dan menjadikannya sebagai sebab belaka,  bukan sebagai asal akarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hai orang yang akalnya picik, jangan  sampai kalian lari dari pintu Allah Azza wa-Jalla, hanya karena cobaan  yang menimpamu. Karena Dia lebih Tahu apa yang baik bagimu. Allah tidak  memberikan cobaan padamu melainkan demi faedah dan guna. Bila Allah  memberikan cobaan padamu, maka refleksikan dirimu akan dosa-dosamu,  perbanyak istighfar, taubat, dan memohon kesabaran dan kekokohan.  Tetaplah di hadapanNya, dan bergelayutlah pada belas kasihNya, dan  mohonlah agar diberi jalan keluar dari cobaan itu, serta penjelasan arah  kebajikan di dalamnya.&lt;/p&gt;Demikianlah penjelasan singkat mengenai pentingnya introspeksi diri  sebagai landasan kita untuk berubah menjadi lebih baik di kemudian hari.amin..&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-8499377234355511037?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/8499377234355511037/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/memperbaiki-diri-sendiri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/8499377234355511037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/8499377234355511037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/memperbaiki-diri-sendiri.html' title='Memperbaiki Diri Sendiri'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-3795796644917654727</id><published>2010-09-21T11:43:00.000-07:00</published><updated>2010-09-21T14:48:01.560-07:00</updated><title type='text'>Kidung Rumeksa Ing Wengi,</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS27s3iDY4LTcFCdkJzuyW7q95EbpLb4ARvwoIEbaXo6DczKpM&amp;amp;t=1&amp;amp;usg=__DrDubET9W1YSUMg_18f6XB3tM_M="&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 128px; height: 265px;" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS27s3iDY4LTcFCdkJzuyW7q95EbpLb4ARvwoIEbaXo6DczKpM&amp;amp;t=1&amp;amp;usg=__DrDubET9W1YSUMg_18f6XB3tM_M=" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;RUMEKSO ING WENGI, warisan Sunan Kalijaga&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Ana kidung rumeksa ing wengi Teguh hayu luputa ing lara Luputa bilahi  kabèh Jim sètan datan purun Paneluhan tan ana wani Miwah panggawè ala  Gunaning wong luput Geni atemahan tirta Maling adoh tan ana ngarah ing  mami Guna duduk pan sirna&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sakèhing lara pan samya bali  Sakèh ngama pan sami miruda Welas asih panduluné Sakèhing braja luput  Kadi kapuk tibaning wesi Sakèhing wisa tawa Sato galak tutut Kayu aèng  lemah sangar Songing landhak guwaning Wong lemah miring Myang pakiponing  merak&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pagupakaning warak sakalir Nadyan arca myang segara  asat Temahan rahayu kabeh Apan sarira ayu Ingideran kang widadari  Rineksa malaekat Lan sagung pra rasul Pinayungan ing Hyang Suksma Ati  Adam utekku baginda Esis Pangucapku ya Musa&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Napasku nabi  Ngisa linuwih Nabi Yakup pamirsaningwang Dawud suwaraku mangkè Nabi  Brahim nyawaku Nabi Sleman kasektèn mami Nabi Yusup rupèng wang Édris  ing rambutku Bagindha Ngali kuliting wang Abubakar getih daging Ngumar  Singgih Balung bagindha Ngusman&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sungsumingsun Patimah  linuwih Siti Aminah bayuning angga Ayup ing ususku mangkè Nabi Nuh ing  jejantung Nabi Yunus ing otot mami Nètraku ya Muhamad Pamuluku Rasul  Pinayungan Adam Kawa Sampun pepak sakathahè para nabi Dadya sarira  tunggal&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;-----------------------------&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada  kidung rumeksa ing wengi Yang menjadikan kuat selamat dari semua  penyakit Terbebas dari segala petaka Jin dan setan pun tidaj mau Segala  jenis sihir tidak berani Apalagi perbuatan jahat Guna-guna tersingkir  Api menjadi air Pencuri pun menjauh dariku Segala bahaya akan lenyap&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semua  penyakit pulang ke tempat asalnya Semua hama menyingkir dengan  pandangan kasih Semua senjata tidak mengena, bagaikan kapuk jatuh di  besi Segenap racun menjadi tawar Binatang buas menjadi jinak Pohon  ajaib, tanah angker, lubang landak, gua orang, tanah miring dan sarang  merak&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kandangnya semua badak Meski batu dan laut mengering  Pada akhirnya semua selamat Sebab badannya selamat Dikelilingi oleh  bidadari Yang dijaga oleh malaikat Dan semua rasul Dalam lindungan Tuhan  Hatiku Adam dan otakku Nabi Sis Ucapanku ialah Nabi Musa&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Napasku  Nabi Isa yang amat mulia Nabi Ya’kub pendengaranku Nanti Nabi Daud  menjadi suaraku Nabi Ibrahim menjadi nyawaku Nabi Sulaiman menjadi  kesaktianku Nabi Yusuf menjadi rupaku Nabi Idris pada rambutku Ali  sebagai kulitku Abu Bakar darahku Dan Umar dagingku Sedangkan Usman  sebagai tulangku&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumsumku adalah Fatimah yang amat mulia  Siti Aminah sebagai kekuatan badanku Nanti Nabi Ayub ada di dalam ususku  Nabi Nuh di dalam jantungku Nabi Yunus di dalam ototku Mataku ialah  Nabi Muhammad Air mukaku rasul dalam lindungan Adam dan Hawa Maka  lengkaplah semua rasul Yang menjadi satu badan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;oleh SUNAN kALIJAGA.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-3795796644917654727?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/3795796644917654727/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/kidung-rumeksa-ing-wengi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/3795796644917654727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/3795796644917654727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/kidung-rumeksa-ing-wengi.html' title='Kidung Rumeksa Ing Wengi,'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-6856913953523332969</id><published>2010-09-20T21:24:00.000-07:00</published><updated>2010-09-20T21:31:22.642-07:00</updated><title type='text'>Tuhan itu agamanya apa ya..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs334.snc3/29318_125993707431392_118008318229931_180164_4639464_a.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 180px; height: 113px;" src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs334.snc3/29318_125993707431392_118008318229931_180164_4639464_a.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Anisa adalah salah seorang gadis cilik yang rajin mengikuti Sekolah jum`at. Diantar oleh ayah atau ibunya, ia nyaris tak pernah absen dan  penuh minat mengikuti apa yang diajarkan oleh Bu Guru Siti.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suatu sore, dalam perjalanan ke Sekolah -nya, ia bertanya kepada ayahnya: “Yah ....Tuhan itu agamanya apa sih?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mungkin,  laksana disengat seratus tawon secara serentak, sang ayah terkejut dan  termangu. Ia tak tahu mesti menjawab apa. Ia berniat mengalihkan  perhatian putri tercintanya itu pada ulang-tahunnya yang ketiga besok.  Untung Anisa segera menggumam: “Ah .... Anis tanyain ke Bu Siti aja  ...”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan benar saja; setelah berbagai dongeng keagamaan  —seperti yang dipaparkan di dalam kitab— disampaikan oleh Bu Guru Siti,  dan tiba saatnya tanya-jawab dan diskusi, Anisa langsung mengangkat  tangannya dan berkata: “Bu ....Tuhan agamanya apa sih?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Teman-temannya yang lainpun mulai saling toleh satu-sama-lain seraya menggumam: “Iya ....apa ya??”&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak  dilanjutkan oleh si pengisah apa jawab Bu Siti. Yang jelas, setelah  sekian tahun lamanya ia mengajar di Sekolah itu, belum pernah ada  anak yang menanyakan ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nah ....jika Anda adalah Guru dari gadis cilik yang cerdas ini, apa kira-kira jawaban Anda?&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, Tuhan itu tdk punya agama. Karena justru Dia lah yang empunya  semua agama. Sebab semua agama itu bersumber dari Nya  yaitu kebaikan,  kasihsayang, kesederhanaan, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja kita sadari dan akui bahwasanya:&lt;br /&gt;1. 'agama' itu adalah ciptaan manusia,&lt;br /&gt;2. kita, umat manusia, selalu mengonsepsikan segala sesuatunya --termasuk Tuhan :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya berdasarkan kedua fakta itu saj&lt;span class="text_exposed_hide"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;a, kita seharusnya sadar kalau, apapun anggapan kita ttg-Nya se-mata2 hanya anggapan kita saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-6856913953523332969?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/6856913953523332969/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/tuhan-itu-agamanya-apa-ya.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/6856913953523332969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/6856913953523332969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/tuhan-itu-agamanya-apa-ya.html' title='Tuhan itu agamanya apa ya..'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-7114655887098823079</id><published>2010-09-20T07:30:00.000-07:00</published><updated>2010-09-20T07:38:32.585-07:00</updated><title type='text'>Nyanyian Seorang Pencari Kesejatian.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs320.snc4/41324_134431936600316_100001005315408_175143_1916984_n.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 180px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs320.snc4/41324_134431936600316_100001005315408_175143_1916984_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ough...........&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Ijinkan aku merenda rajutan lusuh pikiranku yang semakin pikun.....&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang telah mengenal Yang Serba Maha dari segala-galanya..&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;karena mereka sudah mengenaliNya lewat pencelupan yang totalitas,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hingga bisa nyanyikan kidung bernada merdu...??&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anda adalah Jiwaku, Oh... Yang Maha Suci dari segala kesucian&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepintaranku adalah istriMu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nafas ini adalah pembantuMu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Badan ini adalah kediamanMu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setiap sensasi yang aku terima lewat panca indra ini,&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adalah persembahan untuk memujaMu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Membuka mataku adalah membakar lilin di hadapanMu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mendengarkan suara dengan sebelah telingaku adalah  membunyikan bel di hadapanMU.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidurku adalah meditasimu yang kekal abadi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setiap langkahku adalah prosesi mengelilingi kekuasaanMu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setiap patah kata yang saya ucapkan adalah lagu pujian untukMU.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setiap tindakanku adalah persembahan terindah untukMu....&lt;/p&gt;&lt;p&gt;ough..Wahai ...Yang Maha Suci dari segala kesucian abadi&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semoga Kalimatku untukMu tidak terpisahkan dari hidupku yang singkat ini,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebab  setiap nafasku merupakan pengulangan pikiranMu Yang Maha,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sadarkanlah aku....&lt;/p&gt;&lt;p&gt;bahwa setiap sensasi berasal dari sumber yang satu itu....adalah yang bersumber kepadaMU,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadikan aku kekasihMu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Oh....Yang Maha Suci,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Agar aku  mampu selalu bersua denganMu,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Agar aku  mengenalMu  lebih pasti,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lewat pencelupan totalitas yang telah Engkau ajarkan padaku.....&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-7114655887098823079?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/7114655887098823079/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/nyanyian-seorang-pencari-kesejatian.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/7114655887098823079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/7114655887098823079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/nyanyian-seorang-pencari-kesejatian.html' title='Nyanyian Seorang Pencari Kesejatian.'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-4934839607294328720</id><published>2010-09-19T21:09:00.001-07:00</published><updated>2010-09-19T21:14:18.241-07:00</updated><title type='text'>Yang mana Tuhan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs639.snc4/59940_1369483606140_1503211708_30799879_4026938_n.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 720px; height: 450px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs639.snc4/59940_1369483606140_1503211708_30799879_4026938_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;p&gt;suatu hari seseorang berkata "le ghusthi kuwi ora adoh..cedhak tanpo  magepok an ahoh tanpo wangenan"  (Tuhan itu tidak jauh bahkan dekat  sekali) Gusthi kuwi manggone ono ing telenging atimu..cobo rasakno...jak  o rembugan..... ya..Tuhan menurut beliau berada di dalam lubuk hati  yang terdalam yang selalu memberikan pitutur akan kebenaran yang sejati,  nurani yang selalu berontak apabila kita melakukan tindakan kebodohan  bahkan kejahatan...untuk berada dalam limputan kasihnya manusia mesti  kembali ke hati, mbangun kedhuwung tafakur melimbang segala pakarti,  hingga dalam keheningan dan suasana lerem Gusthi akan pangandikan mana  yang baik dan mana yang tidak...dan terus terasah tiap harinya hingga  segala laku menjadikan karakter yang kuat untuk nenjalankan tugas  sebagai ciptaan di dunia yang selalu memayu hayuning bawono..&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;dilain  hari saya bertemu pinisepuh lain, beliau ngendikan "Nakmas Ghusthi kuwi  tan kena kinoyongopo ujud lan arane" anane ono ing alam kaswargan, alam  karahayon... gusthi tansah nglelimputi ing samubarang kang cinipta"  Tuhan adalah yang maha tidak dapat dilukiskan yang bertahta di alam  kesempurnaan, yang melingkupi seluruh ciptaan..untuk menggapainya  dibutuhkan suasana hening angen-angen yang mewakili badan kasar dan  hening fikir yang mewakili sang jiwa hingga sang Budhi berkenan  membungkus kesatuan angen angen lan pikir untuk membimbing ke jalan  karahayon...minimal mampu terbawa di halaman depan alam  kesempurnaan...hanya untuk merasakan kemaha an Tuhan. dan terus diasah  untuk membentuk kemurnian karakter manusia seutuhnya...semakin baik  setiap harinya, dalam segala laku dikeluarga, masyarakat, bangsa dan  semesta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;suatu saat ada juga yang ngendikan le nderek  gusthi kuwi abot sanggane, wani rekasa wani nelangsa, kanggo nucekake  lakuning urip kang wus gelar ginelar tan kena ka petung...(ikut Tuhan  itu berat bawaannya, berani sengsara untuk memurnikan perjalanan sang  suksma yang terus dimurnikan pada tiap tahapan kehidupan...) dengan  berani sengsara, hidup mengekang hawa nafsu diharapkan rasa pasrah pada  tuhan akan membimbing menuju kesempurnaan hidup dan karakter disetiap  aspek kehidupan...&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;suatu saat ada juga yang berkata Tuhan  itu Maha pengasih Lagi penyayang, Tuhan menterbitkan mentari buat orang  baik dan orang jahat tanpa membedakan warnaya..Tuhan menurunkan hujan  pada orang suci dan juga pada para penjahat..Kearifan Tuhan yang  menjadikan semuanya ini ada dimuka bumi sesuai dengan perannya  masing-masing, pencuri ada untuk ditangkap polisi, polisi ada untuk  menangkap pencuri..penjual ada untuk melayani pembeli, dst...dst..  intinya jadilah dirimu sendiri, kenalilah Tuhanmu sendiri dengan peran  yang diberikan kepadamu secara sempurna...karena Tuhan lebih menghargai  karaktrer yang kuat daripada kepura puraan. jikalau engkau menemui tuhan  yang biasa menghukum, membikin sengsara dan kerusakan...itu tuhan Palsu  (imitasi, ato mungkin tuhan KW 1)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dalam cerita ada juga kisah, Ketika ada tamu kepingin ketemu Syech Siti Jenar maka sang tamu mengetok pintu rumah SST dan berkata: Saya mau ketemu SST.&lt;br /&gt;Jawab SST: SST nggak ada, yang ada Auwlloh.&lt;br /&gt;Kata sang tamu: Saya mau ketemu Auwlloh.&lt;br /&gt;Jawab SST: Auwlloh nggak ada, yang &lt;span class="text_exposed_hide"&gt;...&lt;/span&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;ada SST.&lt;br /&gt;Kata sang tamu: Kalau begitu sama mau ketemu dua-duanya Auwlloh dan Syech Siti Jenar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berkata demikian maka SST membukakan pintu dan mempersilahkan sang tamu masuk kedalam rumahnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tuhan itu maha sempurna selalu  memberi jika kita meminta...maka Jadilah Dirimu Sendiri apa adanya  kuatkan karakter sejatimu jadilah seperti adanya kamu, kenali Tuhanmu  tanpa pengaruh tata nilai apapun, baik itu piwulang, agama. atau  pegangan apapun... dan dengarkan Dia maunya apa...&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;sementara  Diluaran sana banyak orang yang menjual Ticket Surga...kalau ikut ini  masuk surga...kalau bertindak gini neraka! kalau menjalankan ini dapat  pahala, kalau menjalankan yang begitu dapat kutukan... seoalah mereka  mampu menjangkau segalanya...he..he..he..&lt;/p&gt;&lt;p&gt; ...cobalah renungkan CERITA ORANG-ORANG BUTA YANG DISURUH MENGENALI  GAJAH..ADA YANG MEMEGANG EKOR..ADA YANG MEMEGANG TELINGA..ADA YANG  MEMEGANG BELALAI..ADA YANG MEMEGANG KAKI...DAN MEREKA PUN  MENDESKRIPSIKAN GAJAH BERDASARKAN PENGALAMAN MEREKA MASING-MASING..DAN  SANG GAJAH YA TETAP GAJAH YANG BENTUKNYA DEMIKIAN ITU...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;suatu saat ketika membalik balik buku kitab asal manusia...Terkesan Tuhan begitu Agung...Maha tak Terjangkau...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi silahkan dipilih Tuhan yang mana? yang imitasi KW atau yang lain...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;ada  juga orang yang memberi pitutur...cari Tuhanmu Dia itu ada...namun yang  ada menurutmu sesungguhnya itu bukan Dia...(pencarian yang tiada  akhir) &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selamat memilih.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-4934839607294328720?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/4934839607294328720/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/yang-mana-tuhan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/4934839607294328720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/4934839607294328720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/yang-mana-tuhan.html' title='Yang mana Tuhan'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-5849850556158148644</id><published>2010-09-19T20:59:00.000-07:00</published><updated>2010-09-19T21:03:05.629-07:00</updated><title type='text'>Beranikah Anda benar-benar telanjang?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs657.snc4/61772_151902951507134_118008318229931_297364_4900508_a.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 180px; height: 121px;" src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs657.snc4/61772_151902951507134_118008318229931_297364_4900508_a.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;p&gt;Sesuatu yang ‘spesial’ bagi kita umumnya tampak menarik,  membangkitkan selera dan rasa kagum. Apa yang spesial bagi Anda? Anda  tahu itu bukan? Kitapun tahu kalau, apa yang spesial bagi kita, belum  tentu spesial juga bagi orang lain. Ini erat kaitannya dengan  pengalaman, ingatan, dan tentunya selera masing-masing. Sesuatu yang  spesial bagi saya boleh jadi harus buatan luar-negri, berharga mahal,  sangat langka dimana hanya beberapa orang saja yang memilikinya di dunia  ini; akan tetapi bagi Anda boleh jadi itu malah tidak spesial  sama-sekali.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘Memahami diri sendiri’ mungkin sesuatu yang tidak spesial, atau bahkan remeh bagi Anda atau banyak orang, karena Anda &lt;em&gt;telah merasa&lt;/em&gt;  memahami diri Anda. Tapi tunggu dulu; benarkah Anda memahami diri Anda?  Benarkah? Atau malah jangan-jangan apa yang Anda sangka sebagai diri  kalian itu hanyalah ‘apa yang dikatakan orang tentang Anda’ dimana itu  kalian rasakan sebagai menyenangkan, sesuai dengan apa yang kalian  harapkan, cita-citakan, sehingga Anda menerimanya dengan senang-hati.  Tidakkah begitu? Periksalah kawan!&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anda adalah sesosok  pribadi yang sangat spesifik, unik, sangat spesial, tiada duanya. Bahkan  kembaran Andapun tidak persis sama dengan Anda. Makanya, bukankah  sesuatu yang amat sangat menarik untuk memahami diri Anda sendiri?  Anehkah kalau saya malah merasa heran kalau Anda tidak melihat  bahwasanya memahami diri sendiri adalah sesuatu yang amat sangat  spesial?&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Agaknya sudah berkali-kali disampaikan sebelumnya kalau, guna memahami diri sendiri kita mesti &lt;em&gt;menyelam jauh ke dalam si diri&lt;/em&gt;,  ke dalam —apa yang selama ini kita sangka sebagai— diri kita ini. Dan  itu, juga bisa berarti ‘penelanjangan-diri’ sepenuhnya. Kita telanjang  kalau hendak mandi, hendak membersihkan tubuh ini dari semua  kekotoran-kekotorannya. Demikian  juga halnya bila kita hendak  ‘membersihkan-diri’, ‘memurnikan-diri’ kita. Kita mesti melucutinya dari  semua atribut, semua polesan, semua embel-embel yang dikenakannya  selama ini —baik yang menyenangkan pun tak menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Beranikah Anda  benar-benar telanjang?&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-5849850556158148644?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/5849850556158148644/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/beranikah-anda-benar-benar-telanjang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/5849850556158148644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/5849850556158148644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/beranikah-anda-benar-benar-telanjang.html' title='Beranikah Anda benar-benar telanjang?'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-1873268102734637769</id><published>2010-09-19T13:48:00.000-07:00</published><updated>2010-09-19T14:00:18.184-07:00</updated><title type='text'>Andaikan Anda Jadi Yang Maha Kuasa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda pernah ingin merasakan nikmatnya tatkala segala keinginan bisa terpenuhi begitu saja secara ajaib karena Anda menjadi maha kuasa?  Saya pernah, waktu kecil.  Kini saya bayangkan kembali seandainya Tuhan memberi berkah keajaiban itu hari ini pada saya. Maka hal prtama yg saya inginkan adalh punya uang bertrilyun2, biar prnah kaya.  Lalu tnpa disangka, begitu selesai berpikir, tiba2 kamar saya seluas 3x3 meter persegi dipenuhi uang trilyunan, tak terhitung lagi.  Wah, utk apa ya uang itu? Akhirnya saya putuskan utk prtama akan beli Mercy. Eeeh, tahu2 sdh ada Mercy di garasi.  Wah, asyik juga. Saya ingin pergi ke Denpasar dgn Mercy itu. Astaga, tahu2 saya sdh di Dnpasar tnpa perlu naik Mercy. Wah, rugi deh pnya Mercy. Di Denpasar saya bingung mau ngapain, krn tidak siap tiba2 sdh ada disana.  Akhirnya saya putuskan masuk ke KFC utk beli paket ayam goreng, krn kebetulan lagi lapar.  Astaga, lagi2 terjadi keajaiban.  Perut saya tiba2 sdg kenyang dan saya merasa lambung saya sdh terisi paket ayam goreng itu.  Lidah saya masih merasakan pedas sambalnya. Tdk perlu ngantre beli KFC, tdk prlu mengunyah, sdh kenyang.  Tak ada kerjaan, saya lanjut ke toko buku utk melihat2 buku yg ingn saya baca dan ketahui isinya.  Tapi masalahnya, tepat ketika menyukai sebuah buku, ternyata isi buku itu tiba2 saja sdh saya ketahui.  Setiap mlhat judul buku, sy sdh tahu sgala isinya tnpa perlu membacanya lagi. Wah, percuma juga kalau mesti dibeli, toh isinya sdh saya ketahui semua tnp perlu mmbaca, tinggal dipikirkan saja.  Akhirnya saya putuskan utk pulang saja krn tdk ada hal lagi yg prlu dilakukan di Dnpasar.  Dan tntu saja tiba2 sdh ada di rumah.  Karena capek, sy rebahan utk mencoba tidur agar saat bangun tubuh dan pikiran menjadi segar kembali. Eeeh, lagi2 trjadi masalah, tnpa perlu tidur, tubuh dan pikiran saya sudah menjadi segar begitu saja.  Saya mulai panik dgn segala kemudahan ini.  Saya ingin menghibur diri dgn pergi ke Cinema 21.  Tentu saja, sprti biasa saya tahu2 sdh disana, bhkan sdh duduk di dalam gedung.  Krn tdk tahu film apa yg akan diputar, saya tanya ke penonton lain yg tentu saja heran melihat saya ada disana tp tdk tahu mau nonton apa.  Anehnya, ktk diberitahu judul filmnya, saya tiba2 sdh tahu segala hal ttg film itu, lengkap dgn proses pembuatannya.  Pokoknya saya tahu segala hal, begitu saya memikirkannya, krn saya jd maha kuasa.  Saya putuskan untuk pulang sj krn sia2 menonton film yg ceritanya sdh sy ketahui sprti sdh ribuan kali menontonnya.  Sampai di rmh dlm tempo singkat, saya bingung mau ngapain.  Begitu saya punya keinginan, hal itu sdh terjadi. Saya malah takut punya keinginan, krn begitu selesai aja dipikirkan, itu sdh terkabulkan.  Saking jengkelnya, sy putuskan utk ke pantai aja menenangkan diri, eeeh, tiba2 pikiran saya sdh tenang lagi. Waduh, mau ngapain lagi. Makin jengkel jadinya, saya pergi ke kamar adik untuk curhat. Teryata dia kbetulan masih ngorok dikamarnya sedari tadi. Saya mencoba membangunkannya tp tidurnya terlalu lelap.  "Dik, ayo bangun, kakak mau curhat ni, jangan tidur aja.  Ngorok lagi, kayak babi aja!" Ups, tiba2 adik saya berubah menjadi babi. Saya makin dibuat gelisah. Sambil merenung memikirkan apa yg harus dilakukan dgn kekuatan itu, tiba2 seekor cecak jatuh tepat di muka saya, dan saya berteriak keras2 " Mati aku!". (Anda tahu apa yg tejadi pada saya akhirnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*[Pesan cerita; meraih segala keinginan dgn sangat mudah karena kita maha kuasa, ternyata tdk terlalu menyenangkan juga.  Kita mgkin bahkan mjdi takut memiliki keinginan.  Sebab, salah sedikit memikirkan keinginan, itu pun trjadi. Menjadi manusia biasa sprti sekarang ternyata menyenangkan juga. Mgkin itulah membuat kehidupan ini menjadi nikmat, karena selalu ada proses yg harus dilewati untuk meraih keinginan itu.  Ada usaha yng mesti dilewati dgn berbagai tantangan dan suka dukanya untuk meraih apa yg diinginkan, sehingga terasa ada kepuasan dan kebahagiaan saat harapan itu teraih dgn sukses.  Jika Anda mengalami sprti yg saya bayangkan itu, apakah Anda masih ingin menjadi Maha Kuasa dngan segala keinginan Anda terpenuhi begitu saja, saudaraku?]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itulah indahnya hidup ini dgn segala suka dukanya ya ...   Sprti  melintasi sebuah perjalanan yg dipenuhi berbagai warna2 pemandangan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-1873268102734637769?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/1873268102734637769/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/andaikan-anda-jadi-yang-maha-kuasa.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/1873268102734637769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/1873268102734637769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/andaikan-anda-jadi-yang-maha-kuasa.html' title='Andaikan Anda Jadi Yang Maha Kuasa'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-632321227414484643</id><published>2010-09-19T07:05:00.001-07:00</published><updated>2010-09-19T07:06:11.413-07:00</updated><title type='text'>KITA DAN TUHAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_JnOKDBYe0AE/Scm50wjOynI/AAAAAAAAAEE/eHouMJkPbXo/s200/hand.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 193px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_JnOKDBYe0AE/Scm50wjOynI/AAAAAAAAAEE/eHouMJkPbXo/s200/hand.JPG" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Salah satu fakta yang luar biasa menggetarkan, adalah bahwa Tuhan telah  menempatkan kita sebagai khalifah-Nya, dengan kuasa dan kebebasan untuk  memilih.  Melalui pilihan kita, terciptalah segenap peristiwa dan benda.   Ketika kita memilih untuk memadukan air dan tanah liat, terciptalah  gerabah.  Ketika kita memilih untuk menebar kasih sayang dan toleransi,  terciptalah perdamaian dunia.  Ketika kita memilih untuk mendisplinkan  mental dan melakukan hanya tindakan yang terbaik, maka kita tengah  mencipta masa depan yang gemilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap detik, terjadi proses  penciptaan.  Kita selalu menjadi bagian dari proses penciptaan itu.   Kita menjadi satu pihak, dan Tuhan menjadi pihak lainnya.  Ya, Dia telah  melimpahkan keistimewaan kepada kita untuk menjadi mitra-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya,  banyak di antara kita yang keliru dalam menempatkan posisi.  Sebagian  menempatkan dirinya sebagai pencipta tunggal dalam setiap kelahiran  setiap karya dan perwujudan satu keadaan.  Sementara lainnya memandang  dirinya sama sekali tak punya tempat dalam proses penciptaan itu; sama  dengan seonggok batu yang tak punya kuasa untuk memilih masa depan dan  menciptakan keadaan dirinya sendiri. &lt;br /&gt;Keyakinan yang pertama,  menempatkan seseorang dalam kesombongan.  Dia merasa Tuhan telah selesai  bertugas; sekarang alam semesta adalah panggung bagi dirinya semata.   Akhir kehidupan dari sosok seperti ini, adalah kenestapaan sebagaimana  sosok Firaun.  Sementara keyakinan yang kedua, menempatkan seseorang  dalam keadaan tanpa daya.  Orang semacam itu sama dengan telah membunuh  dirinya sendiri; menjadikan dirinya sendiri sebagai benda mati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya  percaya Anda tak akan memilih dua posisi itu, melainkan posisi sebagai  mitra Tuhan dalam penciptaan.  Dalam posisi ini, kita menciptakan  sebagian, Tuhan menyelesaikan sisanya.  Dalam mencipta sebuah gerabah  misalnya, kita berperan mencampurkan air dengan tanah liat dan  membentuknya.  Sementara kuasa Tuhanlah yang membuat tanah liat bisa  dilunakkan oleh air, kemudian adonan tanah liat dan air itu bisa  dimatangkan oleh api dan dikeringkan sinar matahari.  Begitulah, ketika  kita bekerja, Tuhanpun bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh indah, jika kesadaran  bahwa kita terus bekerjasama dengan Tuhan menciptakan setiap hal,  termasuk mewujudkan impian masa depan, tumbuh dan mengakar di dalam diri  kita.  Itulah yang akan menjadikan diri kita sebagai pribadi fenomenal,  dengan karya dan persembahan istimewa di muka bumi.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-632321227414484643?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/632321227414484643/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/kita-dan-tuhan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/632321227414484643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/632321227414484643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/kita-dan-tuhan.html' title='KITA DAN TUHAN'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JnOKDBYe0AE/Scm50wjOynI/AAAAAAAAAEE/eHouMJkPbXo/s72-c/hand.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-5680528921339184789</id><published>2010-09-19T07:01:00.000-07:00</published><updated>2010-09-19T07:05:14.108-07:00</updated><title type='text'>TENTANG TUJUAN BERAGAMA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TJYYZ2JXKcI/AAAAAAAAAFY/qNXZyJTDhoo/s1600/agama-di-dunia.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 250px; height: 242px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TJYYZ2JXKcI/AAAAAAAAAFY/qNXZyJTDhoo/s320/agama-di-dunia.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5518625225699699138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita renungkan, agama tampaknya merupakan fenomena paling  membingungkan dalam kehidupan umat manusia.   Dengan spirit agama, umat  manusia bisa melambung ke puncak kemanusiaannya dengan mengkekspresikan  segenap kemuliaan, cinta kasih, pengorbanan, dan berbagai sikap lain  yang sangat mengesankan.  Namun, pada saat yang sama, agama acapkali  menjadi sumber keributan paling spektakuler di muka bumi: atas nama  agama orang bisa berperang bahkan saling menghancurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa  bisa demikian?  Kita bisa menjawabnya dengan merenungkan makna agama  bagi kehidupan kita sendiri.  Jika kita menjadikan agama sebagai  identitas kelompok, atau sebagai dasar afiliasi politik, atau sebagai  topeng kekuasaan, maka perilaku kita akan cenderung agresif, ofensif.   Kita menjadikan agama sebagai wasilah untuk memenuhi hasrat-hasrat jiwa  rendah atau hawa nafsu kita.  Maka, banyak orang kemudian justru menjadi  tak nyaman oleh agama kita.  Alih-alih menjadi rahmat bagi semesta  alam, kita sebagai manusia beragama justru menjadi laknat bagi semesta  alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ketika kita menjadikan agama sebagai sumber  inspirasi untuk selalu berpegang teguh terhadap hati nurani ataupun  rahsa sejati (sebuah istilah Kejawen yang menyimbolkan Kuasa Ilahi di  dalam diri kita), maka sikap kita akan menjadi reflektif.  Hati menjadi  lembut, karena agama kita tempatkan ibarat setetes embun yang membasahi  jiwa.  Agama yang demikian, menjadi cahaya yang menerangi jiwa, sehingga  pikiran, sikap, hati kita, menjadi lapang.  Maka, orang-orang di  sekeliling kitapun menjadi nyaman...kita bertransformasi menjadi rahmat  bagi semesta alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya...menengok ajaran-ajaran dasar  agama..semestinya agama memang menjadi pemandu kita menaiki ketinggian  ruhani..menyelami hakikat kebenaran yang bersembunyi di kedalaman  samudera hati kita...dan mengantarkan kita untuk merapat dengan Sangkan  Paraning Dumadi..yaitu Hyang Tunggal, Gusti Allah Ingkang Murbeng  Dumadi.  Ingatlah kembali sabda Nabi Muhammad..Inna buitstu liutammimu  makarimal akhlak..Tidaklah aku diutus kecuali untuk menyempurnakan  akhlak!  Ketinggian akhlak manusia terwujud ketika manusia mencapai  taraf takholuk bi akhlaqilah..Berakhlak dengan akhlak Tuhan.  Agama  adalah medium agar kita perlahan-lahan bisa menyerap sifat-sifat Ilahi,  sehingga kita menjadi Insan Mulia..yang pikirannya, perasaannya,  sikapnya, hasratnya, dan tindakannya, mencerminkan Dia Yang Maha  Sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konsep pengajaran Tauhid Syeikh Siti Jenar,  dinyatakan bahwa sesungguhnya Sifat 20 bagi Allah, juga merupakan sifat  bagi kaum mukmin sejati.  Mempelajari Tauhid artinya mengupayakan agar  kita sadar akan Keberadaan Dzat Yang Tunggal dengan 20 sifatnya itu,  mulai wujud, qidam, baqo, dan seterusnya..lalu menyerap sifat-sifat itu  ke dalam diri kita.  Sehingga kita menjadi sosok yang wujud..karena  memang di dalam diri kita Ruh Ilahi yang abadilah bertahta setelah hawa  nafsu tertaklukkan....Keberadaan kita menjadi sejati, tak lagi  palsu...karena kita bisa keluar dari kungkungan raga yang sesungguhnya  tak lebih dari bayang-bayang...Kita menjadi baqa..karena esensi diri  kita yang abadi itulah yang menjadi gambaran diri sejati....Kita pun  menjadi mandiri..karena sudah bisa memberdayakan qudrat dan iradat-Nya  yang dititipkan ke dalam diri kita...dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segenap  aturan dalam agama, yang kita sebut dengan syariat, sebetulnya adalah  jalan agar Cahaya Tuhan memasuki diri kita sehingga kitapun sanggup  berakhlak dengan akhlak-Nya, menjadi cermin kemuliaan-Nya.  Segenap  ritual, shalat, puasa, zakat, dan lainnya, tak lebih dari sekadar  sebagai latihan agar sifat-sifat mulia melekat kepada diri kita.  Ukuran  kemuliaan diri pribadi kita, kita sadari justru terletak pada bagaimana  kualitas keseharian kita menyangkut hubungan kita dengan Tuhan, sesama  manusia, dan alam semesta.  Jika kita selalu dalam keadaan eling lan  waspada (senantiasa berdzikir kepada-Nya, dan selalu waspada kepada  segenap keburukan hawa nafsu), lalu kitapun konsisten menebar welas asih  kepada sesama, itu artinya kita adalah makhluk yang mulia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita,  dengan demikian, tak lagi memperebutkan kebenaran agama, apalagi  berperang atas nama agama.  Karena yang penting adalah apakah agama  sudah menerangi hati kita..dan itu tak ada hubungannya dengan orang  lain.  Semuanya, sebetulnya tak lebih merupakan soal "peperangan" di  dalam diri kita sendiri...apakah kita tunduk kepada hawa nafsu atau  nurani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun mungkin suatu saat kita "berperang" dalam segala  bentuknya di muka bumi..maka itu semata-mata untuk menegakkan keadilan,  dan membela mereka yang tertindas..siapapun mereka...apapun agama  mereka..apapun kebangsaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat merenungkan makna agama lebih dalam dan dalam lagi..&lt;br /&gt;semoga pula pencerahan terlimpah kepada kita semua...................&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-5680528921339184789?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/5680528921339184789/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/tentang-tujuan-beragama.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/5680528921339184789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/5680528921339184789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/tentang-tujuan-beragama.html' title='TENTANG TUJUAN BERAGAMA'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TJYYZ2JXKcI/AAAAAAAAAFY/qNXZyJTDhoo/s72-c/agama-di-dunia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-3425504674519815636</id><published>2010-09-19T05:58:00.000-07:00</published><updated>2010-09-19T06:02:27.628-07:00</updated><title type='text'>‘Ingin Menjadi’ hanya melahirkan berbagai Konflik.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs333.ash2/61301_151752621522167_118008318229931_296124_5518899_a.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 180px; height: 180px;" src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs333.ash2/61301_151752621522167_118008318229931_296124_5518899_a.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Anda akan menerima semua yang Anda butuhkan &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;tatkala Anda berhenti menginginkan yang tak Anda butuhkan. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘Ingin menjadi’ —seperti juga semua keinginan— hanya menciptakan konflik, sementara, pada saat yang sama, juga &lt;em&gt;menjauhkan Anda pada diri Anda sendiri&lt;/em&gt;.  Pada dasarnya, semua keinginan adalah awal dari konflik internal.  Manakala sebentuk keinginan terlintas di benak Anda, maka gejolakpun  segera dimulai. Perasaan Anda mulai menggelora, pikiran Anda mulai  bergejolak, ‘telaga batin’ Anda tidak tenang lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Percikan  keinginan juga bisa diibaratkan percikan api. Ia siap membakar apapun  bila disirami bensin. Anda tidak bisa memadamkan api dengan menyiramnya  dengan bensin. Bensin justru mesti dijauhkan dari percikan api, bilamana  Anda tak hendak menerima resiko kebakaran bukan? Oleh karenanya,  bilamana kita benar-benar mendambakan ketentraman dan kedamaian hati,  maka kita haruslah siap untuk melepas berbagai keinginan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejauh &lt;em&gt;Anda tidak akan pernah bisa menjadi seseorang atau sesuatu ‘yang bukan Anda’,&lt;/em&gt;  maka sangatlah tidak arif kalau masih terus-menerus ‘ingin menjadi’ ini  dan itu, sementara terus-terusan mengeluh didera berbagai konflik yang  berkepanjangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-3425504674519815636?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/3425504674519815636/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/ingin-menjadi-hanya-melahirkan-berbagai.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/3425504674519815636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/3425504674519815636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/ingin-menjadi-hanya-melahirkan-berbagai.html' title='‘Ingin Menjadi’ hanya melahirkan berbagai Konflik.'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-7457815460601446035</id><published>2010-09-19T01:15:00.000-07:00</published><updated>2010-09-19T01:21:56.827-07:00</updated><title type='text'>..makrifat..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRBygxqRhBiLqXXxNUo0a74CkyBb64VcWcn0en2-O5rsVEWFro&amp;amp;t=1&amp;amp;usg=__IpdkE2axHKyVPosyFKpGS6tOAgo="&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 272px; height: 185px;" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRBygxqRhBiLqXXxNUo0a74CkyBb64VcWcn0en2-O5rsVEWFro&amp;amp;t=1&amp;amp;usg=__IpdkE2axHKyVPosyFKpGS6tOAgo=" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Makrifatullah sebagai pengenalan tertinggi kawulo/ hamba pada   gusti telah dialami oleh para wali penyebar agama Islam di Nusantara.   Mereka adalah suri tauladan pencapaian pendakian spiritual bagi kita,   pencari jalan Ilahi. &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Apa dan bagaimana makrifat  dari para wali  dan bagaimana wujud Tuhan yang sebenarnya?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Makrifat   adalah sebuah situasi mental dan kondisi kejiwaan yang  dialami oleh   siapapun yang menginginkan adanya perjumpaan dengan Tuhan Semesta Alam. &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Salah   satu momen makrifat yang paling fenomenal dalam sejarah para nabi   adalah apa yang dialami Nabi Musa As saat ekstase/ fana/jatuh tersungkur   di bukit Sinai saat “menatap” wajah-Nya setelah gunung yang ada di   depannya hancur karena tidak sanggup ditempati pancaran   cahaya-NyaMakrifat bisa diraih dengan perjuangan dan laku yang berat.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Dalam   khasanah tasawuf, kita akan diajari bagaimana laku yang berat tersebut   harus dijalankan untuk menyingkirkan dan menerobos hijab menuju  langit. &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hijab adalah tirai selubung penutup  batin kita sehingga kita tidak mampu menggapai wujud-Nya. &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hijab  di dalam perbendaharaan kaum sufi bisa dikategorikan menjadi sepuluh  besar. &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hijab ini berasal dari empat unsur, yaitu  unsur jiwa, dunia, hawa nafsu, dan setan:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hijab  ta’thil, yaitu meniadakan asma’ dan sifat Allah. &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;H&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;ijab  berupa kemusyrikan, yaitu manembah kepada selain Allah.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hijab  bid’ah qauliyah yang tidak ada pijakannya dalam agama.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hijab  bid’ah ‘amaliah atau perbuatan yang menyimpang dari kebenaran iman dan  ikhsan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hijab batiniyah: takabur, ujub, riya,  hasad, bangga diri, sombong dan iri dengki dan lain-lain.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hijab  lahiriyah: Perbuatan Ibadah yang tidak diniatkan untuk berjumpa  dengan-Nya.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hijab dosa kecil. Melakukan perbuatan  dosa-dosa kecil namun banyak.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hijab mubah.  Melakukan perbuatan mubah namun tidak dianggap sebagai sebuah dosa.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hijab  lalai dari misi penciptaan dan iradat Allah.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hijab  penempuh jalan spiritual yang bersusah-payah, tetapi namun tidak sampai  tujuan. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;“Sekali-kali  tidak, sesungguhnya mereka pada  hari itu benar-bena terhijab dari  (melihat) Rabb mereka. Kemudian,  sesungguhnya mereka benar-benar masuk  neraka”(Al-Muthaffifin: 15-16)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Setelah   semua hijab terbuka dan seseorang pejalan spiritual sudah sampai ke   langit ketujuh di dalam diri sejatinya, maka seseorang akan kebingungan   dan berada di alam “suwung”/ ora ono opo-opo. Semua pendamping kini   telah meninggalkannya termasuk diri, malaikat dan para rasul. Dia   kemudian dibimbing oleh Tuhan sendiri untuk berjumpa dengan    Dzat-Nya.Apa yang terjadi sesudah kita bermakrifatullah? Tidak ada kata   yang mampu menjelaskan situasi dan kondisi fana tersebut. Namun, kita   bisa mendapatkan penjelasan dari para wali saat mengalami fana  tersebut.  Bagaimana wujud Allah SWT?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;"Sunan  Kalijaga: “Allah itu adalah seumpama memainkan wayang.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;”Syekh  Majagung: “Allah itu bukan disana atau disitu, tetapi ini.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;”Syekh  Maghribi: “Allah itu meliputi segala sesuatu.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;”Syekh  Bentong: “Allah itu itu bukan disana sini, ya inilah.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;”Sunan   Bonang: , “Allah itu tidak berwarna, tidak berupa, tidak berarah,  tidak  bertempat, tidak berbahasa, tidak bersuara, wajib adanya,  mustahil  tidak adanya.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;”Sunan Kudus:  “Jangan suka terlanjur bahasa menurut pendapat hamba adapun Allah itu  tidak bersekutu dengan sesama.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;”Sunan  Giri: “Allah itu adalah jauhnya tanpa batas, dekatnya tanpa rabaan.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;”Syekh   Siti Jenar: “Allah itu adalah keadaanku. Sesungguhnya aku inilah haq   Allah pun tiada wujud dua, nanti Allah sekarang Allah, tetap dzahir   batin Allah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;”Sunan Gunung Jati:  “Allah  itu adalah yang berwujud haq”&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Dimana  kekuatan manusia berhenti, disitulah pertolongan Allah mulai berperan. &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Dialah   yang mengajari kita,yang menguatkan kita, yang menjadi segalanya bagi   kita, dan Dia sendirilah yang menuntun kita kepada Nya. Manusia yang   percaya pada Sang Pencipta akan menghargai manusia dan semua ciptaan   Nya.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Penjabaran yang diungkapkan Syekh   Siti Jenar ini gamblang dan terbuka , efek dari manunggalnya kawula dan   gusti , dan pencapaiannya , sehingga ungkapan aku ini haq allah, lahir   batin allah secara harafiah meski kita belum merasakan kemanunggalan   dengan gusti kita tetap manunggal , semua mahkluk sudah manunggal sadar   atau tidak , memang terlihat banyak tapi satu kesatuan, dalam  pencapaian  batin dimana saat mencapai kekosongan, disana tiada apapun,  tapi ada  “aku” dan “hampa”, aku sejati ini bisa dikatakan yang  “nanggep”  sedangkan sifat dan perbuatan adalah ibarat “dalang” dan  “wayang” kodrat  iradatnya tetap dari satu sumber “yang nanggepin”  apapun itu sehingga  bagaimanapun secara sadar atau tidak ikhlas atau  tidak, dalam pengakuan  aku ( dlm tingkatan ego pribadi, identitas  membumi ) ” ya aku ini allah  ta ala kodrat iradat lahir batin, sampai  kapanpun kemaren atau besok ya  aku ini allah yang haq , itulah insan  kamil berdiri secara mandiri  menopang dirinya sendiri.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;      &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;“Allah itu adalah Aku tapi aku bukan lah  Allah”&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-7457815460601446035?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/7457815460601446035/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/makrifat.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/7457815460601446035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/7457815460601446035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/makrifat.html' title='..makrifat..'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-7973532580245268469</id><published>2010-09-19T01:06:00.000-07:00</published><updated>2010-09-19T01:09:53.917-07:00</updated><title type='text'>sejatining Ketuhanan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRbTSEZPrguMT8NlBNQzMtc292ZptbOUky-x71QvMcQApk1ous&amp;amp;t=1&amp;amp;usg=__sy8Zi4gnJI4Z8MQrQaqsJGDntB4="&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 192px; height: 192px;" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRbTSEZPrguMT8NlBNQzMtc292ZptbOUky-x71QvMcQApk1ous&amp;amp;t=1&amp;amp;usg=__sy8Zi4gnJI4Z8MQrQaqsJGDntB4=" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;p&gt;Ketuhanan:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1. Pangeran iku siji, ana ing ngendi papan langgeng,   sing nganakake jagad iki saisine, dadi sesembahane wong sak alam  kabeh,  nganggo         carane dhewe-dhewe. (Tuhan itu tunggal, ada di   mana-mana, yang menciptakan jagad raya seisinya, disembah seluruh   manusia sejagad dengan caranya masing-masing)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;2. Pangeran iku ana   ing ngendi papan, aneng siro uga ana pangeran, nanging aja siro wani   ngaku pangeran. (Tuhan ada di mana saja, di       dalam dirimu juga ada,   namun kamu jangan berani mengaku sebagai Tuhan)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;3. Pangeran iku   adoh tanpa wangenan, cedhak tanpa senggolan. (Tuhan itu berada jauh   namun tidak ada jarak, dekat tidak bersentuhan)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;4. Pangeran iku   langgeng, tan kena kinaya ngapa, sangkan paraning dumadi. (Tuhan itu   abadi dan tak bisa diperumpamakan, menjadi asal       dan tujuan    kehidupan)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;5. Pangeran iku bisa mawujud, nanging wewujudan iku  dudu Pangeran. (Tuhan itu bisa mewujud namun perwujudannya bukan Tuhan)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;6.   Pangeran iku kuwasa tanpa piranti, akarya alam saisine, kang katon lan   kang ora kasat mata. (Tuhan berkuasa tanpa alat dan                       pembantu, mencipta alam dan seluruh isinya, yang tampak dan tidak   tampak)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;7. Pangeran iku ora mbedak-mbedakake kawulane. (Tuhan itu  tidak membeda-bedakan (pilih kasih) kepada seluruh umat manusia)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;8.   Pangeran iku maha welas lan maha asih, hayuning bawana marga saka   kanugrahaning Pangeran. (Tuhan Maha Belas-Kasih, bumi                   terpelihara berkat anugrah Tuhan)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;9. Pangeran iku maha kuwasa,   pepesthen saka karsaning Pangeran ora ana sing bisa murungake. (Tuhan   itu Mahakuasa, takdir ditentukan     atas kehendak Tuhan, tiada yang   bisa membatalkan kehendak Tuhan)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;10. Urip iku saka Pangeran, bali  marang Pangeran. (Kehidupan  berasal dari Tuhan dan akan kembali kepada  Tuhan)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;11.  Pangeran iku ora sare.  (Tuhan tidak pernah tidur)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;12.   Beda-beda pandumaning dumadi.  (Tuhan membagi anugrah yang  berbeda-beda)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;13.  Pasrah marang Pangeran iku ora ateges ora gelem  nyambut gawe, nanging  percaya yen Pangeran iku maha Kuwasa. Dene kasil  orane         apa kang  kita tuju kuwi saka karsaning Pangeran. (Pasrah  kepada Tuhan bukan  berarti enggan bekerja, namun percaya bahwa Tuhan          Menentukan)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;14.   Pangeran nitahake sira iku lantaran  biyung ira, mulo kudu ngurmat  biyung ira. (Tuhan mencipta manusia  dengan media ibumu, oleh               sebab itu hormatilah ibumu)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;15.  Sing bisa dadi utusaning Pangeran iku ora mung jalma manungsa wae.  (Yang bisa menjadi utusan Tuhan bukan hanya manusia saja)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;16.   Purwa madya wasana. (zaman awal/ sunyaruri, zaman tengah/ mercapada,  zaman akhir/ keabadian)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;17.  Owah gingsiring kahanan iku saka  karsaning Pangeran kang murbeng jagad.  (Berubahnya keadaan itu atas  kehendak Tuhan yang               mencipta  alam)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;18. Ora ana  kasekten sing madhani pepesthen awit pepesthen  iku wis ora ana sing  bisa murungake. (Tak ada kesaktian yang menyamai              takdir  Tuhan, sebab takdir itu tidak ada yang bisa membatalkan)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;19.   Bener kang asale saka Pangeran iku lamun ora darbe sipat angkara murka   lan seneng gawe sangsaraning liyan. (Bener yang menurut           Tuhan   itu bila tidak memiliki sifat angkara murka dan gemar membuat   kesengsaraan orang lain)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;20. Ing donya iki ana rong warna sing   diarani bener, yakuwi bener mungguhing Pangeran lan bener saka kang lagi   kuwasa. (Kebenaran di         dunia ada dua macam, yakni benar menurut   Tuhan dan benar menurut penguasa)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;21. Bener saka kang lagi  kuwasa  iku uga ana rong warna, yakuwi kang cocok karo benering Pangeran  lan  kang ora cocok karo benering             Pangeran. (Benar menurut   penguasa juga memiliki dua macam jenis yakni cocok dengan kebenaran   menurut Tuhan dan tidak cocok               dengan kebenaran Tuhan)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;22.   Yen cocok karo benering Pangeran iku ateges bathara ngejawantah,   nanging yen ora cocok karo benering Pangeran iku ateges                      titisaning brahala. (Kebenaran yang sesuai dengan kebenaran menurut   Tuhan, itu berarti tuhan yang mewujud, namun bila tidak                    sesuai dengan kebenaran menurut Tuhan, berarti penjelmaan angkara)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;23.    Pangeran iku dudu dewa utawa manungsa, nanging sakabehing kang ana  iki  uga dewa lan manungsa asale saka Pangeran. (Tuhan itu           bukan  dewa atau manusia, namun segala yang ada (dewa dan manusia)  adanya  berasal dari Tuhan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;24.  Ala lan becik iku gandengane,  kabeh kuwi  saka karsaning Pangeran. (Keburukan dan kebaikan merupakan  satu  kesatuan, semua itu              sudah menjadi rumus/kehendak  Tuhan)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;25.   Manungsa iku saka dating Pangeran mula uga darbe  sipating Pangeran.  (Manusia berasal dari zat Tuhan, maka manusia  memiliki sifat-           sifat Tuhan)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;26.  Pangeran iku ora ana  sing Padha, mula aja  nggambar-nggambarake wujuding Pangeran. (Tidak ada  yang menyerupai  Tuhan,  maka             janganlah melukiskan dan  menggambarkan wujud  tuhan)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;27.  Pangeran iku kuwasa tanpa  piranti, mula saka kuwi aja  darbe pangira yen manungsa iku bisa dadi  wakiling Pangeran. (Tuhan  berkuasa        tanpa perlu pembantu, maka  jangan menganggap manusia  menjadi wakil Tuhan di bumi)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;28.   Pangeran iku kuwasa, dene manungsa iku bisa. (Tuhan itu Mahakuasa,  sementara itu manusia hanyalah bisa)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;29.   Pangeran iku bisa  ngowahi kahanan apa wae tan kena kinaya ngapa.  (Tuhan mampu merubah  keadaan apa saja tanpa bisa                            dibayangkan/perumpamakan)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;30.  Pangeran bisa ngrusak kahanan   kang wis ora diperlokake, lan bisa gawe kahanan anyar kang diperlokake.   (Tuhan mampu merusak              keadaan yang tidak diperlukan lagi,   dan bisa membuat keadaan baru yang diperlukan)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;31. Watu kayu iku  darbe dating Pangeran, nanging dudu Pangeran. (Batu dan kayu adalah  milik zat Tuhan, namun bukanlah Tuhan)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;32.   Manungsa iku bisa  kadunungan dating Pangeran, nanging aja darbe  pangira yen manungsa mau  bisa diarani Pangeran. (Di dalam                   manusia dapat  bersemayam zat tuhan, akan tetapi jangan merasa bila  manusia boleh  disebut Tuhan)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;33.  Titah alus lan titah kasat mata  iku kabeh  saka Pangeran, mula aja nyembah titah alus nanging aja ngina  titah  alus. (Makhluk halus dan          makhluk kasar/wadag semuanya  berasal  dari tuhan, maka dari itu jangan menyembah makhluk halus, namun  juga  jangan menghina              makhluk halus)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;34.  Samubarang  kang  katon iki kalebu titah kang kasat mata, dene liyane kalebu titah  alus.  (Semua yang tampak oleh mata termasuk                  makhluk  kasat  mata, sedangkan lainnya termasuk makhluk halus)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;35.  Pangeran iku  menangake manungsa senajan kaya ngapa. (Tuhan memenangkan manusia  walaupun seperti apa manusia itu)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;36.   Pangeran maringi kawruh  marang manungsa bab anane titah alus mau.  (Tuhan memberikan pengetahuan  kepada manusia tentang               eksistensi makhluk halus)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;37.   Titah alus iku ora bisa dadi  manungsa lamun manungsa dhewe ora darbe  penyuwun marang Pangeran supaya  titah alus mau                          ngejawantah. (Makhluk halus tidak  bisa menjadi manusia bila manusia  tidak punya permohonan kepada Tuhan  agar makhluk halus                  menampakkan diri)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;38.  Sing  sapa wani ngowahi kahanan kang lagi  ana, iku dudu sadhengah wong,  nanging minangka utusaning Pangeran.  (Siapa yang berani        merubah  keadaan yang terjadi, bukanlah  sembarang orang, namun sebagai “utusan”  tuhan)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;39.  Sing sapa  gelem nglakoni kabecikan lan ugo gelem  lelaku, ing tembe bakal tampa  kanugrahaning Pangeran. (Siapa saja yang  bersedia          melaksanakan  kebaikan dan juga mau “lelaku” prihatin,  kelak akan memperoleh anugrah  tuhan)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;40.  Sing sapa durung ngerti  lamun piyandel iku kanggo  pathokaning urip, iku sejatine durung ngerti  lamun ana ing donyo iki  ono sing                    ngatur. (siapa yang  belum paham, lalu  menganggap sipat kandel itu sebagai rambu-rambu hidup,  yang demikian  itu sesungguhnya                belum memahami bila di  dunia ini ada  yang mengatur)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;41.  Sakabehing ngelmu iku asale saka Pangeran kang  Mahakuwasa. (Semua ilmu berasal dari Tuhan yang Mahakuasa)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;42.    Sing sapa mikani anane Pangeran, kalebu urip kang sempurna. (Siapa   yang mengetahui adanya Tuhan, termasuk hidup dalam                        kesempurnaan).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;﻿&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-7973532580245268469?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/7973532580245268469/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/sejatining-ketuhanan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/7973532580245268469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/7973532580245268469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/sejatining-ketuhanan.html' title='sejatining Ketuhanan'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-2452855860571489676</id><published>2010-09-19T01:03:00.000-07:00</published><updated>2010-09-19T01:05:32.832-07:00</updated><title type='text'>..filsafat kemanusiaan..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs614.snc4/59432_423668212030_130221827030_5421293_2145396_n.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 114px; height: 130px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs614.snc4/59432_423668212030_130221827030_5421293_2145396_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Filsafat Kemanusiaan:&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1. &lt;em&gt;Rame  ing gawe sepi ing pamrih, memayu hayuning bawana.&lt;/em&gt; (Giat  bekerja/membantu dengan tanpa pamrih, memelihara alam semesta  /mengendalikan nafsu)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;2. &lt;em&gt;Manungsa sadrema nglakoni, kadya  wayang umpamane.&lt;/em&gt; (Manusia sekedar menjalani apa adanya, seumpama  wayang)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;3. &lt;em&gt;Ati suci marganing rahayu&lt;/em&gt;. (Hati yang suci  menjadi jalan menuju keselamatan jiwa dan raga)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;4. &lt;em&gt;Ngelmu kang  nyata, karya reseping ati&lt;/em&gt;.  (Ilmu yang sejati, membuat tenteram di  hati)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;5. &lt;em&gt;Ngudi laku utama kanthi sentosa ing budi.&lt;/em&gt; (Menghayati  perilaku mulia dengan budi pekerti luhur)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;6. &lt;em&gt;Jer basuki mawa  beya.&lt;/em&gt; (Setiap usaha memerlukan beaya)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;7. &lt;em&gt;Ala lan becik  dumunung ana awake dhewe&lt;/em&gt;.  (Kejahatan dan kebaikan terletak di  dalam diri pribadi)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;8. &lt;em&gt;Sing sapa lali marang kebecikaning  liyan, iku kaya kewan.&lt;/em&gt; (Siapa yang lupa akan amal baik orang lain,  bagaikan binatang)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;9. &lt;em&gt;Titikane aluhur, alusing solah tingkah  budi bahasane lan  legawaning ati, darbe sipat berbudi bawaleksana&lt;/em&gt;.    (Ciri khas orang mulia yakni, perbuatan dan sikap batinnya halus ,   tutur kata yang santun, lapang dada, dan mempunyai sikap wibawa luhur   budi pekertinya)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;10. &lt;em&gt; Ngunduh wohing pakarti&lt;/em&gt;. (Orang  dapat menerima akibat dari ulahnya sendiri)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;11.  &lt;em&gt; Ajining  dhiri saka lathi lan budi&lt;/em&gt;.  (Berharganya diri pribadi tergantung  ucapan dan akhlaknya)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;12.  &lt;em&gt;Sing sapa weruh sadurunge winarah  lan diakoni sepadha-padhaning tumitah iku kalebu utusaning Pangeran&lt;/em&gt;.   (Siapa yang mengetahui sebelum terjadi dan diakui sesama manusia, ia  termasuk utusan tuhan)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;13.  &lt;em&gt;Sing sapa durung wikan anane jaman  kelanggengan iku, aja ngaku dadi janma linuwih. &lt;/em&gt;(Siapa yang belum  paham adanya zaman keabadian, jangan mengaku menjadi orang linuwih)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;14.  &lt;em&gt;Tentrem  iku saranane urip aneng donya&lt;/em&gt;.  (Ketenteraman adalah sarana  menjalani kehidupan di dunia)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;15. &lt;em&gt;Yitna yuwana lena kena&lt;/em&gt;. (Eling  waspdha akan selamat, yang lengah akan celaka)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;16.  &lt;em&gt;Ala  ketara becik ketitik.&lt;/em&gt; (Yang jahat maupun yang baik pasti akan  terungkap juga)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;17. &lt;em&gt;Dalane waskitha saka niteni&lt;/em&gt;.  (Cara  agar menjadi awas, adalah berawal dari sikap cermat dan teliti)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;18. &lt;em&gt; Janma  tan kena kinira kinaya ngapa.&lt;/em&gt; (Manusia sulit diduga dan dikira)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;19. &lt;em&gt;Tumrap   wong lumuh lan keset iku prasasat wisa, pangan kang ora bisa ajur iku   kena diarani wisa, jalaran mung bakal nuwuhake lelara.&lt;/em&gt; (Bagi   manusia, fakir dan malas menjadi bisa/racun, makanan yang tak bisa   hancur dapat disebut sebagai bisa/racun, sebab hanya akan menimbulkan   penyakit)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;20.  &lt;em&gt;Klabang iku wisane ana ing sirah. Kalajengking   iku wisane mung ana pucuk buntut. Yen ula mung dumunung ana ula kang   duwe wisa. Nanging durjana wisane dumunung ana ing sekujur badan.&lt;/em&gt; (Racun   bisa Lipan terletak di kepala, racun bisa kalajengking ada di ujung   ekor, racun bisa ular hanya ada pada ular yang berbisa, namun manusia   durjana racun bisanya ada di sekujur badan)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;21. &lt;em&gt;Geni murub iku  panase ngluwihi panase srengenge, ewa dene umpama ditikelake loro, isih  kalah panas tinimbang guneme durjana.&lt;/em&gt; (Nyala  api panasnya  melebihi panas matahari, namun demikian umpama panas  dilipatgandakan,  masih kalah panas daripada ucapan orang durjana)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;22.  &lt;em&gt;Tumprape  wong linuwih tansah ngundi keslametaning liyan, metu saka atine dhewe.&lt;/em&gt; (Bagi  orang linuwih selalu berupaya menjaga keselamatan untuk sesama, yang  keluar dari niat suci diri pribadi)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;23.  &lt;em&gt;Pangucap iku bisa  dadi jalaran kebecikan. Pangucap uga dadi jalaraning pati, kesangsaran,  pamitran&lt;/em&gt;.  Pangucap uga dadi jalaraning wirang.  (Ucapan itu dapat  menjadi sarana  kebaikan, sebaliknya ucapan bisa pula menyebabkan  kematian,  kesengsaraan. Ucapan bisa menjadi penyebab menanggung malu)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;24.  &lt;em&gt;Sing   bisa gawe mendem iku: 1) rupa endah; 2) bandha, 3) dharah luhur; 4)   enom umure. Arak lan kekenthelan uga gawe mendem sadhengah wong. Yen ana   wong sugih, endah warnane, akeh kapinterane, tumpuk-tumpuk bandhane,   luhur dharah lan isih enom umure, mangka ora mendem, yakuwi aran wong   linuwih.&lt;/em&gt; (Penyebab orang menjadi lupa diri adalah : gemerlap hidup,   harta, kehormatan, darah muda. Arak dan minuman juga membuat mabuk   sementara orang. Namun bila ada orang kaya, tampan rupawan, banyak   kepandaiannya, hartanya melimpah, terhormat, dan masih muda usia, namun   semua itu tidak membuat lupa diri, itulah orang linuwih)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;25. &lt;em&gt; Sing  sapa lena bakal cilaka.&lt;/em&gt; (Siapa terlena akan celaka)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;26.  &lt;em&gt;Mulat  salira, tansah eling kalawan waspada&lt;/em&gt;. (Jadi orang harus selalu  mawas diri, eling dan waspadha)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;27.  &lt;em&gt;Andhap asor&lt;/em&gt;.   (Bersikap sopan dan santun)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;28. &lt;em&gt; Sakbegja-begjane kang lali  luwih begja kang eling klawan waspada.&lt;/em&gt; (Seberuntungnya orang lupa  diri, masih lebih beruntung orang yang eling dan waspadha)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;29.  &lt;em&gt;Sing  sapa salah seleh. &lt;/em&gt;(Siapapun yang bersalah akan menanggung celaka)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;30.  &lt;em&gt;Nglurug  tanpa bala, menang tanpa ngasorake.&lt;/em&gt; (Bertanding tanpa bala  bantuan)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;31. &lt;em&gt;Sugih ora nyimpen&lt;/em&gt;. (Orang kaya namun  dermawan)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;32.  &lt;em&gt;Sekti tanpa maguru.&lt;/em&gt; (Sakti tanpa berguru,  alias dengan menjalani laku prihatin yang panjang)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;33.  &lt;em&gt;Menang  tanpa ngasorake. &lt;/em&gt;(Menang tanpa menghina)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;34.  &lt;em&gt;Rawe-rawe  rantas malang-malang putung.&lt;/em&gt; (Yang mengganggu akan lebur, yang  menghalangi akan hancur)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;35.  M&lt;em&gt;umpung anom ngudiya laku utama&lt;/em&gt;. (Selagi  muda berusahalah selalu berbuat baik)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;36.  &lt;em&gt;Yen  sira dibeciki  ing liyan, tulisen ing watu, supaya ora ilang lan tansah  kelingan. Yen  sira gawe kebecikan marang liyan tulisen ing lemah, supaya  enggal  ilang lan ora kelingan&lt;/em&gt;.  (Jika kamu menerima kebaikan orang  lain,  tulislah di atas batu supaya tidak hilang dari ingatan. Namun  bila kamu  berbuat baik kepada orang lain hendaknya ditulis di atas  tanah, supaya  segera hilang dari ingatan)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;37.  &lt;em&gt;Sing sapa temen tinemu&lt;/em&gt;. (Siapa  yang bersungguh-sungguh akan berhasil)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;38.  &lt;em&gt;Melik nggendhong  lali.&lt;/em&gt; (Pamrih menyebabkan lupa diri)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;39.  &lt;em&gt;Kudu sentosa  ing budi&lt;/em&gt;. (Harus selamat ke dalam jiwa)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;40.  &lt;em&gt;Sing  prasaja.&lt;/em&gt; (Menjadi orang harus bersikap sabar)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;41. &lt;em&gt;Balilu  tau pinter durung nglakoni. &lt;/em&gt;(Orang bodoh yang sering mempraktekan,  kalah pandai dengan orang pinter namun belum pernah mempraktekan)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;42.  &lt;em&gt;Tumindak  kanthi duga lan prayogo.&lt;/em&gt; (Bertindak dengan penuh hati-hati dan  teliti/tidak sembrono)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;43.  &lt;em&gt;Percaya marang dhiri pribadi&lt;/em&gt;. (Bersikaplah  percaya diri)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;44.  &lt;em&gt;Nandur kebecikan.&lt;/em&gt; (Tanamlah selalu  kebaikan)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;45.  &lt;em&gt;Janma linuwih iku bisa nyumurupi anane jaman  kelanggengan tanpa ngalami pralaya dhisik.&lt;/em&gt;(Manusia linuwih adalah  dapat mengetahui adanya zaman keabadian tanpa harus mati lebih dulu)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;46.   &lt;em&gt;Sapa kang mung ngakoni barang kang kasat mata wae, iku durung  weruh jatining Pangeran.&lt;/em&gt;(Siapa yang hanya mengakui hal-hal kasat  mata saja, itulah orang yang belum memahami sejatinya Tuhan)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;47. &lt;em&gt;Yen   sira kasinungan ngelmu kang marakake akeh wong seneng, aja sira malah   rumangsa pinter, jalaran menawa Gusti mundhut bali ngelmu kang marakake   sira kaloka iku, sira uga banjur kaya wong sejene, malah bisa aji   godhong jati aking.&lt;/em&gt; (Bila anda mendapat anugrah ilmu yang membuat   banyak orang senang, janganlah kamu merasa pintar, sebab apabila Tuhan   mengambil lagi ilmu yang menyebabkan anda terkenal itu, anda akan   menjadi orang biasa lagi, malah lebih bermanfaat daun yang kering)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;48. &lt;em&gt;Sing  sapa gelem gawe seneng marang liyan, iku bakal oleh wales kang luwih  gedhe katimbang apa kang wis ditindakake.&lt;/em&gt; (Barang  siapa gemar  membuat orang lain bahagia, anda akan mendapatkankan  balasan yang lebih  besar dari apa yang telah anda lakukan)...&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;salam satoe  djiwa&lt;/p&gt;&lt;p&gt;SABDOKAWRUH&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-2452855860571489676?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/2452855860571489676/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/filsafat-kemanusiaan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/2452855860571489676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/2452855860571489676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/filsafat-kemanusiaan.html' title='..filsafat kemanusiaan..'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-6936888598027732315</id><published>2010-09-18T13:00:00.000-07:00</published><updated>2010-09-18T13:18:13.470-07:00</updated><title type='text'>JIKA SUDAH SAMPAI TEMPAT TUJUAN, APAKAH JALAN, KENDARAAN DAN TIKET PERJALANAN MASIH PENTING ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://lumajangkita.files.wordpress.com/2009/03/jalan-menuju-kesuksesan.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 350px; height: 250px;" src="http://lumajangkita.files.wordpress.com/2009/03/jalan-menuju-kesuksesan.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Di antara kita pasti pernah berpergian ke suatu tempat. Maka tempat  tersebut adalah sebuah tujuan. Nah untuk sampai ke tempat tujuan  tersebut tentunya ada banyak jalan, banyak jenis kendaraan yang di  gunakan serta macam-macam tiket perjalanan yang tentunya sesuai dengan  kemampuan masing - masing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apabila sekelompok orang akan  mengadakan perjalanan ke suatu tempat, maka mulai membuat rencana  perjalanan. Menentukan jalan mana yang termudah, naik kendaraan apa yang  terbaik dan tiket perjalanan kelas yang sesuai. Masing-masing mempunyai  pendapat sendiri. Tak jarang terjadi perdebatan sengit, berlarut-larut.  Jika semua ngotot akan pendapat masing-masing maka semua rencana  hanyalah sia-sia belaka. Tak ada solusi dan keputusan yang pasti.  Menghambat perjalanan itu sendiri. Kapankah mau berangkat ? Kapankah  sampai pada tempat tujuannya ?&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat di lihat dari sudut  pandang pemberangkatan, maka yang terpikirkan dan diperdebatkan hanyalah  jalan termudah, kendaraan terbaik dan tiket perjalanannya saja. Niat  untuk sampai tujuan jadi tersisihkan. Tapi jika sudut pandang itu di  balik, dilihat dari sudut pandang tempat tujuan maka timbul sebuah  pertanyaan seperti ini : &lt;strong&gt;JIKA SUDAH SAMPAI DI TEMPAT TUJUAN, APAKAH JALAN, KENDARAAN DAN TIKET PERJALANAN MASIH PENTING ?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nah,  jika masih sibuk berdebat tentang jalan termudah, kendaraan terbaik dan  tiket perjalannya maka kapankah bisa segera sampai ke tempat tujuannya?  Bukankah lebih baik segera berangkat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sudahi  perdebatannya, mari segera berangkat. Mau pakai jalan mana, kendaraan  apa dan tiket perjalanan kelas apa saja sesuai dengan kemampuan  masing-masing ya terserah saja. Yang pasti tujuannya KESANA. Sampai  ketemu.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...seperti yang terjadi di dunia nyata...mereka yang sudah diperkenankan  sampai di "area" TUHAN sudah tidak membicarakan lagi mengenai "jalan",  mereka dengan penuh kasih sharing mengenai DIA YANG SAMA SAMA MEREKA  KASIHI dan sharing mengenai diri mereka masing-masing yang masih harus  berbenah diri untuk berjumpa dengan DIA...sudah tidak sharing pahala lagi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah 'pengemudi' bagi 'kendaraanmu' sendiri, krn resiko yg akan  terjadi utk setiap jalan yang km lalui adalah tanggung jawabmu sendiri.  Masukan dr 'pemandu' memang penting tapi keputusan tetap ada ditangan  'pengemudi'....&lt;br /&gt;-BE YOUR SELF-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-6936888598027732315?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/6936888598027732315/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/jika-sudah-sampai-tempat-tujuan-apakah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/6936888598027732315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/6936888598027732315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/jika-sudah-sampai-tempat-tujuan-apakah.html' title='JIKA SUDAH SAMPAI TEMPAT TUJUAN, APAKAH JALAN, KENDARAAN DAN TIKET PERJALANAN MASIH PENTING ?'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-6543035620294982311</id><published>2010-09-18T04:57:00.000-07:00</published><updated>2010-09-18T05:01:01.285-07:00</updated><title type='text'>Seandainya Sang Nabi Bangkit dari Kubur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_U0aeF5WySi0/SHzDk3_bAoI/AAAAAAAAA9Y/ydruJsJ9wDk/s200/Hand%2520Writing.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_U0aeF5WySi0/SHzDk3_bAoI/AAAAAAAAA9Y/ydruJsJ9wDk/s200/Hand%2520Writing.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Mungkin Dia akan mencari manusia berhati terbuka dan tidak fanatik.  Ada hal yang ingin dibicarakan tapi syaratnya hati yang mendengarkan  terbuka pada kebenaran apa adanya. Bagaimana mungkin sang nabi bisa  bicara panjang lebar kalau yang mendengarkan selalu menyanggah dan tidak  menerima apa yang sedang dibicarakannya? Dari pengalaman hiduplah, sang  nabi memahami tidak semua manusia bisa diajak bicara dari hati ke hati.  Dari gubuk reot kehidupan yang dipandang hina, Dia pun menguraikan  fakta-fakta kehidupan yang terlupakan manusia dunia kepada mereka yang  terbuka hatinya.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Manusia diciptakan bukan untuk agama, melainkan  agama diciptakan untuk manusia. Bila agama berada di atas nilai  kemanusiaan, maka kefanatikan akan memicu perang antar sesame manusia.  Maka sang nabi pun berujar, kemanusiaan di atas segala-galanya dan  manusia lebih berarti daripada agama itu sendiri. Demikian pula  kehidupan manusia, tidak diciptakan untuk aturan agama, melainkan aturan  agama diciptakan untuk manusia. Mengapa bersikukuh bahwa manusia harus  hidup dengan pakaian begini atau ritual begitu? Semua itu dibuat untuk  manusia sebagai sarana, bila tidak nyaman, carilah nuansa yang tepat  sesuai jaman. Jangan dipaksakan karena sudah dibuat dari dulu.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sandal ibumu dibuat dari bambu, lalu dipakai setiap  hari. Generasi anak ibu itu kini mengikuti tradisi ibunya, memakai  sandal dari bamboo, padahal sekarang sudah banyak sandal buatan dari  karet yang lebih empuk. Apakah bijak mempertahankan sandal bambu karena  tradisi seperti itu? Intinya ada pada sandal yang dijadikan sarana untuk  melindungi kaki. Bila jaman memberikan sarana yang lebih baik, kenapa  tidak dipakai? Toh, inti dari fungsi utamanya tidak hilang, tetap  berguna melindungi kaki. Cara manusia jaman sekarang mengartikan tradisi  dan ritual pun seperti robot program yang tak punya akal budi untuk  memahami pengertian dari keberadaan jaman dan fungsinya,&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sang nabi mungkin akan berbicara sembari minum teh  dan tertawa lepas menikmati kesederhanaan. Beragama itu harusnya menjadi  sederhana menjalani hidup dalam iman. Bukan untuk mendapatkan kemewahan  dan dijadikan pekerjaan mencari uang. Agama adalah sarana pelayanan  kepada banyak orang yang ingin mencari Tuhan, jadi rejeki yang  didapatkan oleh mereka yang mengajar agama harusnya dari Tuhan saja.  Lha, kalau pasang tariff,&lt;span&gt; &lt;/span&gt;nabi siapa yang mengajari seperti  itu? Dulu, saat para nabi agama masih hidup, mereka mendalami iman  bukan seperti orang jualan ayat-ayat Tuhan, melainkan diterapkan dalam  kepribadian dirinya sendiri, lalu dipraktekkan dalam kehidupan  berkeluarga bersama isteri dan anak di rumah. Pekerjaan ya biasa saja,  mencari nafkah dengan bekerja apa saja, yang penting halal dan tidak  merugikan kehidupan orang lain.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sang nabi pun mungkin akan berargumentasi dengan para pakar&lt;span&gt; &lt;/span&gt;yang  merasa kebenaran ada di tangan mereka. Bagaimana mungkin kebenaran itu  ada di pihak manusia-manusia yang mewakili agama? Kebenaran itu hanya  diketahui oleh yang menjalani dan Tuhan di dalam dirinya sendiri.  Manusia lain tentu saja mempunyai pengalaman tentang kebenaran, tapi  tidak ada yang mutlak, sebab setiap orang mempunyai jalan hidupnya  masing-masing. Jadi jangan meracuni manusia lain dengan kebenaran egois,  ceritakan saja pengalamanmu lalu kembalikan lagi kepada pendengar,  apakah cocok untuk diri mereka atau tidak. Jika tidak, ya sarankan  carilah jalan yang lebih cocok dengan kesadaran dirinya, jadi ngga ada  paksaan yang berujung pada perebutan massa demi kehebatan agamanya. Coba  tanya lagi, ajaran nabi mana yang menyuruh memaksakan kebenaran  agamanya agar terlihat hebat. Harusnya yang hebat itu manusianya,  kepribadian dan karakter hidupnya, bukan agamanya yang dihebatkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sang nabi pun harus mengelus elus dada melihat tingkah manusia jaman  sekarang. Banyak yang beragama, tapi hatinya tidak mengenal kebenaran  Tuhan. Banyak yang rajin melakukan ritual tanpa lelah, tapi lupa  mempraktekkan ajaran cinta kasih pada sesama. Kesejukan datang dari  kenyamanan dan kenyaman datang dari kepribadian yang mengerti dan  memahami perbedaan. Sekarang bagaimana bisa nyaman dan sejuk, mengerti  etika hidup dalam perbedaan saja tidak peduli. Harusnya manusia jaman  sekarang bukan belajar agama, tapi belajar etika dan norma, kemudian  berlanjut pada pendalaman psikologi diri, lewat pengembangan diri. Baru  dari situ jalan menuju Tuhan akan dimengerti dengan sejuk dan nyaman.  Ahhh, seandainya sang nabi bangkit dari kubur, mungkin umatnya sendiri  yang akan membungkam suaranya, lalu dengan terang-terangan mengatakan  sesat dan disiksa sampai mati.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-6543035620294982311?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/6543035620294982311/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/seandainya-sang-nabi-bangkit-dari-kubur.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/6543035620294982311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/6543035620294982311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/seandainya-sang-nabi-bangkit-dari-kubur.html' title='Seandainya Sang Nabi Bangkit dari Kubur'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_U0aeF5WySi0/SHzDk3_bAoI/AAAAAAAAA9Y/ydruJsJ9wDk/s72-c/Hand%2520Writing.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-8017903814927718541</id><published>2010-09-18T04:42:00.000-07:00</published><updated>2010-09-18T04:47:39.563-07:00</updated><title type='text'>LABEL `SPIRITUAL `</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wBDAAkGBwgHBgkIBwgKCgkLDRYPDQwMDRsUFRAWIB0iIiAdHx8kKDQsJCYxJx8fLT0tMTU3Ojo6Iys/RD84QzQ5Ojf/2wBDAQoKCg0MDRoPDxo3JR8lNzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzf/wAARCACdAOwDASIAAhEBAxEB/8QAHAABAAIDAQEBAAAAAAAAAAAAAAUGAQQHAgMI/8QAPhAAAQQBAwIEAwYEBAQHAAAAAQACAwQRBRIhBjEHE0FRImFxFDJCgZHBI6Gx0RUzUoIIJGKSNUNyc8Lh8P/EABQBAQAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAD/xAAUEQEAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA/9oADAMBAAIRAxEAPwDhqIiAiIgIiICIiAiIgIiICIiAiIgIiICIiAiIgIiICIiAiIgIiICIiAiIgIiICIiAiIgIiICIvQaT2QeUXp7Cw4IWCMIMIiICIiAiIgIiICIiAiIgIiICIiAiIgIiICIiAiIgIiIM4W3BGWse54OG8ADuSe378rXhwZWB/wB0uGfot6xJ5d2xjJDZH43Djug2tLpx6hPHXnDopHnDCT8Lj7e4Ki78ArXJoWlxax5aC4ckZUr57ZmxeTE4xlvOSRh/yIWt1E151DzpPvTN3n4cepH7IItERAREQEREBERAREQEREBERAREQEREBERAREQEREBERAHdb7HwunDsAsLMubjs7GCtBe2HkDOEE/oha0NHluIYS4uIGCOBjlfLqST7faE9Zkj4mM2hwacEZJ/+S1YJCISzzGhrh8RPfHH7/kvqxhkBIllOwAANO1o5OcFBEEEHGFhSOpRRljLDC0F52uAzycZzzyo890GEREBERAREQERZAycBBhF7ZG95IY0uIBJwOwHcryGuJwAST6BBhFkNJ7Jg/L9UGEREBERAREQEREGcLIWAnZBlw5XlZJysICIiDbrv3Rua1oEjAXA+/uvLbUpwHSuGORgAcrXBwndBuyl81Qb97nREc44wf/w/UrSPdSlOISsiY4NPmZbk+nGeO/t+eVGPbtcWnuDhB5REQZHJTH6IPplX/StJqweHdPUL2nidl3W42PmYP4ohZwWt9fiJcOPUfRBQCMFemRukcGsBc49gBkq19X9M1NPb9t06WRsNjUrNWKrM0tfG2Mt2k5553evyU/pvRWp9J9Z1I7ksbY3wTmG41oc0ObF8RwT+Hd/LIQc0IX30+o+7dr1o/vzStjGBnknC7FZ8Lunz0zamoam6axDbjhN2Q/w2gkc4HpiRhP8A6TyvWi9Iab0n1dVkqXZZ7MGmmclwa5omcfLAZgHt8Z5+WMoPvb6F03R6EsGnyWxFPCyvcmjLPOkYMvcAMnGSGg4AAGBzyTDeHeg6XBo9HXZmPF5s00sbiC77o2tw0/CcfG7JGcgDtlX6Ow+QmOR7iyRxbJ8Xdhdk59v/AKUj/gem6HPWr1qmaUTXHy3H4GtyO2fvdyCDnOSUFT0Pw56bpPqkxv1Jl2n5QsSkDEjgTvY05AOHNxkOwfnlT2jVNM0WiNMgoQGOq4sD3V2yl/OdxcQMnJW6y1FXqQwRReaY7DntdCzaOOcMPp+nGF8Z7WkCZ58uwAcHiX5Dug/LiIiAiIgIiICIiDIQ8hYXpndB5RZPdYQERZCABlOy6d4Bw6ZN1TcbqTYHv+xkQtmAIJLhuxn1wrHH4Hx27Vy3LqRhqyTSGpXhZlwj3HZlx47Y9EHKKAH2dji4taxwd+nrz+ajL8Ziuzs/0vI7Y9fZT9il/heqSae5rt0ViSEl4AcSOO2Rz+votzpvo211l1HYpUpo6+2v9oe+YEgdhj37nHyQUwd1IXNH1CjFWluU5oo7UXmwOc04kZ/qHyXubRNQZq1rS460s9qs97JGQsLyNhIcePTjuv1R05p1caN04622Ivi01sLWSNBJLmR7hz8mHhB+eekugpOoeltZ1xtsRf4e0+XFtyZHNbvOfYYIwun9HP0B3QPTMmqMj8ljvKnbMPhaS9+Hn/cRz818OhNNNDqDqTS6bZIopdQkhMXmYZ5ZGQMfQ9x8lZdK6Gq1NPfoeoTeZXbCDEWkj8e7PPscHCCi9WdPUtQ6np1ajIZWy63tL3HG9ro2uLN3r90j6lXvqvpCW7qLLmmiUOgr2A2J0riHeZGW4Zk4achntnC8RabQ1XUtNdqMDCxrwGvacZsNa8tOffbnH0Cs3U08kEEBjdhxfwe3I+eUEFpf2nzW1I3iQTt3Pjk+6cAZBBHy5W3DB9vstnmZCNQqvazD3bMgHJOPc4+i3NAgqWarZYqzmTRnHnHkh+O457crQ6g0+1DaltxNMjCfMeW/gPpx/NB5moPtV9QrnyG2YbAdHsOMB4zgn2/cFbbqdhlyhJMxu2Njd4jydgbgHjn9VXaT7f217qsuyeUDDt23tnv6fqt5/VE5t1t4Zvja4kY+E84JwgktVm02OudPZIxrZX7txaCGlxzu+XchVieozzXNdZjaWEtIJ74JGVpWLgfdnl3BoZJn6cZVe1C9K58T3vdvezcTnvlxQccRenDBwvKAiIgIs4QtIQYRFnBQYWQgaScAZKyWkHBBB9igwASeAT9Fs0aNrULUdWlXlnsPOGxxty4/kuheA2k0NR6rln1BsbxVrl8Ub+QXk4z+Qz+oXYtH6f02LxD1PV6UcLfLpRQObGBgSOLnOP12hv6oPy7qWm3NLtOqajVlrTtGTHK0g49/ovEtC5DXZZlqTsgk+5K+MhrvoSMFdq8fNLNjqLpyZ0W2vMfs8ko9cvbwfyJXRes+l6+u9IWNIpRQxvkY0V3EYDXAgg/yQcB8MOmdU1HXqN+Kg6SiJTG+d4+FuQR+eF3TX7l/RrOnNF1ra7XhoY2IfFkFoB+i+Xh39n6c6di0DU5IYr9CR7ZW5+/lxc149wQR/Nffqao/qUV46cWTA9shJOOxyP6IKzoHT2lahX6wn1dsU9iSw9wlmALo2lgcCM9uSe3sqh4VXDT6sNv4smm5hjaeHjeDycc4y3H0VqvafGx+pNnjO58Q3N3EDgEdvVUvwxhfPr0sLCC9ww3dgck4Pr64H6ILVokzNL8VtbuARQyXoBJDGRlrgcbuR65GfzU3aLnT6dvmlkZAXlrQ4hrXEH+5H5r5dS9L6jU1bStShgbZEZfFM+IEuYwjg/QEBScWn3HU23oow6MZJHfI7HhBV+jtQe3qPW7YO58eoAfEe42AYz9ArlreoQ3pI5WZ+FmAPqo+jBTtdVTSx1BBBb8ov27Q2R4aQ44B47N+ZW71NRZRssEHwxysOGn0IQREc7XxyVJNvLvOie44MUg7PaccOGCB6c8qQ1TUX3WsD37hGD3UhVr6XYhFqap5FmvG2QsDvvsHfj2OCtDRW0LWrTMnO2ucmMOOPXgFBjQdWmpRv2OYYi/cWO/ThWmhcZqIsxy+W5rQAQx+5paR7qt9TT1nTiOvExpYTuezGH5UJUtmEOcScE4+FxCC4R6tp7WyRxRtY8R7W7RxtHAXOLlgHWGgcNMZLST35z+y2dSteUx0kThgROxgqv2Jd+o1C0kbYwSf9h/uEG3PYwbbsj7zv5MP9lBaxNtmib/pj2/o5y+1m1mraf2Ja7H5uc391DazYJt5BH4/X/rcgoz+XFeVknJysICKX6W6eudT6xFplADzHguc93ZjR3JUl1t0NqnR0sI1DZJDNkRzR5wSO4PzQSng305S6i6r8vUmiSvWiMpiP/mOzgA/LnP5Kw+OfR2kdPx6fqOkwNrGd7o5IWcNOBkOA9PVVzwmsfZ9bnLSQ/yhhwJB7r7eLl6WzqVSOSaR7WMcQHuyAcoOfjuuveFPhlpnU2gS6rq8srvMkMcMcT9u0N7k+5yuQ4wu3+GtqxV6PjiqW5Yt25x2+jig2fB7ovTa2va9Pa2XHafbfUrmRoIAaeXY9+w/VV//AIgtOoUeoKD6MMcU01ZzpwwAA/FgE/NWXwga/SX3ZLv2jMk8hduGS457/muiVKOka4LVuSo2YSnyniVvOAO2PzQcD8H4onXbj3sJeA0NIOPfhdQ6Q1OTTOqdTpzQGGtI2OTLwQS7bjP8sfkqp0fpcfTHXOuU2M8yCraaWNxn4D8TR+QKu/Udxl/U6tmCB7GsidG57hguJIIH0GD+qCzdSUaWsdPWmWWMkiMLnMce7HAHBB9wcKJi6lki0uq2KoZZ2BgPxcY4yf0Ua2w+WDynyO8sNwGA8LUedo2tOBjsg+lhzNQ6zjnmiZGLEMcXuRtJ7/8Ad/JXt32PSar5C0RRDvjuT2XLNRtNrW6Um4McZdrT8yCrBY1GWxFsmldJjkNceEGhql6DU5rluLmGQOHPHA4XOvDZ7IOpLTmZ2MOQGu7DcDwrZSLbsl+mTsHmFhx6AgLw3prTtB1+WzpL3Nr2YwGQkf5eAM8nvyg6wzXKLotweRx2IULpOvwQVpa8zHbQ55jAGfhJ7Ku15SBgHv6ZXqq7/mA1x2sc4A/RB84ZXRz5adjmkuB9jklWGCOzbuUprzXywbv8xw45HHH1wvv1VWoxUYZIGRsk3hoLfxN9VoWOoJHaa2r5LW/CGh4PPGEEp1ltbWryMA37i3/aR2+iidW06hV06GzXm3yHbvG/Offj0UNPafPLGwyOeO43HIXynnOHNaBgN9kGRPvHy3kBRkkrhUmGfia/ClbGkXtNpV5rbAGyuyMHOM88qAtybY+PxzINezNnS247+TIFETWRHYrvceCQ0f8Aa1fV1lr6LwD9zzWH+SgtSueVXhmDS4seeAf+lv8AdAffjZpsjpZAAcN59fiJ/cKAuajLPLvY1u3nGc55JPv81q25zO4bg4BriSB7nC8Phkc9xdGc555wg1Vkd10vprwg1bV9Ols25RTk3ERxuaHZA9T+fsqLr2jXNA1SfTtQj2Twnn2cPQj5IOheA0p03qGzctVpRWlrGNs4YSAdwP7K0+PWr0rvS9avXDpJW22v3luA0bXA/wBQui9I6PUpdN6fBFG0DyGH7o7kArn/AIwaa11G1FGBjy/MaMevog5f4Y/+Ov8A/b/dbfiHVkvdS0akIHmTYjZ9XOA/davhg1ztee1gJJZ6D5qw9daFq0WsUdUZBIIYZG5kA5ZyDk/JBe6Xgn00zSRFZNmW2W8ziXb8XuB2x8lL9KdCM6ddDX8z7RWZk/H6n0yrP01Zlt6TDLYe18hHcdlISWIouJHtb9UHgUqwdlsLAD7NCqWtxWdKvyGjZdXinbu2t7Z7KZs9S04ZjG0ufj1aMhVrXtWZqk0bo2kNYC3n5oN3w/owV9Nu3Lz2zW7Nl7pppQMkDho+gAWhWrTanLZNMbo2lxBz6ZOFYYblFnTXljb/AJBaWAck4wqjoWqS1KUjIXBodwcDlBneGAE9l8pn45zwV8b5d9naIichw5U3V6as36rZHPDGnGB6oKDr2oh/UGlaZ5Wd0gl3/wCnCtYPH1CqvUGkXKHiJp5tswPJdsd749f5q1eo+aCMg+CzYGxoJeTuA5PZbeh1Ztb1CKHcGuaX7j7Aeq0pXhl6T2OMr69A6hYoatccYg+NgDASeTnk/sgvOmdNtq6m8TOEsbYwWEj585UhqHTtS3gszC4diwLU0zqKvYvztsnycNaGB3qOc8radrUdi8ytUeC0uw5/p29EFL1aP7JYdVe4l8biM54XxjcwTAS8jHurH1ppleOOO5GMSmUB3P3uCqjK4iZo9vVBJXb8NmpXgNcMkrnHmgfeChJLP/MyNI+HZyteWctuSNycYzha9mb+JJjsGBBZNY12S3Ur1JZt3l/EBjngKnWZ8x1muP3pSV5ksbrgdk7fKdgqK1qyYYazh+Eg98eqDXM5+zWGkAYmlGfyCr2qWwYfKbgku5B9iAP2W7ctx169kF4MjpnnaDyMgKtmR73/ABuJyOclALnulL+7ic8DuVvGdkJLZ5JHSdzjHHyXzleGRRuikMe88Na7sPcrehiqwRN+3ukbJIN7QR+E9v6FB+vnviq13PcQ2Noy4k8ALmHiV4eu6xujVacwimZXEbcjh+CSM/qrF1LZswTGmZi+F4AwRzj6q2U2gVYgBxtH9EFS6V6ifFoNWtfglZdqxCKaMN43NGDz7cfoq1r95+syW3SAj4dgB9l1FlOBrpHNjaC8ku+HuqL1fThq6i0xMA8xpyAgovgNp0MfVGrOmYPNhaGx7h2GTn9l3O9Rgu1ZK80YcyRpachca6FmNLXrs0LQH+aAfmMLr2mXX2gd4Ax7IIKnptvSPIrCcmsX7c/3/RWKWnDNCWyN3Zb691rdQyGPT3vA+JuCD88rdpPMlWJ7u7mgoOcWm+TfsV8HLHluD7ei0XPLJXNLcYVp61rsiuVrDAA6Rpa/jvg8Kq3Xue573uy4jug2W3HOr7R6BQmhyuksT5H3Xn+q2IZCICfqtHplxd9oee5lI/mgn2wyWX+VExznegaF0fT5tlGAWGmJ4YAd3vjCrXQzWvls7mjLduDj3z/ZW23XinrvjkaC0jBQUvxAdUsWtNcCx1iGRxafUAjkKd0XR6jtOifLC17nsBJcOR8lF6DoVW5LLYtbpHQybGA+it8cbY2hjOGjgBByDrmozRtcc2I/wXw7wD+HnC86awV4pZmkZkIef0Xz8Wi6LqynWDiY7Fcg5/Dh3orH0lpde9KYpwTHEwEN9z80EJUt/G8u59ltMuOf8THbdvqFb9f0LToNNdLDWZHIzADmDHdUjYIw4D3QfXU9RllijbNae8DsD6KOnstZE17iC0u7r56icNaVFWZnOogH0kAQerU+LpPvha2oWWwxzvcTgYC170rvtbfyWhrs7m1LXr8YQbDbbJq8c0ZIa6Fxx81F65ZHkRPJAw1p5XqNxjpRtHIDD/VQnUMztwi/CGNQRlibz7ckp/ESV4rxmR3cBrRlxPoF8srcJ20WNbwHu+L5oPVdgsWDK5uIIxk/Jo9OV8btl1uw6aXAJwAGjgAdgtq5/A0yrE3kTDzXE9+DgBRhQf/Z"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 236px; height: 157px;" src="data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wBDAAkGBwgHBgkIBwgKCgkLDRYPDQwMDRsUFRAWIB0iIiAdHx8kKDQsJCYxJx8fLT0tMTU3Ojo6Iys/RD84QzQ5Ojf/2wBDAQoKCg0MDRoPDxo3JR8lNzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzf/wAARCACdAOwDASIAAhEBAxEB/8QAHAABAAIDAQEBAAAAAAAAAAAAAAUGAQQHAgMI/8QAPhAAAQQBAwIEAwYEBAQHAAAAAQACAwQRBRIhBjEHE0FRImFxFDJCgZHBI6Gx0RUzUoIIJGKSNUNyc8Lh8P/EABQBAQAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAD/xAAUEQEAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA/9oADAMBAAIRAxEAPwDhqIiAiIgIiICIiAiIgIiICIiAiIgIiICIiAiIgIiICIiAiIgIiICIiAiIgIiICIiAiIgIiICIvQaT2QeUXp7Cw4IWCMIMIiICIiAiIgIiICIiAiIgIiICIiAiIgIiICIiAiIgIiIM4W3BGWse54OG8ADuSe378rXhwZWB/wB0uGfot6xJ5d2xjJDZH43Djug2tLpx6hPHXnDopHnDCT8Lj7e4Ki78ArXJoWlxax5aC4ckZUr57ZmxeTE4xlvOSRh/yIWt1E151DzpPvTN3n4cepH7IItERAREQEREBERAREQEREBERAREQEREBERAREQEREBERAHdb7HwunDsAsLMubjs7GCtBe2HkDOEE/oha0NHluIYS4uIGCOBjlfLqST7faE9Zkj4mM2hwacEZJ/+S1YJCISzzGhrh8RPfHH7/kvqxhkBIllOwAANO1o5OcFBEEEHGFhSOpRRljLDC0F52uAzycZzzyo890GEREBERAREQERZAycBBhF7ZG95IY0uIBJwOwHcryGuJwAST6BBhFkNJ7Jg/L9UGEREBERAREQEREGcLIWAnZBlw5XlZJysICIiDbrv3Rua1oEjAXA+/uvLbUpwHSuGORgAcrXBwndBuyl81Qb97nREc44wf/w/UrSPdSlOISsiY4NPmZbk+nGeO/t+eVGPbtcWnuDhB5REQZHJTH6IPplX/StJqweHdPUL2nidl3W42PmYP4ohZwWt9fiJcOPUfRBQCMFemRukcGsBc49gBkq19X9M1NPb9t06WRsNjUrNWKrM0tfG2Mt2k5553evyU/pvRWp9J9Z1I7ksbY3wTmG41oc0ObF8RwT+Hd/LIQc0IX30+o+7dr1o/vzStjGBnknC7FZ8Lunz0zamoam6axDbjhN2Q/w2gkc4HpiRhP8A6TyvWi9Iab0n1dVkqXZZ7MGmmclwa5omcfLAZgHt8Z5+WMoPvb6F03R6EsGnyWxFPCyvcmjLPOkYMvcAMnGSGg4AAGBzyTDeHeg6XBo9HXZmPF5s00sbiC77o2tw0/CcfG7JGcgDtlX6Ow+QmOR7iyRxbJ8Xdhdk59v/AKUj/gem6HPWr1qmaUTXHy3H4GtyO2fvdyCDnOSUFT0Pw56bpPqkxv1Jl2n5QsSkDEjgTvY05AOHNxkOwfnlT2jVNM0WiNMgoQGOq4sD3V2yl/OdxcQMnJW6y1FXqQwRReaY7DntdCzaOOcMPp+nGF8Z7WkCZ58uwAcHiX5Dug/LiIiAiIgIiICIiDIQ8hYXpndB5RZPdYQERZCABlOy6d4Bw6ZN1TcbqTYHv+xkQtmAIJLhuxn1wrHH4Hx27Vy3LqRhqyTSGpXhZlwj3HZlx47Y9EHKKAH2dji4taxwd+nrz+ajL8Ziuzs/0vI7Y9fZT9il/heqSae5rt0ViSEl4AcSOO2Rz+votzpvo211l1HYpUpo6+2v9oe+YEgdhj37nHyQUwd1IXNH1CjFWluU5oo7UXmwOc04kZ/qHyXubRNQZq1rS460s9qs97JGQsLyNhIcePTjuv1R05p1caN04622Ivi01sLWSNBJLmR7hz8mHhB+eekugpOoeltZ1xtsRf4e0+XFtyZHNbvOfYYIwun9HP0B3QPTMmqMj8ljvKnbMPhaS9+Hn/cRz818OhNNNDqDqTS6bZIopdQkhMXmYZ5ZGQMfQ9x8lZdK6Gq1NPfoeoTeZXbCDEWkj8e7PPscHCCi9WdPUtQ6np1ajIZWy63tL3HG9ro2uLN3r90j6lXvqvpCW7qLLmmiUOgr2A2J0riHeZGW4Zk4achntnC8RabQ1XUtNdqMDCxrwGvacZsNa8tOffbnH0Cs3U08kEEBjdhxfwe3I+eUEFpf2nzW1I3iQTt3Pjk+6cAZBBHy5W3DB9vstnmZCNQqvazD3bMgHJOPc4+i3NAgqWarZYqzmTRnHnHkh+O457crQ6g0+1DaltxNMjCfMeW/gPpx/NB5moPtV9QrnyG2YbAdHsOMB4zgn2/cFbbqdhlyhJMxu2Njd4jydgbgHjn9VXaT7f217qsuyeUDDt23tnv6fqt5/VE5t1t4Zvja4kY+E84JwgktVm02OudPZIxrZX7txaCGlxzu+XchVieozzXNdZjaWEtIJ74JGVpWLgfdnl3BoZJn6cZVe1C9K58T3vdvezcTnvlxQccRenDBwvKAiIgIs4QtIQYRFnBQYWQgaScAZKyWkHBBB9igwASeAT9Fs0aNrULUdWlXlnsPOGxxty4/kuheA2k0NR6rln1BsbxVrl8Ub+QXk4z+Qz+oXYtH6f02LxD1PV6UcLfLpRQObGBgSOLnOP12hv6oPy7qWm3NLtOqajVlrTtGTHK0g49/ovEtC5DXZZlqTsgk+5K+MhrvoSMFdq8fNLNjqLpyZ0W2vMfs8ko9cvbwfyJXRes+l6+u9IWNIpRQxvkY0V3EYDXAgg/yQcB8MOmdU1HXqN+Kg6SiJTG+d4+FuQR+eF3TX7l/RrOnNF1ra7XhoY2IfFkFoB+i+Xh39n6c6di0DU5IYr9CR7ZW5+/lxc149wQR/Nffqao/qUV46cWTA9shJOOxyP6IKzoHT2lahX6wn1dsU9iSw9wlmALo2lgcCM9uSe3sqh4VXDT6sNv4smm5hjaeHjeDycc4y3H0VqvafGx+pNnjO58Q3N3EDgEdvVUvwxhfPr0sLCC9ww3dgck4Pr64H6ILVokzNL8VtbuARQyXoBJDGRlrgcbuR65GfzU3aLnT6dvmlkZAXlrQ4hrXEH+5H5r5dS9L6jU1bStShgbZEZfFM+IEuYwjg/QEBScWn3HU23oow6MZJHfI7HhBV+jtQe3qPW7YO58eoAfEe42AYz9ArlreoQ3pI5WZ+FmAPqo+jBTtdVTSx1BBBb8ov27Q2R4aQ44B47N+ZW71NRZRssEHwxysOGn0IQREc7XxyVJNvLvOie44MUg7PaccOGCB6c8qQ1TUX3WsD37hGD3UhVr6XYhFqap5FmvG2QsDvvsHfj2OCtDRW0LWrTMnO2ucmMOOPXgFBjQdWmpRv2OYYi/cWO/ThWmhcZqIsxy+W5rQAQx+5paR7qt9TT1nTiOvExpYTuezGH5UJUtmEOcScE4+FxCC4R6tp7WyRxRtY8R7W7RxtHAXOLlgHWGgcNMZLST35z+y2dSteUx0kThgROxgqv2Jd+o1C0kbYwSf9h/uEG3PYwbbsj7zv5MP9lBaxNtmib/pj2/o5y+1m1mraf2Ja7H5uc391DazYJt5BH4/X/rcgoz+XFeVknJysICKX6W6eudT6xFplADzHguc93ZjR3JUl1t0NqnR0sI1DZJDNkRzR5wSO4PzQSng305S6i6r8vUmiSvWiMpiP/mOzgA/LnP5Kw+OfR2kdPx6fqOkwNrGd7o5IWcNOBkOA9PVVzwmsfZ9bnLSQ/yhhwJB7r7eLl6WzqVSOSaR7WMcQHuyAcoOfjuuveFPhlpnU2gS6rq8srvMkMcMcT9u0N7k+5yuQ4wu3+GtqxV6PjiqW5Yt25x2+jig2fB7ovTa2va9Pa2XHafbfUrmRoIAaeXY9+w/VV//AIgtOoUeoKD6MMcU01ZzpwwAA/FgE/NWXwga/SX3ZLv2jMk8hduGS457/muiVKOka4LVuSo2YSnyniVvOAO2PzQcD8H4onXbj3sJeA0NIOPfhdQ6Q1OTTOqdTpzQGGtI2OTLwQS7bjP8sfkqp0fpcfTHXOuU2M8yCraaWNxn4D8TR+QKu/Udxl/U6tmCB7GsidG57hguJIIH0GD+qCzdSUaWsdPWmWWMkiMLnMce7HAHBB9wcKJi6lki0uq2KoZZ2BgPxcY4yf0Ua2w+WDynyO8sNwGA8LUedo2tOBjsg+lhzNQ6zjnmiZGLEMcXuRtJ7/8Ad/JXt32PSar5C0RRDvjuT2XLNRtNrW6Um4McZdrT8yCrBY1GWxFsmldJjkNceEGhql6DU5rluLmGQOHPHA4XOvDZ7IOpLTmZ2MOQGu7DcDwrZSLbsl+mTsHmFhx6AgLw3prTtB1+WzpL3Nr2YwGQkf5eAM8nvyg6wzXKLotweRx2IULpOvwQVpa8zHbQ55jAGfhJ7Ku15SBgHv6ZXqq7/mA1x2sc4A/RB84ZXRz5adjmkuB9jklWGCOzbuUprzXywbv8xw45HHH1wvv1VWoxUYZIGRsk3hoLfxN9VoWOoJHaa2r5LW/CGh4PPGEEp1ltbWryMA37i3/aR2+iidW06hV06GzXm3yHbvG/Offj0UNPafPLGwyOeO43HIXynnOHNaBgN9kGRPvHy3kBRkkrhUmGfia/ClbGkXtNpV5rbAGyuyMHOM88qAtybY+PxzINezNnS247+TIFETWRHYrvceCQ0f8Aa1fV1lr6LwD9zzWH+SgtSueVXhmDS4seeAf+lv8AdAffjZpsjpZAAcN59fiJ/cKAuajLPLvY1u3nGc55JPv81q25zO4bg4BriSB7nC8Phkc9xdGc555wg1Vkd10vprwg1bV9Ols25RTk3ERxuaHZA9T+fsqLr2jXNA1SfTtQj2Twnn2cPQj5IOheA0p03qGzctVpRWlrGNs4YSAdwP7K0+PWr0rvS9avXDpJW22v3luA0bXA/wBQui9I6PUpdN6fBFG0DyGH7o7kArn/AIwaa11G1FGBjy/MaMevog5f4Y/+Ov8A/b/dbfiHVkvdS0akIHmTYjZ9XOA/davhg1ztee1gJJZ6D5qw9daFq0WsUdUZBIIYZG5kA5ZyDk/JBe6Xgn00zSRFZNmW2W8ziXb8XuB2x8lL9KdCM6ddDX8z7RWZk/H6n0yrP01Zlt6TDLYe18hHcdlISWIouJHtb9UHgUqwdlsLAD7NCqWtxWdKvyGjZdXinbu2t7Z7KZs9S04ZjG0ufj1aMhVrXtWZqk0bo2kNYC3n5oN3w/owV9Nu3Lz2zW7Nl7pppQMkDho+gAWhWrTanLZNMbo2lxBz6ZOFYYblFnTXljb/AJBaWAck4wqjoWqS1KUjIXBodwcDlBneGAE9l8pn45zwV8b5d9naIichw5U3V6as36rZHPDGnGB6oKDr2oh/UGlaZ5Wd0gl3/wCnCtYPH1CqvUGkXKHiJp5tswPJdsd749f5q1eo+aCMg+CzYGxoJeTuA5PZbeh1Ztb1CKHcGuaX7j7Aeq0pXhl6T2OMr69A6hYoatccYg+NgDASeTnk/sgvOmdNtq6m8TOEsbYwWEj585UhqHTtS3gszC4diwLU0zqKvYvztsnycNaGB3qOc8radrUdi8ytUeC0uw5/p29EFL1aP7JYdVe4l8biM54XxjcwTAS8jHurH1ppleOOO5GMSmUB3P3uCqjK4iZo9vVBJXb8NmpXgNcMkrnHmgfeChJLP/MyNI+HZyteWctuSNycYzha9mb+JJjsGBBZNY12S3Ur1JZt3l/EBjngKnWZ8x1muP3pSV5ksbrgdk7fKdgqK1qyYYazh+Eg98eqDXM5+zWGkAYmlGfyCr2qWwYfKbgku5B9iAP2W7ctx169kF4MjpnnaDyMgKtmR73/ABuJyOclALnulL+7ic8DuVvGdkJLZ5JHSdzjHHyXzleGRRuikMe88Na7sPcrehiqwRN+3ukbJIN7QR+E9v6FB+vnviq13PcQ2Noy4k8ALmHiV4eu6xujVacwimZXEbcjh+CSM/qrF1LZswTGmZi+F4AwRzj6q2U2gVYgBxtH9EFS6V6ifFoNWtfglZdqxCKaMN43NGDz7cfoq1r95+syW3SAj4dgB9l1FlOBrpHNjaC8ku+HuqL1fThq6i0xMA8xpyAgovgNp0MfVGrOmYPNhaGx7h2GTn9l3O9Rgu1ZK80YcyRpachca6FmNLXrs0LQH+aAfmMLr2mXX2gd4Ax7IIKnptvSPIrCcmsX7c/3/RWKWnDNCWyN3Zb691rdQyGPT3vA+JuCD88rdpPMlWJ7u7mgoOcWm+TfsV8HLHluD7ei0XPLJXNLcYVp61rsiuVrDAA6Rpa/jvg8Kq3Xue573uy4jug2W3HOr7R6BQmhyuksT5H3Xn+q2IZCICfqtHplxd9oee5lI/mgn2wyWX+VExznegaF0fT5tlGAWGmJ4YAd3vjCrXQzWvls7mjLduDj3z/ZW23XinrvjkaC0jBQUvxAdUsWtNcCx1iGRxafUAjkKd0XR6jtOifLC17nsBJcOR8lF6DoVW5LLYtbpHQybGA+it8cbY2hjOGjgBByDrmozRtcc2I/wXw7wD+HnC86awV4pZmkZkIef0Xz8Wi6LqynWDiY7Fcg5/Dh3orH0lpde9KYpwTHEwEN9z80EJUt/G8u59ltMuOf8THbdvqFb9f0LToNNdLDWZHIzADmDHdUjYIw4D3QfXU9RllijbNae8DsD6KOnstZE17iC0u7r56icNaVFWZnOogH0kAQerU+LpPvha2oWWwxzvcTgYC170rvtbfyWhrs7m1LXr8YQbDbbJq8c0ZIa6Fxx81F65ZHkRPJAw1p5XqNxjpRtHIDD/VQnUMztwi/CGNQRlibz7ckp/ESV4rxmR3cBrRlxPoF8srcJ20WNbwHu+L5oPVdgsWDK5uIIxk/Jo9OV8btl1uw6aXAJwAGjgAdgtq5/A0yrE3kTDzXE9+DgBRhQf/Z" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hidup bukanlah sebuah kata&lt;br /&gt;Dia sebuah kenyataan yang disebut kebenaran&lt;br /&gt;Kebenaran bukanlah sebuah kata&lt;br /&gt;Dia adalah pengalaman dari sebuah kenyataan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiri dan kanan bukanlah kenyataan&lt;br /&gt;Dia  adalah simbol kata untuk membatasi&lt;br /&gt;Tuhan dan Setan bukanlah kebenaran sejati&lt;br /&gt;Dia adalah ilusi yang menjadi inti permainan Ilahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan hanya bisa dikenali secara utuh apa adanya&lt;br /&gt;Bila kita mau berkenalan dengan Setan secara utuh apa adanya&lt;br /&gt;Kebenaran hanya bisa dikenali secara utuh apa adanya&lt;br /&gt;Bila kita mau berkenalan dengan Kepalsuan secara utuh apa adanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseimbangan ada karena keberadaan dua kutub yang berlainan&lt;br /&gt;Tanpa ada dua kutub yang berlainan, keseimbangan tak dikenali keberadaannya&lt;br /&gt;Keilahian pasti ada karena keberadaan si baik dan si jahat&lt;br /&gt;Tanpa ada si baik dan si jahat, keilahian tak mungkin dikenali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hidup diberi simbol kata dengan label ‘spiritual’&lt;br /&gt;Hidup tidak lagi dikenali keutuhannya yang tanpa batas&lt;br /&gt;Bahkan kata ‘hidup’ dan ‘spiritual’ seakan berdiri sendiri-sendiri&lt;br /&gt;Saat itu terjadi, dualitas menjadi perbincangan tanpa henti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang spiritual beradu paham dengan mereka yang beragama&lt;br /&gt;Mereka yang beragama beradu doktrin dengan mereka yang spiritual&lt;br /&gt;Yang spiritual dan yang beragama hidup dalam satu dunia yang sama&lt;br /&gt;Dunia dimana kehidupan diberikan sebagai anugerah setiap orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan tetaplah utuh seimbang dalam ketidakharmonisannya&lt;br /&gt;Ia tidak tercemar oleh batasan dan pengkotakkan yang ada&lt;br /&gt;Kehidupan tetap dan tidak berubah mengetahui dan memahami dirinya&lt;br /&gt;Hanya saja, pelaku kehidupan tidak paham keutuhan dari ‘kehidupan’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan, tidak ada yang tinggi, tidak ada yang rendah&lt;br /&gt;Tidak ada yang lebih maju, tidak ada yang terbelakang&lt;br /&gt;Dalam kehidupan, tidak ada yang perlu disalahkan ataupun dibenarkan&lt;br /&gt;Yang ada hanya ‘apa adanya’, satu-satunya kebenaran yang dimiliki kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila seorang spiritual memahami spiritual&lt;br /&gt;Ia pasti memahami kehidupan dengan segala rahasia abadinya&lt;br /&gt;Sebab memahami spiritual sama dengan memahami kehidupan&lt;br /&gt;Ia adalah satu dan sama, yang berbeda hanyalah nama dan kata-kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kehidupan dipahami secara utuh apa adanya&lt;br /&gt;Perbedaan disambut dengan kehangatan sebagai saudara&lt;br /&gt;Ketidaksetujuan diterima dengan rasa menghargai sebagai saudara&lt;br /&gt;Penderitaan dihadapi sebagai kunci munculnya kekuatan ilahi diri sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari semua yang berhubungan dengan KEHIDUPAN&lt;br /&gt;Dari semua yang berhubungan dengan SPIRITUAL sebagai nama lain kehidupan&lt;br /&gt;Pikiran yang menghakimi dan emosi egois atas nama kebenaran yang ada di dalam diri setiap orang&lt;br /&gt;Adalah TANDA SANGAT JELAS yang mencerminkan seseorang belum mengerti SPIRITUAL&lt;br /&gt;Adalah TANDA SANGAT JELAS yang mencerminkan seseorang belum mengerti KEHIDUPAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka hanya berbaju dan berpakaian dengan LABEL ‘SPIRITUAL’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka paculah diri, paculah jiwa, paculah kesadaran diri&lt;br /&gt;Berargumentasi-lah dengan diri sendiri secara jujur dan jantan&lt;br /&gt;Belajarlah keterbukaan dari ketertutupan hati yang telah membeku&lt;br /&gt;Asahlah kekerasan paham dan lihatlah kelembutan dari semua yang keras&lt;br /&gt;Agar kebenaran, agar kehidupan, agar spiritualitas tidak lagi dilihat tiga&lt;br /&gt;Melainkan dilihat tiga di dalam satu kesatuan tanpa batas..........&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-8017903814927718541?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/8017903814927718541/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/label-spiritual.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/8017903814927718541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/8017903814927718541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/label-spiritual.html' title='LABEL `SPIRITUAL `'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-9198826011316468155</id><published>2010-09-18T04:31:00.000-07:00</published><updated>2010-09-18T04:42:22.057-07:00</updated><title type='text'>KELIMA MUSUH MANUSIA; EGOTISME PENYAKIT PALING BANDEL DAN GANAS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://fkmmharapan.files.wordpress.com/2010/06/malu-itu-baik.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 610px; height: 412px;" src="http://fkmmharapan.files.wordpress.com/2010/06/malu-itu-baik.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Kelima musuh manusia yang mematikan yaitu nafsu birahi, kemarahan,  ketamakan, keterikatan, kesombongan atau egotism tidak membiarkan kita  untuk tenang dan tentram. Nafsu birahi akan menarik kita ke tingkat  binatang. Mereka yang mengumbar kesenangan inderawi, akan sangat  mengabaikan kesehatan mereka dan setelah itu mereka akan menyesali  kebodohannya untuk selamanya. Kemarahan akan membakar habis segala  sesuatu yang bersifat mulia. Ia akan mencabik-cabik dan menihilkan  setiap sifat yang halus dari pikiran dan jiwa. Ia adalah sepertiapi  penghangus yang berasal dari api pemusnah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketamakan akan  mengikat kita kepada benda-benda duniawi dan akan mengaburkan  penglihatan kita akan nilai-nilai yang lebih luhur. Itu akan mengikat  kita kepada hal-hal yang lebih rendah. Belas kasihan, kasih dan kebaikan  akan menghilang secara perlahan-lahan. Orang yang tamak tidak pernah  kehabisan permintaan dan keinginan dan tidak ada satu pun yang dapat  menjadikannya kenyang. Ia senantiasa mengejar-ngejar bayangan. “Orang  yang paling miskin sedunia adalah dia yang tidak memiliki apa-apa  kecuali uang.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keterikatan atau kegandrungan merupakan  nafsu yang paling busuk dan membahayakan. Orang yang mengidapnya hanya  eksis secara jasmaniah dan akan menjadikan dirinya sebagai gelandangan.  “Orang datang kemari dengan bertelanjang dan bertangan kosong, dan  begitu pula pada saat kepergiannya.” Kesombongan atau egotisme merupakan  jenis keakuan yang jahat dan merupakan salah satu dari kelima penyakit  yang paling bandel dan ganas. Selain itu ia juga bercokol paling lama.  Ia menyerah paling akhir. Ia menganggap bahwa dirinya sempurna. Karena  itu, nafsu birahi bersifat menjatuhkan dan mendatangkan aib; kemarahan  bersifat menghabiskan dan memusnahkan; ketamakan bersifat mengeraskan  dan menggumpalkan; keterikatan bersifat menggoda dan mengikat; dan  egotism bersifat menipu dan mengecoh.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-9198826011316468155?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/9198826011316468155/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/kelima-musuh-manusia-egotisme-penyakit.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/9198826011316468155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/9198826011316468155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/kelima-musuh-manusia-egotisme-penyakit.html' title='KELIMA MUSUH MANUSIA; EGOTISME PENYAKIT PALING BANDEL DAN GANAS'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-15808735910568983</id><published>2010-09-18T04:28:00.001-07:00</published><updated>2010-09-18T04:31:12.153-07:00</updated><title type='text'>Ambisi menggerakkan Dunia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs679.snc4/61953_1588795888485_1493464811_1501436_6877246_a.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 180px; height: 180px;" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs679.snc4/61953_1588795888485_1493464811_1501436_6877246_a.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Ketika seseorang mengagumi sesuatu atau seseorang, ia biasanya tak  berhenti hanya sebatas kekagumannya itu saja. Kekagumannya itu umumnya  diikuti juga dengan &lt;em&gt;keinginan&lt;/em&gt; untuk &lt;em&gt;memiliki &lt;/em&gt;atau &lt;em&gt;menjadi&lt;/em&gt;  seperti yang dikaguminya itu. Bedanya cuma, ada yang menyadari  ketidak-mampuannya untuk memilikinya atau menjadi seperti itu, dan ada  yang tidak menyadari. Di antara yang menyadari, ada yang berusaha sekuat  daya untuk meningkatkan kemampuannya, dan ada yang mengurungkan niatnya  untuk memiliki atau menjadi. Cuma itu bedanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seperti juga objek kekaguman orang berbeda-beda satu dengan yang lainnya, kuatnya &lt;em&gt;dorongan keinginan&lt;/em&gt;  untuk memiliki atau menjadi yang dikagumipun berbeda-beda. Dorongan ini  bersifat naluriah. Akan tetapi, kenapa kita secara spesifik mengagumi  sesuatu atau seseorang, dan tidak yang lainnya? Dan, kenapa objek  kekaguman kita itu bisa berubah-ubah? Kenapa sesuatu atau seseorang yang  tadinya kita kagumi, sekarang tidak lagi? Atau bahkan kita benci  misalnya?&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita umumnya mengagumi sesuatu yang tidak atau  belum kita miliki —apakah itu berupa kecantikan jasmaniah, keakhlian,  kepintaran, atau bentuk-bentuk keistimewaan lainnya, yang tidak kita  kuasai bukan? Dan selekas sesuatu menjadi milik kita, kekagumanpun  berangsur-angsur surut. Ia tidak lagi mengagumkan seperti sebelumnya;  ia, cepat atau lambat menjadi biasa-biasa saja, atau bahkan membosankan.  Yang cukup jelas bagi kita adalah, kekaguman sangat erat kaitannya  dengan &lt;em&gt;ingin memiliki&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;ingin menjadi&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang  miskin ingin menjadi kaya, yang kaya ingin menjadi lebih kaya lagi;  yang bodoh ingin menjadi pintar, yang pintar ingin menjadi lebih pintar  lagi; demikian seterusnya. &lt;em&gt;Ingin &lt;/em&gt;menjadi, &lt;em&gt;ingin &lt;/em&gt;lebih dari sebelumnya dan &lt;em&gt;ingin &lt;/em&gt;lebih  dari yang lainnya; inilah penyebabnya bukan? Disadari atau tidak,  nyaris semua dari yang kita pikirkan, ucapkan dan lakukan, digerakkan  oleh keinginan-keinginan. Keinginan yang kuat untuk menjadi sesuatu atau  seseorang, kita kenal dengan istilah &lt;em&gt;ambisi&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ambisi inilah yang menggerakkan dunia. Tanpa ambisi, kita merasa bak benda-mati. Yang &lt;em&gt;ambisius&lt;/em&gt;,  merasa benar-benar hidup, menemukan gairah-hidupnya di dalam mengejar  ambisi-ambisinya, di dalam mewujudkan angan-angan atau cita-citanya.  Akibatnya, alih-alih menjadi apa yang diinginkannya, boleh jadi mereka  malah menjadi &lt;em&gt;budak ambisi&lt;/em&gt; seumur-hidup dan mati sebagai seorang ambisius.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Ambisi merupakan salahsatu wujud 'kekuatan'...daya...energi&lt;/span&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;...api.... Kita mesti sangat2 arif menanganinya. Kearifan inilah  yang kita butuhkan. Tanpanya...tak ada pemadam apapun yang akan mampu  mengurungkannya untuk membakar hangus.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;~Mungkin ambisi pertama yang sebaiknya dikejar adalah kearifan~&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-15808735910568983?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/15808735910568983/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/ambisi-menggerakkan-dunia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/15808735910568983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/15808735910568983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/ambisi-menggerakkan-dunia.html' title='Ambisi menggerakkan Dunia'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-3864015627648426446</id><published>2010-09-18T04:21:00.000-07:00</published><updated>2010-09-18T04:24:54.553-07:00</updated><title type='text'>Tiada Ketenteraman di bawah kendali Ambisi.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs680.snc4/62021_151448354885927_118008318229931_294522_6533462_a.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 180px; height: 135px;" src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs680.snc4/62021_151448354885927_118008318229931_294522_6533462_a.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Batin kacau hanya akan menemukan kekacauan di sekelilingnya.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Bagaimana bisa tahu apa itu kedamaian bila tak pernah mencicipinya?&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Namun, ia yang punya kedamaian didalam &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;bisa bersemayam dalam status ini &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;kendati berada di tengah-tengah kekacauan dunia luar.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan &lt;em&gt;menyadari&lt;/em&gt; rongrongan dan &lt;em&gt;memahami&lt;/em&gt; bekerjanya ambisi, Anda bisa mengendalikannya. Yang menyadari rongrongannya dan memahami bekerjanya ambisi, bebas dari &lt;em&gt;daya kendalinya&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bila  Anda sadari kalau dunia sebetulnya digerakkan oleh ambisi, Anda akan  tahu kalau —siapapun berhasil mengendalikan ambisi, akan berhasil  mengendalikan dirinya; dan siapapun berhasil mengendalikan dirinya akan  berhasil pula mengendalikan dunia. Dunia akan ada di bawah genggamannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dunia  luar dan dunia dalam identik adanya. Makanya, dunia tidak pernah bisa  dikendalikan oleh mereka yang gagal mengendalikan dirinya sendiri;  apalagi yang sekedar dikendalikan oleh ambisinya, sekedar budak ambisi.  Dikendalikan oleh ambisi hanya akan mengundang kehancuran. &lt;em&gt;Tiada ketenteraman di bawah kendali ambisi.&lt;/em&gt; Bila Anda ingin tenteram, kendalikanlah ambisi Anda. Jangan biarkan ambisi mengendalikan Anda!&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-3864015627648426446?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/3864015627648426446/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/tiada-ketenteraman-di-bawah-kendali.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/3864015627648426446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/3864015627648426446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/tiada-ketenteraman-di-bawah-kendali.html' title='Tiada Ketenteraman di bawah kendali Ambisi.'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-6010978924434077895</id><published>2010-09-18T04:19:00.000-07:00</published><updated>2010-09-18T04:26:37.541-07:00</updated><title type='text'>Mengalir pulang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs678.snc4/61794_151293104901452_118008318229931_294081_395183_a.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 180px; height: 120px;" src="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs678.snc4/61794_151293104901452_118008318229931_294081_395183_a.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suatu sore seorang pengelana —pendamba kecerahan batin— duduk di  tepian sebatang sungai. Ia tampak letih. Setelah sekian lama mencari dan  mencari, menemui banyak orang yang dianggap guru, mengunjungi berbagai  tempat yang dianggap suci oleh banyak orang, membaca bebagai kitab,  belum juga ia menemukan cahaya kecerahan yang didambakannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam  duduk heningnya itu, tiba-tiba ia terperanjat, dikejutkan oleh suara si  sungai. Ya ... si sungai. Dia hampir tak percaya kalau sungai ini bisa  bicara, dan bertanya kepadanya: “Apakah seseorang memang mesti  sedemikian resahnya akan kecerahan batinnya?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ah ... kamu berkata apa?”, tanya si pengelana dalam kagetnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Apakah seseorang memang mesti sedemikian resahnya akan kecerahan batinnya?”, ulang si sungai lirih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Memangnya kamu tahu apa tentang kecerahan batin?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Mungkin  aku tak tahu apa-apa tentang kecerahan yang engkau dambakan itu,” sahut  si sungai, “tapi aku tahu betul satu hal dalam hidupku.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Apa itu?”, tanya sang pengelana bersemangat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kemanapun aku berbelok, aku mengalir pulang ke rumahku.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semenjak  kejadian itu, siapapun menanyai sang pengelana itu tentang siapa  gerangan Gurunya, ia selalu menjawab pasti: “Si Sungai!”&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-6010978924434077895?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/6010978924434077895/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/mengalir-pulang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/6010978924434077895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/6010978924434077895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/mengalir-pulang.html' title='Mengalir pulang'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-782598544164680523</id><published>2010-09-17T05:39:00.000-07:00</published><updated>2010-09-17T05:44:51.433-07:00</updated><title type='text'>kidung dhandhanggula</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_XFYlBuSeO9Y/SdIivAbg9CI/AAAAAAAAAG8/VqsG43Wa8Ao/s320/NOT+DHANDHANGGULA+SL.bmp"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 261px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_XFYlBuSeO9Y/SdIivAbg9CI/AAAAAAAAAG8/VqsG43Wa8Ao/s320/NOT+DHANDHANGGULA+SL.bmp" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;digambarkan sebagai&lt;br /&gt;berikut:&lt;br /&gt;Ana pandhita akarya&lt;br /&gt;wangsit, kaya kombang&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_hide"&gt;...&lt;/span&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;anggayuh tawang,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;susuh angin ngendi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;nggone, lawan galihing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;kangkung, watesane&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;langit jaladri, tapake&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;kuntul nglayang lan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;gigiring panglu, dst.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Di sini jelas bahwa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;“ sesuatu” yang dicari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;itu adalah: susuh angin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;(sarang angin), ati banyu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;(hati air), galih kangkung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;(galih kangkung), tapak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;kuntul nglayang (bekas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;burung terbang),gigir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;panglu (pinggir dari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;globe),wates langit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;(batas cakrawala), yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;merupakan sesuatu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;yang “tidak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;tergambarkan” atau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;“tidak dapat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;disepertikan” yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;dalam bahasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Jawa ” tan kena kinaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;ngapa” yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;pengertiannya sama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;dengan “Acintya”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;dalam ajaran Hindu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Dengan pengertian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;“ acintya” atau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;“sesuatu yang tak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;tergambarkan” itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;mereka ingin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;menyatakan bahwa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;hakekat Tuhan adalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;sebuah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;“ kekosongan”, atau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;“suwung”,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Kekosongan adalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;sesuatu yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;ada tetapi tak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;tergambarkan. Semua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;yang dicari dalam kidung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;dhandhanggula di atas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;adalah “kekosongan”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Susuh angin itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;“ kosong”,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;ati banyu pun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;“ kosong”, demikian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;pula “tapak kuntul&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;nglayang”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;dan “batas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;cakrawala”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Jadi hakekat Tuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;adalah “kekosongan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;abadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;yang padat energi”,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;seperti areal hampa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;udara yang menyelimuti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;jagad&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;raya, yang meliputi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;segalanya secara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;immanen sekaligus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;transenden,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;tak terbayangkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;namun mempunyai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;energi luar biasa, hingga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;membuat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;semua benda di angkasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;berjalan sesuai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;kodratnya dan tidak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;saling&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;bertabrakan. Sang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;“ kosong” atau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;“suwung” itu meliputi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;segalanya, “suwung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;iku anglimputi sakalir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;kang ana ”. Ia seperti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;udara yang tanpa batas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;dan keberadaannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;menyelimuti semua yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;ada,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;baik di luar maupun di&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;dalamnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Karena pada diri kita ada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Atman, yang tak lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;adalah cahaya atau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;pancaran energi Tuhan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;maka hakekat Atman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;adalah juga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;“kekosongan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;yang padat energi itu”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Dengan demikian apabila&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;dalam diri kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;hanya ada Atman, tanpa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;ada muatan yang lain,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;misalnya nafsu dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;keinginan, maka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;“energi Atman” itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;akan berhubungan atau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;menyatu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;dengan sang “sumber&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;energi”. Untuk itu yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;diperlukan dalam usaha&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;pencarian adalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;mempelajari proses&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;“ penyatuan” antara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Atman dengan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Brahman itu. Logikanya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;apabila hakekat Tuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;adalah “kekosongan”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;maka untuk menyatukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;diri, maka diri kita pun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;harus “kosong”,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Sebab&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;hanya “yang kosonglah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;yang dapat menyatu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;dengan sang maha&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;kosong ”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Caranya dengan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;berusaha&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;“ mengosongkan diri”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;atau “membersihkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;diri”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;dengan “menghilangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;muatan-muatan yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;membebani Atman ”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;yang berupa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;berbagai nafsu dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;keinginan. Dengan kata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;lain berusaha&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;membangkitkan energi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Atman agar tersambung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;dengan energi Brahman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Dengan uraian di atas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;maka cara yang harus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;ditempuh adalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;melaksanakan “yoga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;samadi”, yang intinya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;adalah menghentikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;segala&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;aktifitas pikiran beserta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;semua nafsu dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;keinginan yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;membebaninya. Sebab&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;pikiran yang selalu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;bekerja tak akan pernah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;menjadikan diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;“ kosong”. Karena itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;salah satu caranya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;adalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;dengan “Amati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Karya”, menghentikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;segala aktifitas kerja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Apabila “kekosongan”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;merupakan hakekat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Tuhan, apakah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Padmasana, yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;di bagian atasnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;berbentuk “kursi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;kosong”, dan dianggap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;sebagai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;simbol singgasana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;“ Sang Maha Kosong”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;itu adalah perwujudan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;dalam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;bentuk lain dari apa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;yang dicari orang Jawa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;lewat kidung-kidung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;kuna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;itu? Apa sebabnya di&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Jawa tidak ada dan baru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;diwujudkan dalam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;bentuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;bangunan ketika leluhur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Jawa berada di Bali?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Mungkin saat itu di&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Jawa memang tidak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;membutuhkan hal itu,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;karena masyarakat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Jawa lebih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;mementingkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;“pemujaan leluhur”,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;yang dianggap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;sebagai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;“ pengejawantahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Tuhan”. Kata-kata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Wong tuwa iku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Pangeran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;katon atau Orang tua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;(leluhur) itu Tuhan yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;nampak, adalah bukti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;adanya kepercayaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-782598544164680523?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/782598544164680523/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/kidung-dhandhanggula.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/782598544164680523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/782598544164680523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/kidung-dhandhanggula.html' title='kidung dhandhanggula'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_XFYlBuSeO9Y/SdIivAbg9CI/AAAAAAAAAG8/VqsG43Wa8Ao/s72-c/NOT+DHANDHANGGULA+SL.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-7279292490319630485</id><published>2010-09-16T14:28:00.000-07:00</published><updated>2010-09-16T14:49:48.160-07:00</updated><title type='text'>Ketenangan Batin</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs280.ash1/20739_108040625876257_100000109591808_200719_8339300_n.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 604px; height: 377px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs280.ash1/20739_108040625876257_100000109591808_200719_8339300_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada penderitaan dalam hidup ini, kecuali orang yang membuat&lt;br /&gt;dirinya sendiri menderita.Tidak ada kesulitan sebesar dan seberat apa pun di dunia ini, kecuali hasil dari&lt;br /&gt;buah pikirannya sendiri. Terserah kita, mau dibawa ke mana kehidupan&lt;br /&gt;ini. Mau dibawa sulit, niscaya segalanya akan menjadi sulit. Jika kita&lt;br /&gt;memilih jalan ini, maka silahkan, persulit saja pikiran ini. Mau&lt;br /&gt;dibawa rumit pastilah hidup ini akan senantiasa terasa rumit.&lt;br /&gt;Perumitlah terus pikiran kita bila memang jalan ini yang paling&lt;br /&gt;disukai. Toh, semua akan tampak hasilnya dan, tidak bisa tidak, hanya&lt;br /&gt;kita sendiri yang harus merasakan dan menaggung akibatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, sekiranya kehidupan yang terasa sempit menghimpit hendak&lt;br /&gt;dibuat menjadi lapang, segala yang tampak rumit berbelit hendaknya&lt;br /&gt;dibuat menjadi sederhana, dan segala yang kelihatannya buram, kelabu,&lt;br /&gt;bahkan pekat gulita, hendaknya dibuat menjadi bening dan terang&lt;br /&gt;benderang, maka cobalah rasakan dampaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata dunia ini tidak lagi tampak mengkerut, sempit menghimpit, dan&lt;br /&gt;carut marut. Memandang kehidupan ini terasa seperti berdiri di puncak&lt;br /&gt;menara lalu menatap langit biru nan luas membentang bertaburkan&lt;br /&gt;bintang gemintang, dengan semburat cahaya rembulan yang lembut&lt;br /&gt;menebar, menjadikan segalanya tampak lebih indah, lebih lapang, dan&lt;br /&gt;amat mengesankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang,&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikit pun,&lt;br /&gt;tetapi manusia itulah yang berbuat zalim terhadap diri mereka sendiri”&lt;br /&gt;(QS Yunus [11]:44).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal Dia telah tegas-tegas memberikan jaminan melalui firman-Nya,&lt;br /&gt;“Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan&lt;br /&gt;(kesusahan)” (QS ath-Thalaq [65]:7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendalikan Suasana Hati&lt;br /&gt;Kuncinya ternyata terletak pada keterampilan kita dalam mengendalikan&lt;br /&gt;suasana hati. Bagaimana caranya? Salah satu cara yang paling efektif&lt;br /&gt;adalah, manakala berhubungan dengan sesama manusia, jangan sekali-kali&lt;br /&gt;kita sibuk mengingat-ingat kata-katanya yang pernah terdengar&lt;br /&gt;menyakitkan. Jangan pula kita sibuk membayangkan raut mukanya yang&lt;br /&gt;sedang marah dan sinis, yang pernah dilakukannya di hari-hari yang&lt;br /&gt;telah lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu hati dan pikiran kita mulai tergelincir ke dalam perasaan&lt;br /&gt;seperti itu, cepat-cepatlah kendalikan. Segera, alihkan suasana hati&lt;br /&gt;ini dengan cara mengenang segala kebaikan yang pernah dilakukannya&lt;br /&gt;terhadap kita, sekecil apa pun. Ingat-ingatlah ketika ia pernah&lt;br /&gt;tersenyum kepada kita. Kenaglah jabat tangannya yang begitu tulus atau&lt;br /&gt;rangkulannya yang begitu penuh persahabatan. Atau, bukankah tempo hari&lt;br /&gt;ia pernah menawarkan untuk&lt;br /&gt;mengantarkan kita pulang dengan motornya ketika kita tengah berdiri&lt;br /&gt;meninggu bis kota?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendek kata, ingat-ingatlah hanya hal-hal yang baik-baiknya saja, yang&lt;br /&gt;dulu pernah ia lakukan, seraya memupus sama sekali dari memori pikiran&lt;br /&gt;kita segala keburukan yang mungkin pernah ia perbuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Azza wa Jalla sungguh Maha Kuasa membolak-balikkan hati&lt;br /&gt;hamba-hamba-Nya. Kita akan kaget sendiri ketika mendapati hasilnya.&lt;br /&gt;Betapa cepatnya hal ini berubah justru sesudah kita berjuang untuk&lt;br /&gt;mengubah segala sesuatu yang buruk menjadi tampak baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertambah dewasa ternyata tidak cukup hanya dengan bertambahnya umur,&lt;br /&gt;ilmu, ataupun pangkat dan kedudukan. Kita bertambah dewasa justru&lt;br /&gt;ketika mampu mengenali hati dan mengendalikannya dengan baik. Inilah&lt;br /&gt;sesungguhnya kunci bagi terkuaknya ketenangan batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika kita dilanda asmara, misalnya. Kalaulah tidak pernah mau&lt;br /&gt;bertanya kepada diri sendiri, maka akan habislah kita diterjang oleh&lt;br /&gt;gelinjang hawa nafsu. Demikian juga kalau kita sedang diliputi gejolak&lt;br /&gt;amarah. Sekiranya tidak pernah mau mengendalikan hati, akan celakalah&lt;br /&gt;kita dibuatnya karena akan menjadi orang yang berlaku aniaya terhadap&lt;br /&gt;orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, kita harus benar-benar memiliki waktu dan kesungguhan&lt;br /&gt;untuk bisa memperhatikan segala gerak-gerik dan perilaku hati ini.&lt;br /&gt;Jangan-jangan kita sudah tergelincir menjadi sombong tanpa kita&lt;br /&gt;sadari. Jangan-jangan kita sudah memusnahkan pahala amal-amal yang&lt;br /&gt;pernah dilakukan tanpa kita sadari. Jangan-jangan kita sudah termasuk&lt;br /&gt;orang yang gemar berlaku zalim terhadap orang lain tanpa kita sadari.&lt;br /&gt;Apabila ini terjadi, maka apalagi kekayaan yang bisa menjadi bekal&lt;br /&gt;kepulangan kita ke akhirat nanti? Bukankah segala amal yang kita&lt;br /&gt;perbuat itu-adakah ia tergolong amal salih atau amal salah-justru&lt;br /&gt;tergantung pada kalbu ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita pergi berjuang, berperang melawan keangkaramurkaan, berkuah peluh&lt;br /&gt;bersimbah darah. Tetapi, sepanjang bertempur hati menjadi riya, ingin&lt;br /&gt;dipuji dan disebut pahlawan;tidakkah disadari bahwa amalan seperti ini&lt;br /&gt;di sisi Allah kering nilainya, tidak ada harganya sama sekali?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi mubaligh, berceramah menyampaikan ajaran Islam. Didengar oleh&lt;br /&gt;ratusan bahkan ribuan orang. Pergi jauh ke berbagai tempat,&lt;br /&gt;menghabiskan sekian banyak waktu dan menguras tenaga serta pikiran.&lt;br /&gt;Namun, sama sekali tidak akan ada harganya di sisi Allah kalau hati&lt;br /&gt;tidak ikhlas. Sekadar ingin dipuji dan dihormati, sehingga merasa diri&lt;br /&gt;paling mulia, atau bahkan lebih fatal lagi, karena motivasi sekadar&lt;br /&gt;untuk mendapat imbalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat haji, memakan waktu berpuluh hari dan menempuh jarak beribu&lt;br /&gt;kilometer. Tubuh pun terpanggang matahari yang membakar dan&lt;br /&gt;berdesak-desakan dengan berjuta-juta manusia. Tetapi, kalau tidak&lt;br /&gt;disertai niat karena Allah, sekadar ingin dipuji karena mendapat&lt;br /&gt;embel-embel titel haji, maka na’udzubillah, semua ini sama sekali&lt;br /&gt;tidak berharga di sisi Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa pekerjaan yang telah ditebus dengan pengorbanan sedemikian&lt;br /&gt;besar malah membuahkan kesia-siaan? Ternyata sebab-musababnnya&lt;br /&gt;berpangkal pada kelalaian dan ketidakmampuan mengendalikan suasana&lt;br /&gt;hati. Sebab, sekali seseorang beramal disertai riya, ujub, atau sum’ah&lt;br /&gt;(sekadar mencari popularitas) , maka tidak bisa tidak, pikirannya&lt;br /&gt;hanya akan disibukkan oleh persoalan tentang bagaimana caranya agar&lt;br /&gt;manusia datang memujinya. Begitu pujian itu tidak datang, sertamerta&lt;br /&gt;hati pun dilanda sengsara. Bila sudah begini, kapankah lagi dapat&lt;br /&gt;diperoleh ketentraman hidup, selain sebaliknya, hari-harinya akan&lt;br /&gt;senantiasa digelayuti perasaan resah, gelisah, kecewa, dan sengsara?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat yang Ikhlas&lt;br /&gt;Oleh karena itu, sekiranya kita belum mampu melakukan amal-amal yang&lt;br /&gt;besar, tidakkah lebih baik memelihara amal-amal yang mungkin tampak&lt;br /&gt;kecil dan sepele dengan cara terus-menerus menyempurnakan dan&lt;br /&gt;memelihara niat agar senantiasa ikhlas dan benar? Inilah yang justru&lt;br /&gt;akan dapat membuahkan ketenangan batin, sehingga insya Allah akan&lt;br /&gt;membuahkan pula suasana kehidupan yang sejuk, lapang, indah dan&lt;br /&gt;mengesankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan dengan kesanggupan kita menyempurnakan dan memelihara&lt;br /&gt;keikhlasan niat di hati tatkala mengerjakan amal-amal yang kecil&lt;br /&gt;tersebut, suatu saat Allah Azza wa Jalla berkenan mengkaruniakan&lt;br /&gt;kesanggupan untuk mampu ikhlas manakala datang masanya kita harus&lt;br /&gt;mengerjakan amal-amal yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besar atau kecil suatu amalan yang dikerjakan dalam hidup ini,&lt;br /&gt;sekiranya didasari hati yang ikhlas seraya diiringi niat dan cara yang&lt;br /&gt;benar, niscaya akan melahirkan sikap ihsan. Yakni, kita akan selalu&lt;br /&gt;merasakan kehadiran Allah dalam setiap gerak-gerik, sehingga dalam&lt;br /&gt;setiap denyut nadi ini, kita akan selalu teringat kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah suatu kondisi yang akan membuat hati selalu merasakan kesejukan&lt;br /&gt;dan ketentraman.&lt;br /&gt;“Alaa bi dzikrillaahii tathma ‘inul qulub” (QS ar-Ra’d[13]: 28),&lt;br /&gt;demikian Allah telah memberikan jaminan. Ingat, hanya dengan mengingat&lt;br /&gt;Allah-lah hati menjadi tentram!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi Allah tidak ada pilihan lain. Kita harus senantiasa mewaspadai&lt;br /&gt;hati ini. Jangan sampai diam-diam membinasakan diri justru tanpa kita&lt;br /&gt;sadari. Sudah pahala yang didapat sedikit, hati pun tak bisa&lt;br /&gt;terkendalikan, sehingga semakin rusaklah nilai amal-amal kita dari&lt;br /&gt;waktu ke waktu. Na’udzubillaah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, selain kita terbiasa mandi untuk membersihkan jasad&lt;br /&gt;lahir, kita pun harus memiliki kesibukan untuk “memandikan” hati ini.&lt;br /&gt;Selain kita makan untuk mengenyangkan perut, kita pun harus&lt;br /&gt;“menyantap” sesuatu yang dapat membuat hati ini terisi. Selain kita&lt;br /&gt;berdandan untuk merapikan penampilan, kita pun harus sibuk “bersolek”&lt;br /&gt;merapikan hati kita. Dan selain kita rajin becermin untuk memperelok&lt;br /&gt;wajah, kita pun jangan lupa untuk rajin-rajin pula “becermin” untuk&lt;br /&gt;memperelok hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini tiada lain agar kita memiliki kemampuan untuk senatiasa&lt;br /&gt;menyelisik niat maupun perilaku buruk dan busuk yang, disadari ataupun&lt;br /&gt;tidak, mungkin pernah kita perbuat. Itu akan lebih menolong daripada&lt;br /&gt;kita sibuk mengintip-intip keburukan orang lain, yang berarti hanya&lt;br /&gt;menipu diri sendiri belaka dan sama sekali tidak akan mendatangkan&lt;br /&gt;ketenangan batin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-7279292490319630485?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/7279292490319630485/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/ketenangan-batin.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/7279292490319630485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/7279292490319630485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/ketenangan-batin.html' title='Ketenangan Batin'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-8372014523796997630</id><published>2010-09-16T14:15:00.000-07:00</published><updated>2010-09-16T14:27:40.601-07:00</updated><title type='text'>Jembatan Maaf</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs295.snc3/28395_129886010358385_100000109591808_366892_4952064_n.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 150px; height: 100px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs295.snc3/28395_129886010358385_100000109591808_366892_4952064_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah ada dua orang kakak beradik yang hidup di sebuah desa. Entah  karena apa mereka jatuh ke dalam suatu pertengkaran serius. Dan ini  adalah pertama kalinya mereka bertengkar sedemikian hebat. Padahal  selama 40 tahun mereka hidup rukun berdampingan, saling meminjamkan  peralatan pertanian, dan bahu membahu dalam usaha perdagangan tanpa  mengalami hambatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kerja sama yang akrab itu kini retak.  Dimulai dari kesalahpahaman yang sepele saja. Kemudian berubah menjadi  perbedaan pendapat yang besar. Dan akhirnya meledak dalam bentuk  caci-maki. Beberapa minggu sudah berlalu, mereka saling berdiam diri tak  bertegur-sapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu pagi, seseorang mengetuk rumah sang kakak.  Di depan pintu berdiri seorang pria membawa kotak perkakas tukang kayu.  "Maaf tuan, sebenarnya saya sedang mencari pekerjaan," kata pria itu  dengan ramah. "Barangkali tuan berkenan memberikan beberapa pekerjaan  untuk saya selesaikan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh ya!" jawab sang kakak. "Saya punya  sebuah pekerjaan untukmu. Kau lihat ladang pertanian di seberang sungai  sana. Itu adalah rumah tetanggaku, ..ah sebetulnya ia adalah adikku.  Minggu lalu ia mengeruk bendungan dengan buldozer lalu mengalirkan  airnya ke tengah padang rumput itu sehingga menjadi sungai yang  memisahkan tanah kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, barangkali ia melakukan itu untuk  mengejekku, tapi aku akan membalasnya lebih setimpal. Di situ ada  gundukan kayu. Aku ingin kau membuat pagar setinggi 10 meter untukku  sehingga aku tidak perlu lagi melihat rumahnya. Pokoknya, aku ingin  melupakannya." Kata tukang kayu, "Saya mengerti. Belikan saya paku dan  peralatan. Akan saya kerjakan sesuatu yang bisa membuat tuan merasa  senang."&lt;br /&gt;Kemudian sang kakak pergi ke kota untuk berbelanja berbagai  kebutuhan dan menyiapkannya untuk si tukang kayu. Setelah itu ia  meninggalkan tukang kayu bekerja sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang hari  tukang kayu bekerja keras, mengukur, menggergaji dan memaku. Di sore  hari, ketika sang kakak petani itu kembali, tukang kayu itu baru saja  menyelesaikan pekerjaannya.&lt;br /&gt;Betapa terbelalaknya ia begitu melihat  hasil pekerjaan tukang kayu itu. Sama sekali tidak ada pagar kayu  sebagaimana yang dimintanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, yang ada adalah jembatan  melintasi sungai yang menghubungkan ladang pertaniannya dengan ladang  pertanian adiknya. Jembatan itu begitu indah dengan undak-undakan yang  tertata rapi. Dari seberang sana, terlihat sang adik bergegas berjalan  menaiki jembatan itu dengan kedua tangannya terbuka lebar.&lt;br /&gt;"Kakakku,  kau sungguh baik hati mau membuatkan jembatan ini. Padahal sikap dan  ucapanku telah menyakiti hatimu. Maafkan aku." kata sang adik pada  kakaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua bersaudara itu pun bertemu di tengah-tengah  jembatan, saling berjabat tangan dan berpelukan. Melihat itu, tukang  kayu pun membenahi perkakasnya dan bersiap-siap untuk pergi. "Hai,  jangan pergi dulu. Tinggallah beberapa hari lagi. Kami mempunyai banyak  pekerjaan untukmu," pinta sang kakak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya saya ingin  sekali tinggal di sini," kata tukang kayu, "tapi masih banyak jembatan  lain yang harus saya selesaikan."&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-8372014523796997630?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/8372014523796997630/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/jembatan-maaf.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/8372014523796997630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/8372014523796997630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/jembatan-maaf.html' title='Jembatan Maaf'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-3858551092035875531</id><published>2010-09-16T12:22:00.000-07:00</published><updated>2010-09-16T12:56:35.812-07:00</updated><title type='text'>Belilah Bibit ... Jangan Buah!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs673.snc4/61377_150950141602415_118008318229931_292923_4717298_a.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 180px; height: 135px;" src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs673.snc4/61377_150950141602415_118008318229931_292923_4717298_a.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Seorang wanita bermimpi masuk ke sebuah toko baru di pasar, dan  terkejut, menemukan Tuhan di belakang toko.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Engkau  menjual apa di sini?” ia bertanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Apa saja yang menjadi  keinginan hatimu,” kata Tuhan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hampir tak berani percaya  apa yang didengarnya, wanita itu memutuskan minta hal-hal paling baik,  yang mungkin diinginkan seorang anak manusia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aku minta  ketenteraman hati dan cinta dan bahagia dan bijaksana dan bebas dari  sakit.” katanya, kemudian ditambahkan lagi, “Tidak hanya untuk saya.  Untuk semua orang di dunia.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tuhan tersenyum. “Kukira,  engkau menafsirkan Aku salah Nak...” kata-Nya. “Kami tidak menjual buah  disini. Hanya bibit.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;Kita punya bibit, bermacam macam bibit, dan bibit itu akan tumbuh, bisa  di ladang yang tandus, bisa di batu keras, bisa pula di lahan yang  subur, Supaya kita bisa menuai buah yang baik, sebaiknya mari kita tanam  bibit yang baik , dari dalam jiwa dan batin kita, dan mari kita tanam  dim lahan yang bagus dalam jiwa dan batin kita pula, dan kita pula harus  merawat, menyemai hingga bibit itu tumbuh dan berbuah. Barang siapa  menanam , akan menuai.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;Memang tkadang manusia hanya ingin yg serba instant , mereka lupa jika  kita wajib menanam ,memelihara juga memupuk dg penuh kesabaran u  mendapatkan buah .. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-3858551092035875531?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/3858551092035875531/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/belilah-bibit-jangan-buah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/3858551092035875531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/3858551092035875531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/belilah-bibit-jangan-buah.html' title='Belilah Bibit ... Jangan Buah!'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-7205081037873306718</id><published>2010-09-16T12:17:00.000-07:00</published><updated>2010-09-16T12:21:59.125-07:00</updated><title type='text'>Indahnya Kematian</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs705.snc4/62540_147097905327387_100000815357931_198225_190140_a.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 180px; height: 135px;" src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs705.snc4/62540_147097905327387_100000815357931_198225_190140_a.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Panggilan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Biarkan aku terbaring dalam lelapku,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;karena  jiwa ini telah dirasuki cinta,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dan biarkan daku istirahat,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;karena  batin ini memiliki segala kekayaan malam dan siang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nyalakan  lilin-lilin dan bakarlah dupa nan mewangi di sekeliling ranjang ini,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dan  taburi tubuh ini dengan wangian melati serta mawar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Minyakilah  rambut ini dengan puspa dupa dan olesi kaki-kaki ini dengan wangian,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dan  bacalah isyarat kematian yang telah tertulis jelas di dahi ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Biarku  istirahat di ranjang ini,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;karena kedua bola mata ini telah  teramat lelahnya;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Biar sajak-sajak bersalut perak bergetaran dan  menyejukkan jiwaku;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terbangkan dawai-dawai harpa dan singkapkan  tabir lara hatiku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nyanyikanlah masa-masa lalu seperti  engkau memandang fajar harapan dalam mataku,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;karena makna ghaibnya  begitu lembut bagai ranjang kapas tempat hatiku berbaring.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hapuslah  air matamu, saudaraku,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dan tegakkanlah kepalamu seperti  bunga-bunga menyemai jari-jemarinya menyambut mahkota fajar pagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lihatlah  Kematian berdiri bagai kolom-kolom cahaya antara ranjangku dengan jarak  infiniti;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tahanlah nafasmu dan dengarkan kibaran kepak  sayap-sayapnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dekatilah aku, dan ucapkanlah selamat  tinggal buatku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ciumlah mataku dengan seulas senyummu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Biarkan  anak-anak merentang tangan-tangan mungilnya buatku dengan kelembutan  jemari merah jambumereka;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Biarkanlah Masa meletakkan tangan  lembutnya di dahiku dan memberkatiku;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Biarkanlah perawan-perawan  mendekati dan melihat bayangan Tuhan dalam mataku,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dan mendengar  Gema Iradat-Nya berlarian dengan nafasku….&lt;/p&gt;&lt;p&gt;~ &lt;strong&gt;Kahlil Gibran&lt;/strong&gt;  ~&lt;/p&gt;&lt;p&gt;﻿&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-7205081037873306718?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/7205081037873306718/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/indahnya-kematian.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/7205081037873306718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/7205081037873306718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/indahnya-kematian.html' title='Indahnya Kematian'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-1882258936663176513</id><published>2010-09-16T12:08:00.000-07:00</published><updated>2010-09-16T12:17:06.676-07:00</updated><title type='text'>Siksa Kubur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs376.snc4/45910_147014168662679_118008318229931_272668_5087282_a.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 180px; height: 180px;" src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs376.snc4/45910_147014168662679_118008318229931_272668_5087282_a.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam satu kesempatan, ada anak  bertanya kepada Bapaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Anak: "Pak, apakah memang ada yang dikatakan oleh film atau, komik,  atau cerita dari guru ngaji saya, yang disebut dengan 'siksa kubur'?".&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bapak:  "Apa yang kamu ketahui tentang 'siksa kubur' itu?".&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anak:  "Ya, katanya sih di alam itu kita disiksa oleh malaikat, tergantung  jenis dosa yang kita perbuat selama hidup di dunia."&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bapak:  "Hanya itu?"&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anak: "Setelah tubuh kita disiksa,  dihancurkan, kemudian dibangkitkan lagi untuk disiksa dan dihancurkan  kembali, begitu seterusnya."&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bapak: "Hemmm...."&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anak:  "Kenapa Pak?".&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bapak: "Begini Nak...Bapak tidak ingin  berspekulasi mengenai hal tersebut, karena siapa yang pernah kesana dan  kemudian balik kesini untuk menceritrakannya kepada kita?"&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Siksa  kubur yang sebenarnya .... ya yang sekarang ini.... inilah alam  kematian sesungguhnya, dimana kita semua terkubur didalam tubuhnya  masing-masing. Hampir setiap saat kita disiksa oleh derita. Diberikan  sedikit rasa kebahagiaan untuk kemudian dicampakkan kembali dalam  penderitaan."&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Hanya jiwa yang merdeka saja, yang telah  mencapai &lt;em&gt;Kemahardikan&lt;/em&gt; yang bisa merasakan kebahagiaan yang  sebenar-benarnya, &lt;em&gt;Hidup ketika mati&lt;/em&gt;"&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-1882258936663176513?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/1882258936663176513/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/siksa-kubur.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/1882258936663176513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/1882258936663176513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/siksa-kubur.html' title='Siksa Kubur'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-2080298637676906114</id><published>2010-09-15T12:30:00.001-07:00</published><updated>2010-09-15T12:31:04.942-07:00</updated><title type='text'>SERAT DARMAGANDHUL (10) Diterjemahkan oleh : Damar Shashangka</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs702.snc4/62286_159618524055111_100000208925277_560909_3420615_n.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 388px; height: 500px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs702.snc4/62286_159618524055111_100000208925277_560909_3420615_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carita adêge Nagara Islam ing Dêmak bêdhahe Nagara Majapahit kang salugune wiwite wong Jawa ninggal agama Buda banjur salin agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Cerita berdirinya Negara Islam di Demak, hancurnya Negara Majapahit, dimana saat itulah awal mula masyarakat Jawa meninggalkan agama Buda [Shiwa Buda] dan berganti memeluk agama Islam.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gancaran basa Jawa ngoko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Prosa dalam bahasa Jawa kasar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Babon asli tinggalane K.R.T. Tandhanagara, Surakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Diambil dari catatan induk asli peninggalan K.R.T. Tandhanagara, Surakarta.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasalin lan kababar ing basa Indonesia dening :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Diterjemahkan dan diulas kedalam bahasa Indonesia oleh: )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAMAR SHASHANGKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabdapalon matur: “Akhirat, swarga, sampun paduka-bêkta ngaler ngidul, jagadipun manusa punika sampun mêngku ‘alam sahir kabir, nalika tapêl Adam, sampun pêpak: akhirat, swarga, naraka ‘arasy kursi. Paduka badhe tindak dhatêng akhirat pundi, mangke manawi kêsasar lo, mangka ênggene akhirat punika têgêse mlarat, saênggen- ênggen wontên akhirat, manawi kenging kula-singkiri, sampun ngantos kula mantuk dhatêng kamlaratan sarta minggah dhatêng akhirat adil nagari, manawi lêpat jawabipun tamtu dipunukum, dipunbanda, dipunpaksa nyambut damêl awrat tur botên tampa arta. Klêbêt akhirat nusa Srênggi, nusa têgêsipun manusa, Srêng têgêsipun padamêlan ingkang awrat sangêt. Ênggi têgêsipun gawe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dados têgêsipun jalma pinêksa nyambut damêl dhatêng Ratu Nusa Srênggi namanipun, punapa botên cilaka, tiyang gêsang wontên ing dunya kados makatên wau, sakulawargane mung nadhah bêras sapithi, tanpa ulam, sambêl, jangan punika akhirat ingkang katingal tata lair, manawi akhiratipun tiyang pêjah malah langkung saking punika, paduka sampun ngantos kondur dhatêng akhirat, sampun ngantos minggah dhatêng swarga, mindhak kêsasar, kathah rajakaya ingkang wontên ing ngriku, sadaya sami trima tilêm kêmul siti, gêsangipun nyambut damêl kanthi paksan, botên salah dipunpragat, paduka sampun ngantos sowan Gusti Allah, amargi Gusti Allah punika botên kantha botên warna, wujudipun amung asma, nglimputi wontên ing dunya tuwin ing akhirat, paduka dereng têpang, têpangipun amung têpang kados cahyanipun lintang lan rêmbulan, kapanggihe cahya murub dados satunggal, botên pisah botên kumpul, têbihipun botên mawi wangênan, cêlak botên panggihan, kula botên kuwawi cêlak, punapa malih paduka, Kangjêng Nabi Musa toh botên kuwawi mandêng dhatêng Gusti Allah, mila Allah botên katingal, namung Dzatipun ingkang nglimputi sadaya wujud, paduka wiji rohani, sanes bangsanipun malaekat, manusa raganipun asal saking nutfah, sowan Hyang Latawalhujwa, manawi panggenanipun sampun sêpuh, nyuwun ingkang enggal, dados botên wongsal-wangsul, ingkang dipunwastani pêjah gêsang, ingkang gêsang napasipun taksih lumampah, têgêsipun urip, ingkang têtêp langgêng, botên ewah botên gingsir, ingkang pêjah namung raganipun, botên ngraosakên kanikmatan, pramila tumrap tiyang agami Buddha, manawi raganipun sampun sêpuh, suksmanipun mêdal nyuwun gantos ingkang sae, nglangkungi ingkang sampun sêpuh, nutfah sampun ngantos ebah saking jagadipun, jagadipun manusa punika langgêng, botên ewah gingsir, ingkang ewah punika makaming raos, raga wadhag ingkang asal roh idlafi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prabu Brawijaya botên anem botên sêpuh, nanging langgêng manggen wontên satêngahipun jagadipun, lumampah botên ebah saking panggenanipun, wontên salêbêting guwa sir cipta kang êning. Gawanên gêgawanmu, ngGêgawa nêdha raga. Tulis ical, etangan gunggunge: kumpul, plêsatipun wêtaha. Ningali jantung kêtêg kiwa: surut marga sire cipta, jujugipun ingkang cêtha cêthik cêthak. Punika pungkasanipun kawruh, kawruhipun tiyang Buda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lêbêtipun roh saking cêthak marginipun, kendêl malih wontên cêthik, mêdal wontên kalamwadi, kentir sagara rahmat lajêng lumêbêt ing guwa indra-kilaning estri, tibaning nikmat ing dhasaring bumi rahmat, wontên ing ngriku ki budi jasa kadhaton baitu’llah ingkang mulya, dadosipun saking sabda kun, dados wontên têngahing jagad swarganing tiyang sêpuh estri, mila jalma keblatipun wontên têngahing jagad, jagading tiyang punika guwa sir cipta namanipun, dipunbêkta dhatêng pundi- pundi botên ewah, umuripun sampun dipunpasthekakên, botên sagêd ewah gingsir, sampun dipunsêrat wontên lokhil-makful, bêgja cilakanipun gumantung wontên ing budi nalar lan kawruhipun, ingkang ical utawi kirang ikhtiaripun inggih badhe ical utawi kirang bêgjanipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wiwitanipun keblat sakawan, inggih punika wetan kilen kidul ler : têgêsipun wetan : wiwitan manusa maujud; têgêsipun kulon : bapa kêlonan; têgêsipun kidul : estri didudul wêtênge ing têngah; têgêsipun lor : laire jabang bayi, tanggal sapisan kapurnaman, sênteg sapisan tênunan sampun nigasi. Têgêsipun pur: jumbuh, na; ana wujud, ma; madhêp dhatêng wujud; jumbuh punika têgêsipun pêpak, sarwa wontên, mêngku alam sahir kabir, tanggalipun manusa, lairipun saking tiyang sêpuhipun estri, sarêng tanggalipun kaliyan sadherekipun kakang mbarêp adhi ragil, kakang mbarêp punika kawah, adhi punika ari-ari, sadherek ingkang sarêng tanggal gaibipun, rumêksa gêsangipun elingipun panjanmaning surya, lênggah rupa cahya, kontêning eling sadayanipun, siyang dalu sampun sumêlang dhatêng sadaya rêrupen, ingkang engêt sadayanipun, surup lan tanggalipun sampun samar : kala rumiyin, sapunika lan benjing, punika kawruhipun tiyang Jawi ingkang agami Buda. Raga punika dipunibaratakên baita, dene suksmanipun inggih punika tiyang ingkang wontên ing baita wau, ingkang nêdahakên pandomipun, manawi baitanipun lumampah mangka salah pandomipun, tamtu manggih cilaka, baita pêcah, tiyangipun rêbah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pramila kêdah ingkang mapan, mumpung baitanipun taksih lumampah, manawi botên mapan gêsangipun, pêjah malih sagêda mapan, nêtêpi kamanusanipun, manawi baitanipun bibrah, inggih pisah kaliyan tiyangipun; têgêsipun suksma ugi pisah kaliyan budi, punika namanipun sahadat, pisahipun kawula kaliyan Gusti, sah têgêsipun pisah, dat punika Dzating Gusti, manawi sampun pisah raga suksma, budinipun lajêng santun baitu’llah, napas tali, muji dhatêng Gusti, manawi pisaha raga suksma lan budi, mrêtitis ingkang botên-botên, yen tunggal, kabêsaran, tanggalipun botên surup salaminipun, punika kêdah ingkang waspada, ngengêtana dhatêng asaling kawula, kawula ugi wajib utawi wênang matur dhatêng Gusti, nyuwun baitu’llah ingkang enggal, ngungkulana ingkang lami. Raganing manusa punika namanipun baitu’llah, inggih prau gaweyaning Allah, dadosipun saking sabda kun, manawi baitanipun tiyang Jawi sagêd mapan santun baitu’llah malih ingkang sae, baitanipun tiyang Islam gêsangipun kantun pangrasa, praunipun sampun rêmuk, manawi suksma punika pêjah ing ‘alam dunya suwung, botên wontên tiyang, manawi tiyang punika têrus gêsang, ing dunya kêbak manusa, lampahipun saking ênem urut sêpuh, ngantos roh lapisan, sanadyan suksmanipun tiyang, nanging manawi tekadipun nasar, pêjahipun manjalma dados kuwuk, sanadyan suksmanipun kewan, nanging sagêd manjalma dados tiyang kajêngipun, adiling Kawasa tiyang punika pinasthi ngundhuh wohing panggawene piyambak-piyambak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nalika panjênênganipun Bathara Wisnu jumênêng Nata wontên ing Mêndhang Kasapta, sato wana tuwin lêlêmbut dipuncipta dados manusa, dados wadya-balanipun Sang Nata. Nalika eyang paduka Prabu Palasara iyasa kadhaton wontên ing Gajahoya, sato wana tuwin lêlêmbut inggih dipuncipta dados tiyang, pramila gandanipun tiyang satunggal-satunggalipun beda-beda, gandanipun kadosdene nalika taksih dados sato kewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemahan dalam bahasa Indonesia :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sando Palon menjawab : Akherat, surga, semua sudah paduka bawa dalam diri paduka, telah paduka bawa kemanapun juga. Didalam diri manusia ini sesungguhnya semua sudah ada, oleh karenanya diri manusia juga disebut alam sahir (mikrokosmos) karena apa yang ada di alam kabir (makrokosmos), juga ada didalam diri manusia. Sudah semenjak tapel Adam (didalam kandungan usia 9 bulan), semua sudah lengkap : surga, neraka, arasy kursi. Lantas paduka hendak pergi ke akherat yang mana? Jangan sampai tersesat, lho? Padahal kondisi akherat (diluar diri manusia) itu mirip sekali dengan kondisi manusia yang melarat. Banyak tingkatan akherat (yang ada diluar diri manusia), segala akherat semacam itu sangat saya hindari, jangan sampai saya pulang ketempat yang kondisinya bagaikan kondisi manusia melarat, jangan sampai saya menuju akherat diluar diri yang konon disebut Negara yang adil (padahal bukan). Jikalau sampai salah tempat, pasti akan mendapat hukuman, pasti akan diikat, disuruh kerja paksa yang berat serta tidak mendapatkan bayaran. Salah satu akherat yang sesat adalah akherat di pulau Srenggi, nusa artinya tempat manusia, sreng artinya kerja berat dan enggi artinya kondisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi disana,  roh manusia dipaksa bekerja untuk Raja Nusa Srenggi. Sungguh celaka. Sedangkan manusia yang hidup didunia saja jikalau mengalami kondisi semacam itu, mengalami kondisi sekeluarga hanya mendapatkan jatah beras sedikit, tanpa lauk, tanpa sayur, sudah demikian menyedihkannya, apalagi akherat tempat manusia yang meninggal di nusa Srenggi, malah lebih menyedihkan dari kodisi didunia. Paduka jangan mencari jalan pulang ke akherat yang ada diluar diri, jangan mengharap-harapkan naik surga, itu bukan tempat sejati, banyak hewan yang ada ditempat itu, semua hanya menerima tidur dengan berselimut tanah, setiap hari harus menurut untuk bekerja paksa, malah ada yang tidak salah lantas disembelih. Paduka jangan mencari jalan pulang ke akherat tempat Gusti Allah, (itu bohong, sebab Gusti Allah tidak bertempat), Gusti Allah itu tak ber-Wujud dan ber-Rupa, Wujud yang bisa dikenali manusia hanya Nama-Nya saja, (Gusti Allah itu) meliputi dunia dan akherat, paduka belum mengenal-Nya. Yang paduka kenali hanya perwujudan-Nya serupa cahaya bintang atau serupa cahaya bulan, atau perwujudan-Nya bagaikan dua cahaya bintang dan bulan yang menyatu. Gusti Allah itu tidak menyatu juga tidak pisah dengan kita, sangat jauh tanpa batasan tetapi juga dekat namun tak bersentuhan dengan kita. Hamba saja belum bisa menguak inti-Nya, apalagi paduka. Nabi Musa (yang diagung-agungkan orang Yahudi, Kristiani dan Islam sebagai Nabi yang mampu berbicara langsung dengan Allah : Damar Shashangga) saja tidak mampu melihat Wajah-Nya. Gusti Allah itu melampaui segala yang terlihat tetapi Dzat-Nya menyelimuti segala perwujudan ini. Paduka ini adalah manusia yang berasal dari benih Ruhani (percikan-Nya) jadi mengapa ingin menjadi seperti Malaikat yang tinggal disurga segala? Raga manusia berasal dari nutfah (air mani/sperma), jika sudah rusak akan terurai kembali kepada Hyang Latawalhuzza (kembali Sabda Palon menggunakan istilah Lattawalhuzza). Jika raga sudah tua, lebih baik meminta untuk mendapatkan raga baru (dan lahir menjadi manusia lagi, bukan malah ingin hidup di surga), sehingga tidak bolak-balik tertunda (perjalanan Punarbhawa/evolusi Ruh dalam wujud selain manusia) walaupun memang harus tetap lahir dan mati. Yang dimaksud hidup sebagai makhluk itu jika nafas  terlihat masih ada, akan tetapi sesungguhnya yang disebut HIDUP itu adalah Yang Abadi, Yang Stabil dan Yang Tak Berubah selamanya. Jadi yang mati hanya raga semata. Raga hancur dan tidak lagi bisa merasakan kenikmatan. Oleh karenanya bagi yang beragama Buda, manakala kematian menjelang, saat suksma (dan Hidup/Atma) keluar dari raga, lebih baik meminta raga manusia yang baru, kembali lahir melalui nutfah manusia (tidak malah mengharapkan lahir dialam surga menjadi makhluk lain). Diri sejati manusia ini kekal, tidak berubah dan stabil, yang berubah itu hanya tempat indriya/rasa (maksudnya suksma dan raga), tubuh materi yang hanya bayangan dari Roh Idhafi (Atma/Hidup) itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya yang dinamakan Prabhu Brawijaya itu tidak juga tua dan tidak juga muda, abadi berada dipusat semesta, berjalan tapi tiada bergerak dari kedudukan semula, berada didalam goa sir (kehendak) dan cipta (pikiran) yang hening (maksudnya diselimuti oleh sir/kehendak dan cipta/pikiran : Damar Shashangka). Bawalah bawaanmu yang sesungguhnya (Kesadaran), bawaan yang tanpa adanya Raga. Hilang segala tulisan. Seluruh perhitungan manakala dijumlah menjadi Kumpul (Menyatu), keterpisahan dengan duniawi menjadikan murni. Jalan kesempurnaan kematian, fokus pada detak jantung disebelah kiri saat kematian menjelang, disanalah jalan sirnanya sir dan cipta (kehendak dan pikiran), kembali menuju cetha (yang nyata ~ lambang KANG GAWE URIP/Atma), cethik (yang membuat ~ lambang KANG NGURIPI/PURUSHA/Nur Muhammad/Nukat Gaib), cethak (yang maha tinggi ~ lambang URIP/Brahman/Allah). Inilah kesempurnaan ilmu orang Buda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terciptanya Roh mulai dari cethak (yang tinggi), berhenti didalam cethik (yang membuat) keluar lewat kalamwadi (ucapan rahasia/penis ~ atau cetha/yang nyata), hanyut dalam lautan cinta masuk kedalam goa Indrakila wanita (Indra : Sarana merasakan sensasi ragawi, Kila/Kukila : Burung ~ Tempat merasakan sensasi penis ~ Goa Indrakila artinya Vagina : Damar Shashangka), jatuhnya nikmat didasar bumi kasih, disana Ki Budi (Kesadaran Roh) menciptakan istana Baitullah (Rumah Tuhan ~ yaitu suksma dan raga manusia) yang mulia. Tercipta dari sabda KUN (Jadi) dan berdiam ditengah semesta disurga orang tua wanita. Oleh karenanya manusia seyogyanya tetap berdiam ditengah semseta (maksudnya stabil Kesadarannya). Jagad manusia itu dilekati apa yang disebut goa sir (kehendak) dan cipta (pikiran), dibawa kemana-mana tiada juga berkurang dan usia manusia sudah ditentukan oleh karma, tidak bisa berubah, sudah tertulis didalam Laukhil Makfudz (Kitab Nasib. Kitab Nasib sesungguhnya adalah Alam Semesta yang merekam segala perbuatan kita : Damar Shashangka). Keberuntungan dan Kecelakaan tergantung pada Budi (Kesadaran), Nalar (Pertimbangan) dan Kawruh (Wawasan) kita sendiri. Yang kurang berusaha (menimbun kebaikan), bakalan kurang pula Keberuntungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal mula arah mata angin, dihitung dari arah timur lantas barat, selatan dan utara. Wetan (Timur) lambang : Wiwitan manusa maujud (awal mula manusia mewujud), Kulon (Barat) lambang : Lelaki berhasrat untuk bercinta (Kelonan), Kidul (Selatan) lambang : Wanita disogok bagian selangkangannya tepat ditengah (Didudul), Lor (Utara) lambang : Jabang bayi lahir (Lair). Dilambangkan lagi TANGGAL SAPISAN KAPURNAMAN, SENTEG SAPISAN TENUNAN SAMPUN NIGASI (KELUAR SEKALI SUDAH PURNAMA, SEKALI HENTAK TENUNAN KAIN SUDAH MENJADI ~ Maksudnya mengambarkan penciptaan manusia dalam sebuah persenggamaan. Sekali memancarnya sperma kedalam rahim, sudah cukup membuat seluruh wadah bagi Roh mulai tercipta : Damar Shashangka) Pur  artinya Kumpul/Menyatu, Na artinya Adanya wujud, Ma artinya Terikat oleh wujud. Yang dimaksud Kumpul artinya begitu memancar sperma semua lengkap menyatu, yaitu menyatunya segala materi fisik dan materi non fisik. Keluarnya/Lahirnya  manusia melalui orang tua perempuan, bersamaan keluarnya saudara yang bernama Kakang Mbarep (Kakang Kawah) dan Adhine Wuragil (Adhi Ari-Ari). Kakang Mbarep tak lain adalah Kawah (Ketuban) sedangkan Adine Wuragil tak lain adalah Ari-Ari (Usus terakhir yang menempel dipusar/tali pusar). Keduanya muncul pertama dan terakhir kali (Ketuban pecah dulu, baru keluar Darah, kemudian Jabang Bayi, lantas Plasenta dan terakhir Tali Pusar atau Ari-Ari : Damar Shashangka). Ketahuilah sang paduka, saudara kita yang keluar bersamaan dengan kita, senantiasa menjaga kita bagaikan matahari yang terus bersinar, berwujud cahaya, membantu Kesadaran, mampu menyertai Kesadaran untuk hidup didunia yang penuh beraneka warna perwujudan ini, saat keluar dan saat peleburan mereka seyogyanya diketahui, inilah pengetahuan orang Jawa yang beragama Buda. Raga ini diibaratkan perahu, sedangkan suksma (badan halus/sadulur papat tadi) ibarat manusia yang mengendalikan perahu, yang menentukan arah hendak kemana, jikalau laju perahu salah arah, pasti akan menemui kecelakaan, perahu pecah, yang menaiki akhirnya juga hancur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya harus waspada dan penuh kesadaran, mumpung perahu masih berfungsi, manakala tidak waspada dan penuh kesadaran pada saat hidup ini, mana mungkin bisa waspada dan sadar jika sudah meninggal nanti. Sadar untuk mencari asal usul manusia. Manakala telah rusak/mati, seharusnya suksma juga berpisah dengan Kesadaran Roh. Inilah yang dinamakah Sahadat, pisahnya Kawula dengan Gusti. Sah bisa dimaknai Pisah, Dat bisa dimaknai Dzat Gusti. Jikalau Raga dan Suksma telah berpisah (namun Suksma dengan Bud/Kesadarani/Atma, belum mampu berpisah) maka Kesadaran Roh akan berganti Baitullah (Rumah Tuhan atau Badan fisik baru ~ Punarjanma/Reinkarnasi). Kembali hidup dengan bertalikan nafas dan wajib terus memuji kebesaran Gusti (agar selamat dalam penjelmaan baru itu). Manakala Raga berpisah dengan Suksma dan Suksma berpisah dengan Budi (Kesadaran Roh), maka akan menjelma kepada yang tidak berwujud apapun, menyatu, menjadi maha besar, dan tiada akan redup cahayanya untuk selamanya. Oleh karenanya harus senantiasa waspada, senantiasa ingat akan asal usul Kawula. Seorang Kawula juga wajib meminta kepada Gusti, meminta Baitullah (Rumah Tuhan/Badan manusia) yang baru dan yang lebih baik, melebihi yang sudah rusak. Raga manusia inilah Baitullah, atau juga bisa diibaratkan Perahu buatan Allah, menjadi dari sabda KUN. Namun, Perahu manusia Jawa mampu berganti dengan Perahu yang baru (Reinkarnasi). Sedangkan orang Islam tidak meyakini bisa mendapat Perahu baru, jikalau sudah meninggal nanti, maka mereka yakin tidak akan menjelma kealam dunia lagi, tak ada manusia yang menjelma kembali, menurut mereka jika manusia bisa menjelma, dunia akan terus bertambah dan akan penuh sesak. Kehidupan menurut mereka hanya sekedar menjadi muda, tua dan mati saja. Ketahuilah paduka, walaupun Roh manusia, manakala sesat perbuatannya, kelak jika meninggal akan menjelma menjadi kuwuk (binatang laut), akan tetapi Roh hewan, bisa menjelma menjadi manusia. Semua sudah tertata dalam hukum keadilan Yang Maha Kuasa, setiap makhluk akan mendapatkan hasil perbuatan dari apa yang dilakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikala Bathara Wishnu menjelma menjadi Raja di Kerajaan Medhang Kasapta dulu, seluruh hewan dan makhluk halus dibantu menjelma menjadi manusia, semua lantas dijadikan bala tentara Sang Raja. Kala Eyang paduka Rsi Palasara membangun kerajaan di Gajahoya, seluruh binatang dan makhluk halus juga dibantu menjelma mendaji manusia, oleh karenanya waktu itu bau badan tiap manusia berbeda-beda, sesuai bau badan saat masih berwujud hewan atau makhluk halus sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(14 September 2010, by Damar Shashangka)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-2080298637676906114?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/2080298637676906114/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/serat-darmagandhul-10-diterjemahkan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/2080298637676906114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/2080298637676906114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/serat-darmagandhul-10-diterjemahkan.html' title='SERAT DARMAGANDHUL (10) Diterjemahkan oleh : Damar Shashangka'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-1450398936670268110</id><published>2010-09-14T03:12:00.000-07:00</published><updated>2010-09-14T03:36:05.374-07:00</updated><title type='text'>Belajar Keseimbangan Hidup dari Sebuah Gunting</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs099.ash2/38298_1338791640377_1548737054_30669611_6496949_a.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 180px; height: 268px;" src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs099.ash2/38298_1338791640377_1548737054_30669611_6496949_a.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua tahu gunting bukan? Ya benar, gunting adalah salah satu  peralatan untuk memotong. Gunting memiliki dua lempeng dimana setiap  lempeng terdapat satu sisi yang sama-sama tajam. Untuk menggunakan  gunting harus memasukan ibu jari dan telunjuk pada masing-masing  pegangan berupa lobang pada setiap masing masing lempeng tersebut. Pada  saat menekan perlu gerakan yang seimbang agar kedua lempeng yang tajam  dapat bertemu secara bersama-sama menjepit obyek yang akan dipotong,  kemudian lempeng yang tajam itu akan memotong obyek tersebut. Andaikan  saja bila salah satu lempeng tersebut tidak tajam, pasti obyek tidak  akan terpotong secara sempurna (cacat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunting memberikan sebuah gambaran kepada saya bagaimana dalam memandang  dan menjalani kehidupan, diperlukan suatu falsafah (filsafat kehidupan/  pengetahuan) sebagai suatu pegangan agar kehidupan dapat dijalani  secara sempurna. Si Gunting telah menyadarkan saya  bahwa segala sesuatu  di alam semesta tersusun atas dua sifat dominan yakni material dan  spiritual yang meladasi falsafah atau pengetahuan tentang kehidupan yang  melatarbelakangi munculnya dua dominasi jenis pengetahuan yakni  pengetahuan tentang keduniaan (material) dan pengetahuan tentang  kerohanian (spiritual).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau bisa diibaratkan bagai sebuah Gunting dengan dua sisi yang sama  tajamnya. Untuk memotong benda dengan sempurna, ketajaman kedua sisi  harus dipelihara, bila perlu diasah, agar seimbang dan tidak  menghasilkan potongan yang cacat. Terimakasih Gunting, akhirnya engkau  telah membuka cakrawala dan pemahaman-ku yang salah yang selama ini  hanya menganggap bahwa Semesta ini hanya disusun oleh sesuatu yang  bersifat material dan bahwa diluar itu semua terdapat kekuatan besar  lainnya, dan itu dinamakan SPIRITUAL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-1450398936670268110?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/1450398936670268110/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/belajar-keseimbangan-hidup-dari-sebuah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/1450398936670268110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/1450398936670268110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/belajar-keseimbangan-hidup-dari-sebuah.html' title='Belajar Keseimbangan Hidup dari Sebuah Gunting'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-181250576133375977</id><published>2010-09-14T03:10:00.000-07:00</published><updated>2010-09-14T03:11:36.252-07:00</updated><title type='text'>Ketika mayat hidup bicara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs604.snc4/58448_1583425714234_1493464811_1492055_1974534_a.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 180px; height: 122px;" src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs604.snc4/58448_1583425714234_1493464811_1492055_1974534_a.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Pada suatu hari Nasruddin menyuarakan pikirannya dengan nada  filosofis... ‘Siapakah yang dapat menjelaskan makna kehidupan dan  kematian?’&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Isterinya, yang sedang sibuk di dapur mendengar  pertanyaan itu lalu berkata: ‘Dasar laki-laki ... tidak praktis! Orang  bodoh pun tahu, jika ujung-ujung jari seseorang sudah kaku dan dingin,  ia sudah mati’.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nasruddin terkesan oleh kebijaksanaan  istrinya yang praktis itu. Sekali peristiwa, pada musim dingin, ia  berjalan-jalan di atas salju dan merasakan tangan dan kakinya mati rasa  serta kaku karena kedinginan. ‘Aku temyata sudah mati,’ pikirnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lalu  muncul pikiran: ‘Mengapa aku masih berkeliaran di jalan, jika sudah  mati? Aku harus berbaring layaknya semua orang yang sudah mati.’&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maka  ia pun berbaring persis seperti orang mati. Sejam kemudian lewatlah  beberapa pejalan kaki. Mereka menemukannya terbaring di tepi jalan.  Mereka mulai berdiskusi, apakah orang itu masih hidup atau sudah mati.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nasruddin  ingin berteriak sekuat tenaga dan berkata: ‘Hai orang-orang bodoh,  tidakkah kamu lihat bahwa aku sudah mati? Tidak tahukah kamu, bahwa  ujung-ujung tangan dan kakiku dingin dan kaku?’ Untung ia cepat  menyadari bahwa orang yang mati tidak pantas masih bicara. Maka iapun  diam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akhirnya mereka memutuskan bahwa orang yang  terbaring di atas salju itu pasti sudah mati. Maka merekapun mengusung  jenasahnya ke kuburan. Belum begitu jauh berjalan, mereka sampai di  persimpangan jalan. Mulailah mereka berselisih lagi mengenai jalan mana  yang menuju ke kuburan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nasruddin menahan diri untuk diam  sebisanya. Tetapi akhimya ia tak tahan lagi dan berkata: ‘Maaf,  Saudara-saudara; jalan ke kuburan adalah jalan di sebelah kiri kalian.  Saya tahu, orang mati tidak berbicara, tetapi untuk kali ini saja saya  membuat pengecualian. Maaf, saya berjanji tidak akan mengucapkan sepatah  katapun lagi.’&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;~ Anthony deMello; SJ. ~&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-181250576133375977?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/181250576133375977/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/ketika-mayat-hidup-bicara.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/181250576133375977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/181250576133375977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/ketika-mayat-hidup-bicara.html' title='Ketika mayat hidup bicara'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-3940535055132878490</id><published>2010-09-14T02:11:00.000-07:00</published><updated>2010-09-14T02:35:11.876-07:00</updated><title type='text'>Bangkit dan sadarilah diri!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs699.snc4/61969_150392101658219_118008318229931_290528_8014722_a.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 180px; height: 121px;" src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs699.snc4/61969_150392101658219_118008318229931_290528_8014722_a.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Suatu hari saya berdiri di tepi sebuah sungai. Saya melihat sebuah   perahu-perahuan dari kertas tenggelam. Benteng-benteng dari pasir basah   —yang dibangun anak-anak sehari sebelumnyapun tumbang. Setiap hari,   perahu-perahu tenggelam dan benteng-benteng tumbang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seorang  wanita datang menemui saya. Tak satupun impian-impiannya  terwujud.  Sehingga ia kehilangan segenap gairah hidupnya. Ia bahkan  berniat  bunuh-diri. Segalanya tampak sia-sia saja baginya. Sepasang  matanya  kelihatan tenggelam di dalam lekuk-matanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya berkata,  “Siapa sih yang semua impian-impiannya terpenuhi? Semua  impian pada  akhirnya hanya mendatangkan kesedihan, karena, walaupun  seandainya  perahu-perahu kertas berlayar, seberapa jauh sih ia mampu  berlayar?&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Impian-impian  itu tidak salah: secara alamiah impian memang tiada  ter-realisasikan.  Kitalah yang keliru: bermimpi, tidur. Dengan hanya  tidur, kita tak bisa  mencapai apapun. Dalam jaga, kita melihat apa yang  kita sangka telah  kita capai, ataupun tak kita capai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Alih-alih melihat impian-impian, lihatlah kesujatian. &lt;em&gt;Lihatlah  ‘yang ada’. Ini mengantarkan pada kebebasan.&lt;/em&gt; Hanya perahu inilah  yang nyata. Perahu ini sajalah yang akan mengantarkan Anda pada  pemenuhan tertinggi dari kehidupan Anda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Di  dalam impian-impian ada kematian; di dalam kesujatian ada  kehidupan;  hadirnya impian-impian berarti tidur, dan kesujatian berarti  sepenuhnya  terjaga. Bangkit dan sadarilah diri!&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Selama pikiran bermimpi, yang melihat impian-impian itu tidak  sepenuhnya terlihat. &lt;em&gt;Hanya yang melihatnyalah Yang Sejati.&lt;/em&gt;  Hanya yang melihatnyalah ‘yang ada.’ Segera setelah kita menyadari ini,   kitapun bisa menertawai perahu-perahu yang tenggelam dan  benteng-benteng  yang runtuh itu.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;~ Osho; “Seeds of Wisdom”.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-3940535055132878490?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/3940535055132878490/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/bangkit-dan-sadarilah-diri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/3940535055132878490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/3940535055132878490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/bangkit-dan-sadarilah-diri.html' title='Bangkit dan sadarilah diri!'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-7853652173390452542</id><published>2010-09-14T02:03:00.000-07:00</published><updated>2010-09-14T02:10:41.236-07:00</updated><title type='text'>Tatkala Malaikat Kematian Menjemput.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRdigvQhikfuMhqLuCAkPuUf-4T6qzya8Q7D_bN2sJ2ZrXUdmA&amp;amp;t=1&amp;amp;usg=__zq3UcWJmatQqkvFNKpkpesIiHDQ="&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 273px; height: 185px;" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRdigvQhikfuMhqLuCAkPuUf-4T6qzya8Q7D_bN2sJ2ZrXUdmA&amp;amp;t=1&amp;amp;usg=__zq3UcWJmatQqkvFNKpkpesIiHDQ=" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suatu hari seorang raja melakukan sebuah  perjalanan ke salahsatu provinsi di wilayah kerajaannya. Ia  mempersiapkan perjalannya itu sedemikian rupa, dimana dengan berbusana  mewah layaknya kemegahan seorang raja, diiringi oleh sejumlah besar  pasukan, dengan penuh kemegahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di tengah perjalanan,  seorang lelaki berpakaian layaknya kebanyakan orang miskin mendekati dan  menyapanya dari tepi jalan, namun sang raja tak mempedulikannya. Lelaki  itu kemudian nekat memegang lis kuda yang dikendarainya; dan anehnya,  tak seorangpun di antara para prajurit pengawal tampak berusaha  mencegahnya serta memaksanya melepaskan lis kuda sang raja; mereka  seakan-akan tidak mengetahui kejadian heboh itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Raja-pun membentak dengan marah: “Lepaskan lis kudaku!”&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Alih-alih melepaskannya, dengan lancangnya lelaki itu malah berkata: “Sebelumnya, penuhi dulu permintaan hamba.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Lepaskan dulu lis kudaku, aku janji akan mendengar permintaanmu,” sahut sang raja ketus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tidak,” jawab lelaki bandel itu, “Paduka harus mendengarkannya sekarang juga,” seraya menarik lebih kuat lis kendali itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jengkel dan kehabisan akal, rajapun bertanya: “Apa permintaanmu? Cepat katakan!”&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ijinkan aku membisikkannya di telinga Paduka”, sahut si lelaki, “karena ini merupakan sesuatu yang teramat rahasia” tambahnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Merasa kehabisan akal, rajapun menundukkan kepalanya untuk mendengar bisikan lelaki miskin itu: “Aku adalah Malaikat Kematian.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mendengar  itu, kontan wajah sang raja pucat-pasi; dengan suara gagap ia berkata:  “Ijinkanlah aku pulang ke istana dulu mengucapkan selamat tinggal kepada  keluargaku, serta untuk membereskan beberapa urusanku.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akan  tetapi, Sang Malaikat Kematian,  dengan tegas berkata: “Pesan  dari Beliau yang mengutusku, sejak saat ini Anda tak akan pernah melihat  keluarga berikut kemakmuran Anda di dunia ini lagi!”&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Segera setelah berkata begitu, beliaupun mencabut nyawa sang raja. Raja jatuh tersungkur dari kudanya layaknya sebatang kayu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Azra’il  meneruskan perjalanannya. Kini ia bertemu dengan seorang penganut yang  sedang berjalan sendirian. Sang Malaikat menyapanya, dan iapun  menyapa  balik dengan ramah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aku membawa pesan untukmu kawan,” kata Sang Malaikat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Oh ya.” sahut si penganut “sampaikanlah itu Saudaraku” dengan hangat dan penuh keramah-tamahan serta rasa persaudaraan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aku adalah Malaikat Kematian;” kata Sang Malaikat tanpa basa-basi lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mendengar  itu mata si penganut tampak berbinar, wajahnya berubah begitu cerah  dihiasi senyum lebar, “Selamat datang....Selamat Datang!”; sambutnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tuhan  sebagai saksiku; kalau aku telah menunggumu sejak lama.... dengan tak  sabar, lebih tidak sabar dari siapapun juga”; sambungnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Wahai  Saudaraku!” lanjut Sang Malekat, “mungkin Anda masih punya urusan yang  Anda rasa perlu untuk diselesaikan dulu, silahkan....kita tidak  buru-buru kok...”&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tuhan sebagai saksiku,” kata si penganut itu lagi, “tak ada apapun yang aku dambakan melebihi bertemu dengan-Nya.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Baiklah  kalau begitu” sahut Sang Malaikat, “Tapi sekarang pilihlah dengan cara  bagaimana aku mengambil jiwamu. Aku juga dipesani-Nya demikian; ini  harus ku sampaikan padamu.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mendengar itu si penganut  berkata: “Kalau begitu, ijinkan aku melaksanakan dua putaran  sembahyangku, dan ambillah jiwaku sementara aku sedang berlutut dalam  kesujudanku kepada-Nya.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;___________________________&lt;/p&gt;&lt;small&gt;* Kisah sufistik ini dicuplik dan disadur dari buku &lt;em&gt;'Angels Unveiled'&lt;/em&gt; karya Shaykh Muhammad Hisham Kabbani, &lt;/small&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-7853652173390452542?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/7853652173390452542/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/tatkala-malaikat-kematian-menjemput.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/7853652173390452542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/7853652173390452542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/tatkala-malaikat-kematian-menjemput.html' title='Tatkala Malaikat Kematian Menjemput.'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-4894185415345349697</id><published>2010-09-13T14:48:00.000-07:00</published><updated>2010-09-13T15:09:30.470-07:00</updated><title type='text'>Tentang Ajaran Pokok Syekh Siti Jenar</title><content type='html'>&lt;tt&gt;Ajaran pokok yang ketujuh: nama Tuhan diberikan oleh manusia. Lima ratus  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;tahun yang lalu Syekh telah menyatakan dengan tegas bahwa manusialah yang  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;memberikan nama pada Tuhan. Oleh karena itu, nama bagi Tuhan bermacam-macam  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;sesuai dengan bahasa dan bangsa yang menamai-Nya. Dan, perlu diketahui  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;bahwa Tuhan sendiri sebenarnya tidak perlu nama, karena Dia hanya satu  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;adanya. Sesuatu diberi nama karena untuk membedakan dengan sesuatu lainnya.  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;Nama diberikan agar kita tidak keliru tunjuk atau salah sebut. &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;Bagi Syekh Siti Jenar, apapun sebutan yang diberikan kepada-Nya haruslah  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;sebutan yang terpuji, yang baik, yang pantas. Bahkan dalam Alquran  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;dinyatakan dengan tegas pada Q. 7:180 bahwa manusia diperintah untuk  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;memohon kepada-Nya dengan nama-nama baik-Nya, atau al-asmâ-u l-husnâ. Dan,  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;pada Q.17:110 dinyatakan bahwa Dia dapat diseru dengan nama Allah, Ar  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;Rahman, atau dengan nama-nama baik-Nya yang lain. &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;Sungguh, sangat mengherankan bila di zaman sekarang ini kita berebut nama  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;Tuhan. Secara teoritis umat Islam dididik untuk meyakini bahwa Tuhan itu  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;Yang Maha Esa. Tetapi, dalam kenyataannya sebagian orang Islam seperti  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;yang terjadi di Malaysia malah meminta orang yang beragama lain untuk  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;tidak menggunakan lafal Allah bagi sebutan Tuhan pada agama lain tersebut.  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;Inilah pemahaman yang salah! Kalau kita yang Muslim menolak pemeluk agama  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;lain menyebut Allah bagi Tuhannya, maka secara tak sadar kita mengakui  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;bahwa Tuhan itu lebih dari satu. &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;Sudah waktunya kita ajarkan ketuhanan dengan benar sehingga kita tidak  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;berebut tulang tanpa isi. Kita harus menyadari sepenuhnya bahwa mengamalkan  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;nilai-nilai ketuhanan dengan benar itulah yang amat penting dalam hidup  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;ini. Bagi orang Indonesia, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai ketuhanan  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;dengan benar merupakan penegakan Sila yang pertama. &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;Ajaran pokok yang kedelapan: raja agama sesungguhnya raja penipu.  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;Sebagaimana telah diterangkan bahwa agama adalah jalan hidup. Oleh karena  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;itu, agama harus diajarkan untuk menjadi jalan hidup, sehingga pemeluk  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;agama bisa hidup tenang, bahagia dan bersemangat dalam menjalani hidup.  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;Agama harus diajarkan untuk menjadi landasan moral dan perilaku, sehingga  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;agama benar-benar sebagai nilai luhur dan menjadi rahmat bagi semesta alam. &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;Syekh tidak ingin membohongi masyarakat Jawa, oleh karena itu agama islam  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;diajarkan dengan cara yang pas bagi bumi dan manusia Jawa. Untuk hal itu  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;diperlukan penafsiran, dan tidak disebarkan dalam bentuk budaya asalnya.  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;Agama tidak disebarkan dengan kekuasaan raja, sebab menurut Syekh raja yang  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;memanfaatkan agama adalah raja penipu. Sering terjadi bahwa untuk memenuhi  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;kepentingan penguasa, agama dijadikan alat menguasai rakyat. Agama yang  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;seharusnya dikuasai oleh rakyat, yang terjadi justru sebaliknya yaitu  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;rakyat yang dikuasai oleh agama. &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;Jika di Eropa pada abad ke-19 orang-orang mulai mempertanyakan peranan  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;agama, dan bahkan ada yang memandang bahwa agama sebagai candu bagi  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;masyarakat dan harus disingkirkan dari gelanggang kehidupan bernegara, maka  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;empat ratus tahun sebelumnya Syekh Siti Jenar justru ingin menerapkan agama  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;sebagai penyegar dan pencerah bagi pemeluknya. Oleh karena itu, agama  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;diajarkan tanpa melibatkan kekuasaan negara. Di sinilah Syekh bertabrakan  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;dengan kepentingan Walisanga. &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;Syekh amat sadar bahwa di dunia ini penuh dengan tipu daya. Hampir di semua  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;negara pada waktu itu terjadi relasi keuasaan antara raja/penguasa dengan  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;para tokoh agama. Dengan kata lain, raja dan tokoh agama berbagi kekuasaan.  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;Yang dikuasai dan yang dijadikan pijakan hidup oleh raja dan tokoh agama  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;adalah rakyat. Inilah yang oleh Syekh disebut sebagai penipuan. Oleh karena  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;itu, sudah waktunya agar agama benar-benar menjadi milik masyarakat, dan  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;negara tidak mengurusi agama. Yang diurusi oleh negara adalah tegaknya  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;hukum positif, perlindungan bagi setiap orang tanpa memandang agama dan  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;kepercayaannya. Yang diurusi oleh negara adalah kemakmuran, kesejahteraan,  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat. &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;Ajaran pokok yang kesembilan: segala sesuatu di alam semesta adalah  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;Wajah-Nya. Inilah ajaran puncak dari Syekh Siti Jenar. Dunia adalah  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;manifestasi wujud yang satu, dan hakikat keberadaan bukanlah dualitas.  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;Sehingga, kemana pun kita hadapkan diri kita, maka sesungguhnya kita  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;senantiasa menghadap Wajah-Nya. Semua adalah penampakan Wajah-Nya. Sekarang  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;marilah kita cicipi dua bait puisi dari Syekh Siti Jenar. &lt;/tt&gt;&lt;pre style="margin: 0em;"&gt;Bersanggama dalam keberadaan diliputi yang ilahi hilanglah kehambaannya lebur lenyap sirna lelap digantikan keberadaan Ilahi kehidupannya adalah hidup Ilahi  Lahir batin keberadaan sukma yang disembah Gusti Gusti yang menyembah sendiri menyembah-disembah memuji-dipuji sendiri timbal balik dalam hidup ini  &lt;/pre&gt;&lt;tt&gt;Jadi, pada puncak perenungan dan keheningan diri terjadilah penegasian  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;eksistensi diri yang terkurung raga. Ditegaskan bahwa kehambaan telah  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;lenyap, sudah hilang. Bila kehambaan masih tetap eksis maka di alam semesta  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;ini masih berada dalam keadaan dualitas. Keadaan inilah yang menyebabkan  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;orang terpisah dengan Tuhannya, meskipun secara konseptual diketahui bahwa  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;Sang Pencipta lebih dekat daripada urat lehernya. Akan tetapi, selama  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;keadaan dualitas belum sirna maka secara faktual Tuhan masih jauh daripada  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;urat lehernya, karena Tuhan dianggap berada di luar dirinya. &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;Ada dualitas artinya kita mengakui ada dua keberadaan, yaitu ada yang  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;inferior (keberadaan yang kualitasnya lebih rendah) dan ada yang superior  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;(keberadaan yang kualitasnya lebih tinggi). Jika demikian, kedua jenis  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;keberadaan itu tumbuh melalui proses. Semua yang tumbuh melaui suatu  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;proses, bukanlah keberadaan yang kekal. Dan, bilamana tiada keberadaan yang  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;kekal, maka tak mungkin ada fenomena atau penampakan di alam semesta. &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;Kita hidup di dunia ini karena kita kanggonan (didiami) urip (hidup) yang  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;diberikan oleh Tuhan. Namun, badan jasmani ini hanyalah fenomena yang  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;terikat oleh ruang, waktu, situasi psikologis. Hakikatnya badan jasmani ini  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;tidak ada karena badan jasmani ini seperti gambar yang menumpang di layar  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;perak atau layar kaca. Kalau layar digulung atau dimatikan ya lenyaplah  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;fenomena tersebut. Jadi, memang benar bahwa dunia ini panggung sandiwara,  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;dan kita adalah pemain-pemain sandiwara. Oleh karena itu, kita harus dapat  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;memainkan peran kita masing dengan baik. &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;Lalu, apa sasaran utama pelenyapan dualitas? Sasaran pokoknya adalah  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;menumbuhkan kesadaran akan ke-Satu-an, Oneness, dalam kehidupan ini, baik  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;kehidupan kita sebagai individu maupun secara kolektif. Dengan lenyapnya  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;perasaan dualitas dalam hidup ini, maka jarak antara kawula dan Gusti akan  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;hilang. Akan lahir individu-individu yang menjadi dirinya sendiri, dan  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;dalam kehidupan sosial akan tercipta interaksi antar warganya secara tim,  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;sehingga semua akan memenuhi fungsinya masing-masing dalam kehidupan. Sekat  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;antara pemimpin dan yang dipimpin akan hilang, dinding penyekat antara raja  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;dan rakyatnya akan runtuh. Bila ini sudah terjadi, maka tak akan ada lagi  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;eksploitasi terhadap sesama manusia. &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;Pelenyapan sekat antara kawula (hamba, rakyat, atau bawahan) dan Gusti  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;(raja, pemimpin, atau atasan) akan melahirkan satu keberadaan yang disebut  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;Manunggaling Kawula Gusti. Keberadaan MKG ini akan menggugurkan kehidupan  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;yang berkasta dan merontokkan feodalisme. Relasi sesama manusia berupa  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;simbiose mutualisme, yaitu hubungan yang saling menguntungkan. Sesama  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;manusia hidup dalam suasana liberte, egalite dan fraternite, yaitu hidup  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;dalam kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan antara sesama manusia di  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;dunia ini. Dari sinilah Syekh membangun hubungan warga dengan wadah yang  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;disebut masyarakat, yang tidak dijumpai di Timur Tengah pada waktu itu. &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;Memang masyarakat merupakan kosa kata yang dibentuk dari unsur-unsur kata  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;Arab, yaitu dari syarika yang artinya menjadi sekutu; dan masyarakat adalah  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;kumpulan orang-orang yang bersekutu. Jadi, setiap anggota masyarakat itu  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;seperti sel-sel tubuh yang independen, namun selalu berinteraksi sesuai  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;dengan peran dan fungsinya masing-masing. Setiap anggota masyarakat  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;mengetahui tugasnya. Terciptalah jalinan kasih. Inilah surga yang  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;sesungguhnya yang harus diwujudkan di dunia ini. Dengan demikian, konsep  &lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;MKG sebenarnya untuk menciptakan kehidupan bersama dalam mencapai kejayaan! &lt;/tt&gt;&lt;pre style="margin: 0em;"&gt;SELESAI...  &lt;/pre&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-4894185415345349697?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/4894185415345349697/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/tentang-ajaran-pokok-syekh-siti-jenar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/4894185415345349697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/4894185415345349697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/tentang-ajaran-pokok-syekh-siti-jenar.html' title='Tentang Ajaran Pokok Syekh Siti Jenar'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-4873618370460367166</id><published>2010-09-13T13:30:00.000-07:00</published><updated>2010-09-13T13:33:22.339-07:00</updated><title type='text'>Bangun tidur , tidur bangun</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="data:image/jpg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wBDAAkGBwgHBgkIBwgKCgkLDRYPDQwMDRsUFRAWIB0iIiAdHx8kKDQsJCYxJx8fLT0tMTU3Ojo6Iys/RD84QzQ5Ojf/2wBDAQoKCg0MDRoPDxo3JR8lNzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzf/wAARCADBAJADASIAAhEBAxEB/8QAGwAAAgIDAQAAAAAAAAAAAAAAAwQCBQABBgf/xAA0EAACAgEEAQMCAwgCAgMAAAABAgADEQQSITFBBSJRE3EyYYEGFCMzNEKRwWKhFdFScrH/xAAZAQADAQEBAAAAAAAAAAAAAAABAgMABAX/xAAgEQEBAQEAAgIDAQEAAAAAAAAAARECAxIhMRNBUSJC/9oADAMBAAIRAxEAPwA3p3oWp1QLriutW3I9nRB5IGDL7039mtAUV7L2tAzgA4GPjmNen3mxdrgIRxt8fpCrQ1VjNpriqsclDjEefSF6uiN6T6dW4NemU4XGNuREfUfTdN9F2TSoCTkELiW1FhZCXG0588wWvcFNpzgiC/Q8uC1miNOWAJTOcAdA9g8xX6RBwTznGeO/B7l/rErZyHAYHggxRtFWLN28beMgIPHUSdf1X1ViU7yAq5yMgDHI+O/BnS+gegkWrfrQAq8hT5PzCaEU1FSqBc9CXSH6wKgZB7j89Sh1L9HLBuAZMnb0BwIBGS1zWagAOJuvfWoT+0QijDZ+Y1toTIi4XS1nYCfykkUXLuxj4zF9eWcBEsCnPkw9Z21AZyYuVt0pri61sABmVV7H2vwGEuNSQykyn1Q4Ik+vtSXZjlP2npFWqW9fw2jJ+8obdWqgjIzOq/auvd6Ulg7R5xekrb94+o4yByM9TSbR34dX6JUooViuHPJMu0GBOa9LsZCLLCxZv8CdDRaHHDZnocT/AC8zy77LJWG/d/d9o7VcuOWAxKk3bDiT/eV3Adt8Gedz5LHoXiV0CGsDJbOR8wettQ1qeOJWr6hVpqt78DHXf+JReperajWsVrxXWfA7Mre5gc+O78M9V1VCXsyMGYnkKcxP/wAmcD+ETj/lF/onskyQpEha6Jxhmj1m2u4WGpSPgmW+n/apVYF9OV+cHuUH0pE1ETTuj+OO6o9e0GqAH1drfDDEdXUoy5Dgj5E81Kspjmk9Qu0/4WOPKnqP+T+kvid0uNQWeysDxyexDZA4A4lB6b6ytoCvhWEtF1CsTg8GP7yxP0sFuA8dSp1mAwHzGtRa5ddp4i3qFJesOvanIAk7dNmKn1uo3ei6hVHI904QM2dobg/lPTFQWB6m6dSD+s889T9Ou0GqdQNyqccCP46TvZ9G9MNYEVU2uuO+pb+nJZSGa1suxyceJVemXkqBmW62ZHc9Dm7y83rd+RbdWzagLgcDPHmSW8JuZ+/B8xB6kqvXvOO/mGV1sOfA6nk49fma27Pc2bCfyE2EwOBJqpPiMJTzmDVuYW+nnxNiv5jn0xNGuBWQr9PEw1xgr8yO2A3qUerPUA9WOY+ywLrNrepNXZGBBIIl96drTcmCfcO5RWCb0txpuDjrzMleXXLaTCCxXUoGBI756iFFm5AR5GZIBWYgAqSckg9wTrCXjfoYqVfcD5lR+0OkDMuoUZDDDD85eHBEBqaRdS1bchvnxH56+U+uXENpjUS9PtPkY4k6ddh/p2Aq35x2+g0WNW42kfJA/wDUT1OmW0cj7MOx/jM7vH5c+HJ5fDL8nNU2FPn/AFC6Ov2rmIaxypC9nOMy1p4AH5Tiru4hqtADnGYXgDmAe3YAF7g82tzFXkN78jiaHJiysw7MPSxY4gPIkywZGO461ftHESvyMxFMAtYAYEWcO3QjFab25mtRdTQPcwzCFhC2txyYDJ/WMNrKrThTmRKgnI6M0pOudXHpV++lcnriMDnUhiMr8Ss9MOy0r4MuKgFbdjk9mLSz4Td3FqAHAju0MPyizoCNwJzjuG0W5qgGB4PGYeftLtuzRUauvFy4Yf3juc36r6c2itIb3Vn8LEr/ALE64IRzIajTpqKjXYMjwfidPNxz9R57q6bK7k3KQN47EuKxk5Ef9W0St6f9TGT3mKaMb0DROpivi+RKKSzZaEuwox1iZZYKkJPUofUH1Wsqtatiir0B5iSavb6zTturpVsfVTPxmO6CwOwwcg+ROFOjva9a6Ga0kZY44BnZ+haW3T0qLDlvI+Ieph/H17L5gv05WaoDPEeO5htiuqpYDMj+3ROSIZkrbaPd0JzvrWnuBLqbHY/2hZ0mMnBkv3cNzjJjzrE+vHa4707T3l/dWwA+RL3T0uqjfLZdMo8TVlQA6i3rRnFhOr+HYGljpbmuAYDCdHMr3GDzHtCSK8E5m/SffPysKiVTDHMdpPErPqDeqc5PI5jtTAEEmafaNmnw3E2B8waMD5k/uZ0c/Lm6mFfU6iPQd1a7jt6E530TLaFCwOcnOZ3OipFvp2wjjE5mypaLXRQAM5xN5T+AF61fg4ml9OpIy4yPiMIozCiQ12znSf7nWDitQo/KN00hF8Qqp5MnibdW5mF7L6tIPqXnGehFtZq1eveBgY4mazTfvN6s4yq9CQurBGCOIDFNJcb9+ayAPMa0w3EjxADFY2qcA9xjTsF6gaDtXgZxFrl46jhYERW89wGV1o5xC0XCqrLdZkL+8xSwqU2tnLHA+IYh5FxUy2ulisML+UcRsHOZW6JDXSBkRvK45hc9yDVX41ZDMVXxzLEEsYhpUqZskZI+Y4bAOOpXj4iPlsv0vdGNmj4+JzGvYHW2DGD3Oj1LXV6WpaQACfeT4E5H1K5R6iDnuP2Tw/ZhRD1J5i9Z5EYR8Tnr0YNtwIMtgzTWcQLv3MdlzjPErtRq61bbnP2mvUtWKKWYnBnFarW3au8hGIXPAjTnW67x1LalbGO3/owtF3InN6UNSPxnd95aaS5yQD5hvGEnk1erbnuRs58wdXIHzJWkASWK6Vu5Jidum/eCF37cHMYusHMlpNBq9Ud1aFUP9zcCNEPJdhjTVAKFD5/SOLpHbHOBHNH6eKFXedzfMY9oUYxzzg/9Ro56QXTsnKsZqwOB8x/jI5GJAoGAx8fMaSp2xd+ouFo2g8Ynn37Qan6doIPOZ2PrGoK1nniefeqv+8XkjoGP9k4+F/otQLqVcHxHFecn6Vqm07bGztJxzOjpuDqCDmS6js472HQ0FacAzX1PiQs9w7ira5/1mizUgruwDK7S+kbDnec/kJ1T1AmBek44je2Birq0KDtc/rCLT9NhtGI8lJXkzZVc+Jva1viI1OVhKqrtZYKqF3N5PgSej051OoRArGvPuK+J1ei02mqXZp8KR4PmDC3tW6D9nqqQLNSfqOOcEcCWF1QRTt44xGXYpuDAgiL3Wg5HHcVK3SL2ckHHx+kE93wR38zVx+D38GCHuYfnzHlS6EDluuePmbcttB9oz2CJoLhRtB5+BFdfYwq9ngx7am16/rAtbEnrqccpYhi5/F/mWXruqN1/0qucdnM16d6WXX6tv4Md+f0jBKSWonoEfePaTUWVME25WPjTKMKg+wh00qMo4XPzmD7U5+GqdQrjg/pChxmbXSowwy/qpGZFtHYP5dqsPhuDEsWnk/qZcYg9wBzxF30+uD4SsEfk0a0/puoswbXVQfjmDD/kgNtwxgf9Tek0V2qcMysteeTLfT+lVVe4hHYHnLRw1bUIFSkeMHGYcT68oenorpQIEI2njmbNmA/IGG/+WcTT7cZ9oyRnPM0Rk2KChIHRGI2J3oxR6gjt9DUjDdB/mZqKWTkDiJWV7ioZOCudw6Eb0l4KLUxyp4BMF50PYpYhIi71MOvuJa2V7GwcYgLNobHAi41ukAxywwvPPXn5g3AJBPkQ9oAOQPHZi9oBB589/EbNJuK7QeisSLbz3yR8yxuwq7VGFHAEtwPqIfBiGoqO7v7cdR6EpFVy3HZ7jlVb4HuPM1p6hkkjP+4woPJZMYHHMWG1iafdjcCf0hEprUqMMuf+MxGUMB7lIX/ENWxGzFmQR0fMbG9kURSF22D8XTL3CgOBwK3O77TRdwFyqtz2IPAfj6RXBz3NgezdhJLqafPgyQT3BgAM9kmSQIrD3Hn45gL7aUq3FSAme5sDW3d0Q/xK9+fA6Eibd5bIBB448ys+u13urQbWPAHcdpIBOGyqDlR8yk5JehGADjDEbF/D4gAWBqLqC2TyOhCP7gEJ9zDJBMFuzznGfaima8h7LDT3rqKDg5b8/wAovZxuz3AU2iq4FgcZ28Q+sHO5TxJ98n46K2df/sTaznk8/J8xskMZXa32EsDxFlwbHSUna2P04EzUUlwcYOTNsBuGW5BztWGwLKwxBBPiORXbMEn6fnAkCUw59y5OMw7oqso3Hk8D5gTuOACG5/xMbUwW3NtYHA4BktxyM1gnbyQYI8q+azycceZNFBPCt1jkzMkqLhSVIx+cYrHQFZIPZzBoH3D8IE3bbsXBfqHA1vU6gVVgnapEo7rbNY+QfaTwDM1Vx1duxDhc4z8w9SABjt2lBhSfmNIS1GrAJZePpjAB4GYVXwErJ2uxycCRdM/TqdS2eS0wnatj53DoAeIbaybuWNjsNpPtUjubHtIzhvprwfOYPAUoA3AGWEE1w+mxH8NnbHMW0ZBPqbdgDYJJJDdydOqDoyWcHwYhbqla0rgEqO/zlSdeqs1djEMMgcxafmLfVatKsnPR4lRrteGwGcAHrBlf+9W3WPQCcHqRp0u5LEtbBXkCTzFHpak+3ACjoZ7k67MEJnJIg8KHOAW5ByTxNkkYPAx3KudrUKOyue8mInb7OCOeo+7BlypijK/HRGOf/UwyoKQQP4h/FCAqcHcTzIKWAGUA+ftNWXbR0B8Q4Fo1lqIvA6lVr9UWJrrIyZHWazA2g8nxA6WvIVrBuLNnMaT9hpjToqbQw5VclobJKKre7cc5gt+EfB3ZbEHdqVrsGG6GAsNAybgrWMG3AcAQL3oNiK209kfMqtTrdjqhO0E5JHmV2u9QFeoV1OfEW084q7fXKbbB+FjwGMrtR6gKr1Ww7h4lZrbL7ity8CZqK0NC2O2SOYlqk5kS1eqsFyvUCFY8yOoqItrusbvua1OprbSA1jLD4gCbtZpgeePMFppDOp1FenurerBzwcQWoa6y4WjIRu5i11HR7nPuAmDWC3SbEHK+YovUbv5b/b/UEPwGZMlP056yv+UPvAHsfeZMhjIn8J+8U1PZmTIQqot/qF/WWOl/kJ9jMmR/+S/sFf5I/wDtK3Wfzx95kyL0fn7Vvq3dcTu/AsyZJ/xU9Z/Rj7RPU/0n6TJkBgNP/TD7R7Rf0b/rMmQUSZ/ltBen/wB33mTIKb9P/9k="&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 144px; height: 193px;" src="data:image/jpg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wBDAAkGBwgHBgkIBwgKCgkLDRYPDQwMDRsUFRAWIB0iIiAdHx8kKDQsJCYxJx8fLT0tMTU3Ojo6Iys/RD84QzQ5Ojf/2wBDAQoKCg0MDRoPDxo3JR8lNzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzf/wAARCADBAJADASIAAhEBAxEB/8QAGwAAAgIDAQAAAAAAAAAAAAAAAwQCBQABBgf/xAA0EAACAgEEAQMCAwgCAgMAAAABAgADEQQSITFBBSJRE3EyYYEGFCMzNEKRwWKhFdFScrH/xAAZAQADAQEBAAAAAAAAAAAAAAABAgMABAX/xAAgEQEBAQEAAgIDAQEAAAAAAAAAARECAxIhMRNBUSJC/9oADAMBAAIRAxEAPwA3p3oWp1QLriutW3I9nRB5IGDL7039mtAUV7L2tAzgA4GPjmNen3mxdrgIRxt8fpCrQ1VjNpriqsclDjEefSF6uiN6T6dW4NemU4XGNuREfUfTdN9F2TSoCTkELiW1FhZCXG0588wWvcFNpzgiC/Q8uC1miNOWAJTOcAdA9g8xX6RBwTznGeO/B7l/rErZyHAYHggxRtFWLN28beMgIPHUSdf1X1ViU7yAq5yMgDHI+O/BnS+gegkWrfrQAq8hT5PzCaEU1FSqBc9CXSH6wKgZB7j89Sh1L9HLBuAZMnb0BwIBGS1zWagAOJuvfWoT+0QijDZ+Y1toTIi4XS1nYCfykkUXLuxj4zF9eWcBEsCnPkw9Z21AZyYuVt0pri61sABmVV7H2vwGEuNSQykyn1Q4Ik+vtSXZjlP2npFWqW9fw2jJ+8obdWqgjIzOq/auvd6Ulg7R5xekrb94+o4yByM9TSbR34dX6JUooViuHPJMu0GBOa9LsZCLLCxZv8CdDRaHHDZnocT/AC8zy77LJWG/d/d9o7VcuOWAxKk3bDiT/eV3Adt8Gedz5LHoXiV0CGsDJbOR8wettQ1qeOJWr6hVpqt78DHXf+JReperajWsVrxXWfA7Mre5gc+O78M9V1VCXsyMGYnkKcxP/wAmcD+ETj/lF/onskyQpEha6Jxhmj1m2u4WGpSPgmW+n/apVYF9OV+cHuUH0pE1ETTuj+OO6o9e0GqAH1drfDDEdXUoy5Dgj5E81Kspjmk9Qu0/4WOPKnqP+T+kvid0uNQWeysDxyexDZA4A4lB6b6ytoCvhWEtF1CsTg8GP7yxP0sFuA8dSp1mAwHzGtRa5ddp4i3qFJesOvanIAk7dNmKn1uo3ei6hVHI904QM2dobg/lPTFQWB6m6dSD+s889T9Ou0GqdQNyqccCP46TvZ9G9MNYEVU2uuO+pb+nJZSGa1suxyceJVemXkqBmW62ZHc9Dm7y83rd+RbdWzagLgcDPHmSW8JuZ+/B8xB6kqvXvOO/mGV1sOfA6nk49fma27Pc2bCfyE2EwOBJqpPiMJTzmDVuYW+nnxNiv5jn0xNGuBWQr9PEw1xgr8yO2A3qUerPUA9WOY+ywLrNrepNXZGBBIIl96drTcmCfcO5RWCb0txpuDjrzMleXXLaTCCxXUoGBI756iFFm5AR5GZIBWYgAqSckg9wTrCXjfoYqVfcD5lR+0OkDMuoUZDDDD85eHBEBqaRdS1bchvnxH56+U+uXENpjUS9PtPkY4k6ddh/p2Aq35x2+g0WNW42kfJA/wDUT1OmW0cj7MOx/jM7vH5c+HJ5fDL8nNU2FPn/AFC6Ov2rmIaxypC9nOMy1p4AH5Tiru4hqtADnGYXgDmAe3YAF7g82tzFXkN78jiaHJiysw7MPSxY4gPIkywZGO461ftHESvyMxFMAtYAYEWcO3QjFab25mtRdTQPcwzCFhC2txyYDJ/WMNrKrThTmRKgnI6M0pOudXHpV++lcnriMDnUhiMr8Ss9MOy0r4MuKgFbdjk9mLSz4Td3FqAHAju0MPyizoCNwJzjuG0W5qgGB4PGYeftLtuzRUauvFy4Yf3juc36r6c2itIb3Vn8LEr/ALE64IRzIajTpqKjXYMjwfidPNxz9R57q6bK7k3KQN47EuKxk5Ef9W0St6f9TGT3mKaMb0DROpivi+RKKSzZaEuwox1iZZYKkJPUofUH1Wsqtatiir0B5iSavb6zTturpVsfVTPxmO6CwOwwcg+ROFOjva9a6Ga0kZY44BnZ+haW3T0qLDlvI+Ieph/H17L5gv05WaoDPEeO5htiuqpYDMj+3ROSIZkrbaPd0JzvrWnuBLqbHY/2hZ0mMnBkv3cNzjJjzrE+vHa4707T3l/dWwA+RL3T0uqjfLZdMo8TVlQA6i3rRnFhOr+HYGljpbmuAYDCdHMr3GDzHtCSK8E5m/SffPysKiVTDHMdpPErPqDeqc5PI5jtTAEEmafaNmnw3E2B8waMD5k/uZ0c/Lm6mFfU6iPQd1a7jt6E530TLaFCwOcnOZ3OipFvp2wjjE5mypaLXRQAM5xN5T+AF61fg4ml9OpIy4yPiMIozCiQ12znSf7nWDitQo/KN00hF8Qqp5MnibdW5mF7L6tIPqXnGehFtZq1eveBgY4mazTfvN6s4yq9CQurBGCOIDFNJcb9+ayAPMa0w3EjxADFY2qcA9xjTsF6gaDtXgZxFrl46jhYERW89wGV1o5xC0XCqrLdZkL+8xSwqU2tnLHA+IYh5FxUy2ulisML+UcRsHOZW6JDXSBkRvK45hc9yDVX41ZDMVXxzLEEsYhpUqZskZI+Y4bAOOpXj4iPlsv0vdGNmj4+JzGvYHW2DGD3Oj1LXV6WpaQACfeT4E5H1K5R6iDnuP2Tw/ZhRD1J5i9Z5EYR8Tnr0YNtwIMtgzTWcQLv3MdlzjPErtRq61bbnP2mvUtWKKWYnBnFarW3au8hGIXPAjTnW67x1LalbGO3/owtF3InN6UNSPxnd95aaS5yQD5hvGEnk1erbnuRs58wdXIHzJWkASWK6Vu5Jidum/eCF37cHMYusHMlpNBq9Ud1aFUP9zcCNEPJdhjTVAKFD5/SOLpHbHOBHNH6eKFXedzfMY9oUYxzzg/9Ro56QXTsnKsZqwOB8x/jI5GJAoGAx8fMaSp2xd+ouFo2g8Ynn37Qan6doIPOZ2PrGoK1nniefeqv+8XkjoGP9k4+F/otQLqVcHxHFecn6Vqm07bGztJxzOjpuDqCDmS6js472HQ0FacAzX1PiQs9w7ira5/1mizUgruwDK7S+kbDnec/kJ1T1AmBek44je2Birq0KDtc/rCLT9NhtGI8lJXkzZVc+Jva1viI1OVhKqrtZYKqF3N5PgSej051OoRArGvPuK+J1ei02mqXZp8KR4PmDC3tW6D9nqqQLNSfqOOcEcCWF1QRTt44xGXYpuDAgiL3Wg5HHcVK3SL2ckHHx+kE93wR38zVx+D38GCHuYfnzHlS6EDluuePmbcttB9oz2CJoLhRtB5+BFdfYwq9ngx7am16/rAtbEnrqccpYhi5/F/mWXruqN1/0qucdnM16d6WXX6tv4Md+f0jBKSWonoEfePaTUWVME25WPjTKMKg+wh00qMo4XPzmD7U5+GqdQrjg/pChxmbXSowwy/qpGZFtHYP5dqsPhuDEsWnk/qZcYg9wBzxF30+uD4SsEfk0a0/puoswbXVQfjmDD/kgNtwxgf9Tek0V2qcMysteeTLfT+lVVe4hHYHnLRw1bUIFSkeMHGYcT68oenorpQIEI2njmbNmA/IGG/+WcTT7cZ9oyRnPM0Rk2KChIHRGI2J3oxR6gjt9DUjDdB/mZqKWTkDiJWV7ioZOCudw6Eb0l4KLUxyp4BMF50PYpYhIi71MOvuJa2V7GwcYgLNobHAi41ukAxywwvPPXn5g3AJBPkQ9oAOQPHZi9oBB589/EbNJuK7QeisSLbz3yR8yxuwq7VGFHAEtwPqIfBiGoqO7v7cdR6EpFVy3HZ7jlVb4HuPM1p6hkkjP+4woPJZMYHHMWG1iafdjcCf0hEprUqMMuf+MxGUMB7lIX/ENWxGzFmQR0fMbG9kURSF22D8XTL3CgOBwK3O77TRdwFyqtz2IPAfj6RXBz3NgezdhJLqafPgyQT3BgAM9kmSQIrD3Hn45gL7aUq3FSAme5sDW3d0Q/xK9+fA6Eibd5bIBB448ys+u13urQbWPAHcdpIBOGyqDlR8yk5JehGADjDEbF/D4gAWBqLqC2TyOhCP7gEJ9zDJBMFuzznGfaima8h7LDT3rqKDg5b8/wAovZxuz3AU2iq4FgcZ28Q+sHO5TxJ98n46K2df/sTaznk8/J8xskMZXa32EsDxFlwbHSUna2P04EzUUlwcYOTNsBuGW5BztWGwLKwxBBPiORXbMEn6fnAkCUw59y5OMw7oqso3Hk8D5gTuOACG5/xMbUwW3NtYHA4BktxyM1gnbyQYI8q+azycceZNFBPCt1jkzMkqLhSVIx+cYrHQFZIPZzBoH3D8IE3bbsXBfqHA1vU6gVVgnapEo7rbNY+QfaTwDM1Vx1duxDhc4z8w9SABjt2lBhSfmNIS1GrAJZePpjAB4GYVXwErJ2uxycCRdM/TqdS2eS0wnatj53DoAeIbaybuWNjsNpPtUjubHtIzhvprwfOYPAUoA3AGWEE1w+mxH8NnbHMW0ZBPqbdgDYJJJDdydOqDoyWcHwYhbqla0rgEqO/zlSdeqs1djEMMgcxafmLfVatKsnPR4lRrteGwGcAHrBlf+9W3WPQCcHqRp0u5LEtbBXkCTzFHpak+3ACjoZ7k67MEJnJIg8KHOAW5ByTxNkkYPAx3KudrUKOyue8mInb7OCOeo+7BlypijK/HRGOf/UwyoKQQP4h/FCAqcHcTzIKWAGUA+ftNWXbR0B8Q4Fo1lqIvA6lVr9UWJrrIyZHWazA2g8nxA6WvIVrBuLNnMaT9hpjToqbQw5VclobJKKre7cc5gt+EfB3ZbEHdqVrsGG6GAsNAybgrWMG3AcAQL3oNiK209kfMqtTrdjqhO0E5JHmV2u9QFeoV1OfEW084q7fXKbbB+FjwGMrtR6gKr1Ww7h4lZrbL7ity8CZqK0NC2O2SOYlqk5kS1eqsFyvUCFY8yOoqItrusbvua1OprbSA1jLD4gCbtZpgeePMFppDOp1FenurerBzwcQWoa6y4WjIRu5i11HR7nPuAmDWC3SbEHK+YovUbv5b/b/UEPwGZMlP056yv+UPvAHsfeZMhjIn8J+8U1PZmTIQqot/qF/WWOl/kJ9jMmR/+S/sFf5I/wDtK3Wfzx95kyL0fn7Vvq3dcTu/AsyZJ/xU9Z/Rj7RPU/0n6TJkBgNP/TD7R7Rf0b/rMmQUSZ/ltBen/wB33mTIKb9P/9k=" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Ada yang tidur, ada yang bangun,&lt;br /&gt;Anda bangun aku tidur&lt;br /&gt;Aku tidur Anda bangun&lt;br /&gt;Lho kapan ketemunya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti matahari mengejar rembulan&lt;br /&gt;seperti rembulan mengejar matahari&lt;br /&gt;gak bakalan bisa terkejar&lt;br /&gt;sekalinya ketemu,&lt;br /&gt;terjadilah gerhana!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heran!&lt;br /&gt;kog orang memberi nama yang indah&lt;br /&gt;untuk kejadian alam luar biasa?&lt;br /&gt;Gerhana! Tsunami, Tornado!&lt;br /&gt;dan lain lain itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneh!&lt;br /&gt;orang bela-belain berdesak-desakan&lt;br /&gt;nonton konser kesayangan&lt;br /&gt;berteriak histeris kesurupan dan pingsan.&lt;br /&gt;Padahal di rumah ,&lt;br /&gt;orang tidak pernah mengagungkan lagi&lt;br /&gt;ke dua orang tua seperti terhadap sang "idola"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi bicara lebih jauh,&lt;br /&gt;mana ada orang yang histeris dan pingsan&lt;br /&gt;dalam pertemuan Tabligh Akbar!&lt;br /&gt;mana ada putra putri yang menangis terharu,&lt;br /&gt;ketika ingat Ibu Bapaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangunlah anak-anak ku.&lt;br /&gt;jangan kau tidur melulu&lt;br /&gt;hari semakin tinggi,&lt;br /&gt;akan datang kepada kalian,&lt;br /&gt;waktu untuk tidur panjang.&lt;br /&gt;namun saat sekarang,&lt;br /&gt;saat untuk bangun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-4873618370460367166?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/4873618370460367166/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/bangun-tidur-tidur-bangun.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/4873618370460367166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/4873618370460367166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/bangun-tidur-tidur-bangun.html' title='Bangun tidur , tidur bangun'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-7973974977355245605</id><published>2010-09-13T13:23:00.000-07:00</published><updated>2010-09-13T13:30:21.097-07:00</updated><title type='text'>TERIMA KASIH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://helda.blogdetik.com/files/2008/08/terima-kasih.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 304px; height: 210px;" src="http://helda.blogdetik.com/files/2008/08/terima-kasih.JPG" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Terima kasih ...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kepada orang-orang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;yang telah  berulang-ulang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;begitu baik hati kepada saya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sehingga saya  masih hidup&lt;/p&gt;&lt;p&gt;hingga hari ini...&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hampir setiap  tindakan, ucapan,pikiran saya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dua puluh empat jam sehari&lt;/p&gt;&lt;p&gt;selalu  dimotivasi pikiran-pikiran duniawi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;keterikatan kepada kenyamanan  hidup ini&lt;/p&gt;&lt;p&gt;polanya selalu seperti ini&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sejak lahir sampai  meninggal&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dalam hidup ini&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Banyak orang seusia saya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;atau  lebih muda dari saya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;telah meninggal dunia&lt;/p&gt;&lt;p&gt;ini adalah  keajaiban&lt;/p&gt;&lt;p&gt;bahwa saya masih hidup&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dan punya kesempatan luar  biasa&lt;/p&gt;&lt;p&gt;untuk mencuci perbuatan buruk&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dan meraih kehidupan  yang lebih luhur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terima kasih...terima kasih&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kepada  semuanya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;saat bagun tidur pagi tadi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;masih ada nafas keluar  masuk&lt;/p&gt;&lt;p&gt;menghangatkan bagian atas bibirku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Terimakasih berulang ulang jg ku ucapkan utk anda... Yg  telah sudi menggerakan jemari utk setiap kata persahabatan di depan  layar di dunia maya... Samudera ini terlalu luas tuk ku arungi seorang  diri, hadirnya anda dan yg lainnya telah mewa&lt;span class="text_exposed_hide"&gt;...&lt;/span&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;rnai  perjalanan panjangku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam persahabatan...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-7973974977355245605?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/7973974977355245605/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/terima-kasih.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/7973974977355245605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/7973974977355245605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/terima-kasih.html' title='TERIMA KASIH'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-1070741997701246674</id><published>2010-09-13T13:20:00.000-07:00</published><updated>2010-09-13T13:23:32.464-07:00</updated><title type='text'>B E R S Y U K U R</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://lenidisini.files.wordpress.com/2010/01/bersyukur.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 284px;" src="http://lenidisini.files.wordpress.com/2010/01/bersyukur.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bersyukur...&lt;br /&gt;masih bernafas dengan lancar,&lt;br /&gt;sementara banyak orang sudah meninggal dunia,&lt;br /&gt;bahkan mereka yang usianya lebih muda dari saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bersyukur...&lt;br /&gt;buang air saya lancar,&lt;br /&gt;saya gak bisa bayangkan,&lt;br /&gt;jika makanan yang masuk ke perut saya,&lt;br /&gt;gak bisa dikeluarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bersyukur...&lt;br /&gt;mau makan masakan apa saja ada,&lt;br /&gt;mengingat anak-anak busung lapar,&lt;br /&gt;di afrika sana,&lt;br /&gt;sebutir beras pun tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bersyukur...&lt;br /&gt;jalanan aman aman saja,&lt;br /&gt;bepergian kemana saja,&lt;br /&gt;mengingat ranjau dan senjata&lt;br /&gt;di Afghanistan dan negeri Irak sana&lt;br /&gt;setiap saat mengancam keselamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bersyukur...&lt;br /&gt;melihat keramahan orang-orang,&lt;br /&gt;kalau haus segelas air&lt;br /&gt;tinggal minta di warteg sana,&lt;br /&gt;lain dengan luar negeri,&lt;br /&gt;segelas air harus beli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukurlah bersyukur...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang merasa pintar, jangan takabur,&lt;br /&gt;yang merasa bodoh, jangan lupa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spiritual itu bukan yang tinggi-tinggi,&lt;br /&gt;spiritual yaitu yang menyangkut kehidupan sehari-hari,&lt;br /&gt;soal bernafas,&lt;br /&gt;soal cari nafkah,&lt;br /&gt;soal memenuhi kebutuhan makan dan minum,&lt;br /&gt;soal tidur dan bangun,&lt;br /&gt;soal mandi dan buang air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukur...&lt;br /&gt;semuanya sudah tersedia,&lt;br /&gt;bersyukur...&lt;br /&gt;semuanya lancar,&lt;br /&gt;bersyukur...&lt;br /&gt;walaupun susah,&lt;br /&gt;masih ada orang lain yang lebih susah daripada Anda...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;seolah-olah, seolah-olah, karena syukur dan ikhlas dapat memberikan  kekuatan kepada batin, syukur dan ikhlas merangsang tubuh mengeluarkan  sejenis hormon "tak dikenal" yang mengaliri tubuh lewat  pembuluh-pembuluh darah sehingga badan seolah-olah ringan dan mau  "terbang" .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-1070741997701246674?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/1070741997701246674/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/b-e-r-s-y-u-k-u-r.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/1070741997701246674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/1070741997701246674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/b-e-r-s-y-u-k-u-r.html' title='B E R S Y U K U R'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-3904639519131453493</id><published>2010-09-13T13:09:00.000-07:00</published><updated>2010-09-13T13:19:32.654-07:00</updated><title type='text'>CINTA vs BENCI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRikBqWq2oiPLJouPbKuppJCgp2vF3IZMw1BVgouF6S_XKvH48&amp;amp;t=1&amp;amp;usg=__oSCp5rZOqcMkbRnZh4gbFu2TtkU="&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 259px; height: 194px;" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRikBqWq2oiPLJouPbKuppJCgp2vF3IZMw1BVgouF6S_XKvH48&amp;amp;t=1&amp;amp;usg=__oSCp5rZOqcMkbRnZh4gbFu2TtkU=" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa sih yang tak ingin diperhatikan?&lt;br /&gt;Siapa sih yang tak ingin dimengerti?&lt;br /&gt;Siapa sih yang tak ingin disayangi?&lt;br /&gt;Siapa sih yang tak ingin dicintai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatian,&lt;br /&gt;pengertian,&lt;br /&gt;kasih sayang,&lt;br /&gt;cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesemuanya itu sudah ada di dalam diri manusia,&lt;br /&gt;kenapa tidak dipakai?&lt;br /&gt;Kenapa tidak dibagi-bagikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar empat buah kata-kata itu,&lt;br /&gt;apa yang Anda bisa rasakan?&lt;br /&gt;Mendengarnya saja,&lt;br /&gt;sudah menimbulkan kelegaan hati.&lt;br /&gt;Apalagi melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa di kesesakan bumi ini,&lt;br /&gt;kalian menggantikannya dengan kata-kata ini?&lt;br /&gt;Acuh tak acuh,&lt;br /&gt;cuek,&lt;br /&gt;emang gua pikirin,&lt;br /&gt;benci,&lt;br /&gt;iri hati,&lt;br /&gt;dendam,&lt;br /&gt;dengki,&lt;br /&gt;sirik,&lt;br /&gt;cemburu buta,&lt;br /&gt;amarah,&lt;br /&gt;dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ke 10 kata-kata itu,&lt;br /&gt;apa yang Anda bisa rasakan?&lt;br /&gt;Mendengarnya saja,&lt;br /&gt;sudah menimbulkan rasa gak enak,&lt;br /&gt;apalagi melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat...ingat...&lt;br /&gt;manusia adalah makhluk "cinta"&lt;br /&gt;Kalian gak bisa hidup,&lt;br /&gt;tanpa cinta dari orangtua kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama di dalam kandungan Ibu,&lt;br /&gt;sampai Anda dilahirkan'&lt;br /&gt;setelah itu dirawat,&lt;br /&gt;dengan kasih sayang....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;coba bandingkan&lt;br /&gt;dengan calon bayi,&lt;br /&gt;atau paska bayi&lt;br /&gt;yang "dibuang"&lt;br /&gt;Apakah mereka bisa hidup&lt;br /&gt;sampai sekarang,&lt;br /&gt;seperti kalian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepantasnya manusia yang dirawat dengan&lt;br /&gt;cinta kedua orang tua itu,&lt;br /&gt;pasti tahu apa artinya&lt;br /&gt;hidup dalam suasana&lt;br /&gt;cinta,&lt;br /&gt;sayang,&lt;br /&gt;pengertian,&lt;br /&gt;perhatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecuali dalam dirinya,&lt;br /&gt;masih ada masalah kebencian,&lt;br /&gt;yang tidak terselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;by &lt;/span&gt;&lt;a style="font-style: italic;" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000072734077"&gt;Khrisnaputra  Libra&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-3904639519131453493?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/3904639519131453493/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/cinta-vs-benci.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/3904639519131453493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/3904639519131453493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/cinta-vs-benci.html' title='CINTA vs BENCI'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-5897562018371387501</id><published>2010-09-13T12:58:00.000-07:00</published><updated>2010-09-13T14:29:26.692-07:00</updated><title type='text'>Melepas ‘baju agama’ dulu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs197.ash2/46056_145843745446388_118008318229931_267075_315424_a.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 180px; height: 147px;" src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs197.ash2/46056_145843745446388_118008318229931_267075_315424_a.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Karena tak yakin kalau ia memasuki Sorga yang benar, si manusia  bertanya kepada penjaganya, “Apa benar ini Sorga untuk kaum muslim atau...?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ini  Sorga untuk semua”, jawab sang penjaga singkat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Lalu  dimana ya Sorga untuk muslim...kristiani...untuk umat hindu ataupun  buddha dan yang lainnya?”, tanya si manusia lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kamu ini  gimana sih ... Untuk semua ya untuk semua ...Ngerti maksud saya  nggak sih?”, jawab penjaga galak itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;si manusia tambah  bingung. Ia mendekati penjaga yang lainnya, yang kelihatannya tidak  segalak yang tadi. “Pak ... tolong sampaikan kepada penguasa disini  untuk mengembalikan saja saya ke dunia lagi.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Lho  ...kenapa ??”&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ya ... saya mau melepas ‘baju agama’ saya  dulu disana sebelum kesini lagi.”&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama hanya di dunia ini... kalo kita lihat gambaran dalam kisah Bimo-Ruci...dimana  ketika masuk ke samUdera kalbu, sang Hanuman tidak lagi mengikutinya...  Hanuman disini perlambang dari dogma/aturan2 religi, makanya dalam lakon itu  hanoman selalu memperingatkan dan banyak mengatur... Surga bagi saya adalah  ketika jiwa2  kembali menyatu dengan sang Sumber Jiwa.... bukan yang banyak  iming2 bidadari 7 dan berbagai kenikmatannya...[kasihan yg cewek nanti  bingung menikmati bidadara hehehehe..... maaf ya...]&lt;br /&gt;‎...seandainya boleh &amp;amp; tidak mengundang fitnah (karena menimbulkan  fitnah adalah tidak bijak) : saya lebih memilih menyatakan diri berTUHAN  dari pada berAgama... semua Agama adalah petunjuk, semua tujuan agama  adalah sama, dan bersumber dari Yang SAMA/SATU menuju Sang TUHAN Yang Esa... seharusnya Agama  apapun tidak menjadi "penjara" karena tujuan semua agama justru untuk  "membebaskan"... setahu saya : Manusia2 yang tlah Tercerahkan tidak akan mengenal alergi terhadap  simbol2/ajaran2 agama/kepercayaan2 apapunn...   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya di kehidupan ini yang mengenal Agama dan Identitas.......&lt;br /&gt;Semoga semua mahluk bisa secerdas Si manusia ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-5897562018371387501?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/5897562018371387501/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/melepas-baju-agama-dulu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/5897562018371387501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/5897562018371387501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/melepas-baju-agama-dulu.html' title='Melepas ‘baju agama’ dulu'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-369528119883025385</id><published>2010-09-13T11:00:00.000-07:00</published><updated>2010-09-13T11:03:03.805-07:00</updated><title type='text'>Berani Mati, tapi Takut Hidup.</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs677.snc4/61732_150021248361971_118008318229931_288215_7438665_a.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 180px; height: 135px;" src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs677.snc4/61732_150021248361971_118008318229931_288215_7438665_a.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;‎&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;...Lahir-Hidup-Mati... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jasad : Lahir &amp;amp; Mati... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nafsu : Hidup &amp;amp;  Mati... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ruh : Hidup &amp;amp; Takkan Mati...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Yang memandang keberadaannya sebagai ‘raga yang berjiwa’ tidak akan  pernah bisa melihat semua makhluk-hidup sebagai setara, tidak bisa  menerima kalau segenap umat manusia bersaudara, tidak akan bisa menerima  bahwa kita semua &lt;em&gt;pada dasarnya sama&lt;/em&gt;. Karena raga atau jasmani  —yang kasat-indria— inilah yang membedakan kita. Di mata mereka, itulah  yang membedakan manusia satu dengan yang lainnya, secara fundamental.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang  memandang keberadaannya sebagai ‘raga yang berjiwa’ akan selalu  membeda-bedakan; ini cantik—itu jelek, ini keturunan bangsawan—itu  keturunan rakyat jelata, ini kaya—itu miskin, ini lelaki dan itu wanita,  ini tua dan itu muda, dst...dst....Sebab bagi mereka perbedaan itu &lt;em&gt;sangatlah  nyata&lt;/em&gt;, kasat-indria.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pola-pikir kasat-indria (&lt;em&gt;sakala&lt;/em&gt;)  sangat bersesuaian dengan pola-pandang ini. Padahal, nyaris tak ada  manusia [duniawi] yang tidak menganut pola-pandang ini. Inilah persoalan  pelik yang akan dihadapi oleh siapa saja yang punya niat luhur  mempersatukan umat manusia. Mereka lebih suka mengurung dirinya di dalam  kerangkeng-kerangkeng pemikiran sempit dan sumpek, ketimbang bebas di  alam terbuka dalam segala keleluasaannya yang melegakan. Walaupun mereka  berkoar-koar menyuarakan kebebasan, sebetulnya mereka takut bebas;  mereka menatap kebebasan dengan rasa ngeri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang menganut  pola-pandang ini juga sangat takut pada kematian. Kalangan merekalah  yang melontarkan ‘fitnah’ bahwa, “hidup ini hanya sekali saja” —makanya  nikmatilah kesenangan duniawi dan kenikmatan ragawi sebanyak-banyaknya,  sepuas-puasnya; kalangan mereka jualah yang mensugesti publik dengan  kebohongan bahwasanya “kematianlah yang paling menakutkan di muka Bumi  ini”. Mereka lupa kalau mereka sendiri &lt;em&gt;lebih takut kepada  penderitaan hidup ketimbang kematian itu sendiri&lt;/em&gt;. Kalangan mereka  ini jualah yang akan lari terbirit-birit dan akan lebih memilih mati  ketimbang hidup sengsara. Walaupun mereka kelihatan menggagah-gagahkan  dirinya sebagai ‘pasukan berani mati’ karena iming-iming sorga  sesudahnya, sebetulnya mereka ‘sangat takut hidup’.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kalau  mau dilihat sedikit lebih ke dalam lagi, dengan sedikit lebih seksama  lagi, sebetulnya kita juga berbeda dalam &lt;em&gt;kualitas&lt;/em&gt; mental.  Kepribadian kita masing-masing berbeda. Namun tak berarti kalau  perbedaan itu tak bisa dipersatukan, diselaraskan, diharmonisasikan. &lt;em&gt;Sesuatu  yang secara hakiki tidak berbeda dengan yang lainnya, yang perbedaannya  hanya sebatas kulit-luar semata, hanya sebatas ‘kelihatannya’ saja,  selalu bisa dipersatukan. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Fakta ini bisa  dibuktikan langsung. Adanya bahtera rumah-tangga —darimana kita  dihasilkan— misalnya, merupakan salahsatu bukti konkrit yang tiada  terbantahkan. Kalaupun mau diuraikan secara ilmiah, tubuh inipun  sebetulnya terbuat dari unsur-unsur dasar hakiki yang sama. Demikian  pula tataran mental ini. Kita semua punya pikiran —yang merupakan sisi  aktif dari tataran mental, serta perasaan— yang merupakan sisi pasifnya.  Betapa rendahpun kepekaannya, kita sama-sama punya persepsi dan  kecerdasan. Kita juga sama-sama punya naluri, yang kalau berhasil  dispiritualisasikan bisa menjadi &lt;em&gt;intuisi&lt;/em&gt;. Dan yang paling  mendasar adalah, kita semua ‘merasa ada’, kita semua sadar, punya  kesadaran —betapa rendahpun martabatnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Itu saja sudah  menunjukkan kalau &lt;em&gt;pada dasarnya&lt;/em&gt; kita ini sama. Terlalu banyak  kesamaan esensial, yang semua menyulitkan kita untuk membedakan diri.  Padahal, kedua tataran ini —fisikal dan mental ini— bukanlah &lt;em&gt;eksistensi  hakiki&lt;/em&gt; kita. Mereka tak-ubahnya pakaian luar dan pakaian dalam  yang kita kenakan. Seberapa seringpun kita berganti pakaian luar dan  pakaian dalam dalan sehari, kita tetap orang yang sama bukan? Kalaupun  kita bersikeras hendak membedakan diri masing-masing, maka seharusnya  kita bisa mengemukakan perbedaan esensialnya, perbedaan hakikinya. Bukan  sekedar menonjolkan perbedaan superfisialnya —yang masuk-akal namun  teramat sangat dangkal—itu. Apa lagi sekedar perbedaan &lt;em&gt;atribut  tempelan&lt;/em&gt; —seperti: jender, usia, suku, ras atau kebangsaan, agama  atau kepercayaan atau ideologi yang dianut, kedudukan atau jabatan,  status sosial-ekonomi atau sosial-politik, dan lain sebagainya itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ajaran  luhur mengajarkan bahwa eksistensi hakiki kita semua adalah &lt;em&gt;Jiva,  Atman&lt;/em&gt;, Sang Diri-Jati. Kita bukanlah wujud ini; raga ini  tak-ubahnya pakaian-luar dan batin sebagai pakaian-dalam yang dikenakan  oleh Sang Jiva pada kesempatan tertentu, untuk kurun waktu tertentu, dan  untuk kepentingan tertentu saja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semoga Cahaya Agung-Nya  senatiasa menerangi setiap gerak dan langkah kita.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semoga  kedamaian dan kebahagiaan menghuni kalbu semua insan.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153); font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;br /&gt;Tahu kenapa?&lt;br /&gt;Karena semua belum sadar akan siapa ia adanya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-369528119883025385?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/369528119883025385/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/berani-mati-tapi-takut-hidup.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/369528119883025385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/369528119883025385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/berani-mati-tapi-takut-hidup.html' title='Berani Mati, tapi Takut Hidup.'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-3549312481429237171</id><published>2010-09-13T10:43:00.000-07:00</published><updated>2010-09-13T10:59:01.216-07:00</updated><title type='text'>RENUNGAN malam dalam SARUNG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs653.snc4/61339_154840001201343_100000260332295_396416_2889786_n.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 594px; height: 551px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs653.snc4/61339_154840001201343_100000260332295_396416_2889786_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Heiiihh GUNDHUL,&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Apakah kamu LUPA....?  &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Apakah kamu LALAI....? &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ataukah  memang kamu TIDAK MAU TAHU....? &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ketika ekonomi  dan politik menjadi TAGHUT-TAGHUT yang kamu sembah... &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ketika  INTELEKTUALITAS dan LOGIKA menjadi SESEMBAHAN kamu... &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ketika  KEHIDUPAN HEDONISME menjadi BERHALA kamu... &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Bahkan,  ketika &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;AGAMA, KITAB SUCI dan SYARI'AT&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;  pun tlah &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;kamu jadikan TUHAN&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;.... &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Heiiihh  GUNDHUL,&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Nampaknya.... &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kamu  MEMANG LUPA...... &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kamu MEMANG LALAI..... &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Atau  bahkan sebenarnya KAMU MUNAFIK.....?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Diam-diam,  Syirik musyrik telah membius diri, EGO dan NAFS telah merasuk dalam  darahmu, &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pantas saja.....!!! &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Jika  Tuhan menurunkan PERINGATAN-Nya di negeri dan bangsa ini,&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sangat  pantas...!!! &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Jika Tuhan dengan KASIH-Nya  memberikan pelajaran di bumi pertiwi ini.... &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Heiiihh  GUNDHUL,&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Semestinya.....&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Patut  kamu akui, Nyatanya kamu memang telah terlupa....!! &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hanya  TIKET SORGA yang menjadi tujuan kamu BERIBADAH.... &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hanya  KELIPATAN PAHALA yang menjadi dambaan kamu BERAMAL... &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hanya  RAKUS dan KETAMAKAN yang menjadi obsesi kamu BERKARYA... &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Dan,  hanya EGO PRIBADI yang menjadi pijakan kamu BERMUJAHADAH... &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Heiiihh  GUNDHUL,&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Nyatanya kamu memang benar-benar  terlupa.....!! &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sesungguhnya Tuhan lah pencipta  LANGIT dan BUMI.... &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Semestinya, &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ilahi  anta maqsudi wa ridhoka mathlubi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;, &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;"&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tuhan  adalah tujuan kamu dan ridho Tuhan yang kamu harap "&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Semestinya,  Dengan TULISAN (SYARI'AT), kamu mengenal PERBUATAN (THAREQAT), Dengan  THAREQAT, kamu mengenal RASA ( HAKEKAT ), Dengan HAKEKAT, kamu  MENYATAKAN ( BERMA'RIFAT )… &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Semestinya, Agama  dan syariat bukanlah sarana tuk menghakimi sesama-mu…. &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Inna  robbi latiful limai yasaa, innahu huwal alimul hakim,&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Namun...inilah  yang terjadi di bumi Pertiwi ini.... &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;AGAMA dan  SYARI'AT telah bergeser dari TUJUAN dan FUNGSINYA.&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;AGAMA  telah kamu jadikan sarana untuk MENGGERUS~MEMBERANGUS~MENGOBRAK-ABRIK  keyakinan yg dipeluk orang lain.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;AGAMA telah kamu  dijadikan alasan PEMEKSAAN KEHENDAK dengan alih alih perintah tuk  MEMBELA AGAMA TUHAN-mu. &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Heiiihh GUNDHUL,&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Nampaknya.......,&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kamu  tidak mau tahu akan ayat-ayat-Nya, &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kamu tidak  mau membaca tentang tanda-tanda-Nya, &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kamu  mungkin tahu.., &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tapi kamu sengaja  BERSELINGKUH.....!! &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Heiiihh  GUNDHUL,&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Apakah kamu tahu...&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ketika  Garuda jatuh terbakar.....? &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Itulah tanda bahwa  LAMBANG dan DASAR Negara telah TERINJAK2 di negeri ini, &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Apakah  kamu tahu...&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ketika bencana bersahutan menerpa  bumi nuswantoro ini....? &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Itulah tanda bahwa  PASUKAN SAPU JAGAD tengah bersiap.....&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Melibas  orang-orang INGKAR dan MUNAFIK seperti kamu Dari muka bumi Pertiwi  ini.....&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Gusti Ingkang Moho Suci,&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kulo  nyuwun Ngapuro,&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Mugi tansah peparing  KEKIYATAN ugi WICAKSONO&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kangge  Anyirnakake sedoyo TUMINDAK ingkang LUPUT.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-3549312481429237171?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/3549312481429237171/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/renungan-malam-dalam-sarung.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/3549312481429237171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/3549312481429237171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/renungan-malam-dalam-sarung.html' title='RENUNGAN malam dalam SARUNG'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-4816186242803979431</id><published>2010-09-12T01:54:00.000-07:00</published><updated>2010-09-12T02:05:11.789-07:00</updated><title type='text'>Jawaban Atas Doa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sprucefir.files.wordpress.com/2010/02/prayerrequests.jpg?w=655&amp;amp;h=491"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 655px; height: 491px;" src="http://sprucefir.files.wordpress.com/2010/02/prayerrequests.jpg?w=655&amp;amp;h=491" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tentu kita semua pernah berdoa, bukan?&lt;br /&gt;Hmm, masih ingat doa – doa apa  saja yang kalian ucapkan selama ini?&lt;br /&gt;kebanyakan kalian berdoa untuk  diri sendiri atau orang lain?&lt;br /&gt;Dan terakhir berapa banyak doa kalian  yang telah diwujudkan Tuhan?&lt;br /&gt;Hmm, pertanyaan seputar itu selalu ada di  dalam benak, sebenarnya berefek besarkah doa itu? Itu bisa jadi renungan  buat kiata semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini cerita yang menarik seputar doa. Meskipun lingkungan cerita  ini merupakan lingkungan orang Kristen namun tidak tertutup bagi  penganut agama lain membacanya sebab cerita ini bersifat universal yang  membahas mengenai doa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika ada konseling antara pendeta di gereja saya dengan salah satu jemaatnya.&lt;br /&gt;emaat tersebut mengeluh terhadap pendeta  itu dan sedang mengalami kekecewaan dalam hidupnya. Jemaat itu berkata  “Pak pendeta, saya gagal dapat promosi gara – gara bapak tidak mau  mendoakan saya”. &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pendeta tersebut berkata “Apa yang saya pernah katakan mengenai hal ini?”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jemaat itu berkata “Bapak bilang saya harus berdoa kepada Tuhan secara pribadi untuk hal ini”.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pendeta bertanya “Apakah anda sudah melakukannya?”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jemaat itu berkata “Tidak lagi sebab saya rasa percuma saya berdoa, Tuhan tidak pernah mendengar doa saya”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pendeta tersebut terdiam kemudian kembali bertanya “Apakah anda yakin doa anda tidak didengar Tuhan?”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tanpa berpikir panjang jemaat tersebut menjawab “Ya, tidak didengar”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pendeta tersebut membalas pernyataan jemaat tersebut “Kalau begitu anda salah besar”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Mengapa?” Tanya jemaat itu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Karena sama seperti saya mendengarkan anda saat ini, Tuhan juga pasti mendengarkan doa anda” jawab pendeta itu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jemaat tersebut terdiam kemudian  menimpali “Jika doa saya didengar lantas mengapa keinginan saya tidak  terwujud? Apa tangan Tuhan terasa berat ketika mencurahkan berkat-Nya  kepada saya?”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pendeta tersebut mengeleng-gelengkan  kepala dan berkata “Doa anda pasti didengar tapi saya ingin bertanya  lagi. Apakah anda yakin doa anda dijawab Tuhan?”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kembali jemaat itu dengan nada agak  kesal berkata “Mengapa Bapak menjawab pertanyaan saya dengan pertanyaan  yang lain dan sudah pasti jawabannya tetap sama. Tidak, doa saya tidak  dijawab”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pendeta tersebut tersenyum dan  menjawabnya “Kalau begitu sekali lagi anda salah besar. Sama sepeti saya  bertanya dan anda menjawabnya, Tuhan juga pasti berbuat demikian.  Bukankah doa sama seperti pertanyaan kita kepada Tuhan?”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jemaat tersebut marah dan berkata “Jika Tuhan menjawabnya lantas mengapa doa saya tidak diwujudkan?! Saya tidak mengerti!”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pendeta haya tersenyum dan berkata  “Tuhan sebenarnya sudah menjawab doa anda. Apakah anda tahu bahwa ada 3  jawaban Tuhan terhadap doa yang kita ucapkan?”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemudian pendeta tersebut mulai menjelaskan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tuhan punya jawaban atas doa –doa kita&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jawaban pertama adalah &lt;strong&gt;“tidak!”&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tuhan menolak doa kita, Mengapa? Coba bayangkan sejenak.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jika anda punya anak berumur 5 tahun dan suatu saat anak tersebut  meminta pisau tajam sebagai hadiah ulang tahunnya dan alasannya adalah  untuk menusuk temannya yang dibencinya. Apakah anda akan mengabulkannya?  Tentu anda semua tahu jawaban yang pasti tentu saja “tidak!”&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sama seperti itu Tuhan berbuat demikian  kepada doa kita semua, karena Tuhan tahu doa yang kita panjatkan  sebenarnya tidak baik bagi diri sendiri. Kita tidak bisa membohongi  Tuhan, sebab tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya. Tuhan tahu dengan  pasti isi hati dan motivasi kita atas doa yang kita ucapkan; baik atau  buruk.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lantas jika sudah begini sikap apa yang  harus diambil? Renungkan doa kita; apakah doa kita benar-benar baik atau  buruk bagi kita? kemudian pikirkan motivasi kita untuk doa itu baik  atau buruk? Jika sudah maka berubahlah!&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jawaban kedua adalah &lt;strong&gt;“tunggu dulu…”&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sikap apa yang harus kita ambil bila  jawabannya seperti ini? Sikap yang terbaik adalah bersabar. Pada saat  tersebut sebenarnya Tuhan hendak menjawab doa kita hanya saja Tuhan  berpikir belum saatnya. Coba sekali lagi kita bayangkan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Andaikan anda pemilik suatu  perusahaannya dan anda ingin mewariskan semua asset yang anda miliki  kepada keturunan anda, hanya saja pada saat itu anak anda satu-satunya  adalah hanya seorang anak berumur 7 tahun. Apakah anda akan mewariskan  begitu saja seluruh harta anda sehingga dia kelola secara langsung?   Tentu jawabannya adalah tunggu dulu. Anda mungkin akan mempercayakan  kekayaan tersebut kepada orang kepercayaan anda dan akan memberikannya  kepada anak anda sampai pada umur yang dianggap sudah siap untuk  menerimannya. Kita tak mungkin mempercayakan kekayaan begitu besar  kepada seseorang jika dia belum siap memanajenya dengan baik.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tuhanpun juga berbuat demikian.  Terkadang Tuhan menunggu kita siap terlebih dahulu secara kepribadian,  mentalitas, keimanan dan ketaatan agar keempat hal tersebut bertumbuh  dan berkembang menjadi kesatuan yang kuat. Setia pada tanggung jawab  yang diberikan maka kita akan diberikan tanggung jawab yang lebih besar  dan ingat waktunya Tuhan berbeda dengan waktu kita, meskipun begitu  pertolongan Tuhan selalu tepat pada waktunya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jawaban yang ketiga adalah &lt;strong&gt;“ya!”&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Doa kita dikabulkan yang juga berarti  bahwa doa kita memang sesuai dengan kehendak Tuhan dan Dia melihat kita  siap menerima berkat tersebut. Maka sikap yang kita ambil adalah  bersyukur. Jangan sampai jadi kacang lupa akan kulitnya. Ingat kita  tanpa Tuhan bukan siapa-siapa yang berharga; sebab Tuhan berkuasa atas  hidup kita, tidak ada kata kebetulan di dunia ini yang ada proses  rencana Tuhan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kesimpulannya dalam doa kita selalu  didengar dan dijawab Tuhan. Tapi doa yang baik adalah berdoa  akan  sesuatu hal yang Tuhan pikir baik untuk kita bukan apa yang kita pikir  baik untuk kita (dengan kata lain berdoa sesuai kehendak Tuhan), apa  yang kita pikirkan baik itu belum tentu baik di mata Tuhan. Kemudian  bersabar dan mempersiapkan diri agar diri kita layak menerima perwujudan  dari doa tersebut. Setelah itu jangan lupa untuk selalu bersyukur.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jadi bagaimana dengan jemaat  tersebut? Kira-kira jawaban apa yang telah diterimanya dari Tuhan? ?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tapi yang terpenting biarlah cerita ini menjadi berkah tersendiri  bagi  siapa saja yang membacanya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tuhan senantiasa tersenyum menyaksikan jalan hidup kita.....&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-4816186242803979431?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/4816186242803979431/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/jawaban-atas-doa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/4816186242803979431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/4816186242803979431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/jawaban-atas-doa.html' title='Jawaban Atas Doa'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-4487262560198828365</id><published>2010-09-12T01:24:00.000-07:00</published><updated>2010-09-12T01:50:55.188-07:00</updated><title type='text'>Tuhan, tanpa kita sadari</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm; text-align: left; text-indent: 0cm;" align="left"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Seorang Manusia berbisik, “Tuhan, bicaralah padaku.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm; text-align: left; text-indent: 0cm;" align="left"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dan burung kutilang pun bernyanyi.&lt;br /&gt;Tapi, manusia itu tidak mendengarkannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm; text-align: left; text-indent: 0cm;" align="left"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Maka, Manusia itu berteriak, “Tuhan, bicaralah padaku !”&lt;br /&gt;Dan guntur dan petir pun mengguruh.&lt;br /&gt;Tapi, Manusia itu tidak mendengarkannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm; text-align: left; text-indent: 0cm;" align="left"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;MAnusia itu melihat sekelilingnya dan berkata,&lt;br /&gt;“Tuhan, biarkan aku melihat Engkau.”&lt;br /&gt;Dan bintang pun bersinar terang.&lt;br /&gt;Tapi, Manusia itu tidak melihatnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm; text-align: left; text-indent: 0cm;" align="left"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dan, Manusia berteriak lagi, “Tuhan, tunjukkan aku keajaiban!” Mu”&lt;br /&gt;Dan seorang bayi pun terlahir.&lt;br /&gt;Tapi, manusia itu tidak menyadarinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm; text-align: left; text-indent: 0cm;" align="left"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Maka, ia berseru lagi dalam keputus-asaannya, “Jamahlah aku, Tuhan!”&lt;br /&gt;Dan segera, Tuhan pun turun dan menjamahnya.&lt;br /&gt;Tapi, manusia itu malah mengusir kupu-kupu tersebut dan terus berjalan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm; text-align: left; text-indent: 0cm;" align="left"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Betapa hal ini semua sebenarnya mengingatkan pada kita&lt;br /&gt;bahwa Tuhan selalu hadir di sekitar kita dalam bentuk&lt;br /&gt;sederhana dan kecil yang sering kita anggap lalu, bahkan dalam era elektronik ini …&lt;br /&gt;karenanya saya ingin menambahkan satu lagi:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm; text-align: left; text-indent: 0cm;" align="left"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Manusia itu berseru, “Tuhan, aku membutuhkan pertolonganmu!”&lt;br /&gt;Dan datanglah e-mail dengan berita-berita baik dan menguatkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm; text-align: left; text-indent: 0cm;" align="left"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Namun, ia justru menghapusnya dan terus berkeluh-kesah….&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm; text-align: left; text-indent: 0cm;" align="left"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Berita baik itu adalah bahwa anda masih dicintai orang lain !&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Janganlah  kita mencampakkan suatu anugerah, hanya karena anugerah itu tidak  dikemas dalam bentuk yang diinginkan dan dimengerti oleh kita&lt;/span&gt;.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;tapi manusia [kita] itu tidak menyadarinya.&lt;br /&gt;semua ini datang tanpa kita sadari.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-4487262560198828365?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/4487262560198828365/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/tuhan-tanpa-kita-sadari.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/4487262560198828365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/4487262560198828365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/tuhan-tanpa-kita-sadari.html' title='Tuhan, tanpa kita sadari'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-1253624380862686854</id><published>2010-09-12T01:13:00.000-07:00</published><updated>2010-09-12T01:23:56.374-07:00</updated><title type='text'>Ati segoro</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSDKArKKTlP9lRScEoI7OnkXTc2u8EPP6DwwRp5-a2Pm_yyKbc&amp;amp;t=1&amp;amp;usg=__JjeF3XjB9TDvLZ5dwU056YnQfc0="&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 233px; height: 216px;" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSDKArKKTlP9lRScEoI7OnkXTc2u8EPP6DwwRp5-a2Pm_yyKbc&amp;amp;t=1&amp;amp;usg=__JjeF3XjB9TDvLZ5dwU056YnQfc0=" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bojo sira arsa mardi kamardikan, ajwa  samar sumingkiring dur-kamurkan. Mardika artinya &lt;/em&gt;“&lt;strong&gt;merdekanya jiwa dan sukma”,&lt;/strong&gt;  maksudnya dalam keadaan  tidak dijajah oleh hawa nafsu dan keduniawian,  agar dalam menuju  kematian sempurna tak ternodai oleh dosa.﻿&lt;p&gt;Manusia jawa yang sejati dalam membersihkan jiwa (&lt;em&gt;ora kebanda ing  kadonyan, ora samar marang bisane sirna durka murkamu&lt;/em&gt;) artinya : &lt;strong&gt;  “dalam menguji budi pekerti secara sungguh-sungguh akan dapat   mengendalikan dan mengarahkan hawa nafsu menjadi suatu kekuatan menuju   kesempurnaan hidup”.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semar bertubuh  tambun: melukiskan keluasan hatinya. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ati segoro&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;,  begitu  kata orang Jawa: hati bagai samudera. Makin luas hatinya  berarti makin  halus pula rasa-nya. Dalam literatur Jawa, rasa adalah  inti terdalam  manusia, kebenaran tertinggi. Makin halus rasanya,  berarti makin dekat  orang itu pada inti kebenaran, makin tinggi tingkat  spiritual-nya. Dan  makin halus rasa seseorang, dia akan menjadi makin  momot, makin luas  ruang hatinya, sehingga bagai samudera yang bisa  menampung ribuan sungai  yang mengalir kepadanya tanpa menjadi penuh  maupun kotor.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebaliknya makin  kasar rasa seseorang,  makin rendah tingkat spiritual-nya, makin kaku  sikapnya, dan makin  sulit menerima pandangan yang berbeda, tidak bisa  hidup tenteram dengan  kelompok lain, mau menang sendiri… dan  ugal-ugalan. Lebih celaka lagi,  dengan mengatas-namakan agama dan Tuhan!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-1253624380862686854?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/1253624380862686854/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/ati-segoro.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/1253624380862686854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/1253624380862686854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/ati-segoro.html' title='Ati segoro'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-6357801142733292465</id><published>2010-09-12T01:05:00.000-07:00</published><updated>2010-09-12T01:13:45.091-07:00</updated><title type='text'>Kehidupan Anda penuh makna</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS36OTKiVm-ln3ih7ugsriORwBeuwVfRwHeqlTXt8qKofuu1ig&amp;amp;t=1&amp;amp;usg=__EoQJVNmMxhuLvKswfDBV1xAhUkI="&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 199px; height: 253px;" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS36OTKiVm-ln3ih7ugsriORwBeuwVfRwHeqlTXt8qKofuu1ig&amp;amp;t=1&amp;amp;usg=__EoQJVNmMxhuLvKswfDBV1xAhUkI=" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Mohon jangan pernah menyangka kalau kehidupan Anda tanpa makna. Lepaskan sangkaan keliru itu. Anda tak perlu mencari-cari &lt;em&gt;makna kehidupan&lt;/em&gt; Anda kesana-kemari. Hentikan itu segera!&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kehidupan  selalu bermakna. Disadari atau tidak, kehidupan selalu penuh makna  —baik bagi dirinya sendiri, maupun bagi kehidupan lain dan alam. Kalau  sebatang rumputpun bermakna bagi makhluk lainnya, apalagi kehidupan  Anda. Jangankan kehidupan makhluk-hidup, keberadaan benda-matipun  bermakna bagi yang lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, ketika &lt;em&gt;keinginan&lt;/em&gt; mulai menyentuhnya, &lt;em&gt;kekacauanpun&lt;/em&gt;  mulai terjadi. Kenapa? Karena pikiran —yang juga merupakan akumulasi  dari berbagai bentuk keinginan— mulai merancang daya-upaya untuk  menjadikannya “lebih”.  Padahal, pikiran sendiri tidak tahu betul apa  kehidupan ini sesungguhnya. Dalam rangka menjadikannya “lebih” inilah  kekacauan demi kekacauan terjadi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sadarkah Anda apa sebetulnya yang berkeinginan menjadikannya “lebih”? Itulah &lt;em&gt;si aku &lt;/em&gt;yang  serakah. Yang serakah akan selalu ingin “lebih”; apakah itu lebih dari  apa adanya, ataukah lebih dari “yang lainnya” —yang ia anggap sebagai  bukan dia. Akan selalu begitu. Begitulah gerak dari keserakahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seperti  telah kita bicarakan sebelumnya, keinginan untuk menjadikan kehidupan  ini bermakna hanya muncul bila kita “mengakui” kehidupan ini sebagai  “kehidupanku”. Disini tampak jelas kalau &lt;strong&gt;si aku&lt;/strong&gt;-lah yang “meng-aku-i” itu. Tanpa hadirnya si aku, tak akan pernah ada yang namanya “meng-aku-i” bukan?&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Si  aku inilah yang punya banyak keinginan, yang sangat serakah. Dan si aku  jualah yang merasa sebagai pelaku dan yang merasakan segala konsekuensi  dari apa yang diperbuatnya; ia juga kemudian memberi predikat kepada  yang dianggapnya sebagai “bukan-aku”, juga sebagai “yang lainnya”. Walau  sebetulnya tidak ada “yang lainnya”, semasih si aku berkuasa, bercokol  di benak kita, maka selalu harus ada “yang lainnya”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bila  Anda menyadari kalau kehidupan ini selalu bermakna, penuh makna, dan  bila Anda menyadari kalau setiap keberadaan bermakna, maka Anda akan  berhenti mencari makna hidup. Anda sudah menemukannya. Namun ini tidak  berarti membuat Anda mandeg. Anda memang tidak perlu lagi mencari makna  hidup, tapi Anda tetap merasa wajib menjaganya, memeliharanya. Dan, bila  Anda punya &lt;em&gt;kemampuan&lt;/em&gt; untuk itu, merasa berkepentingan mengisi  kehidupan dengan warna-warni, menghiasinya dengan nuansa-nuansa indah  agar bisa dinikmati oleh kehidupan-kehidupan lainnya...maka lakukanlah  itu! Tapi jangan pernah menyangka untuk kemudian mengakui kalau semua  itu &lt;em&gt;lantaran Anda&lt;/em&gt;. Sadarilah bahwa itu hanyalah tindakan dari &lt;em&gt;Kemurnian Hidup&lt;/em&gt; itu sendiri.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-6357801142733292465?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/6357801142733292465/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/kehidupan-anda-penuh-makna.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/6357801142733292465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/6357801142733292465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/kehidupan-anda-penuh-makna.html' title='Kehidupan Anda penuh makna'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-4545530013611669139</id><published>2010-09-12T01:01:00.000-07:00</published><updated>2010-09-12T01:05:06.259-07:00</updated><title type='text'>Hidup tanpa Kematian!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://greeenland.blog.friendster.com/page/files/death-note-book1.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 380px; height: 447px;" src="http://greeenland.blog.friendster.com/page/files/death-note-book1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Hidup tanpa kematian,&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;seperti juga mati tanpa kehidupan.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Hidup bukan bagi jasad,&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;yang senantiasa dalam cengkraman kematian.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Jasad ini boleh hancur berkeping-keping, jadi abu,&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;kembali kepada unsur-unsur dasar pembentuknya,&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;namun hidup tetap melangsungkan kehidupan,&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;tiada mengenal kematian.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Hidup tak mungkin dipasung sebatas jasad rapuh ini.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Sebaliknya, mati tiada terhindari bagi jasad,&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;betapa sehat dan kekarpun ia tampaknya.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Tak ada sesuatupun yang lahir&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;yang tak berakhir di jurang kematian.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Kehidupanmu dan kehidupanku ini&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;boleh saja berakhir bersama kehancuran jasad,&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;namun hidup dan kehidupan sendiri&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;akan berlangsung terus sepanjang masa&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;tanpa aku, kamu, kita, dia, kalian dan mereka.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;~ anonymous ~&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-4545530013611669139?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/4545530013611669139/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/hidup-tanpa-kematian.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/4545530013611669139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/4545530013611669139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/hidup-tanpa-kematian.html' title='Hidup tanpa Kematian!'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-5795356878784574708</id><published>2010-09-11T13:56:00.000-07:00</published><updated>2010-09-11T13:58:16.195-07:00</updated><title type='text'>Tidak mentolerir Ketidak-sengajaan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs325.ash2/60510_1579637459530_1493464811_1481810_6218685_n.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 415px; height: 230px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs325.ash2/60510_1579637459530_1493464811_1481810_6218685_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Disadari atau tidak, disengaja atau tidak, diinginkan atau tidak, entah sejak kapan, kita sebetulnya telah melangkah &lt;em&gt;menuju&lt;/em&gt; apa adanya kita saat ini. Tak sadar, tak sengaja, tanpa diinginkan, tidak mengurungkan semua ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kalau  tanpa saya sadari saya melangkah ngawur, secara salah, dengan tanpa  tujuan yang jelas dan pasti sehingga sekarang ini kehidupan saya  acak-acakan misalnya, hal pertama yang mesti saya sadari semestinya  adalah: ‘Kesinilah saya diantar kalau saya berjalan seperti yang  sudah-sudah itu’.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya mesti menerima kenyataan ini.  Ketika saya —tanpa sengaja— telah menekan tombol huruf ‘r’ di keyboard  ini, padahal yang sebetulnya saya maksud adalah menekan tombol huruf  ‘e’, maka pantaskah saya menyalahkan keyboard ini atas ketidak-cermatan  saya? Kendati maksud saya memunculkan huruf ‘e’, ketidak-cermatan saya  tetap saja menghasilkan salah-ketik bukan? Dan atas hal itu, bisakah  saya mempersalahkan yang lain, selain ketidak-cermatan saya itu?&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perbuatan  salah tidak ditiadakan setelah ia dilakukan, melainkan dengan tidak  melakukannya. Demikian pula perbuatan benar. Sayangnya, banyak hal yang  baru kita sadari salah atau benarnya justru &lt;em&gt;setelah ia berakibat&lt;/em&gt;, setelah kita diharuskan menanggung akibat atau konsekuensinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Kita tak akan pernah menerima akibat yang tak kita ciptakan sendiri penyebabnya. &lt;/em&gt;Oleh karenanyalah dikatakan bahwa ‘apa adanya kita ini adalah perwujudan dari &lt;em&gt;karma &lt;/em&gt;atau  perbuatan sendiri’ —apakah itu disadari atau tidak, apakah disengaja  atau tidak. Semua telah menjadikan kita seperti apa danya kita sekarang  ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6211769175108865886-5795356878784574708?l=permainankata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permainankata.blogspot.com/feeds/5795356878784574708/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/tidak-mentolerir-ketidak-sengajaan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/5795356878784574708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6211769175108865886/posts/default/5795356878784574708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permainankata.blogspot.com/2010/09/tidak-mentolerir-ketidak-sengajaan.html' title='Tidak mentolerir Ketidak-sengajaan'/><author><name>my hand</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_faf5actm0ig/TN4GiJPkMGI/AAAAAAAAAHA/LlO415T03zU/S220/sufi.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6211769175108865886.post-4916460509338193615</id><published>2010-09-11T13:45:00.001-07:00</published><updated>2010-09-11T13:45:32.253-07:00</updated><title type='text'>Ingsun</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;AKU yang sesungguhnya adalah perbendaharaan kata yang tersembunyi. &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Jika engkau ingin menemui – KU&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Selamilah ke dalam samudera batinmu paling dalam.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Yang Gelap dan Terangnya takkan terjangkau oleh pandangan mata Jasmanimu. &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Karena AKU tidak berada di dalam gelap dan terangnya pandangan matamu yang PALSU dan MENYESATKAN jalanmu.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-173"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;AKU adalah Spirit yang “ TULIS TANPO PAPAN KASUNYATAN “&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;AKU adalah Substansi yang “ GUMANTUNG TANPO CENTHELAN “&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;AKU adalah Esensi yang “ LUNGGUH DUMUNUNG neng BATIN sing SUCI “&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ketika AKU terkurung oleh badan jasmani.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;AKU lah yang DZAHIR.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Mengejahwantah dalam ASMA, SIFAT dan AF’AL yang “ SEPI ING PAMRIH RAME ING GAWE “&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Tetapi…., Ketika AKU mengurung dan menyelimuti badan Jasmani.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;AKU 
